kisah perjalanan hidup seorang gadis yang terpisahkan dari orang tuanya dan di besarkan oleh seorang mafia yang ternyata adalah pamannya yang pernah ingin membunuhnya.
bagaimana perasaan Diah Permata Ningrum apabila dia tau kisah hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titian1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Tampa lelah Dewi memandangi panti asuhan tersebut, di dalam lubuk hatinya Dewi sangat kangen sama anaknya yang dia tinggalkan di panti itu.
"Sebesar apa ya kau sekarang, apa kau mau menganggap aku ini ibumu," ucapnya sedih.
Dewi bekerja sebagai guru di Jepang, selama dia bekerja gadis itu sudah tidak mengunakan kartu ATMnya Cahyo lagi karena dia sudah mempunyai gaji sendiri yang cukup untuk keluarganya.
Semenjak Dewi tidak mengunakan uang di ATM milik Cahyo, Boss mafia itu kehilangan jejak gadis itu, sempat berfikir macam-macam mengenai keselamatan gadis yang sudah pernah menghangatkan ranjangnya itu.
Tanpa menyadari perasaannya Cahyo kadang mencari jejak gadis itu melalui notifikasi saldo uang yang keluar dari ATMnya. Tapi tidak menemukan jejak gadis itu.
"Kemana gadis itu ya?" ucapnya dalam hati.
Pria itu mengecek saldo ATMnya yang tak berkurang sedikitpun, dan berharap dapat bertemu dengan gadis itu lagi setelah sekian tahun hilang entah kemana .
Penyesalan itu datang terlambat, benar apa adanya karena pria itu telat mencari gadis itu setelah sekian tahun dilupakannya.
Dewi menghampiri Panti asuhan itu dan berharap dapat melihat putranya.
"Assalamualaikum, permisi" sapa Dewi sambil mengetuk pintu panti
"Waalaikumsalam, cari siapa ya bu" kata seorang asisten panti itu.
"Bunda Aisya ada bu?" kata Dewi lagi
"Sudah setahun Bunda Aisyah meninggal bu, sekarang panti ini di serahkan ke Fajar putranya," jawab ibu itu.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, bisa bertemu dengan fajar bu?" ucapnya
"Pak Fajar lagi kerja Bu, kalau mau nunggu ada istrinya di dalam." jawab Bi Minah.
Dewi di persilakan masuk dan duduk sedangkan Bi Minah masuk ke dalam panti memanggil Fatimah istri dari Fajar.
Fatimah keluar dan menemui Dewi di ruang tamu.
"Bisa saya bantu bu?" kata Fatimah sopan
"Saya Dewi bu, saya ingin melihat data anak saya yang saya titipkan 19 tahun yang lalu" kata Dewi memperkenalkan diri.
"Sebentar ya Bu aku lihat dulu" ucap Fatimah, dan Dewi memberikan data tanggal dan riwayat anaknya.
"Anak ibu sudah di adopsi 3 bulan sesudah Ibu tinggalkan" kata perempuan itu.
"Kira-kira ke keluarga mana ya bu" tanya Dewi lagi.
"Tidak ada petunjuknya Bu, biasanya kalau tidak adà petunjuk alamat yang adopsi pasti keluarga kaya yang tidak mau identitasnya di ketahui orang." jawab Fatimah lagi.
"Ya udah Bu terimakasih banyak" ucapnya lagi Dan Dewi meninggalkan panti asuhan itu dan pulang ke desanya dengan perasaan yang sedih.
Fajar tak sengaja melihat seorang gadis yang mirip dengan Dewi, laki-laki itu mengejarnya dan terus memanggilnya.
"Ka Dewi..., Ka Dewi....!" Fajar terus berteriak memanggil wanita itu.
Dewi berhenti dan menoleh saat mendengar namanya di panggil-panggil orang.
"Adik manggil saya?" ucapnya kepada laki-laki itu.
"Kakak gak kenal saya? Saya Fajar ka adik kak Dewi saat di panti" jawab Fajar.
"Ya Tuhan..., kamu Fajar? ternyata adik kakak sudah dewasa sekarang udah nikah lagi." Dewi memeluk Fajar karena kangen sama pria itu.
"Kakak tadi dari panti Jar dan ketemu istri kamu, kakak baru tau kalau bunda sudah meninggal" ucap Dewi sedih.
"Sekarang Kakak mau kemana? Mampirlah ke panti buat istirahat ka" jawab Fajar.
"Maaf Jar kakak gak bisa, lagian anak kakak sudah tidak ada di sana lagi jadi kakak ingin pulang ke kampung halaman kakak"
"Waktu itu ada yang adopsi adik ka, kata bunda dia orang yang paling kaya dan sering menyumbang dana ke panti tapi aku gak tau namanya"
"Ya sudah gak masalah Jar, asalkan anak kakak di rawat penuh kasih sayang itu sudah membuat hati kakak lega, kakak pamit ya kalau nanti ada kesempatan kakak pasti main lagi ke panti.
