NovelToon NovelToon
Stay With Me

Stay With Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Teen School/College
Popularitas:666.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ananda Putri Sarna

Bertemu lagi dengan Dyta, Farel dan Agrif. Hasya Dyra dan lain-lainya di Fersi remaja

Di jodohkan? Sepertinya keturunan Alvina akan kembali di jodohkan


Follow IG author ya.
@chitanda_nnd

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rara versi Hasya

Raka membuka kunci ruangan olahraga, berjalan masuk untuk mengambil bola basket. Dia akan latihan di sekolah saja, karna Dyta dan Farel tidak ikutan latihan, karna mereka ingin latihan taekwondo sore ini.

Raka langsung mengambil bola basket, dia tidak mengunci ruangan tersebut. Dia akan menguncinya setelah dia membalikkan bola itu ke tempatnya kembali.

Dia masih mengenakan pakaian putih abu-abunya, tanpa berniat mengganti dengan baju basket.

Sekolah nampak sunyi, hanya menyisahkan Raka saja yang bermain basket dan Dyra yang terkunci di dalam kelas, dengan keadaan masih tidur.

Raka terus-terusan mendribel bola basket, menganggap jika ada lawan yang menghadangnya untuk merebut bola basket darinya.

Cowok tampan itu terus-terusan berlatih, keringat bercucuran di wajahnya yang tampan itu, andai saja para gadis melihatnya, pasti mereka akan histeris melihat ketampanan Raka bermain basket, sungguh lincah cowok itu bermain.

Sudah satu jam lamanya Raka latihan basket, dia berjalan menuju kursi untuk mengambil air minumnya di sana.

Dia langsung meneguknya, seraya mengusap keringat di wajahnya yang tampan. Raka tersenyum tipis, mengingat hubungannya dengan Dyra.

Raka melirik jam di pergelangan tanganya, dia akan latihan sepuluh menit lagi, lalu pulang kerumahnya.

Huappp

Sementara Dyra sedang menguap didalam kelas, dia sudah bangun, namun kesadarannya belum terkumpul, jika hanya dirinya saja yang berada di sini.

Gadis itu membuka matanya secara perlahan-lahan, menetralkan penglihatanya.

Dia tertegun, dia melihat sekelilingnya hanya dia saja di sini, jendela sudah tertutup pintu kelas juga tertutup.

Dyra berdiri dari tempat duduknya, habis dari kantin tadi dia langsung pergi ke kelas karna rasa kantuk menyerangnya.

Gadis itu mengambil tasnya, dia berjalan menuju pintu kelas. Sendiri di sini membuatnya takut, apa lagi dalam kelasnya sangat sunyi, di belakang kelas di penuhi dengan pepohonan besar yang menjulang tinggi, sehingga memberikan kesan horor.

Dyra memegang ganggang pintu, namun pintu tidak terbuka membuat gadis itu semakin panik.

''Gue ke kunci, kenapa ketua kelas nggak periksa di dalam kelas dulu, masih ada orang atau nggak.''

Dyra melirik jam di pergelangan tanganya, sudah menunjukkan pukul lima sore, membuat gadis itu semakin takut.

Tidak lama lagi langit akan berubah warna.

Dyra merogoh kantong bajunya, lalu mengambil ponselnya. Dia melihat panggilan tak terjawab dari Revan dan Dyta satu jam yang lalu.

Dyra mencari nomor Sigit di ponselnya, dia ingin menelfon cowok itu untuk membukakan dirinya pintu kelas.

Karna kunci kelas hanya di pegang oleh Sigit, sebagai ketua kelas, dia di pilih sebagai ketua kelas karna dia rajin, pintar, tegas dan Sigit juga murid paling cepat datang ke kelas.

Sigit tidak mengangkat telfonya, membuat Dyra menelfon Dyta. Tetapi, Dyta juga tidak mengangkat telfonya karna gadis itu sedang latihan.

Dyra kembali menghubungi nomor Sigit, cowok itu yang baru mau masuk kedalam rumahnya langsung tehenti, saat ponselnya berdering.

''Dyra,'' gumam Sigit melihat nama yang menelfon dirinya.

Sigit langsung menekan ikon hijau, untuk mengangkat Telfon dari Dyra.

''Hal—''

Sigit melihat ponselnya, karna suara dari Dyra langsung putus.

''Mungkin aja tuh anak gabut,'' menolog Sigit melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam rumahnya.

''Halo, Sigit!'' panggil Dyra, namun tidak ada jawaban dari Sigit, padahal Telfon darinya Sudah di angkat tadi.

''Ya ampun!'' panik gadis itu, karna ponselnya mati karna lobet. Di tidak membawa powerbank ke sekolah, karna Aldi menbuatnya buru-buru.

''Gue gimana ini?'' mata Dyra memerah menahan tangis, tidak mungkin dia tinggal di dalam kelas menunggu hari esok.

Jika dia melakukan hal itu, sudah di pastikan dia akan meninggal dalam ketakutan yang dia ciptakan.

