NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 # Jembatan bernama Rafa

Mi-mom Hana terkekeh melihat putra sulungnya yang sedang galau, hal yang sangat langka bisa melihat putranya seperti itu. Dia lantas bersiap untuk bertemu dengan bunda Kia sang kakak ipar.

“Rafa. Kapan pulang, nak?” mi-mom Hana sudah siap hendak pergi saat Rafa datang ke rumah.

“Semalam, aunty.” Rafa salim takzim pada mi-mom Hana. “Arlo di mana, Aunty? Dia bilang hari ini tidak ke kampus.”

“Masih di kamarnya, meratapi nasib sambil semedi. Mau cari wangsit biar bisa kabur,” jawab mi-mo Hana.

Rafa langsung tertawa. “Ini seriusan Arlo mau di nikahkan sama Ueena, aunty?”

Mi-mom Hana mengangguk. “Salah dia sendiri padahal, Raf. Kamu tanya itu sahabatmu, Raf. Habis bikin ulah tidak mau tanggung jawab,”

“Rafa kira semalam Arlo hanya mengigau,” ternyata ucapan Arlo bukan hanya bualan semata, Rafa baru percaya setelah mi-mom Hana sendiri yang bicara.

“Rafa ke kamar Arlo saja. Kalau mau minum, seperti biasanya ambil sendiri. Ada nasi goreng kalau mau sarapan, Rafa bisa minta bi Tini untuk hangatkan. Aunty tinggal pergi dulu,” ucap mi-mom Hana.

“Oke, aunty. Hati-hati di jalan,” Rafa mengantar mi-mom Hana sampai depan, dia baru ke kamar Arlo setelah mi-mom Hana masuk ke dalam mobil dan berangkat.

Rafa membuka pintu kamar sahabatnya tersebut, dia melihat Arlo meringkuk di balik selimut. Pemuda itu hanya menggelang. “Sudah siang ini, bro.” Rafa menarik selimut yang membungkus tubuh sahabatnya tersebut.

“Eung,” Arlo mengeliat, dia merentangkan kedua tangannya keatas untuk meregangkan tubuhnya. Baru kemudian dia bangun dan duduk, tampilannya pagi itu terlalu semrawut untuk seorang Arlo. Rambut yang masih acak-acakan khas bangun tidur, dengan lingkaran hitam mata panda pada kedua matanya.

“Hahaha … kenapa tuh mata, bro? Mau cosplay jadi vampir luar negeri atau bagaimana?”

Arlo berdecak kesal. “Tidak bisa tidur. Gara-gara kamu juga ini, Raf. Padahal semalam aku belum selesai cerita,”

Rafa kembali tertawa. “Ya, maaf. Mana aku tahu kalau kamu sedang galau semalam, lagi pula kamu telepon dini hari. Wajar kalau aku mengira kamu sedang mengigau,” kilah Rafa.

“Ck … ini semua gara-gara bang Gavin,” Arlo turun dari tempat tidur, dia beralih duduk di sofa. Begitupun dengan Rafa yang ikut duduk di sofa.

“Kenapa jadi bang Gavin?” bingung Rafa.

Arlo kemudian menceritakan detail yang sebenarnya terjadi pada Rafa, dari awal mula mempertemukan Azura dengan Gavin. Hingga acara panjat tiang, eh! Panjat dinding balkon kamar Queena. Berlanjut terbitlah ide dan ancaman dari mi-mom Hana pada Arlo, menikah dengan Queena atau pensiun jadi anak mi-mom Hana.

Rafa bukan lagi melongo, dia bahkan sudah tergelak. Menertawakan sahabatnya tersebut, sungguh di luar prediksi. Baik Arlo maupun mi-mom Hana, ternyata sama-sama random.

“Bagaimana dengan Ueena?” tanya Rafa karena terakhir kali dia berkirim pesan dengan Queena, gadis itu tidak mengatakan apapun dan baru kemarin dia berkirim pesan dengan Queena.

Arlo mengangkat kedua bahunya. “Aku tidak tahu. Mi-mom menyuruhku untuk bertanya padanya,” Arlo beranjak dari sofa, dia masuk ke dalam walk in closet. “Temani aku ke kampus, Raf! Jemput Queen,” ucapnya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

“Jangan bilang kamu takut diamuk Ueena,” teriak Rafa karena Arlo sudah di dalam kamar mandi.

Rafa memilih bermain games sambil menunggu sahabatanya tersebut selesai membersihkan diri.

“Bukan aku takut pada Queen, Raf. Kamu tahu sendiri bagaimana aku dengan Queen,” Arlo sudah selesai membersihkan diri, dia sedang menyisir rambutnya.

Rafa tersenyum mengejek kearah Arlo. “Suka-suka kamu sajalah,” jawabnya.

***

Siang itu Rafa menemani Arlo ke kampus untuk menemui Queena, tetap seperti dulu. Rafa akan menjadi jembatan untuk menengahi Queena dan Arlo saat keduanya bertengkar, begitupun dengan hari itu. Dia harus kembali membantu sahabatnya tersebut, kali ini bahkan lebih serius dari pada soal pertengakaran mereka berdua.

“Bicara baik-baik dengan Ueena, Arlo. Kali ini masalah kalian lebih serius dari sekedar dia ngambek karena kamu jahili,” ujar Rafa yang tetap fokus pada jalanan, karena dia yang mengemudi.

