NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

​Tin tin.

 Suara klakson motor roda tiga yang sangat nyaring terdengar dari arah depan rumahnya.

​"Bos Arga, ini pesanan pupuk kandangnya sudah datang." Suara serak Pak Kumis berteriak memanggil dari halaman depan.

​"Gawat, Pak Kumis tidak boleh melihat tanaman mutan ini dulu." Arga panik dan kebingungan mencari cara menyembunyikannya.

​Tapi tinggi tanaman itu sudah mencapai lututnya dan warna daunnya terlalu mencolok untuk ditutupi.

​"Iya Pak Kumis, bawa saja langsung ke halaman belakang lewat samping rumah." Arga membalas teriakan itu karena sudah kepalang tanggung.

​Brum brum.

Suara mesin motor roda tiga itu mendekat dan berhenti tepat di samping gudang tua.

​Pak Kumis turun dari motornya sambil mengusap keringat di dahi dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya.

​"Panasnya bukan main hari ini Ga, untung saja bapak cepat antarnya biar kamu bisa langsung kerja."

​"Terima kasih banyak Pak Kumis, taruh saja tiga karung itu di dekat sumur situ." Arga menunjuk area kosong yang agak jauh dari petak tomatnya.

​Bruk bruk bruk.

Pak Kumis menurunkan tiga karung pupuk kandang berbau menyengat itu dengan tenaga kuli yang sudah terlatih.

​"Sudah beres semua Ga, bapak pamit balik ke toko dulu ya banyak pelanggan yang antre."

​Pak Kumis berbalik badan dan berniat berjalan kembali menuju motornya.

​Namun matanya tiba-tiba menangkap pemandangan sepuluh pohon setinggi lutut yang berjajar rapi di petak tanah.

​Langkah Pak Kumis terhenti seketika dan dahinya berkerut dalam penuh kebingungan.

​"Loh Ga, sejak kapan kamu menanam pohon aneh itu di situ?"

​Jantung Arga berdegup kencang tapi dia memaksakan diri untuk tersenyum setenang mungkin.

​"Itu saya bawa dari kota semalam Pak Kumis, sengaja saya tanam pagi-pagi sekali."

​"Bawa dari kota? Perasaan semalam kata Pak RT kamu pulangnya cuma bawa tas ransel kecil saja."

​Pak Kumis berjalan mendekati petak tanaman tomat itu dengan rasa penasaran yang besar.

​"Pohon apa ini Ga, kok daunnya bisa nyala-nyala biru begini kalau kena matahari?"

​"Ini namanya bibit tomat hibrida super dari Jepang Pak Kumis." Arga mulai mengarang cerita bohong dengan lancar dan meyakinkan.

​"Tomat dari Jepang? Pantesan bentuk daunnya aneh dan tebal banget tidak seperti tomat lokal kita."

​Pak Kumis mengangguk-angguk percaya karena pengetahuannya tentang pertanian modern kota memang sangat minim.

​"Bibit ini hasil modifikasi genetik Pak, harganya sangat mahal makanya saya bawa hati-hati dari kota."

​"Wah hebat bener kamu Ga, pantas saja berani pulang kampung ternyata bawa bibit luar negeri."

​Pak Kumis berjongkok mengamati tanaman itu dari dekat membuat keringat dingin menetes di leher Arga.

​"Tapi kok tumbuhnya cepat banget ya, perasaan tadi pagi baru kamu beli cangkulnya buat buka lahan."

​"Itu karena saya pakai pupuk khusus yang juga saya bawa dari Jakarta Pak." Arga menunjuk sisa air hijau di ember plastiknya.

​"Bapak lihat kan air hijau di ember itu, itu pupuk cair paten harganya jutaan rupiah sebotolnya."

​Pak Kumis berdiri dan menatap air hijau di ember itu dengan tatapan kagum sekaligus ngeri.

​"Pantesan saja tumbuhnya kayak kesurupan begini, pupuknya saja seharga motor bebek bekas."

​Pak Kumis menepuk bahu Arga dengan keras sampai Arga sedikit terhuyung ke depan.

​"Bapak doakan panenmu sukses besar Ga, biar mulut pedasnya Bu Tejo dan Pak RT itu pada bungkam semua."

​"Amin Pak Kumis, doakan saja biar cepat panen dan laku mahal di pasaran nanti."

​"Kalau butuh apa-apa lagi datang saja ke toko bapak ya, bapak kasih diskon khusus buat petani luar negeri."

​Pak Kumis tertawa terbahak-bahak sambil berjalan santai kembali menuju motor roda tiganya.

​Brum brum.

Motor itu perlahan menjauh meninggalkan pekarangan rumah Arga dan debu yang beterbangan.

​Fiuh.

Arga menghembuskan napas panjang yang sedari tadi ditahannya karena tegang.

​"Untung saja Pak Kumis itu orangnya gaptek dan gampang dibohongi dengan istilah luar negeri."

​Arga duduk di pinggiran sumur sambil mengelap keringat dinginnya dengan ujung kaos.

​Dia sadar bahwa keanehan tanamannya ini akan memancing lebih banyak pertanyaan dari warga desa ke depannya.

​Dia tidak mungkin terus-terusan berbohong tentang bibit Jepang jika suatu saat Pak RT atau Bu Tejo yang datang kemari.

​"Aku harus membangun pagar yang tinggi untuk menutupi kebun belakang ini dari pandangan orang luar."

​Arga menatap sisa saldo lima puluh jutanya di dalam pikiran dengan tatapan sedih.

​Uangnya baru saja dipotong lima juta dan sekarang dia harus memikirkan biaya membangun pagar keliling.

​"Sepertinya besok aku harus mempekerjakan tukang bangunan untuk memagari halaman belakang ini pakai seng atau bambu."

​Arga kembali bangkit dan berjalan menuju petak tomatnya yang memancarkan pendar kebiruan yang indah.

​Dia merasa sangat lelah tapi melihat hasil kerjanya yang ajaib ini membuat semangatnya kembali terbakar.

​"Tumbuhlah yang besar dan berbuah yang lebat wahai tomat-tomat mahalku."

​Arga mengelus pelan salah satu daun tanaman itu seperti sedang membelai hewan peliharaan kesayangannya.

​Krucuk krucuk.

Perutnya berbunyi lagi menandakan energi dari nasi padang tadi sudah habis terbakar.

​"Sepertinya sudah waktunya aku istirahat dan memikirkan menu makan siang apa yang enak hari ini."

​Arga berjalan santai masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur meninggalkan kebun kecilnya yang menyimpan rahasia besar.

​Dia merebahkan diri di ruang tamu yang lantainya berdebu tanpa alas tikar sama sekali.

​Pikirannya melayang membayangkan wajah Dinda mantannya yang pasti akan menyesal suatu hari nanti.

​"Tunggu saja Dinda, aku akan membuktikan kalau membuangku adalah kesalahan terbesarmu."

​Arga tersenyum tipis sebelum akhirnya matanya terpejam karena kelelahan yang luar biasa.

​Suara jangkrik mulai terdengar dari halaman belakang menemani tidur siangnya yang sangat nyenyak.

​Di luar sana matahari terus bersinar terik menyinari sepuluh pohon tomat yang tumbuh diam-diam di bawah perlindungan sistem ajaib.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!