NovelToon NovelToon
Ranjang Pria Tua

Ranjang Pria Tua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:422.8k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Kenzia seorang anak yang selalu memimpikan Daddy Ardhan. Ia sudah jatuh cinta pada sahabat sang ayah. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa Daddy yang selalu dekat dengannya tiba-tiba menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17 : Terbakar Cemburu

Kenzia membuka pintu Apartementnya. Seorang pria tengah berdiri dengan jas hitam terbuka dan memasukkan kedua tangannya di saku celananya.

Kedua matanya memancarkan aura cemburu. Ia melangkah, melewati Kenzia.

Sedangkan Kenzia, dia melihat kanan kiri, takut ada seseorang yang melihat Ardhan.

"Ngapain Daddy kesini? Tante Berlin ada di sini Dad."

Ia merasa, Ardhan terlalu santai. Padahal ia selalu dalam ketakutan dan mengakliem hubungan ini salah.

"Zi, jauhi laki-laki itu." Titah Ardhan. Sebagai seorang laki-laki dia tahu, laki-laki itu menyimpan kekaguman pada Kenzia.

Kenzia menghampiri Ardhan. Tidak bisa seenaknya saja, Arkhan adalah orang terdekatnya setelah dia datang ke Prancis. Hanya Arkhan dan Amelia yang sering membantunya. Jauh dari orang, bukan berarti dia tidak butuh pertolongan.

"Dad, Arkhan teman ku. Aku gak bisa menjauhi Arkhan."

"Aku tidak suka kamu dekat dengannya Zi. Kamu tahu kan, aku sangat mencintai. Aku tidak suka, Zi."

"Daddy, jangan jadikan hubungan ini terlalu membelenggu ku. Arkhan dan Amelia, teman satu-satunya Zia. Mereka selalu menolong Zia. Lalu, setelah Zia ada Daddy. Zia harus membuang mereka begitu. Tidak Daddy, seorang teman meskipun memiliki kekasih. Bukan berarti dia tidak membutuhkan temannya, sahabatnya. Aku ingin mempertahankan Daddy dan teman ku, aku tidak akan memilih salah satu di antara kalian. Kalian berarti untuk ku."

Kenzia memutar tubuhnya, membelakangi Ardhan dan bersendekap.

Ardhan saja tidak suka dia dekat dengan laki-laki lain, lalu apa dia suka dengan kedekatan Ardhan dan Berlin?

"Baby."

Ardhan memeluk Kenzia, menyandarkan dagunya ke salah satu Kenzia. Kepalanya ia usapkan ke wajah Kenzia. "Maafkan Daddy, Daddy hanya takut Zi. Dia pria muda, tidak seperti Daddy yang sudah tua."

Pria itu selalu miris dengan umurnya, di usianya yang seharusnya sudah memiliki anak seumuran Kenzia. Dia malah melajang dan sampai sekarang meskipun menikah, anak pun istrinya tidak mau.

"Zia tidak pernah memandang umur Daddy. Saat Zia mengatakan suka pada seseorang, berarti Kenzia akan menyukai segalanya. Sifat baiknya, buruknya, Kenzia akan menerimanya."

"Aku sangat mencintai mu, honey."

Ardhan mengecup pipi Kenzia. Leher Kenzia berputar, bibir pun menyatu dalam perasaan yang mendalam. Tertanam di lubuk hati yang paling dalam.

Ardhan memutar tubuh Kenzia. Tangannya dengan lembut bermain di bawah pinggang Kenzia. Mengusap, meraba dan menekannya dengan lembut.

Keduanya saling bertautan bibir, bagaikan orang berdansa. Ardhan menaikkan tubuh Kenzia ke perutnya. Sehingga kedua kakinya melingkar.

Kedua tangan Kenzia melingkar di leher Ardhan. Pria itu tersenyum, mengecup kedua bongkahan itu. "Setiap hari, Daddy selalu ingin melihat mu."

Kenzia menyatukan keningnya ke kening Ardhan. Nafas keduanya saling menyapa dengan hangat. Keduanya pun memulai kembali permainan lidah itu.

Ardhan mencium leher Kenzia. Aroma memabukkan untuk jiwanya. Setiap berdekatan dengan Kenzia. Ia selalu ingin menyentuh Kenzia.

Ardhan melangkah, dia menurunkan Kenzia di sofa panjang itu. Kembali mencium bibirnya. Dengan cepat, Ardhan membuka pakaian yang melekat di tubuh Kenzia. Dia membuang pakaian itu kesembarangan arah.

Memulai kembali ciuman, menghentikannya, lalu membuka jas, dasi, lalu kemejanya.

Tubuh keduanya pun polos tanpa busana. Ardhan mencium kedua bongkahan itu, memberikan jejak kepemilikannya.

Sedangkan dia bawah, sesuatu yang menegang itu telah siap di tancapkan.

Emm

Kenzia merasakan sesuatu memenuhi rahimnya. Ardhan memberikannya jeda, kemudian kembali menciumnya dan di bawah sana. Ardhan mulai menggerakkannya, memainkan iramanya.

Decitan demi decitan keduanya semakin cepat. Ardhan mendapatkan kenikmatan ini lagi, sesuatu kenikmatan yang tak pernah dia dapatkan. Tubuh Kenzia selalu membuat miliknya puas.

Ardhan memompanya dengan cepat, ia mendekat dan Kenzia memeluknya.

Peluh keringat membasahi keduanya. Kenzia memejamkan matanya, menikmati alunan melody yang Ardhan lakukan. Hingga, ia tak lagi memiliki tenaga. Sedangkan pria itu, masih terus saja memompa sampai kepuasannya tersalurkan.

1
ayu cantik
bagus
Visencia Alingga
👍👍👍👍❤❤❤
Yani Cuhayanih
Fiona itu siapa yaah..aku kenal nya kenzia
Jamilatul Fauziah
thor padahal bagus ceritanya, tapi kok buru" di tamatin😤
Hully Gabriel
penulisnya salah nyebut nama paling
Desi deshiny
kenzia atau fiona thor
mama fia
bagus thor
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Taty Hartaty
itu bodyguard dimana sih
Melani Sunardi
ceritanya cukup menarik dan sebenarnya cukup singkat thor...... ending nya terlalu cepat.
tapi makasih ya thor.....
Melani Sunardi
walaupun sedih, tapi salut dengan mom Aira dan daddy..... the best 👍👍👍👍
Melani Sunardi
kenapa Zia tidak setuju Ardhan menceraikan istrinya..... bodohnya Zia
Melani Sunardi
kalo kamu tidak bisa bertindak tegas dalam hubungan, orang lain pasti tetap menyalahkan Zina sebagai pelakor lah Ardhan.... Buat kejelasan status dong
Melani Sunardi
salah pilih pasangan hidup Ardhan
Melani Sunardi
Ternyata banyak ya case yg seperti ini, dari mengagumi akhirnya jatuh hati.
Sandisalbiah
kok gantung banget end nya....btw thanks thor.. ceritanya keren.. sukses buat emosi turun naik ngikuti alur...
Sandisalbiah
percuma Ardhan.. mungkin berlian sudah mengirim video sir kalian pd zia...
Sandisalbiah
hah.. lucu sekali...
Sandisalbiah
nah loh... bertunangan dgn org lain.. apa lagi ini..?
Sandisalbiah
wes.. angel.. ambyar....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!