NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Setelah itu, Nadia segera masuk dan menarik beberapa kursi kayu sederhana, mengusap permukaannya dengan kain bersih yang masih dipegangnya, lalu mengisyaratkan dengan senyuman ramah agar mereka bertiga masuk dan duduk.

Lalu, Nadia pun bergegas ke dapur untuk menyeduh teh hangat seadanya, menyajikannya di atas meja kayu dengan gerakan jemari yang cermat dan penuh kesopanan.

​Papa Mahendra dan Mama Bella duduk berdampingan, sementara Aksa memilih duduk di sudut sofa kayu yang agak jauh. Manik mata pekat pria itu tak pernah lepas memperhatikan gerak-gerik Nadia, bagaimana gadis itu tetap berusaha menyambut tamunya dengan sempurna di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi fisiknya.

​"Nadia... Kedatangan Om dan Tante ke sini bukan cuma sekadar berkunjung atau berbelasungkawa," buka Papa Mahendra seraya meraih cangkir teh hangat itu dan menyesapnya sedikit.

​Nadia yang baru saja duduk di kursi kecil berhadapan dengan Mama Bella mengangguk pelan dan menyatukan kedua tangannya di atas paha.

​"Dulu, almarhum Ayah kamu dan Om pernah membuat sebuah janji besar. Saat bisnis Om dihantam kebangkrutan hebat, Ayahmu mempertaruhkan segalanya untuk membantu Om bangkit. Kami berjanji, jika suatu saat anak-anak kami sudah dewasa, kami ingin menyatukan kedua keluarga ini dalam ikatan pernikahan," lanjut Papa Mahendra dengan raut wajah emosional.

​Deg!

​Jantung Nadia serasa berhenti berdetak seketika. Matanya membelalak kaget, pandangannya refleks terlempar ke arah Aksa. Pria tampan itu duduk membeku, rahangnya mengetat tajam dengan pandangan yang sulit diterjemahkan.

​Mama Bella tersenyum hangat, mengulurkan tangannya di atas meja dan menggenggam jemari Nadia yang mendadak dingin dan gemetar.

​"Tante tahu ini sangat mendadak buat kamu, Nadia. Tapi melihat kamu hidup sendirian di sini tanpa ada yang menjaga... hati Tante jadi nggak tenang, kami ingin kamu menjadi bagian dari keluarga Mahendra dan menjadi istri Aksa," ucap Mama Bella lembut, suaranya sarat akan keibuan yang jujur.

​Nadia menunduk dalam-dalam. Dadanya bergemuruh hebat oleh rasa tidak percaya, menikah dengan Aksa, pria jangkung berkuasa yang merupakan putra dari pengusaha besar dan pahlawan yang telah menyelamatkannya dari neraka. Bagi Nadia yang hanyalah seorang gadis yatim piatu keterbatasan fisik dan terjerat utang ratusan juta, tawaran ini terasa seperti mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih, bahkan terasa tidak pantas bagi dirinya.

​Dengan jemari yang gemetar hebat, Nadia menuliskan kalimat di bukunya, lalu memperlihatkannya kepada Papa Mahendra dan Mama Bella.

​[Om, Tante... terima kasih atas kebaikan dan niat baik keluarga Om dan Tante. Tapi saya rasa, saya tidak bisa menepati janji itu, saya tidak pantas untuk Tuan Aksa. Saya gadis yang tidak bisa berbicara, miskin dan hanya akan menjadi beban untuk Tuan Aksa dan keluarga Om dan Tante.]

​Membaca tulisan polos dan penuh kepasrahan itu, dada Aksa yang sejak tadi dipenuhi gengsi dan rasa bersalah mendadak terasa dihantam sesak luar biasa.

​Aksa mengepalkan tangannya di atas lutut. Pria yang sebelumnya berteriak menolak gadis bisu di ruang kerja papanya itu, kini justru merasa tidak rela jika Nadia terus-menerus mengutuk dan merendahkan dirinya sendiri seperti itu.

​"Siapa yang bilang kamu beban?" ​Suara berat dan dingin milik Aksa memecah keheningan ruangan sempit tersebut, membuat Papa Mahendra dan Mama Bella menoleh kaget ke arahnya.

​Aksa berdiri dari duduknya, melangkah mendekat hingga bayangan tubuh jangkungnya menutupi tubuh ringkih Nadia, pria itu menatap lurus ke dalam mata bulat Nadia yang berkaca-kaca.

​"Perjodohan ini adalah janji antar orang tua kita, kalau orang tuamu dulu mempercayakan kamu pada keluarga saya, maka tidak ada alasan untuk kamu merasa tidak pantas," tegas Aksa dengan nada penekanan yang tak terbantahkan.

​Nadia terpaku mendongak menatap Aksa, tidak menyangka pria yang dingin itu akan mengucapkan kalimat tersebut di depan kedua orang tuanya.

​Papa Mahendra tersenyum lega, mengangguk bangga melihat respons putra tunggalnya. "Tuh, kamu dengar sendiri kan, Nadia? Aksa sama sekali tidak keberatan, Om memohon padamu dan izinkan Om menjalankan amanah almarhum Ayahmu untuk melindungimu," pintanya.

​Nadia meremas kain celananya, bayangan wajah galak Bibi Ratih dan ancaman pembongkaran makam orang tuanya akibat utang ratusan juta tiba-tiba melintas. Jika ia tetap tinggal di rumah ini sendirian, Bibi Ratih dan pengacaranya pasti akan menghancurkan hidup dan kenangan orang tuanya dalam waktu satu bulan.