Arlo menghembuskan napasnya dengan berat, lebih berat dari pada harus presentasi di depan pak Darma si dosen killernya.

“Aku tidak janji, Raf. Tapi aku usahakan,” jawab Arlo.

Mobil Rafa melaju dengan menembus jalanan siang itu, mereka sengaja berangkat sebelum jam makan siang agar tidak terjebak macet.

Sementara itu di kampus, Queena baru saja keluar dari ruangan Prof. Lucas. Dia bersama dengan kedua sahabatnya baru saja mendapatkan tugas dari dosennya tersebut. Mereka bertiga di minta Prof. Lucas untuk membantu acara seminar, di mana dosen mereka tersebut akan menjadi pembicara di seminar Nasional.

Intan bahkan masih ternganga selepas keluar dari ruangan sang dosen.

“Ini beneran atau aku lagi mimpi, sih?” tanyanya pada Raya dan Queena.

“Cu bit saja … cubit tuh bocah, Ueena. Kesel banget, dari tadi ha he ho. Mana aku haus,” kesal Raya, karena sejak tadi Intan terus denial.

Pletak

“Aduh … Ueena! Sakit ih,” keluh Intan saat Queena menjitak kepala Intan.

“Nyata atau mimpi?” tanya Queena pada Intan.

“Hehehe … nyata,” jawabnya.

“Huff…” mereka bertiga mengela napas bersamaan, ketiganya saling tatap. Kemudian mereka tertawa bersama, ketiganya menertawakan dirinya sendiri. Harusnya mereka bersuka cita karena Prof. Lucas memilih mereka untuk membantu acara seminar.

Bukan acara seminar kampus, melainkan seminar dengan skala yang lebih besar. Bahkan dosen mereka menjanjikan bukan hanya nilai mata kuliah sempurna jika semua berjalan dengan baik, mereka juga bisa mendapatkan project penelitian yang sedang Prof. Lucas susun.

“Apa kita bisa Ray, Ueena?” ragu Intan.

“Aku juga tidak tahu, Ntan. Kamu bagaiman Ueena?” Raya dan Intan menoleh kearah Queena yang sedari tadi lebih banyak diam.

Queena menatap kedua sahabat yang berjalan di sampingnya. “Akupun tidak tahu, dan kita harus melakukan yang terbaik. Ada banyak mahasiswa yang mungkin lebih unggul dari kita, guys. Tapi Prof. Lucas justru memberikan kepercayaan pada kita bertiga, bukankah itu berarti Prof. Lucas yakin kalau kita mampu?”

Raya dan Intan mengangguk.

Di tengah kegelisahan mereka bertiga, ponsel Queena tiba-tiba berdering. Gadis itu kemudian mengangkat panggilan telepon.

“Aku sudah selesai, Raf. Ada apa? Oke, tunggu saja di depan Fakultas. Aku ke sana sekarang.”

Queena kembali menaruh ponselnya ke dalam tas, dia baru saja mendapatkan telepon dari Rafa sahabatnya.

“Ray, Ntan. Aku duluan! Rafa sudah menjemputku,” pamit Queena diangguki Raya dan Intan, kedua sahabatnya tersebut memang tahu siapa Rafa. Queena pernah mengenalkan Rafa pada mereka berdua.

Queena bergegas menuju depan Fakultas, Rafa bilang lima menit lagi dia sampai di sana. Sudah lama mereka tidak bertemu dan ngobrol bersama, satu hal yang Queena lupa … tidak mungkin Rafa sendirian, karena sudah pasti ada Arlo bersamanya.

“Ueena.”

“Ya?”

Seorang gadis mengulurkan tangan kearah Queena. “Aku Sintia. Kamu Ueena, kan?” dia datang bersama dua temannya.

Queena mengangguk, dia membalas uluran tangan Sintia. “Iya. Ada apa, ya?”

“Aku anak Fakultas Teknik, aku hanya ingin kenalan dengamu. Mereka bilang kamu sahabat Arlo. Mungkin kita bisa jadi teman dekat juga nantinya,” ucapnya tanpa basa basi.

Arlo lagi? Banyak banget dedemitnya Arlo. Queena hanya tersenyum. “Kami memang satu sekolah, tapi tidak sampai sedekat itu. Memangnya ada apa dengan Arlo?” tanya Queena, dia sambil melihat arloji.

Queena sebenarnya buru-buru karena Rafa sudah menunggunya, tapi tidak sopan jika dia langsung pergi begitu saja.

“Sebenarnya aku mau titip ini untuk Arlo, Ueena. Tolong berikan ini padanya, katakan dari Sintia.” Gadis itu mengulurkan paper bag pada Queena.

“Sebelumnya maaf, Sintia. Bukan maksud menolak, Arlo pasti membuangnya jika aku yang memberikan. Sebaiknya kamu berikan sendiri pada Arlo, karena kamu orang kesekian yang menitipkan barang padaku. Sama sepertimu, mereka juga minta tolong untuk di berikan pada Arlo. Hasilnya seperti yang aku bilang tadi,” tolak Queena dengan ucapan selembut mungkin.

Sintia nampak kecewa, namun Queena tidak ambil pusing. Masalahnya sendiri saja sudah memusingkan, dia tidak mau menambah beban pikiran.

“Aku permisi duluan, Sintia. Aku sudah di tunggu di depan,” pamit Queena, dia bergegas pergi dari sana.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!