NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Awakener Terkuat Di Akhir Zaman

Kebangkitan Sang Awakener Terkuat Di Akhir Zaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Zombie / Misteri / Horor
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novelisnewbie

Arga mati di tangan zombie Tier 7 setelah 10 tahun bertahan di kiamat. Namun, dia terbangun kembali ke 30 hari sebelum wabah Necrovirus Sapiens melanda dunia. Di tubuhnya yang masih muda dan lemah, dia membawa pengetahuan 10 tahun: lokasi kejadian penting, resep ramuan awakener, cara membuat senjata tier tinggi, dan nama-nama pengkhianat yang akan menghancurkan umat manusia.

Akankah Arga mampu mewujudkan impiannya? Ataukah Arga akan gagal kembali? Ikuti terus perkembangan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novelisnewbie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25: Konvoi Tanpa Tujuan, Bayangan di Balik Truk Tanpa Aura

Tidak ada konvoi yang dijaga seketat itu hanya untuk melindungi seorang manusia. Ketika pengamanan berubah menjadi teka-teki, maka yang sesungguhnya disembunyikan bukanlah orang, melainkan rahasia yang melekat padanya. Arga memahami kenyataan itu bahkan sebelum roda pertama iring-iringan mulai berputar.

Fajar baru saja mengusir sisa gelap malam ketika ia berdiri di balik jendela sebuah rumah kontrakan sederhana yang disewanya dua hari sebelumnya. Bangunan itu menghadap ke arah sebuah kompleks transit militer yang dari luar tampak tidak berbeda dengan fasilitas logistik biasa. Namun melalui Sensor Dimensi, Arga merasakan denyut-denyut energi yang saling bertumpuk di balik pagar beton tinggi, seperti jantung raksasa yang berdetak dengan irama yang sengaja disamarkan.

Srrtt...

Teropong perlahan bergeser mengikuti gerbang utama yang mulai terbuka. Satu demi satu kendaraan keluar menuju lapangan pemeriksaan, sementara para personel bersenjata memeriksa kembali setiap detail sebelum keberangkatan. Arga tidak tergesa-gesa mencatat apa yang dilihatnya karena ia memilih membiarkan keseluruhan pemandangan itu berbicara lebih dahulu sebelum menarik kesimpulan.

Di halaman markas, lima SUV hitam berlapis baja berjejer dengan jarak yang sama. Di belakangnya berdiri tiga truk logistik tanpa tanda pengenal, dua ambulans militer, serta beberapa kendaraan taktis yang dilengkapi perangkat komunikasi bergerak. Bahkan sebuah mobil pendingin yang biasanya digunakan untuk mengangkut peralatan medis ikut berada dalam formasi, membuat keseluruhan iring-iringan tampak lebih menyerupai operasi gabungan berskala besar daripada sekadar pengawalan seorang ilmuwan.

Arga mempersempit fokus Sensor Dimensinya. Setiap kendaraan memancarkan aura manusia dengan intensitas yang berbeda-beda. Beberapa Awakener Tier 1 berjaga di SUV paling depan, sementara dua denyut energi yang jauh lebih kuat tersembunyi di kendaraan bagian tengah. Jumlah pengawal itu sudah cukup untuk menghadapi satu batalion kecil, tetapi justru kenyataan itulah yang membuat seluruh operasi terasa semakin ganjil.

"Berlebihan..." gumamnya lirih sambil menurunkan teropong. "Kalau pengamanan dibuat semegah ini, berarti mereka memang ingin semua orang melihatnya."

Tatapannya kembali mengikuti pola perpindahan personel. Beberapa prajurit sengaja berpindah kendaraan setiap beberapa menit, sementara petugas lain memindahkan koper logam dari satu SUV ke SUV lainnya sebelum akhirnya mengembalikannya lagi ke tempat semula. Tidak ada pola tetap yang dapat ditebak karena semua dilakukan untuk mengaburkan perhatian siapa pun yang mencoba menentukan siapa atau apa yang sebenarnya sedang mereka lindungi.

