Kisah Anna dan Hero.
Sepasang kekasih yang sudah dua belas tahun berpacaran, dua puluh empat kali putus nyambung, tetapi tak kunjung menikah juga karena terhalang restu orang tua.
Bagaimanakah kisah mereka akan berakhir nantinya? Manis, Pahit, Lucu, Bahagia, semuanya ada di sini!
Jangan lupakan juga Vanya dan Marco, kakak ipar baik hati yang menyayangi mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepenggal Kisah
***
Itulah sepenggal kisah hidup Anna di masa kecil. Masa-masa tersulit seorang gadis malang sebelum akhirnya bertemu dengan orang tepat yang dengan suka cita merawatnya hingga sebesar ini.
Ngomong-ngomong soal yang lain, kini Anna sudah lulus kuliah dan bekerja di perusahaan Marco, lho. Dia menjabat sebagai manager di bagiaan keuangan yang ruang kerjanya terpisah dengan Marco dan Hero, tetapi masih berada di lantai yang sama sehingga mereka bertiga selalu bertemu bahkan sering makan siang bersama.
Kedekatan hubungan mereka semua juga terlihat sangat mencolok dan selalu menjadi buah bibir manis para karyawan di kantor. Karena Vanya, Marco, Hero, dan juga Anna adalah topik romansa terbaik. Kepribadian Anna yang periang dan tanggap sangat cocok dipadu padankan dengan Hero yang tegas dan hangat. Apalagi jika ditambah dengan harmonisnya hubungan rumah tangga Marco dan Vanya yang selama ini selalu dipandang sempurna. Wanita beranak dua itu hampir tak pernah absen mendatangi kantor Marco untuk sekedar makan siang. Membuat siapa saja iri dan ingin cepat-cepat memiliki pasangan demi merasakan kehangatan.
Ah ya! Hampir lupa, mengenai keretakan hubungan Anna dan Hero, kini berita mereka mulai terendus oleh orang sekitar. Sikap Anna yang tiba-tiba acuh tak acuh membuat semuanya sulit ditupi. Apalagi Anna yang biasanya menempel pada Hero, kini sama sekali enggan menemui pria itu. Kira-kira sudah satu minggu lebih Anna dan Hero melakukan perang dingin sejak kejadian di taman waktu itu. Mereka sama-sama bersikeras dengan tekatnya masing-masing.
Anna ingin Hero menerima keadaan orang tuanya yang matre dan menyebalkan, sementara Hero tak sudi bersikap baik pada orang munafik yang menurutnya suka bersembunyi di balik status orang tua kandung. Hal itu pun membuat Marco dan Vanya tidak tenang. Lantas menyadari bahwa hubungan dua manusia itu sedang berjalan tidak baik.
Di ruang kantor yang luas dan terjaga privasinya, Vanya sedang berusaha mendebat Marco agar membujuk Hero untuk menuruti keinginan Anna. Yaitu berbaikan dengan orang tua kandung anak itu. Pasalnya Vanya sudah sangat risih mendengar segala ocehan anak gadis itu yang cukup membuat hatinya tergerak untuk ikut campur.
"Tumben kamu ke sini sebelum jam makan siang?" tanya Marco ketika melihat Vanya melangkahkan kakinya menuju meja besar tempat duduknya kini.
"Aku kangen kamu, Sayang." Wanita itu duduk di kursi depan Marco setelah mencium lembut punggung tangan suaminya. Kini keduanya saling pandang dengan meja besar sebagai penghalang posisi.
"Hmmm ... kemarilah. Duduk dipangkuanku saja jika kamu memang rindu. Tapi jika kedatanganmu ke sini hanya ingin membicarakan soal hubungan Anna dan Hero, sebaiknya kamu pulang dan rawat Ella dengan baik! Aku tidak menerima keluh kesah soal itu!"
Sontak Vanya membulatkan matanya lebar-lebar. "Kok kamu tega berkata seperti itu? Justru aku ke sini ingin membicarakan soal hubungan mereka, tahu!"
"Aku tidak punya waktu, Van! Deadline-ku di akhir bulan sangat padat, " jawab Marco sambil membuka lembaran pekerjaannya kembali. Membuat Vanya mengerutkan alis, serta melipat tangannya dengan kesal di depan dada.
Sebenarnya Marco bukan tak mau peduli, namun pria itu merasa tak enak karena Anna dan Hero merupakan dua bagian penting yang nyaris sama-sama kuat di matanya. Sehingga di saat-saat ini ia bingung harus membela siapa.
***
.ternyata ini novel lanjutan dari Dijual suamiku,di beli mantan pacarku ...bener kan Thor....?
kamu sampai seperti itu anNa Karena efek hero yg tdk bisa menahan diri karena sudah terlalu lama dia menahan godaan darimu 😂😂😂😂