Ketika Perbedaan status menjadi penghalang hubungan.
"Ethan, bisakah kita hanya akan menjadi Anna & Ethan, tanpa harus nama keluarga mengikuti kita?" tanya Anna berkca-kaca, dia merasa terancam akan kehilangan Ethan setiap saat.
Ethan menyadarkan dagunya, dan memeluk Anna, "aku akan berusaha untuk itu, hanya ada Anna & Ethan...."
"Tetapi Ruan darah dagingmu...."Anna terisak.
"Tetapi kau adalah Jantungku, Anna!"
"...."
Anna Su sadar, kehidupan miskinnya hanyalah debu kotor untuk sepatu Tuan muda Ruan, apalagi kepercayaan Anna Su terhadap cinta Ethan, sangat di uji, berkali-kali Anna dan Ethan harus mengalami tarik ulur kasih sayang.
Ketika, mereka sepakat menjalin hubungan, kembali keluarga besar Ruan, dengan berbagai cara mengakhiri hubungan Anna dan Ethan.
Sanggupkah hubungan perbedaan status ini, tetap berakhir bahagia?
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Manis
Anna masih berdiri bingung, ketika dua kakinya malah menatap heran gedung hotel. Sangat jelas, ini bukan rumah sakit.
"Tn.Eric, kau salah. Aku tidak memintamu membawa kami ke hotel," tegur Anna melipat tangan di dadanya, sorot matanya tetlihat sangat protes bercampur tidak suka.
Erick kembali memundurkan langkahnya, dan membiarkan beberapa rekannya, untuk pergi mengantar Ethan ke lantai kamar tamu V.I.P, tak lupa dia memberi pesan "tolong, ganti baju Tn.Ethan dengan sangat hati-hati."
Anna masih berdiri dengan sorot mata yang sama, protes, dia sangat menunggu penjelasan. Erick mendekatkan jaraknya, hanya bersisa dua langkah kaki, dia tampak berpikir sebentar, terlihat sangat jelas mempertimbangkan segala sesuatu yang harus dia ucapkan pada gadis kecil di depannya, "Nona Anna, jika Tuan muda Ethan dibawa ke rumah sakit, hal ini akan menggemparkan keluarga Ruan."
Anna mencibir, hal konyol ini, flu dan jatuh demam, akankah menggemparkan seperti orang ingin mati, sangat jelas Anna tidak suka akan jawaban Erick.
Melihat raut wajah yang terlihat menolak, Tn. Erick menambahkan, "bagi kalangan biasa, hal ini biasa. tetapi tangan emas Ny.Ruan sangat mengerikan, jika mengetahui puteranya sakit jatuh di bawah hujan, dia akan---"
"cukup!" tukas Anna cepat, dia sudah cukup mengerti, penjelasan hal ini, masuk akal. Drama keluarga terlampau kaya selalu menghadirkan seorang ibu yang protektif terhadap anaknya, tidak ingin mengejar penjelasan lagi, dia segera mengalihkan ke suatu hal yang penting, "Dokter untuk Ethan?"
Erick segera menjawab, "Dokter keluarga sedang dalam perjalanan."
Anna mempertimbangkan lagi, seakan dia baru sadar satu hal, "mengapa kalian tidak membawa Tuan muda Ruan itu pulang kerumah?"
Erick mendesah lagi, jika Anna tidak ada hubungan yang sangat manis dengan Tuan muda Ruan, biasanya dia tidak akan memberi wajah sama sekali, "jarak rumah Tn.Ethan kesini sangat jauh, memakan waktu 90 menit, dia akan membeku di jalan."
Mendengar hal itu, tidak ada yang ingin diprotes Anna lagi. Erickpun memberi isyarat untuk mengikutinya menuju kamar V.I.P Tuan muda Ruan.
Di dalam kamar,
Ethan masih berbaring dengan selimut yan menutupi dirinya, dia sudah berganti piyama yang terlihat nyaman, dia terlelap dengan raut wajah orang sakit, putih kapas, ingin saja Anna pergi membangunkannya, dan mengejekanya. Tangan kakinya terbuat dari baja, pandai memukul orang.
tetapi...
Air hujan malah menjatuhkannya seperti ini. Tuhan itu adil, adil pada orang-orang kaya yang tidak pernah tinggal di bawah hujan dan terik matahati, jadi ketika hal itu terjadi, mereka akan jatuh sakit.
Anna segera menutup mulutnya. Apa yang telah dia pikirkan? benar-benar sangat jahat. Lagipula, setan terlahir kaya ini jatuh sakit karena dirinya.
Anna mendekat ke sisi ranjang, tergerak memeriksa Pangeran emas ini, satu tangannya perlahan menyentuh kening Ethan.
Panas. Sangat panas. Demam tinggi.