Arga menyandarkan punggung ke dinding sambil mengingat berbagai operasi penyamaran militer yang pernah ia saksikan pada kehidupan sebelumnya. Organisasi Hitam ternyata berkembang jauh lebih cepat dibandingkan masa yang ia kenal. Mereka tidak lagi sekadar menyembunyikan tujuan perjalanan. Kini mereka bahkan menyembunyikan siapa yang sesungguhnya harus dijaga.

Klik.

Ia memotret seluruh formasi menggunakan kamera digital sederhana. Seluruh gambar itu segera dipindahkan ke laptop, kemudian disusun dalam beberapa lapisan analisis berdasarkan posisi kendaraan, perpindahan personel, serta pola pengawalan. Setelah hampir satu jam mengamati, Arga sama sekali tidak merasa lebih dekat kepada jawabannya. Sebaliknya, setiap data baru justru melahirkan pertanyaan yang jauh lebih rumit.

"Konvoi tanpa tujuan..." bisiknya pelan. "Tidak... mereka bahkan menyembunyikan siapa yang harus dijaga."

Beberapa kilometer dari sana, di dalam kendaraan komando bergerak yang melaju perlahan melalui jalur berbeda, Raven berdiri menghadap dinding yang dipenuhi monitor. Belasan layar menampilkan citra satelit, kamera jalan raya, dan laporan intelijen yang terus diperbarui setiap menit. Wajahnya tetap tenang, seolah seluruh kerumitan operasi itu hanyalah sebuah permainan logika yang menunggu untuk dipecahkan.

Seorang operator muda menghampirinya sambil membawa tablet. "Seluruh Awakener elit sudah menempati posisi sesuai rencana. Tim pengawal inti juga telah siap."

Raven hanya mengangguk tipis. Ia tidak meminta jumlah pasukan ataupun memastikan kesiapan kendaraan karena perhatian utamanya justru tertuju pada titik-titik bukit, gedung tinggi, serta jalan alternatif yang memungkinkan seseorang melakukan pengintaian tanpa terlihat.

"Bagaimana dengan sektor observasi?" tanyanya datar.

"Sudah kami isi, tetapi tidak seluruhnya. Sesuai instruksi Anda."

Raven memandang layar peta digital yang dipenuhi lingkaran-lingkaran kuning. Sebagian titik sengaja dibiarkan kosong, sementara sebagian lainnya dijaga oleh Awakener elit yang menyembunyikan aura mereka dengan sangat baik. Ia tidak sedang melindungi konvoi. Ia sedang menciptakan ilusi bahwa konvoi itu memiliki kelemahan yang layak dimanfaatkan.

Tok... tok...

Jarinya mengetuk meja komando dua kali sebelum akhirnya berhenti. "Mangsa cerdas tidak menyerang umpan," katanya pelan kepada seluruh tim yang memenuhi ruangan, "jadi buat umpan yang terlihat seperti kesalahan."

Beberapa anggota saling berpandangan. Salah seorang perwira akhirnya memberanikan diri bertanya dengan nada ragu, "Kalau Ghost Collector tidak muncul?"

"Dia akan muncul," jawab Raven tanpa sedikit pun keraguan. "Orang seperti dia tidak mengejar kendaraan. Dia mengejar informasi."

Sesuai rencana, sebagian jalur konvoi sengaja "bocor" melalui jaringan intelijen yang selama ini diketahui rawan disusupi. Informasi mengenai perpindahan ilmuwan Project Genesis perlahan menyebar ke berbagai pihak yang seharusnya tidak mengetahui operasi tersebut. Dari luar semuanya tampak seperti kegagalan pengamanan, padahal setiap kebocoran telah dihitung dan dirancang sejak awal sebagai bagian dari jebakan yang jauh lebih besar.

