NovelToon NovelToon
Mantan Istri Tercandu

Mantan Istri Tercandu

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: iraurah

Pernikahan yang terjalin selama lima tahun tiba-tiba saja kandas akibat perselingkuhan yang dilakukan sang suami.

Awalnya Maya berusaha berdamai dengan sang suami yang berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya. Namun, rasa sakit yang tak kunjung hilang membuat Maya akhirnya memilih untuk berpisah.

Bukannya reda, rasa sakit itu malah semakin membengkak tatkala mantan suaminya kembali menjalin hubungan dengan wanita selingkuhannya dulu.

Sejak saat itu Maya bertekad membalas dendam dengan cara halus, membuat mantan suaminya terpikat kembali lalu membuangnya begitu saja.

Akankah Maya berhasil melakukan balas dendam? Atau justru Maya terjebak dalam misinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menenangkannya

Langkah kaki jenjang Maya membawa wanita itu sampai ke lantai paling atas, dimana ruangan Presdir berada.

Sepanjang dirinya menyusuri gedung kantor, beberapa karyawan berbisik-bisik sambil menatap ke arahnya, samar-samar mereka membicarakan hubungannya dengan si pemiliki perusahaan.

Maya hanya acuh mendengar hal itu, meski statusnya sudah menjadi mantan istri tetapi tak ada satupun diantara mereka yang berani memandang remeh padanya.

Bagaimana pun Maya adalah ibu dari anak seorang Adhitama, statusnya masih tergolong penting di keluarga Adhitama.

Dengan langkah anggun Maya mencari ruangan pemimpin, dari jarak tiga meter ia bisa melihat meja sekertaris CEO. Jarak Maya semakin dekat ke arah sana, terlihat wanita berpakaian formal itu nampak duduk dengan wajah tegang.

Menyadari keberadaan orang lain sontak sekertaris itu menengok ke sumber tapak sepatu, matanya seketika membola melihat siapa yang datang.

Spontan ia berdiri sambil menunduk hormat.

"N-nona maya? S-selamat siang, emm.... Ada yang bisa saya bantu?" Selama tiga tahun ia bekerja di perusahaan Ad'ral Corp jelas saja ia tahu siapa perempuan yang berdiri di hadapannya ini, sang sekretaris terlihat masih syok melihat sosok Maya, mungkin dia berpikir untuk apa mantan istri pimpinannya datang kemari?

Maya menampilkan senyum manis seperti biasa, tak banyak bertanya Maya langsung mengungkapkan maksud kedatangannya.

"Saya ingin bertemu Presdir, dia ada di dalam kan?" Tebak Maya.

Beberapa saat sekertaris bernama Nadia itu diam tak menjawab, sampai ia mengangguk dengan ragu.

"Ada, nona. Tapi....." Bola mata gadis itu melirik ke arah pintu ruangan yang bertuliskan Ruang Presdir, dan detik kemudian suara nyaring terdengar dari balik papan kayu itu.

PRANK!!

PRANK!!!

Maya ikut menoleh ke arah pintu tersebut, sepertinya kondisi di dalam sedang tidak baik-baik saja. Mungkinkah suara gaduh itu diciptakan langsung oleh si pemilik ruangan? Mungkinkah Adhi sedang marah besar saat ini?

Tak mau larut dalam dugaan Maya seketika membuka pintu ruangan yang tidak terkunci tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sekertaris Nadia, kelopak matanya terbuka lebar kala melihat seisi ruangan hancur berantakan!

"BRENGSEKKKK....!!!!"

"TANGKAP ORANG ITU DAN BAWA KEHADAPAN KU...!! BISA-BISANYA DIA MEMBAWA SEMUA UANG PERUSAHAAN!!"

BRAKKK!!!

Adhi melempar seluruh benda-benda di meja kerjanya, kertas-kertas bertaburan ke lantai hingga beberapa hiasan guci dan foto ikut pecah akibat lemparan tersebut.

