NovelToon NovelToon
Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Berondong / CEO / One Night Stand / Beda Usia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Three Ono

FOLLOW IG AUTHOR 👉@author Three ono

🔥🔥🔥
Harap bijak, banyak adegan me-sum di dalam novel ini.
Hanya imajinasi author semata, jangan cari di dunia nyata.

"Menikahlah denganku, aku akan bertanggung jawab," ujar Daniel.

"Kita sudah sama-sama dewasa, hal itu wajar bagi orang dewasa. Mari lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa." Mia menolak tawaran menikah dari Daniel.

Mia Khalisa, seorang sekretaris CEO perusahaan Star company. Penampilannya jauh dari kata cantik dan seksi. Siapa sangka kalau dibalik penampilannya yang kuno, tersembunyi sesuatu yang sangat luar biasa dan memiliki sejuta pesona.

Pencinta serial drama merapat 🙈🙈 yuk masuk dalam dunia drama author ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Terbangun Dalam Keadaan Polos

°°°

Dengan tubuh yang masih sama-sama polos dan penuh keringat, Mia dan Daniel terlelap. Keduanya kelelahan setelah melewati beberapa ronde penyatuan. Rupanya Daniel tak hanya sekali melakukannya tapi dia ingin melakukan nya lagi dan lagi pada tubuh Mia yang sudah membuatnya candu.

Paginya, Mia lebih dulu bangun rupanya, dia mencoba meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sakit.

Apa yang terjadi pada tubuhku kenapa sakit semua, ujarnya dalam hati.

Masih dengan mata yang terpejam, Mia meraba-raba sekeliling nya untuk mencari ponselnya. "Jam berapa sekarang, dimana ponselku? Aahhh kepalaku sakit sekali."

Tangannya terus mencari letak ponselnya tapi dia malah menyentuh sesuatu. "Apa ini... kenapa keras?" Mia pun memaksakan membuka matanya yang masih terasa lengket, betapa terkejutnya saat melihat ada orang lain yang berbaring di ranjangnya. Dia menutup mulutnya yang terkejut, dia tidak ingin membangunkan orang itu.

Apa yang terjadi kenapa aku bisa tidur dengan laki-laki dan siapa dia. Astaga... aku sudah gilaa, ini pasti karena aku mabuk.

Mia mengacak-acak rambutnya, dia menyesal telah menyentuh minuman beralkohol itu. Dia berusaha mengingat kejadian semalam, bukannya seharusnya dia menjemput anak atasannya. Seketika mulut Mia kembali menganga saat menebak siapa pria yang ada di sampingnya, dia memang belum melihat wajahnya karena pria itu memunggunginya. Dan lebih terkejutnya lagi saat menyadari kalau mereka sama-sama tidak memakai pakaian.

Tidak mungkin dia kan? Aku harus memastikannya, tapi bagaimana kalau memang tuan muda. Apa aku minta pertanggungjawaban nya saja? Arrggghh.. itu tidak mungkin, dia pasti tidak mungkin mau. Ya Tuhan... bagaimana ini.

Ehhh dia bangun...

Mia yang sedang berperang dengan pikirannya segera menyembunyikan diri ke dalam selimut dan pura-pura tertidur saat merasakan laki-laki di sampingnya bergerak. Tapi ternyata Daniel hanya bergeser dan membalikkan tubuhnya menghadap Mia.

Mia pun mengintip dari balik selimut dan benar dugaannya jika pria itu adalah Daniel putra dari atasannya.

Aku harus segera pergi dari sini sebelum dia bangun, anggap saja tidak terjadi apa-apa. Tidak mungkin juga aku minta pertanggungjawaban pada anak muda seperti nya.

Mia berusaha bangun dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya, dia memunguti baju-bajunya yang ada di lantai dan segera memakainya tanpa lebih dulu membersihkan diri. Dia tidak mau laki-laki itu bangun dan mengecapnya sebagai wanita murahan.

Mumpung masih pagi Mia berpikir harus segera pulang sebelum ibunya menyadari kalau dia tidak pulang semalam dan membuatnya khawatir.

Mia menoleh ke arah Daniel yang masih terlelap, apakah dia menyesal? Tentu, dia menyesal kenapa harus berakhir seperti itu. Tapi dia tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi.

Semoga saja dia tidak ingat saat bangun nanti, itu akan lebih baik.

Akhirnya Mia pergi dari kamar itu, kamar yang menjadi saksi bisu hilangnya sesuatu yang berharga dalam hidup nya.

Mia mampir ke toko obat dan membeli pil kontrasepsi, dia tidak mau kejadian itu menyebabkan ia harus mengandung dan nantinya seperti di cerita novel yang ia baca. Dimana ayah si bayi tidak mau bertanggung jawab dan dia harus hidup menanggung anaknya sendiri. Mia tidak mau itu terjadi, dia lebih baik mencegahnya sebelum terlambat.