Di sisi lain kota, Arga menutup laptop sebelum kembali mengaktifkan Sensor Dimensi. Kali ini ia tidak lagi memusatkan perhatian kepada manusia yang berada di dalam kendaraan. Fokusnya bergeser pada sesuatu yang jauh lebih halus, yaitu resonansi energi kristal yang memancar dari seluruh iring-iringan kendaraan tersebut.

Pada awalnya semuanya terasa normal. Aura para pengawal saling bertumpuk membentuk lapisan perlindungan yang rapat. Namun beberapa detik kemudian, alis Arga perlahan berkerut. Di tengah lautan denyut energi itu terdapat satu bagian yang justru sama sekali tidak memancarkan apa pun.

Bukan lemah.

Bukan samar.

Melainkan benar-benar kosong.

Jantung Arga berdetak sedikit lebih cepat. Kendaraan itu berada tepat di tengah formasi berupa sebuah truk berwarna abu-abu tanpa tanda khusus. Dari luar tampilannya sama sekali tidak mencolok, tetapi justru karena kesederhanaannya itulah keberadaannya terasa sangat ganjil.

Ia memperbesar fokus Sensor Dimensi hingga pelipisnya mulai berdenyut akibat tekanan energi. Hasilnya tetap sama. Seolah-olah seluruh aura yang berada di dalam kendaraan itu benar-benar telah dihapus dari dunia.

"Mustahil..." bisiknya.

Dalam kehidupan sebelumnya, belum pernah ada teknologi yang mampu menekan resonansi kristal hingga benar-benar menghilang. Bahkan Awakener terkuat sekalipun masih meninggalkan jejak energi sekecil apa pun. Kini, tepat di depan matanya, terdapat sebuah kendaraan yang seolah berada di luar jangkauan seluruh indranya.

Arga menarik napas panjang untuk menenangkan pikirannya. Jika kendaraan itu sama sekali tidak memancarkan aura, maka hanya ada dua kemungkinan. Isinya benar-benar kosong, atau justru menyimpan sesuatu yang harus disembunyikan menggunakan teknologi yang bahkan belum pernah dikenal manusia.

Senyum tipis kembali muncul di sudut bibirnya.

"Jadi kalian masih menyimpan kartu lain."

Seluruh rencana yang telah ia susun langsung berubah. Ia tidak lagi tertarik mencari ilmuwan mana yang sedang dipindahkan karena ilmuwan masih dapat diganti dan data masih bisa disalin. Namun teknologi yang mampu menghapus resonansi kristal merupakan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia temui selama sepuluh tahun bertahan hidup di masa depan.

Arga menutup peta konvoi yang sejak semalam dipelajarinya. Ia segera menyusun jalur pengejaran baru, menghitung kemungkinan titik pergantian kendaraan, sekaligus memperkirakan kecepatan iring-iringan berdasarkan kondisi jalan. Kini hanya ada satu target yang benar-benar menarik seluruh perhatiannya.

Truk tanpa aura.

Di ruang komando bergerak, konvoi akhirnya menerima izin keberangkatan. Gerbang baja perlahan terbuka, lalu kendaraan pertama mulai bergerak meninggalkan kompleks militer dengan kecepatan stabil. Seluruh personel memasuki posisi masing-masing sesuai formasi yang telah mereka latih berkali-kali.

Brummm...

Deru mesin memenuhi udara pagi. Kendaraan-kendaraan berat keluar satu demi satu, membentuk ular baja yang perlahan meluncur menuju jalan raya. Dari kejauhan, semuanya tampak seperti pengawalan rutin tanpa sesuatu yang layak dicurigai.

Arga menunggu hingga kendaraan terakhir benar-benar meninggalkan kompleks. Ia tidak langsung mengikuti dari belakang, melainkan membiarkan jarak beberapa kilometer terbentuk terlebih dahulu sebelum menyalakan mobil sipil yang telah disiapkannya sejak dini hari. Mesin kendaraan hidup dengan suara halus, lalu ia bergabung ke arus lalu lintas layaknya pengemudi biasa yang hendak bepergian antarkota.

