NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Suasana malam di kediaman mewah keluarga Oliver terasa lebih tenang dari biasanya, namun ketegangan pasca-insiden di koridor kampus tadi pagi masih tersisa tebal di udara.

Lampu-lampu gantung kristal di ruang tengah memancarkan pendar keemasan yang hangat, memantulkan kilau kemewahan pada pilar-pilar marmer yang menjulang tinggi.

Di dalam kamar pengantin utama yang luas di lantai dua, Hilmira Hazelya baru saja menyelesaikan salat Isya.

Ia duduk di tepi ranjang king size-nya yang berselimut seprai sutra abu-abu perak. Gamis harian bernuansa pastel sudah melekat di tubuhnya, sementara khimar dan cadarnya terlepas, menampilkan raut wajah polos tanpa riasan yang diterpa pendar lampu kamar yang lembut.

Jemarinya bertautan di pangkuan. Setiap kali memejamkan mata, bayangan tangan kanan Arkan yang bersimbah darah bercampur remukan keramik cangkir kopi tadi pagi kembali melintas, membuat dadanya berdesir cemas dan sesak.

Pria itu menolak diobati di kampus dan langsung menghilang bersama sekretaris pribadinya menggunakan mobil Maserati hitamnya.

Tok, tok, tok.

Ketukan pelan dan sopan di pintu kamar memecah keheningan.

Hilmira tersentak pelan. "Iya? Masuklah."

Pintu kayu jati berukir itu terbuka. Dua orang pelayan wanita senior keluarga Oliver melangkah masuk dengan gerakan yang sangat anggun dan penuh hormat. Mereka tidak datang dengan tangan kosong.

Pelayan pertama membawakan sebuah manekin beroda yang tertutup kain penutup bludru hitam tebal, sementara pelayan kedua membawa sebuah kotak perhiasan besar berlapis kulit buaya berwarna perak.

"Selamat malam, Nyonya Hilmira," sapa pelayan pertama seraya membungkukkan badan sembilan puluh derajat. "Tuan Muda Arkan memerintahkan kami untuk mengantarkan ini ke kamar Nyonya."

Hilmira membelalakkan sepasang mata bulatnya yang jernih. Ia berdiri perlahan dari tepi ranjang. "Dari... Kak Arkan?"

"Benar, Nyonya. Tuan Muda berpesan agar Nyonya mencobanya malam ini juga."

Pelayan tersebut memegang tepian kain bludru hitam pada manekin, lalu membukanya dengan satu tarikan anggun.

Sret.

Napas Hilmira tertahan di tenggorokan. Matanya terpaku, tak mampu berpaling sedikit pun dari mahakarya di hadapannya.

Di atas manekin itu, terpasang sebuah gaun malam eksklusif berpotongan A-line yang teramat memukau. Gaun itu terbuat dari bahan sutra midnight blue, warna biru gelap yang pekat bagai langit malam paling dalam, yang dilapisi kain tulle transparan berkilau bagai taburan debu bintang.

Potongannya dirancang khusus dengan lengan panjang yang santun, menutupi lekuk tubuh secara sempurna namun tetap memancarkan keanggunan kelas atas yang tiada tanding.

Di bagian dada dan pergelangan tangan, terdapat sulaman benang perak halus berhiaskan kristal Swarovski bermotif rasi bintang yang samar, memantulkan cahaya indah setiap kali tersentuh pendar lampu.

Dan yang paling membuat dada Hilmira berdebar gila... tepat di samping gaun itu, tergantung sebuah khimar panjang dan cadar yang terbuat dari bahan sutra chiffon midnight blue yang sangat senada. Di tepi cadar tersebut, tersulam benang perak berbentuk logo monogram halus keluarga Oliver.

Pelayan kedua meletakkan kotak perhiasan di atas meja rias, lalu membukanya. Di dalamnya terbaring satu set perhiasan berlian solitaire bermata biru sapphire, kalung, gelang, dan bros yang keindahannya menyilaukan mata.

"Tuan Muda mendesain dan memesan khusus gaun serta cadar ini langsung dari rumah mode ternama di Paris untuk acara Gala Night minggu depan, Nyonya," terang pelayan itu dengan senyum penuh arti. "Tuan Muda menegaskan bahwa Nyonya harus mengenakannya."

Hilmira menyentuh permukaan kain sutra midnight blue tersebut dengan ujung jarinya yang gemetar. Kelembutan bahannya dan kecantikan warnanya benar-benar tiada tara.

"Dia... menyiapkan segalanya? Bahkan cadar yang senada dengan gaun ini ?" batin Hilmira, dadanya bergemuruh hebat oleh campuran rasa haru, bingung, dan getaran asing yang membakar hatinya.

"Nyonya, ada surat pribadi dari Tuan Muda di dalam kotak," tambah pelayan itu seraya menyerahkan sebuah amplop hitam berstempel lilin perak resmi keluarga Oliver.

Setelah kedua pelayan itu membungkuk hormat dan pamit mundur dari kamar, Hilmira berdiri sendirian di tengah ruangan yang sunyi. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia membuka amplop hitam tersebut dan mengeluarkan selembar kertas tebal beraroma maskulin yang teramat familier, aroma cedarwood dan mint khas Arkan.

Tulisan tangan yang tegas, rapi, dan berkarakter milik Arkan terukir anggun di atasnya:

"Hilmira... gaun dan cadar ini adalah milikmu. Pakai ini untuk acara Gala Night minggu depan. Jangan pernah berpikir untuk menerima undangan pria lain, termasuk Rian atau siapa pun di kampus itu. Kau tidak akan berjalan di atas karpet merah dengan pria mana pun selain aku. Kita akan datang ke pesta itu secara terpisah demi alibi publik, tapi kau adalah milikku malam itu. Tetap berada di jangkauan pandanganku, dan temui aku di area balkon luar VIP setelah acara utama selesai. Jangan membantah. Tangan kananmu sudah terikat oleh cincin pernikahan kita. ~ A.O."