Tercekat sebentar, kembali menghadap Erick, "Tn.Erick, Ethan panas tinggi--"
Belum saja Erick akan menjawab, seorang pria tiba datang dari arah pintu, dia terlihat sangat tergesa-geda dengan alat medis di tangannya.
Di susul satu pria muda lainnya, sebaya Ethan. Anna merasa mungkin beberapa kali pernah melihat di suatu tempat, namun tetap saja dia merasa tidak kenal, jadi dia hanya melirik sebentar dan kembali melihat pria yang tengah memeriksa Ethan.
Dari penampilannya, Anna memastikan pria berumur dengan tangan ahli ini, adalah Dokter keluarga Ruan.
dia terlihat sangat teliti dan cepat, memasang peralatan infus, memberikan suntikan, dan setelah selesai dia berbalik, seakan mencari seseorang yang dekat dengan Ethan, "apakah ada yang bisa membantu mengawasi pemberian obat?"
Erick melirik pada Anna, seakan memberi isyarat, bahwa Anna lah yang seharusnya pergi mengawas. Anna tidak bisa protes, jadi dia maju mendekat, "saya akan membantu mengawasi."
Kelopak mata pria muda yang berdiri tepat di belakang Anna, naik perlahan menatap punggung Anna, sedikit mendung akan jawaban itu. Jika pergi mengawasi, bukankah Anna memilih menginap dengan Ethan.
"Bantu awasi dan berikan obat ini per-empat jam, jika dia masih sangat panas, keterangannya akan kuberikan pada botol."
Anna mengangguk mengerti.
Setelah memberi penjelasan yang lebih lanjut, Dokter pergi, dan Erick mundur diri, untuk kembali ke kebun binatang.
Merasa, ada satu orang tersisa di kamar. Anna berbalik menghadap pria muda, seakan raut wajahnya menanyakan, siapakah anda tuan muda yang terlihat berkaki dan bertangan emas?
"Aku Stephan Lu, teman dekat Ethan. Senang berkenalan."
Anna menatap tangan yang mengantung di udara, tampak menunggu dirinya. Mendengar pria ini adalah teman Ethan, tentu saja, pria ini adalah sosok Pangeran emas lainnya. Karena, Ethan tidak akan berteman dengan orang rendahan.
"Aku, Anna Su," jawab Anna setelah lama tertunduk, namun tangannya tetap berada dalam genggamanya. dia tidak percaya diri menjabat tangan emas. dia cukup tau perbedaan dirinya.
"Ada apa, mana tanganmu?" tanya Stephan mengejutkan, dia tetap mengantung tangannya di udara, dia sangat menunggu hal ini, berjabat tangan dengan gadis yang dia sukai, gadis yang menarik minat dirinya, untuk pertama kalinya.
Anna mengangkat bola matanya, dan bibirnya hanya terbuka, "maaf, Tuan muda Lu, tangan saya kotor."
Stephan mencibir hatinya sendiri. Gadis ini memiliki caranya sendiri, sehingga dia terlihat sangat indah, polos, dan tau diri. Luar biasa.
Tidak mengejar, Stephan menarik tangannya, "jika kau butuh bantuan, kau bisa minta bantuanku."
Anna memberikan anggukan, dan mempersilahkan dia duduk, sementara dia terus menunggu di sisi Ethan.
Mata Stephan mau tidak mau menatap bergantian, Anna dan Ethan. dia duduk dan sambil terus menarik-narik ulur hatinya, antara teman dekatnya dan orang yang dia sukai. Siapa yang paling berat? Ethan, sosok teman keras kepala yang telah dia kenal, dari taman kanak-kanak, penuh keangkuhan di luarnya, namun dia sangat baik dan tulus, dalam pertemanan.
Gelisah.Untuk waktu yang lama. Akhirnya, dia memilih memberikan kesempatan untuk Ethan, dan membiarkan kesempatanya kali ini, sangat lewat.
Stephan memutuskan pergi, Anna melihatnya, Stephan segera pamit dengan enggan, mata gadis itu terlalu memikat, namun Ethan tak sanggup dia khianati, "maaf, saya ada urusan sebentar."
"Baik, Tuan muda Lu," jawab Anna segera berdiri, dan membungkukan badannya, seakan dia menunjukan dia adalah gadis penuh kesopanan, dan sangat ramah, jika di ingat-ingat, hal ini berbalik jika Anna berhadapan dengan Ethan.
Stephan tersenyum akan perbedaan, yang terlihat membentuk tembok jarak di antara mereka, sedikit iri untuk Ethan yang lebih mengenal dulu. Tidak mengambil hati lagi, dia pergi mengoreksi namanya, "panggil saja Stephan, jangan pakai nama sebutan seperti itu,"
"tetapi--"
"ini pengecualian, karena kau adalah teman manis Ethan," potong Stephan yang juga menyimpan satu kalimat lainnya untuk Anna dalam hatinya.
Dan, kau juga teman manis Tuan muda Lu.
***