Tidak ada manuver yang mencurigakan. Tidak ada percepatan mendadak. Bahkan Sensor Dimensinya kembali ia tekan sedemikian rupa hingga auranya nyaris tidak dapat dirasakan oleh siapa pun yang memiliki kemampuan mendeteksi energi.

Di layar pemantauan Raven, ikon-ikon kendaraan mulai bergerak meninggalkan markas sesuai jalur yang telah diprogram. Seluruh operasi berlangsung persis seperti simulasi yang telah disiapkan berhari-hari. Namun entah mengapa, nalurinya kembali memberikan peringatan yang sama seperti saat pertama kali ia mulai mengejar Ghost Collector.

Ia memandangi salah satu kendaraan di tengah formasi, lalu mengalihkan perhatian kepada data lalu lintas sipil yang terus diperbarui setiap saat. Tidak ada tanda penyusupan. Tidak ada kendaraan yang bergerak terlalu dekat. Tidak ada pula laporan aneh yang pantas dicurigai.

Namun justru itulah yang membuat Raven tersenyum.

"Menarik..." gumamnya pelan.

Di jalan raya yang sama, beberapa kilometer di belakang konvoi, Arga terus menjaga jarak sambil sesekali melirik truk tanpa aura melalui teropong kecil yang dipasang di atas dasbor. Wajahnya tetap tenang, tetapi pikirannya bekerja tanpa henti menghitung setiap kemungkinan yang dapat terjadi sepanjang perjalanan. Semakin lama ia mengamati, semakin kuat keyakinannya bahwa seluruh operasi ini menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar pemindahan seorang ilmuwan.

"Akhirnya kutemukan jalan masuknya," bisiknya lirih.

Konvoi terus melaju menuju tujuan yang hanya diketahui segelintir orang. Di belakangnya, seorang pemburu membuntuti tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Di depannya, pemburu lain telah menyiapkan papan permainan yang diyakininya mustahil ditembus oleh siapa pun.

Tanpa pernah saling melihat wajah lawannya, kedua pemburu itu akhirnya memilih target yang sama. Mulai detik itu, siapa pun yang melakukan satu kesalahan lebih dahulu bukan hanya akan kehilangan mangsanya, tetapi juga seluruh permainan yang telah mereka bangun dengan susah payah sejak awal.

1
adib
plot twist baru nih. tnyata kakeknya
arya_v2
lanjutkan terus ceritanya💪🏻
Rene
kalo dia mau jadi Awakener seharusnya gak terlalu butuh obat"an biasa kan?
Rene
ada cctv🤭
Rene
harusnya dikutil aja dikit dikit🤭 kan punya ruang dimensi
novelisnewbie: sikap macam apa itu, nanti kena pelanggaran kalo ngutil barang umum, tapi kalo ngutil punya villain gpp sih🤣
total 1 replies
Rene
kalo ngomong paling dibilang orang gila🤣
Rene
buat top up🤭
Rene
jelas lah bjir, cuma sebulan, bisa apa🤭 apalagi posisinya kismin
Rene
nah, mending bantai aja mereka dulu, mumpung masih jadi cunguk🤭
Rene
ya gak papa mau nagis lagi juga🤭
Rene
subrek, mungkin aku bakal ngikutin seri ini, soalnya lagi nulis genre kiamat juga🤭 semangat thor
Rene: siap💪
total 2 replies
Rene
mampir dulu🤭
Blueria
mantap, latar Indonesia 💪
novelisnewbie: iyaa karena saya udah muak sama pemerintah jadi saya buat aja genre kiamat biar kalang kabut tuh pemerintahnya wkwk, btw terimakasih banyak semoga betah👍
total 1 replies
adib
bagus..
novelisnewbie: terimakasih banyak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!