NovelToon NovelToon
Love My Enemy’S Daughter

Love My Enemy’S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Patahhati / Balas Dendam / Mafia / Tamat
Popularitas:405.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pansy Miracle

Alessandro Romano, harus menelan pil pahit bahwa sahabatnya sejak kecil, Raymond Costa, ditemukan tidur bersama dengan kekasihnya.

Sakit hati membuat persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak lama akhirnya putus. Hingga bertahun tahun kemudian, Al begitu ia disapa, menemukan seorang gadis yang membuat hatinya bergetar, setelah sekian lama hanya diisi dengan kekosongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Alessandro …

Sejak semalam, nama itu yang terus muncul dalam pikiran Bianca. Mommynya menuliskan nama Alessandro dalam diarynya. Apakah itu sama dengan Alessandro yang ia kenal sekarang.

Namun pikiran seperti itu langsung ia tepis karena Alessandro sama sekali tak pernah mengatakan apapun, bahkan tak pernah sekalipun ia menyinggung tentang hubungannya dengan Raymond Costa, Daddynya.

Hari ini, Bianca telah bersikukuh akan pergi ke perusahaan Costa. Dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana dan apa yang membuat perusahaan itu dalam masalah.

Dengan menggunakan taksi online, ia berangkat langsung dari kampus. Ia sengaja mengatakan kepada supirnya bahwa ia sedang ada kuliah pengganti, kemudian langsung kerja kelompok, sehingga tak perlu menjemputnya.

Tiba di perusahaan Costa sesaat setelah jam makan siang selesai. Bianca sangat berharap Dad Raymond ada di ruangannya atau setidaknya Gio berada di sana. Banyak yang ingin ia tanyakan.

Namun, lagi-lagi ia tak berhasil menemukan Dad Raymond, Gio, ataupun sekretaris Daddynya. Lantai itu benar-benar kosong dan sepi. Tanpa banyak bicara, ia langsung menuju ruangan Bu Bertha, berharap mendapat jawabannya di sana.

Tokk tokkk tokkk ….

“Masuklah,” terdengar suara Bu Bertha dari dalam. Sebagian staf keuangan belum kembali dari makan siang, dan hal itu sudah biasa mengingat kadang mereka malah tidak mendapat jam istirahat karena banyak laporan yang harus mereka kerjakan.

“Bu,” sapa Bianca. Saat ini Bertha tidak tahu bagaimana dia harus bersikap. Ia menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan sebelum ia mempersilakan Bianca untuk duduk.

“Bianca? Apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan? Bukankah kamu sedang banyak tugas di kampus? Kamu tidak perlu datang untuk bekerja,” Bertha berusaha untuk menanyakan hal yang berhubungan dengan kuliah Bianca.

“Maaf. Saya kemari bukan untuk bekerja. Bu …,” tiba-tiba saja Bianca bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Bertha. Ia menggenggam tangan Bu Bertha, “Bu, maaf jika saya berbuat lancang. Tapi maukah anda menceritakan pada saya apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan? Saya bahkan tidak bisa bertemu dengan Daddy hingga saat ini. Apakah masalah perusahaan begitu besar?”

Bu Bertha menghela nafasnya. Ia pun akhirnya meminta Bianca untuk duduk.

“Perusahaan sedang bermasalah, benar. Tuan Raymond sedang menghadapi tuntutan besar dari perusahaan Milenia dan juga Mr. Fujiwara. Konstruksi bangunan di Milan tiba-tiba saja rubuh dan hanpir menimpa Mr. Fujiwara.”

“Runtuh? Bagaimana bisa? Bukankah selama ini tak pernah ada 1 bangunan pun yang runtuh akibat konstruksi kita?”

“Ya, kamu benar. Kamu selalu menghitung kuantiti dengan sebaik mungkin. Meskipun kami hanya melebihkan sedikit dari nilai bahan, tapi bukan berarti kamu menghilangkan nilai keamanan. Namun, permasalahan terjadi dengan proyek di Milan. Ntah bagaimana terjadinya, tapi laporan yang kami buat berubah. Nilai-nilai berubah begitu saja dan tentu saja angka-angka yang muncul membuat bangunan menjadi riskan.”

deghhh ….

Perubahan? Laporan? Apakah laporan yang kuubah waktu itu? - batin Bianca.

“Lalu?” tanya Bianca penasaran.

“Kami sudah mengadakan meeting dan kamu belum tahu siapa yang melakukannya. Namun, Tuan Raymond dan Gio sedang mengusahakan untuk memperbaiki ini semua.”

“Apa yang akan terjadi jika tidak bisa diperbaiki?”