Farel dan Dyta sedang mengambil tas mereka, dia akan pulang. Seperti biasa, Farel akan mengantar Dyta pulang kerumahnya.

Mereka meninggalkan tempat latihanya untuk segera pulang, karna tidak lama lagi akan malam.

Setelah mengantar Dyta pulang, Farel langsung membelokkan motornya menuju kerumah Frezan.

Frezan dan Rara menyuruhnya untuk pulang kesana, sehingga Farel mengiyakan permintaan kakak dan kakak iparnya.

Mungkin saja Frezan ingin menyuruh adiknya untuk tinggal di sana. Semenjak naik SMA, Farel memang sudah tinggal di apartemen saja.

Nathan dan Frezan setiap bulan mengirimkan uang untuk Farel, bukan dalam jumlah sedikit. Mereka menanjaknya Farel selagi mereka mempunyai uang.

Apalagi, Farel merupakan adik bungsu mereka berdua.

Dyta membuka pintu, menyalami tangan Kayla yang sudah pulang kerja.

''Ta, mana adikmu?'' tanya Kayla.

''Dyra belum pulang?'' tanya Dyta dan dibalas gelengan kepala oleh Kayla.

''Bentar, Mah. Dyta Telfon Hasya dulu. Siapa tau aja Dyra masih ada di sana kerja tugas,'' ujar Dyta dan dibalas anggukan kepala oleh Kayla.

Dyta mengecek ponselnya, tiga puluh menit yang lalu, Dyra menelfon dirinya. Dia tidak mendengar Telfon dari Dyra tadi, karna dia sedang latihan. Apa lagi ponselnya mode hening.

Drt...

Hasya yang sedang belajar melihat ponselnya berdering, yang menelfon dirinya adalah Dyta.

''Halo,'' sapa Hasya di seberang Telfon.

Dyta bangun dari kursi sofa yang dia duduki, berjalan meninggalkan Kayla dan Revan yang sedang menonton TV.

''Sya, Dyra di rumah lu, kan?'' tanya Hasya berjalan menuju pintu utama.

''Aku nggak sama, Dyra. Dari tadi aku pulang sekolah. Belum bel sekolah aku bahkan udah pulang,'' jawab Hasya membuat Dyta terdiam.

''Oh...yaudah,'' ucap Dyta.

''Dyra belum pulang?'' tanya Hasya, seraya berjalan menuju balkon kamar miliknya. Dari bawah, Hasya melihat om tampanya itu masuk kedalam rumah.

''Iya, Sya. Lo punya nomornya Aldi? Pacar barunya Dyra, siapa tau aja dia pergi bareng.''

''Ada kok, aku kirim lewat wa,'' balas gadis itu.

''Makasih, Sya.''

''Sama-sama.''

Panggilan mereka berakhir, Hasya dengan cepat mengirim nomor Aldi kepada Dyta.

Waktu itu Dyra menyimpan nomor Aldi di ponselnya, entah mengapa gadis itu menyimpan nomor Aldi di ponselnya.

Setelah mengirimkan nomor Aldi pada Dyta, gadis itu langsung keluar dari kamarnya untuk menghampiri Farel.

Dia akan bercerita kepada Farel, mengenai cowok bernama Zhar. Yang sudah mencekal dirinya, untung saja Riki datang tepat waktu sehingga dia bisa lepas dari Zhar.

''Gimana, Ta?'' tanya Kayla, tanpa mengalihkan pandanganya dari siaran tv yang dia nonton.

Revan ikutan melirik Dyta. ''Dyra ada di rumah tante Rara. Kerja tugas sama Hasya,'' bohongnya, dia tidak ingin membuat Kayla khawatir.

Kayla hanya mengangguk, sementara Revan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan kakaknya.

Revan langsung membuka wa, untuk bertanya kepada Hasya. Dia tau, sepupu polosnya itu tidak pandai berbohong, ajaran itu dari Rara.

Sehingga Hasya mengikuti jejak Rara, sama-sama polos dan membagongkan.

1
Pramesthi007
kakak ayo up lagi kak please nungguin banget
Pramesthi007
kakak gamau up lagi kak
Novia
yuhuuuuuu
Novia
yuhu mba kunti nyelonong bae masuk kmar orang
Novia
sayang sama rara
Novia
yuhuuuuuuuu
Novia
NextGen
Novia
UPPUPUPUPU
Novia
yuhu
Novia
😍😍😍
Novia
yuhu zhar🤣🤣
Novia
eleh zhar²🤣🤣🤣
Novia
up up up up up up up up
Novia
lma bnget
Novia
lma bnget up nya
Maria Susanti
ayo KA up ,,SDH nunggui lama banget 😊 semangat KA 🙏🏻
Pramesthi007
kak ayo up lagi sumpah nungguin banget
Lina Herlina
lanjut dong kka
Anisnikmah
Weh farel hadeh
Anisnikmah
kangen sebagai sahabat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!