NovelToon NovelToon
Dikhianati Saat Buta, Dicintai Musuh Lama

Dikhianati Saat Buta, Dicintai Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Menikah dengan Musuhku / Orang Disabilitas
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.

"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.

Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.

Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.

Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.

"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.

Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"

Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasih Sayang Pasangan

“Permisi, pesanan layanan antar makanan atas nama Tuan Chandra.” ucap seorang pemuda yang menggunakan jaket berwarna hijau, serta helm dengan lambang aplikasi tertentu. 

“Aku yang bernama Chandra.” Pemuda yang bangkit tidak tahu malu, melangkah mendekat ke arah pria yang mengantarkan beberapa makanan, ada yang dibungkus kantong plastik. Ada pula yang berada di dalam paper bag. 

“Aku bayar via QR.” Pemuda yang dengan tenang mengeluarkan handphonenya, kemudian meng-scan kode milik tukang antar makanan.

“Kamu memesan makanan!?” Tanya Risa membulatkan matanya. Padahal sejatinya dirinya ingin balas dendam malam ini, dengan mengirimkan makanan basi ke dalam kamar mereka. 

“Ya orang gaptek memang seperti itu. Pemikirannya terlalu sempit, aku tidak bergantung makanan padamu. Aku juga tidak sudi memakan makanan yang dibuatkan oleh para koki yang mungkin berkhianat. Mungkin saja kalian meletakkan racun di dalamnya. Kalau aku mati karena memakannya, itu akan menjadi masalah besar.” Pemuda yang tersenyum tenang, mendekati istrinya. 

“Sayang, sekarang kita bisa makan…tidak perlu menunggu mereka mengantarkan makanan padamu.” Itulah yang diucapkan oleh sang pemuda, membuka beberapa kotak makanan, benar-benar meletakkannya di atas meja makan. 

“Apa Anda yang memesan layanan untuk pemasangan kunci?” Tanya seorang pria mendekat, pria yang juga pada awalnya diantarkan oleh security. 

“Benar Aku yang memesan, nah sekarang aku akan mengatakan tugasmu apa saja.” Pemuda yang melangkah meninggalkan meja makan, membuat semua orang membulatkan matanya. 

Perlahan pemuda itu berjalan menuju dapur. Lebih tepatnya melangkah menuju kulkas yang begitu besar.”Untuk kulkas kamu pasang kunci gembok saja. Buat 3 salinannya, satu kunci aku yang pegang, satunya untuk istriku, satu lagi untuk Butler yang akan aku rekrut besok.”

“Nah, ini adalah tempat stok bumbu sepertinya…” pemuda yang membuka beberapa laci dan rak.”Tugasmu juga sama, memasang kunci gembok di sini. Sama seperti sebelumnya buat 3 salinan kunci. Aku tidak ingin bahan makanan yang dibeli menggunakan uang istriku dipergunakan sembarangan oleh para pencuri.” 

Tukang kunci terlihat mengangguk mengerti. 

Kemudian pemuda itu kembali melangkah, menuju ruang tamu. Menunjuk ke arah kamarnya dan istrinya yang berada di ujung tangga lantai 2.”Lihat kamar dengan pintu paling besar dan paling mewah itu? Kamu pasang scan kode sidik jari di sana.” 

“Baik akan aku lakukan…” sang tukang kunci mengangguk, menyetujui permintaan pria ini. 

Semua orang membulatkan matanya melihat kelakuan dari Chandra. Pria yang bergerak dengan tidak tahu malunya, benar-benar sembarangan. 

Bahkan sang kepala pelayan tidak dapat berkata-kata. 

“Apa yang kamu lakukan!? Kamu mau memasang kunci pada lemari es dan rak penyimpanan makanan!?” Suara bentakan Johan terdengar. 

“Tentu saja…Kamu tuli ya?” Pemuda yang bahkan tidak memandang rasa hormat kepada siapapun. 

Sedangkan Stefanie hanya menahan senyumannya.”Aku setuju! Lebih baik pasang kunci saja. Lagi pula aku tidak makan terlalu banyak. Aku juga tidak akan memakan masakan koki, karena masakan koki terasa begitu tidak enak. Bahkan terkadang basi…hal yang bisa membuatku sakit perut.” 

“Nah, istriku saja sudah setuju. Apa hakmu untuk tidak setuju?” Chandra melangkah mendekat mengintimidasi. 

“Aku berhak tidak setuju, karena itu semua adalah stok makanan untuk seluruh keluarga. Kamu yang tidak punya hak bicara di tempat ini!” Suara bentakan pria itu menggema.

“Kenapa aku tidak memiliki hak untuk bicara? Kamu lupa, Aku adalah kepala keluarga. Sekaligus wali dari Stefanie…” sebuah senyuman yang memuakan. Di mana Stefanie dapat menemukan pria yang begitu menyebalkan seperti ini?

“Tapi tetap saja, kamu sama sekali tidak berhak mengunci kulkas dan bahan makanan.” Johan menekankan kata-katanya. 

“Benar sekali! Apa hakmu!? Kamu bahkan tidak membeli semua ini.” Dina ikut bangkit, menatap nyalang ke arah pemuda ini. 

“Ya…pada kenyataannya aku tidak membeli apapun di tempat ini. Tapi aku tanyakan sekali lagi, Apa kalian yang membeli kulkasnya? Apa kalian yang membeli raknya? Dan Apa kalian yang membeli isi di dalamnya? Bukankah itu semua dibeli menggunakan uang istriku?” Pandangan mata Chandra kini beralih kepada Stefanie yang duduk di atas kursi meja makan. 