“Dengan terpaksa, Tuan Raymond harus melepas perusahaan ini, juga membayar sebagian ganti rugi kepada Mr. Fujiwara. Proyek ini bernilai besar dan kita sudah mengeluarkan uang hingga 80%. Musibah terjadi saat kita seharusnya mendapatkan bayaran untuk untuk termin kedua.”

“Terima kasih atas informasinya, Bu … dan … maafkan saya,” Bianca tak sanggup untuk mengakui bahwa itu semua adalah perbuatannya. Saat ini yang harus ia lakukan adalah memperbaiki semuanya, hanya saja ia belum tahu bagaimana caranya.

**

Bianca kembali ke rumah, ia sangat berharap bisa menemukan Dad Raymond di sana.

Brakkk!!!! Pranggg!!!

Bianca mengintip dari sela pintu ruang kerja yang tak tertutup rapat. Dad Raymond sedang melemparkan semua barang yang ada di atas meja kerjanya ke lantai. Ia kemudian duduk di atas lantai dan menunduk, memegang kepala dengan kedua tangannya. Bianca bisa mendengar suara isakan meskipun tidak terlalu keras.

Bianca tak ingin mengganggu Dad Raymond. Ini kesalahannya, ia harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan perusahaan Costa.

Di dalam kamar, Bianca duduk bersandar di atas tempat tidur, ia membuka tasnya dan mengeluarkan buku diary milik Mom Amadea.

Inilah hari lahir Perusahaan Costa. Kamu mengadakan syukuran kecil-kecilan meskipun hanya dengan jumlah staf yang sedikit. Ini hanya awal, aku yakin ke depannya Ray akan berhasil dan sukses.

Ray selalu mengatakan bahwa apa yang ia lakukan saat ini hanyalah untukku, terima kasih sayang. Kamu menyayangi perusahaan Costa seperti anakmu sendiri, padahal kamu menikah saja belum 😅.

Kita akan membangun perusahaan Costa bersama-sama, itulah yang selalu ia katakan. Kita akan menikah dan membesarkan perusahaan Costa seperti anak kita sendiri. Ray, kamu benar-benar lucu, karena itulah aku sangat mencintaimu.

Selamat hari lahir Perusahaan Costa, selamat hari lahir anak pertamaku 😁.

Bianca memeluk diary Mommynya. Kini ia tahu mengapa Daddynya merasa begitu terpuruk ketika perusahaan Costa seperti akan hancur di depan matanya … dan itu semua adalah kesalahannya.

Tak terasa buliran air mata mengalir di pipi Bianca. Ia mengusapnya, tapi tetap saja mengalir dengan sendirinya. Semakin lama tangisannya semakin menjadi hingga ia tak dapat membendung air matanya. Ia membenamkan wajahnya di atas bantal, ia tak ingin siapapun mendengar tangisannya.

“Dad, aku berjanji akan melakukan sesuatu untuk mengembalikan perusahaan Costa seperti dulu,” gumamnya.

1
Hartini Donk
Buruk
Hartini Donk
Kecewa
Ran Aulia
Luar biasa
3sna
idupnya aur enak bener gk dpt hukumn pdhl udh nyulik anaknya rey mukul pala jg,kok nopelny terkesan gmn gitu yaa,,mslh ada tp gk diselesaikan ,gk kcw
3sna
trus itu apà kbr prushn dad ray
3sna
al tinggl nyelidikin aur kan punya asisten knp bgtu doang cctp bnyk det ada tinggl nyuruh ngikutin kegiatan aur2an
3sna
sekelas ray ,anaknya di culik dipukul masuk rs,penjahatnya mash berkeliaran,,lupa sm crtnya thor
3sna
ini nopel gimn yak,udh tau dia nyulik anaknya smpe kyk gityu gk dilaporin polisi gk ditindK lanjutin,,ckckck
3sna
trus aurora gk ketangkep gityu
3sna
trjwb sudh umur mrk kira2 34an
3sna
al rmj 17th trus 11th kemudian ray udh pny anak lonct lg 7th,anak ray umur 17,,umur brp mereka???
3sna
al umur 17 lha itu temnnya umur brp udh pake jas
Euis As
Luar biasa
Khairul Azam
aku paling gak suka cerita klo ada lupa ingatan nya
Lia Marliana
hot dad Ray sama aku aja ya Thor 😁
R'vina
Luar biasa
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹
total 1 replies
Sari
awas uncle al bucin ma bocah🤭
herlin meigo
keren
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹🥰
total 1 replies
Lenni Namora
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak 🌹🙏🏻🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!