NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Gala melangkah keluar dari lobi apartemen dengan langkah lebar dan rapi, mengabaikan bisikan Mama Muda dari Aira yang masih terngiang-ngiang di telinganya. Sepanjang perjalanan menuju lokasi syuting, Gala fokus menyetir dengan tatapan tajam ke depan. Ia berusaha keras menghapus memori rasa bibir Aira yang masih membekas di benaknya.

"Fokus, Gala. Fokus. Dia itu anak Bang Elang. Dia cuma bocah," gumam Gala berulang kali, lebih seperti mantra penguat iman daripada sekadar gumaman biasa.

Hari itu, Gala benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai aktor papan atas. Di lokasi syuting, ia tampil sangat profesional. Bahkan Jesica, lawan mainnya yang cantik, sempat beberapa kali mencoba menggoda Gala di sela-sela syuting iklan jam tangan mewah, tapi Gala tetap bergeming. Wajahnya dingin, bicaranya irit, dan tatapannya sedatar papan tulis.

Namun, hanya Gala yang tahu betapa hancurnya pertahanan batinnya setiap kali ia teringat wajah Aira.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam saat Gala akhirnya memarkirkan mobilnya kembali di apartemen. Tubuhnya lelah, tapi pikirannya jauh lebih lelah. Ia berharap Aira sudah tidur, atau setidaknya sudah tobat dan tidak lagi bertingkah aneh.

Ceklek.

Gala membuka pintu apartemennya dengan sangat pelan. Ruang tamu gelap, hanya lampu balkon yang menyinari ruangan itu dengan cahaya remang-remang. Gala menghela napas lega, menduga sang Tuan Putri sudah beristirahat di kamarnya.

Baru saja Gala hendak melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum, langkahnya membeku. Di atas sofa panjang miliknya, Aira sedang duduk bersila sambil memegang segelas jus jeruk.

Tapi bukan itu yang membuat jantung Gala seolah berhenti berdetak.

Aira tidak lagi memakai gaun tidur sutra merahnya. Kali ini, ia mengenakan lingerie hitam berbahan brokat yang sangat tipis dan transparan di beberapa bagian. Pakaian itu benar-benar menonjolkan setiap lekuk tubuh Aira yang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sempurna. Rambutnya sengaja dibiarkan terurai berantakan, memberikan kesan liar yang sangat provokatif.

Gala mematung. Ia merasa oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Mata Aira menatapnya dengan berani, bibirnya tersenyum tipis penuh kemenangan saat melihat keterkejutan di wajah Gala.

"Sudah pulang, Om?" sapa Aira dengan suara yang dibuat selembut mungkin, sengaja merendahkan oktafnya agar terdengar menggoda.

Gala tidak menjawab. Ia menarik napas panjang, lalu dengan gerakan secepat kilat—menggunakan seluruh keahlian aktingnya selama belasan tahun—ia membuang muka. Ekspresinya kembali menjadi sedingin es. Tanpa sepatah kata pun, Gala melangkah melewati ruang tamu menuju kamarnya sendiri.

"Om... Yaya nungguin loh. Katanya mau aturan yang sopan? Ini sopan kok, cuma buat di dalam rumah," teriak Aira saat melihat Gala mengabaikannya.

Gala tetap tidak menoleh sedikit pun. Langkah kakinya terdengar mantap di atas lantai parket. Begitu sampai di depan kamarnya, ia masuk dan langsung mengunci pintu.

Cklek!

Begitu kunci pintu berbunyi, Gala langsung merosot duduk di balik pintu. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi dahinya. Ia merasa baru saja lolos dari maut—atau lebih tepatnya, lolos dari godaan yang bisa mengirimnya langsung ke neraka.

"Gila! Itu anak beneran mau bikin gua masuk rumah sakit jiwa!" rutuk Gala sambil memukul kepalanya sendiri. "Bang Elang... tolong jemput anak lu sekarang juga sebelum gua beneran khilaf!"

Gala tidak habis pikir, darimana Aira belajar hal-hal seperti itu. Gadis kecil yang dulu sering ia gendong dan ia belikan es krim, sekarang sudah berani memakai lingerie di depannya hanya demi membuktikan bahwa ia bukan lagi anak-anak.

Merasa suhu tubuhnya naik drastis dan pikirannya mulai "bepergian" ke mana-mana, Gala segera bangkit. Ia tidak bisa diam saja. Ia butuh sesuatu untuk mengalihkan energi panas yang meluap-luap di tubuhnya.

Gala melepas kemeja linen hitamnya, menyisakan tubuh atletisnya yang berotot. Ia menjatuhkan diri ke lantai dan mulai melakukan push-up dengan kecepatan tinggi.

"Satu... dua... tiga..." Gala menghitung dalam hati, mencoba memfokuskan pikirannya hanya pada tarikan otot-ototnya.

Namun, setiap kali ia memejamkan mata, bayangan Aira dengan lingerie hitam itu kembali muncul. Kulit putihnya yang kontras dengan warna hitam brokat, tatapan matanya yang haus tantangan, dan bagaimana pakaian itu seolah-olah tidak menutupi apa-apa.

"Sialan!" Gala menambah kecepatan push-up-nya. Ia beralih ke sit-up, lalu melakukan gerakan plank yang melelahkan. Ia memaksa tubuhnya bekerja sampai batas maksimal agar rasa lelah fisik bisa mengalahkan rasa panas di hatinya.

Hampir satu jam Gala senam jantung di dalam kamarnya sendiri. Keringat membanjiri tubuhnya, napasnya tersengal-sengal. Ia akhirnya berjalan menuju kamar mandi dan mengguyur dirinya dengan air dingin selama lima belas menit penuh.

Setelah merasa sedikit tenang, Gala berbaring di atas tempat tidur besar miliknya. Ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Ia sadar, ini baru hari kedua. Masih ada banyak hari lagi yang harus ia lewati bersama Aira di bawah satu atap yang sama.

"Gua harus lebih tegas. Besok, gua bakal beliin dia baju daster yang paling longgar se-Jakarta," gumam Gala penuh tekad.

Gala tersenyum kecut. Ia tahu betul, Aira tidak akan menyerah semudah itu. Gadis itu sudah bertekad menjadi Mama Muda untuknya, dan Gala tahu bahwa pesona Airaya Greline Pradipta adalah satu-satunya hal di dunia ini yang sanggup meruntuhkan tembok pertahanan seorang Galasky Ardayana.

"Bang Elang... kalau gua beneran khilaf, tolong jangan sunat gua dua kali. Satu kali aja udah sakit banget," bisik Gala sebelum akhirnya ia tertidur karena kelelahan—meski dalam mimpinya, sosok Aira dengan lingerie hitam itu tetap menantinya dengan senyum nakal yang sama.

1
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!