Dewi pergi meninggalkan Fajar yang masih berdiri menatapnya, dia bersikap tegar walau pada kenyataannya hatinya sedih karena tidak bertemu dengan putranya.
...****************...
Setahun sudah Bulan menjadi pengawal pribadi Erlangga dan mereka menjadi dekat seperti saudara, kadang Bulan di buat pusing dengan para penggemar Erlang yang selalu mengejarnya mau di kampus atau di luar kampus.
"Lang cari pacar gih biar kamu gak di kejar-kejar begitu gak cape apa ngumpet" kata Bulan kesal.
"Malas ah Lan, rata-rata gadis itu suka karena aku anak orang kaya gak ada yang tulus" jawab Erlangga.
"Sok tau kamu, pasti adalah gadis yang suka beneran" ucap gadis itu lagi.
Erlangga tertawa terbahak-bahak atas ucapan Bulan bahkan dia juga menggoda sahabatnya itu.
"Jangan-jangan kamu naksir juga sama aku Lan" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.
"Astaga..., Sorry ya mana mau aku pacaran sama anak mami kaya kamu yang kemana mana harus di kawal weee." ucap Bulan sambil meledek Erlangga.
"Wah nih cewek merendahkan aku awas nanti jatuh cinta beneran sama aku Lan" ucapnya sambil mencubit pipi Bulan gemas langsung berlari takut macan betina itu mengamuk.
"Amit-amit deh narsis banget punya teman kaya kamu" ucapnya Bulan sambil menimpukinya dengan kertas yang sudah di kepal di tangannya.
Persahabatan mereka semakin dekat dan saling menjaga sebenarnya buka seperti juragan dan pengawalnya.
Bunda Mawar sangat memanjakan Bulan pas gadis itu di rumahnya bahkan dia berani menjewer Erlangga karena terlalu jail sama temannya itu.
Bulan seperti mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan Bulan senang mengadu soal anaknya yang selalu jail padanya, Bunda Mawar juga bahagia melihat kedekatan mereka berdua.
Bulan tidak pernah menceritakan tentang siapa papanya yang sering di bicarakan Bulan ke Mawar tentang nenek dan kakeknya di rumah.
Cahyo sering mengingatkan Bulan bahwa dia tidak mau sampai status Bulan sebagai anaknya di ketahui ke publik karena alasan keselamatan gadis itu, karena Cahyo seorang Mafia dan tidak mau kalau sampai anaknya menjadi target musuhnya karena dunia mafia itu kejam.
Di sisi lain Cahyo yang kejam dia berhati lembut semenjak dia menjadi Papanya Bulan pria itu sudah tidak pernah berjudi lagi karena dia ingin membuat Bulan bangga menjadi anaknya.
Cahyo berubah menjadi anak nakal karena sering di cuci pikirannya dengan Abraham. orang tua itu selalu mengatakan kalau dirinya tidak pernah di sayang sama orang tuanya semenjak ayahnya memungut anak dari panti asuhan itu.
Abraham juga selalu menghasut Cahyo untuk berjudi dengan alasan supaya ayahnya memberi perhatian penuh kepadanya di saat Cahyo di marahin Bastian Abraham memberi solusi kalau ayahnya tidak pernah menyayanginya dan lebih menyayangi Haryo si anak pungut itu dan Cahyo merasa membenarkan omongan Abraham pas dia tau Ayahnya memberi jabatan tertinggi di perusahaannya kepada Haryo bukan kepada dirinya hingga hatinya tertutup dendam kepada adiknya itu.
Semenjak pertemuannya dengan Bulan merubah semua pikiran Cahyo, pria itu sudah tidak memikirkan masalalunya dan menyusun masa depan dengan putrinya itu.
Tapi Cahyo masih belum membuka hatinya untuk seorang wanita, semenjak kehilangan Dewi pria arogan dan dingin itu tak mau melirik wanita lain dan masih berharap dapat bertemu Dewi dan bertanggung jawab atas nasibnya.
Cahyo takut kalau suatu saat musuhnya mengincar keluarganya makanya dia takut menikah dengan wanita manapun walau sebenarnya hatinya sangat merindukan Dewi tapi dia takut mengakui perasaannya itu hingga dia kehilangan gadis itu.
semoga ada kelanjutan ya thoor
Sungguh Cahyo memang selalu bisa luluh bila hidapkan dengan hal2 membuatnya seperti dirinya dulu apalagi sekarang dia harus mencari anak kandungnya yang jelas2 sudah ada didepan mata yaitu Erlangga anak angkat Haryo dan Mawar. Semoga kalian segera dipertemukan kembali bersama Cahyo Dewi dengan anak kalian Erlangga. 🤲🤲🤲
Huuh bulan kalau ngasih kode lihat sikon neng jadi kesedak tuh bunda sama papamu 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