Syukurlah, masih cukup pagi. Kalau mamah bertanya aku bisa bilang kalau aku habis lari pagi. Ya seperti itu saja.

Mia mencoba mengatur nafasnya agar terlihat tenang sebelum memasuki apartemennya. Dia juga membersihkan sisa-sisa air mata yang ada di sudut matanya. Sementara tanda-tanda yang ada di lehernya ia tutupi menggunakan jaketnya yang ia resleting sampai atas. Berharap mamahnya tidak curiga dan bertanya.

Mia membuka pintu dengan perlahan dan mengendap-endap. "Mamah sudah bangun, aku harus segera ke kamar sebelum mamah melihatku," gumamnya saat mendengar mamahnya sedang memasak.

"Kau dari mana Kak? Kenapa mengendap-endap seperti itu," tanya Felice dengan melipat kedua tangannya.

Mia membeku, tidak menyangka kalau adiknya sudah bangun.

Kenapa gadis itu sudah bangun, biasanya juga bangunnya siang. Mia tersenyum pada sang adik.

"Aku baru saja lari pagi," ujarnya.

"Benarkah? kok nggak keliatan habis olahraga." Felice menelisik kakaknya, membuat Mia was-was takut sang adik melihat bekas pria itu di sekitar lehernya.

"Minggir lah, kakak mau mandi. Badan kakak sudah sangat lengket." Mia masuk begitu saja, meninggalkan adiknya.

Sang mamah yang mendengar keributan pun menghampiri mereka. "Ada apa Fel, pagi-pagi sudah ribut," ujarnya.

"Itu Kak Mia katanya habis lari pagi, tumben banget. Sebelumnya dia mana pernah lari pagi," tutur Felice yang masih merasa heran.

Ehh aku lupa mau tanya kemana perginya kak Mia semalam. Sudahlah, paling juga menjalankan tugas dari atasannya itu yang kadang tidak tau waktu. pikir Felice.

"Biarkan saja, apa salahnya kalau kakakmu mau olahraga. Kamu juga seharusnya ikut olahraga biar sehat juga," ujar mamah Emma lagi-lagi dia membela anak sulungnya.

"Iya, iya... aku tidak akan mengomentari anak kesayangan mamah lagi. Lebih baik aku lanjut tidur..."

"Anak nakal, ini sudah pagi jangan tidur lagi. Mandi saja," ujar mamah Emma.

,,,

Sementara di dalam kamar seseorang baru terbangun dari tidurnya. Daniel, laki-laki itu mengerjapkan matanya saat ponselnya berdering.

"Hallo..." Dengan malas Daniel mengangkat panggilan itu.

📞"Dasar anak nakal, dimana kamu? Kenapa kamu tidak pulang semalam, mommy mu marah-marah pada Daddy. Cepatlah pulang!"

"Iya, sebentar lagi," jawab Daniel santai.

📞"Lagian aneh sekali, daddy semalam sudah menyuruh sekretaris Daddy untuk membawa mu pulang. Biasanya dia selalu menyelesaikan tugas dari Daddy dengan baik."

"Apa Dad? Kau bilang apa tadi?" pekik Daniel.

📞"Semalam Daddy sudah menyuruh sekretaris Daddy untuk menjemput kamu dan membawamu pulang. Tapi dia sama sekali tidak ada kabar lagi. Apa semalam kau melihatnya?"

Daniel tampak mengingat-ingat apa yang semalam ia lakukan. Dia pun melihat tubuh nya yang tak berbalut kain, hanya selimut hotel itu yang menutupi tubuhnya.

"Jadi semalam bukan mimpi, aku dan wanita itu sudah...??"

Daniel melihat setiap sudut ruangan mencari keberadaan sekretaris daddy nya tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda ada orang lain di kamar itu.

"Apa dia sudah pergi, dia pergi begitu saja?" Daniel tidak percaya dengan apa yang wanita itu lakukan. Haruskah ia senang karena wanita itu tidak minta pertanggungjawaban.

"Kenapa tidak menunggu ku bangun dan bicarakan apa yang terjadi, kalau begini apa yang harus aku lakukan dan kalau aku tidak salah ingat semalam adalah pertama kalinya bagi wanita itu."

Arrggghh...!!

Daniel menggeram, bagaimana dia bisa meniduri sekretaris kepercayaan Daddy nya. Kalau sang Daddy tau pasti akan mengamuk.

Daniel bangun dan menyingkap selimutnya, terlihat noda merah di atas seprai membuat pria itu merasa bersalah. Tidak menyangka kalau wanita itu masih perawan, Daniel kira dia sudah berpengalaman.