Hilmira meremas surat itu di dadanya, menghela napas panjang yang bergetar. Kalimat-kalimat tajam, arogan, namun penuh keposesifan yang telanjang itu adalah ciri khas mutlak dari seorang Arkan Oliver.

Pria itu tidak pernah meminta, ia selalu memerintah dengan otoritas seorang penguasa. Namun di balik keangkuhan cold CEO itu, Hilmira bisa merasakan hangatnya perisai perlindungan yang tak pernah membiarkannya berdiri sendirian.

Cklek.

Suara mekanisme pintu kamar yang terbuka membuat Hilmira refleks membalikkan badan.

Arkan Oliver melangkah masuk ke dalam kamar.

Pria tegap itu telah mengganti kemeja kerjanya dengan kaus polos berpotongan V-neck berwarna hitam yang melekat erat pada dada bidang dan otot perutnya, dipadu celana bahan santai berwarna senada. Rambut hitamnya sedikit basah setelah mandi, terurai berantakan di dahi tampannya.

Namun, fokus mata Hilmira langsung terkunci pada tangan kanan Arkan.

Tangan kekar yang pagi tadi bersimbah darah kini terbalut perban putih yang rapi dari pergelangan hingga telapak tangannya.

Mata Arkan yang tajam bagai elang menyapu seisi kamar, lalu berhenti tepat pada sosok Hilmira yang berdiri di dekat gaun malam midnight blue tersebut. Ada kilat kepuasan dan kehangatan yang samar di balik binar matanya yang pekat.

Arkan melangkah mendekat dengan gerakan yang sangat tenang, anggun, dan berwibawa. Setiap ketukan langkahnya di atas karpet tebal memangkas jarak di antara mereka hingga akhirnya ia berdiri hanya satu jengkal di hadapan Hilmira.

Aroma keharuman maskulinnya yang segar dan kaya langsung mengepung seluruh indra penciuman Hilmira, membuat napas wanita itu tertahan.

"Bagaimana?" suara bariton Arkan keluar dalam nada yang sangat rendah, berat, dan bas. "Kau menyukai pilihan suamimu?"

Hilmira menengadah, menatap wajah tampan Arkan dari jarak yang sangat dekat. Wajahnya memerah alami, rasa canggung dan gejolak emosi bertarung di dadanya.

"Kak Arkan..." bisik Hilmira parau, matanya beralih menatap perban putih di tangan kanan Arkan. "Tanganmu... apakah sangat sakit? Kenapa Kakak harus meremas cangkir itu sampai pecah? Itu... itu berbahaya sekali."

Mendengar nada suara Hilmira yang sarat akan rasa cemas dan perhatian murni untuknya, sudut bibir Arkan terangkat tipis, membentuk sebuah ukiran senyum tipis yang teramat tampan dan memikat, jenis senyuman langka yang sanggup meluluhkan hati wanita mana pun.

Arkan mengulurkan tangan kirinya yang bebas. Jemarinya yang kokoh dan hangat bergerak lembut, menyelipkan helai rambut hitam Hilmira yang terurai ke belakang telinganya. Sentuhan kulit-ke-kulit yang intim itu membuat tubuh Hilmira gemetar halus.

"Rasa sakit di tanganku tidak ada artinya, Hilmira," ujar Arkan, suaranya turun satu oktav, menjadi begitu dalam dan memabukkan. Ia menundukkan sedikit tubuh bidangnya, menyejajarkan wajahnya dengan Hilmira hingga hembusan napas hangatnya menerpa kulit pipi wanita itu.

"Rasa sakit di tangan ini tak sebanding dengan rasa terbakar di dadaku saat melihat pria lain berani menyodorkan undangan dan meminta istriku menjadi pendampingnya di depan mataku sendiri."

Hilmira membelalakkan matanya, debaran jantungnya berpacu liar tak terkendali. "Kak Arkan... kita punya kesepakatan kontrak satu semester. Kita berpura-pura asing di kampus demi keselamatan..."

"Persetan dengan berpura-pura asing," potong Arkan tegas, matanya mengunci netra bulat Hilmira dengan keposesifan yang tak tergoyahkan.

Arkan meraih tangan kanan Hilmira yang mengenakan cincin pernikahan platina mereka, lalu membawanya ke atas dadanya sendiri, tepat di mana detak jantung Arkan bergemuruh kencang dan berat.

"Kau bisa berpura-pura tidak mengenalku di depan semua orang di pesta itu nanti," bisik Arkan di depan bibir Hilmira, suaranya parau oleh emosi yang membakar. "Tapi gaun midnight blue itu, cadar itu, perhiasan itu, dan seluruh tubuhmu adalah penanda mutlak bahwa kau adalah milik Arkan Oliver. Jika ada pria lain yang berani menyentuh atau mengajakmu berdansa malam itu... aku tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan pada mereka."

Hilmira terpaku. Ia merasakan kehangatan dan gemuruh detak jantung Arkan di balik telapak tangannya.

Di dalam kamar yang temaram itu, di bawah pendar gaun malam yang mewah, Hilmira menyadari satu hal yang pasti, batas antara kontrak dan cinta nyata telah sepenuhnya musnah, menjebaknya dalam pelukan takdir sang CEO tampan yang tak akan pernah melepaskannya lagi.

...----------------...

To Be Continue ....

1
mama
suka sm karakter ny arkan kak,sat set gk pke lama
Eva Karmita
jangan takut ya Mira...ada babang Arkan selalu di sampingmu 🔥💪🥰
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Estu Suet
mantap thor
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!