"Mas Adhi...!" Panggil Maya lantang.

Ketika suara Maya muncul Adhi seketika membalikkan badannya, raut wajah itu menunjukkan keterkejutan, tak menyangka Maya bisa disini saat keadaan sedang sangat-sangat tidak baik.

Rongga dada yang dipenuhi amarah itu terlihat kembang kempis dengan cepat, sorot mata yang nyalang membuat siapapun takut untuk sekedar melirik saja, tetapi berbeda dengan Maya, ia justru menatap Adhi dengan seksama.

Ketiga orang yang berada di ruangan itu ikut kebingungan melihat kehadiran mantan istri atasannya, namun mereka tak berani bertanya di situasi demikian.

"Kau?! Apa yang kau lakukan disini" nada bicara Adhi tertahan, seolah memendam amarah sekuat tenaga ketika berbicara pada wanita yang tengah berdiri di ambang pintu.

"Keluarlah...! Aku sedang tidak ingin dikunjungi siapapun" Adhi mengusir Maya sebaik mungkin, ia tak mau Maya melihat sisi buruknya setelah sekian lama.

Sedangkan sang lawan bicara masih terdiam tanpa berniat pergi dari situ.

"Kalian bertiga pun keluar dari ruangan ku! Jangan ada yang berani datang sebelum kalian berhasil membawa penjahat itu...!" Ujar Adhi pada ketiga bawahannya.

"Tapi tuan..."

"AKU BILANG KELUAR...!!!"

Tak berani lagi menyela, ketiga orang tersebut berlari keluar meninggalkan Maya dan atasan mereka disana.

"ARGGHHHH.....!!! BAJINGANNNN....!!"

BRAKK!

BRAKK!

Melihat emosi Adhi yang semakin tidak terkendali Maya dengan cepat menghampiri pria itu dan langsung memeluknya dengan erat.

"Hentikan, mas! Hentikan...."

Dekapan Maya membuat Adhi berhenti melempar seluruh barang-barang yang tersisa, amukan lelaki itu tertahan akibat wanita yang memeluknya dengan kencang.

"Tenang mas, aku disini.... Tenangkan dirimu..."

Maya berusaha memendam emosi Adhi yang membara, ia tahu betul apa yang dibutuhkan Adhi saat ini. Sebuah pelukan hangat guna mencairkan api yang bergejolak di dalam dada.

Gemuruh serta kepalan tangan perlahan mengurai seiring dengan bisikan-bisikan halus yang keluar dari bibir merah milik Maya, nafas Adhi pun mulai teratur sedikit demi sedikit.

"Tenang...."

"Lebih tenang lagi...."

"Semakin Tenang...."

Tatapan suram itu kian berubah teduh, beberapa menit suasana ruangan hening tak bersuara, begitupula dengan Maya dan Adhi yang masih saling menempelkan diri.

Hening.

Hening.

Hening.

Sampai dimana Adhi mengeluarkan sepatah kata.

"Kepala ku pusing" ujarnya.

Maya yang mengetahui hal itu pun memutuskan menggiring Adhi menuju salah satu kamar yang berada di ruangan tersebut, tempat dimana Adhi biasanya beristirahat ketika menghabiskan waktu seharian penuh di kantor.

Tak menolak Adhi menurut saja ketika Maya membaringkannya di ranjang, Maya dengan gesit membuka sepatu dan kaos kaki agar Adhi bisa lebih merasa nyaman.

Pria itu menutup matanya seraya menghilangkan rasa nyeri yang berdenyut di kepala, sampai tidak diduga dengkuran halus terdengar di telinga, menandakan jika Adhi tertidur saat ini.

Maya bisa melihat guratan lelah yang tersirat di wajah tampan tersebut, Adhi pasti sedang banyak pikiran menangani masalah perusahaan, hingga membuatnya lupa waktu untuk mengistirahatkan diri.