Aahhh kau payah sekali Daniel, bagaimana kau tidur dengan wanita yang lebih tua dengan mu. Tapi tunggu, semalam kalau aku tidak salah ingat tubuhnya ternyata sangat indah dan bagian itu juga sangat besar.

Oh astaga Daniel, apa yang kau pikirkan.

Daniel segera bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

to be continue...

°°°

Ehhh bang, habis ngapain ya.

Like komen dan bintang lima 😍

Gomawo ❤️❤️

1
Sonia pramita
hai Thor cerita nya bagus dan menarik, semoga karya mu sukses selalu 😁😁😁😁
FollowIG👉 author Three Ono: terimakasih kak🙏🙏
total 1 replies
Sonia pramita
asek 🤭🤭🤭🤭
Sonia pramita
hai Thor jadi kepo ni 😄😄😄😄😄
Murny
hehe
Erni Widi Iyut
baguss
Joshua Joshua
waow ceritax bagus banget
ArgaNov: Hai, Kak, mau coba ke ceritaku di Noveltoon? Dijamin nggak nyesel☺️

Silakan singgah di Tukar Jiwa, Istri Rahasia Bos Galak, dan Hello, Tampan!
total 1 replies
yani sllu wollez
panas
putri_selako
😍😍😍😍😍😍😍😆😆😆😆😆
Trestyna Sari
👍❤
Debora Novrina Samosir
baik
Marwan Mustofa
Daniel tetap akan menikahi Mia, apapun yg terjadi sebagai bentuk pertanggungjawaban
Marwan Mustofa
iyaaa iyaaa iyaaa iyaaa iyaaa
betul-betul-betul
👍👍👌👌👌
Marwan Mustofa
Daddy dan Daniel sebagai laki-laki harus bertanggungjawab apapun yg terjadi
Marwan Mustofa
Daddy dan Mommy berdebat siapa yg patut dipersalahkan, Daniel dan Mia salibgvbwroandangan tdk tahu jalan pikiran Daddy yg ingin menikahkan merek dg kesalahan Pada Diane karena sebagai laki-laki hrs bersikap kesatria. Mommy harus menanyakan kpd mereka jangan sampai mereka terpaksa menjalani perkawinan nanti
Marwan Mustofa
Daddy menyerahkan Tab agar mereka lihat dan komentari, menurut kalian apa yang terjadi. Daniel dan Mia pasti tidak bisa menghindar, Daniel ceroboh akan ada CCTV. Mereka pasrah karena memang itu yg terjadi tak ada yang perlu ditutup-tutupi
Marwan Mustofa
Makan malam bersama akan dimulai, Mia juga diajak makan malam bersama tapi Mia menolak merasa gak pantas makan bareng bersama Bos, istri dan anaknya
Apakah kali ini Deddy dan Mommy membiarkan Moa tidak ikut makan? Lanjuuut Thor
Semanhaaaaaaat...💪💪💪💪😊💝😁
Marwan Mustofa
Mommy Tania tdk tahu ada mslh apa sebenArnya sampai serius ini. Tunggu nanti keduanya datang, dua, siapa? Penjaga memberi kabar Sekretaris Bos Alex menghadap dan tak lama kemudian DAniel juga telah datang. Bos Alex minta istrinya menyiapkan mAkan malam
Marwan Mustofa
Karena ancaman papanya serius Daniel pun akhirnya pulang dengan malas
Marwan Mustofa
Daniel sedang asyik melamun dan merenung slm ruang kerjanya, tanpa mengetuk pintu si borokokok masuk dan mengagetkan Daniel. Tanpa sungkan minta diajak memeriksa pasien kamar 116
Daniel tak menanggapi permintaan Daren. Karena urusannya hanya soal wanita. Tapi kalau berkaitan dg medis pasti Daniel tak segan mengantarnya.
Akhirnya Daniel pun mengusirnya krn sdh muak dg gayanya yg sok keren
Daniel dpt telepon dari mamanya, saat diangkat ternyata suara Daddy-nya yang mengancam akan menutup RS kalau tdk pulang sekarang, dengan malas Daniel pulang kerumah
Marwan Mustofa
Setelah ngompor-ngompori Mei dan ngomong ngalur ngidul tiba waktu nya pulang, Kenan merapikan mainan dimasukkan ke dalam tas. Sebelum pulang Catty berjanji akan mencarikan jodoh buat Mei segera, dalam tempo yang sesingkat singkatnya sambil tertawa, diikuti tawa bu Emma. Felicia dan Mia kebingungan apa yg ditertawakan mereka berdua, tapi kakak beradik itu lebih bahagia melihat wajah ceria ibunya
Mia berpamitan mengantar Catty dan Kenan sekalian ada sedikit keperluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!