​Melihat ketulusan di mata Papa Mahendra dan kehangatan Mama Bella, serta ketegasan dari Aksa, Nadia akhirnya menarik napas panjang dan mengangguk pelan dengan air mata haru yang akhirnya menetes membasahi pipinya.

Anggukan pelan dari Nadia seolah menyalurkan kelegaan besar ke seluruh sudut ruangan sempit itu, Mama Bella yang tidak sanggup menahan rasa harunya segera berdiri dan menarik tubuh ringkih Nadia ke dalam pelukan hangat seorang ibu. Nadia tertegun sejenak, kehangatan yang sudah lama hilang sejak kepergian Ibunya kini merayap kembali dan meruntuhkan sisa-sisa pertahanan di dalam dadanya hingga tangisnya pecah tanpa suara di pundak Mama Bella.

​"Terima kasih, Nak... Terima kasih sudah menerima niat baik kami," bisik Mama Bella lembut sambil mengelus punggung Nadia dengan penuh kasih sayang.

​Papa Mahendra mengusap sudut matanya yang mengembun, tersenyum puas melihat calon menantunya. Sementara itu, Aksa masih berdiri mematung di tempatnya. Pandangannya terkunci pada sosok gadis dalam dekapan ibunya, ada gejolak aneh yang makin liar menggerogoti logikanya.

Gadis yang beberapa hari lalu ia selamatkan, kini menjadi calon istrinya. Ego Aksa terasa remuk, namun di saat yang sama dan ada dorongan posesif yang samar-samar mulai tumbuh di ulu hatinya.

​Setelah tangis Nadia mereda, Mama Bella melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di pipi pucat Nadia. Papa Mahendra kemudian memperbaiki posisi duduknya, menatap Nadia dengan raut wajah yang kembali serius namun hangat.

​"Nadia, karena kamu sudah menyetujui perjodohan ini, Om tidak ingin kamu tinggal di rumah ini sendirian lagi. Mulai hari ini, kamu akan tinggal di kediaman Mahendra," ujar Papa Mahendra tegas.

​Nadia tersentak, ia dengan cepat meraih buku tulisnya dan menggerakkan jemarinya.

​[Om, terima kasih banyak. Tapi saya tidak bisa meninggalkan rumah ini begitu saja, ini rumah peninggalan Ayah dan Ibu dan saya harus merawatnya.]

​Papa Mahendra membaca tulisan itu lalu menggelengkan kepala pelan, "Om paham rumah ini sangat berharga untukmu, Nak. Tapi keselamatan dan kenyamananmu adalah yang utama sekarang, Rumah ini tidak akan dijual, nanti om merenovasi rumah ini supaya layak ditempati," ucapnya.

​"Sekarang, kamu ikut Mama ya. Kamu tinggal di rumah sama Mama," ucap Mama Bella.

[Tapi, aku belum menikah dengan Tuan Aksa. Sepertinya kurang sopan kalau aku tinggal di rumah Om dan Tante]

"Aksa itu nggak tinggal di rumah Om, sayang. Dia tinggal di apartemennya, dia datang ke rumah kalau ada urusan aja," jawab Papa Mahendra.

.

.

.

Bersambung.....

1
Raisha
kluarga dari pihak Nadia apa gak di kabari & undang ya Thor,kok gak di ceritain? bibinya apa kabar, jadi mo jual rumahnya Nadia? serasa dia ahli warisnya aja,main jual rumah ayahnya Nadia sembarangan, dah kena karmanya lom bik?
Aidil Kenzie Zie
lumayan katanya tapi sampai ludes🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ada yang masih kangen nich 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ah akhirnya Aksa mau juga 🥰🥰🥰
erviana erastus
rajin pulang kerumah aksa eh 🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
anak kuliahan klo ada hutang minta bukti. hutang klo asal ngomong gk ada hitam di atas putih itu sama aj nipu😒
falea sezi
moga aja nadia
erviana erastus
ih aksa 🤣 tuh kan terpesona kamu sama nadia makax jgn sok² nolak gtu 🤭 demi apa coba tetiba mau tidur dirumah 🤣
Raisha
moduuuuuuss...kamu dah gak bisa tahan pengin dekat² Nadia kan meski otakmu menolak tp hatimu berkata lain😂😂...untungnya papamu tau & ngerti apa yg kamu inginkan,makanya kamu gak boleh tinggal di rumahnya lagi...sabar Aksa, tunggulah sampai waktunya tiba
Naufal Affiq
buat emosi bacanya
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
lanjut kak,seru ceritanya
erviana erastus
kalo jodoh nggak kemana kan aksa🤣
Rizky Manik
Aksa, kau yg ngajak Nadia nikah ya awas aja kalo kau gkbisa cintai Nadia, bakal kukutuk kau jadi batu😏🤣
Raisha
kalimatnya typo lg Thor🙏🤭....bukan "...teman anak Papa..." harusnya "...anak teman Papa..." krn yg othor tulis itu artinya temannya anak Papa pdhal Nadia kan anak temannya Papa,gitu kan maksudnya? Maaf kalo salah 🙏😃
elaretaa: Siap Kak, nanti author revisi lagi ya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sartini 02
bagus ceritanya dan selalu ditunggu
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Raisha
sampai di bab ini,masih banyak typo Thor 🙏...seperti kalimat "....dg balapan kemeja hitam yg tergulung....", artinya kata "balapan" itu apa?🤔,aku kurang faham. Maaf ya Thor 🙏😃
Raisha: sama² Thor.... terimakasih untuk ceritanya ini, semangat nulisnya ya Thor 🙏😍😂
total 2 replies
Evi Rachmawati
wadidaw aska... uangku banyak....
Aidil Kenzie Zie
E e e Aksa dijodohkan sama perempuan bisu nggak mau ini malah jadi pahlawan terus 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!