Apapun yang terjadi sebenarnya, pasti sudah membuat Adhi tak bisa mengatur seluruh waktunya dengan tepat, apalagi sulit mengurus diri sendiri di situasi saat ini.

Pria itu terlihat tak terurus, penampilannya sangat buruk berbanding terbalik dengan Adhi yang selalu tampil sempurna di manapun dan kapanpun.

Membuat satu pertanyaan muncul di kepala Maya.

"Tidakkah perempuan itu pernah memerhatikan mu dengan baik, mas?"

***

Entah sudah berapa lama Adhi berkelana di alam bawah sadar, yang ia rasakan hanyalah rasa nyaman dan hangat yang mengelilingi jiwa serta raganya.

Entah kenapa ia merasa tidak mau membuka mata, tak pernah ia tertidur sepulas ini semenjak beberapa tahun terakhir, mungkinkah ada yang memberinya obat tidur? Apa yang membuatnya kian merasa tentram seperti ini?

Ingatan Adhi belum terpasang sepenuhnya, ia lupa apa yang terjadi terakhir kali sebelum ia masuk ke alam mimpi.

Entah hanya perasaan Adhi saja, ia merasa seperti ada yang mengusap rambutnya dengan gerakan yang sangat lembut, tetapi bukannya membuat Adhi sadar ia justru semakin terlelap.

Reaksi tubuhnya memaksa Adhi untuk segera terbangun, butuh waktu sekitar lima menit hingga kedua kelopak mata tersebut terangkat sempurna.

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

Dan

"Sudah bangun?"

Deg!

Apa ini?!!

K-kenapa wajah Maya yang pertama kali ia lihat???

Bukankah ia sudah membuka mata? Adhi yakin ia sudah bangkit dari mimpi indahnya.

Tapi....

Bola mata Adhi perlahan turun ke bawah, hingga ia mendapati sesuatu yang sangat tidak terduga.

Mereka berpelukan?!!

Maya dan Adhi tidur berdua???

Dan lagi, bantal empuk yang ia gesek-gesek sedari tadi a-adalah......

1
Aas Azah
di ralat thor sebutan Adhi itu harusnya pria/laki-laki kalau pemuda itu untuk yg masih bujangan 😊
Yoyoh rasjan
kok lama update nya
Fazira Aisyah
bagus cerintanya thor 👍👍👍, semangat up yuk thor
Nur fadillah
Wadidawww....rujuk saja Mbak Maya...😄
Nur fadillah
Jadi sediiiih...bikin mewek 😥😥😥
Nur fadillah
Nah kan...kan...baru terasa....😥😥
Kinnong
Thor ?
Endang cute
balas dendam terbaik adalah berdamai dengan hati kita sendiri,,, mengikhlaskan masalalu agar hati kita tenang...membuktikan siapa kita sekarang bukanlah kita yg dulu...

tp mw gimana lagi... setiap orang mempunyai pemikiran sendiri seperti maya,,, mungkin karena terlalu sakit hatinya,,
N'chie Zain Ahura
slalu suka sama karya2 mu thorrr...dan selalu setia menunggu update nya
Eka Elisa
maak...
Diana Dwiari
pembalasan lbh kejam....tunggu aja wKtunya tiba adhi.....
Sri Murwati
bagus
Engkar
ko ni g dilnjut ya?
💗 ChaNaZi💗
Sedih nya jadi anak broken home
💗 ChaNaZi💗
Dona siapa sih Thor ?.apa salah ketik othor ya ? Kadang Dona, kadang Maya
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aslinya yg di ucapkan Maya keluar dari hati nya yang paling dalam
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
malu ya Adhi dengan imajinasi mu 🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwkwk rupanya Adhi menghalu, aciaan 😂😂😂
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
ya ampun teh Anna sampai onani wkwkwkwk
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
part ini bang Salman baca GK wkwkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!