“Sayang, apa kulkas dan raknya adalah peninggalan kedua orang tuamu?” Pertanyaan pelan begitu mesra dari Chandra. 

“Tentu saja sayang…” Stefanie menjawab sembari menipiskan bibir menahan tawanya. Sepertinya dirinya memang harus sedikit lebih berani. Harus seperti Chandra, pemuda yang berjiwa bebas tanpa takut pada apapun. Dirinya harus tegar dibalik keterbatasannya saat ini. 

“Sayang, apa semua isi kulkas selalu dipotong dari keuntungan berbagai usaha yang dimiliki oleh mendiang mertuaku?” Lagi lagi Chandra bertanya kepada istrinya. 

“Tentu saja sayang…semuanya kamu yang atur mulai saat ini.” Stefany menjawabnya begitu tenang, terdengar tenang tapi terkesan menyebalkan. 

“Nah, sekarang Apa yang perlu tuan Johan katakan. Jika semua makanan yang terhidang di atas meja makan saat ini adalah hasil mengemis dari istriku. Mengemis? Oh …salah maksudku mencuri…” pemuda yang tertawa tersenyum mengejek. 

Johan membulatkan matanya, hendak melayangkan tinju pada pemuda ini. Pemuda yang benar-benar memuakkan dan materialistis. Pemuda yang akan menjadi penghalang baginya dan keluarganya untuk mendapatkan segalanya. 

Tapi Chandra bergerak dengan cepat. Menarik tubuh pria ini, kemudian menghantam perutnya menggunakan lutut berkali-kali. Hingga Johan saat ini roboh berguling di lantai. 

“Apa yang kalian lakukan!? Pegangi Dia kemudian usir!” Teriak Johan benar-benar murka kali ini, memberikan perintah kepada pelayan yang berpihak padanya. Sedangkan di tempat ini mungkin yang paling netral adalah security yang tidak pernah mendapatkan apapun selain gaji. Juga tidak pernah mengetahui situasi di dalam rumah. 

Para pelayan mencoba mendekat. 

“Hentikan! Kalau ada satu orang saja yang menyakiti suamiku. Aku akan melaporkan ini kepada kepolisian, aku juga akan menyerahkan semua hak warisku kepada negara! Bukankah lebih baik aku mati! Kalau kalian berani mendekati suamiku!” Teriakan dari wanita itu memberanikan diri. Stefanie memegangi pisau roti, mengarahkan kepada lehernya sendiri. Pisau roti yang didapatkannya setelah meraba-raba ke arah sekitarnya.

Jika dirinya mati tanpa memiliki keturunan maka harta otomatis akan diserahkan kepada negara. Itulah isi surat wasiat dari kedua orang tuanya. 

Sementara Chandra yang sudah bersiap mengeluarkan senjata api berukuran kecil miliknya, urung melakukannya. Wanita ini memang jauh menjadi lebih berani dan pintar. Dirinya benar-benar kagum, tangan Stefanie gemetar, itu artinya wanita itu tidak benar-benar berniat untuk bunuh diri. 

“Stefanie hentikan!” Suara teriakan dari Johan. 

“Benar! Stefanie kamu jangan bertindak gegabah.” Risa mencoba menghentikannya, melangkah mendekat.

“Jangan mendekat! Atau aku akan benar-benar melukai diriku sendiri!” Wanita buta yang mengetahui jarak Risa semakin mendekati dirinya. 

Chandra bertepuk tangan, mendekati Stefanie kemudian memeluknya dari belakang, mengecup pipinya, berucap dengan lantang.”Ini baru istriku tercinta, rela berkorban demi suaminya…”

“Ini hanya akting jangan GR…” bisik Stefanie.

“Aku juga hanya akting, kamu jangan GR…” Chandra ikut berbisik. 

 

1
dome🌬️🌀🌀🌀
Stefanie (kelinci).. darel (serigala) 😅😅😅
siap2 diterkam kau
Eka Anam
gina nanti yg keguguran🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
mulutmu darel🤣🤣🤣 level mie gacoan level neraka 🤔🤔. padahal diam diam cinta😁
Indar
drama sakit perut akan segera dimulai siapa kah yg akan merasakannya 🤔🤔 Tini tahu yg terbaik utk Stefanie
Nur Wahyuni
blm tau aja mereka siapa Tini, gaby dan juli.. trio kwek2 sih dilawan..
Nur Wahyuni
asik putus dari danu.. inget danu balikin semua barang Stefani sebelum kamu dilaporin ke polisi
yesi yuniar
apapun ide tini tapi semua itu demi stefanie
mimief
bukan cuman benalu mm tapi mereka Kya lintah yg ngisep darah inang nya sampe kering.
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
Indar
denger tuh ubur2 benyek Danu putus sudah berakhir tdk ada kata kembali lg 😏
mimief
ayo...kita mulai berhitung gaes
siap" ya
mimief
stan aj sungkem sama mereka tin😱
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kok Chandra
N@t@ D€ ©o©o: kurang Aqua
total 1 replies
Biyan Narendra
Di prank ga tuh ma Tini
🤣🤣🤣
Yana Phung
pasti teh nya ditukar
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
Ufiyyyy
pati tehnya dtuker,gina yg kguguran🤣🤣🤣
mimief
ayo Tini balikin lagi raaa percaya diri stefy
😍
Miss Typo
si ubur-ubur benyek gak sadar² ya, dia benar² cemburu 🤣
Miss Typo
betul betul betul
Yana Phung
ternyata spesies ubur-ubur benyek mokondo 🤣🤣🤣
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
Yana Phung
ngakak aku bacanya pas bagian rambut derrel dilumuri byk pome,, halus spt helm 🤣🤣🤣
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!