NovelToon NovelToon
Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Kecelakaan maut dalam perjalanan ke puncak, mengantar Senja menjadi seorang janda diusia yang masih sangat muda. Suami dan putra satu-satunya dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Setelah peristiwa itu, takdir membawa Senja bertemu dengan Deandra dan Aleandro. Pasangan yang sudah lama menikah tetapi belum juga dianugerahi keturunan.

Deandra adalah atasan Senja di tempatnya bekerja. Karena sesuatu hal, Senja diminta untuk menjadi surrogate mother untuk calon anak dari Deandra dan juga Aleandro.

Bersediakah Senja menerima permintaan atasannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Let's play the game

Setelah mengantar Firly ke ruang meeting, Senja melebarkan langkahnya menuju ruangan Darren.

Perasaan Senja seketika langsung tidak enak. Pertanda bencana kecil sedang berada di depan mata. wajah Darren yang kaku dan dingin namun tetap tampan mempesona, memandangnya tajam seolah ingin menerkam Senja dengan amukan.

"Bagus ... datang siang alasan memenin aunty Andra ke rumah sakit, tapi ternyata bersama Firly," ucap Darren sinis.

"Saya memang ke rumah sakit bersama kak Al dan kak Andra Tuan," Senja mencoba membela diri.

"Jangan mencari alasan Senja ... Kalau salah akui saja." Rahang Darren semakin mengeras.

"Saya salah apa lagi, Tuan? saya akui saya salah karena lupa meminta izin pada Tuan. Tapi saya memang ke rumah sakit bersama kak Al dan kak Andra. Kalau Tuan tidak percaya saya bisa tunjukkan hasil usg saya. Mereka pulang duluan karena ada sesuatu hal. Sesuatu yang mana tuan tahu dan peduli. Saya tidak sengaja bertemu dengan pak Firly. Dia menawarkan untuk mengantar saya dan sekalian tanda tangan kontrak di sini saja," jelas Senja panjang lebar dengan nada pasrah.

"Bilang saja kamu memang sengaja terus mendekati Firly. Karena kamu masih ingin melihatnya sebagai Rafli. Ingat Senja, Firly sudah mempunyai tunangan. Jangan pernah merusak reputasi perusahaanku, kalau sampai orang tau kamu menjadi orang ketiga di hubungan Firly." Darren mulai berfikir terlalu jauh.

"Jangan bawa-bawa nama mas Rafli. Tidak ada hubungannya sama sekali di sini. Mulai detik ini saya mundur dari perusahaan Tuan, saya tidak bisa bekerja dengan orang yang selalu menganggap saya rendah." Senja mengambil keputusan tegas. Dia sudah tidak tahan bekerja bersama laki-laki di depannya.

Darren menarik tangan Senja. memegangnya erat dan mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu. Hembusan nafas hangat sangat terasa di pipi Senja.

"Jangan harap kamu bisa keluar dari perusahaanku, setelah kamu menandatangani surat kontrak kerja di sini. Siapkan dokumen Firly, aku yang akan membawanya. Selama masih ada Firly jangan keluar dari ruanganku. Aku sendiri yang akan menemuinya." Darren menghempaskan tangan Senja dan meninggalkan bekas cengkraman kemerahan di sana.

Senja menarik nafas panjang. Mengatur emosinya yang hampir saja meledak, lalu beranjak keluar ruangan atasan angkuhnya.

Darren mengusap rambutnya ke belakang dengan gerakan pelan, bagian depan rambutnya jatuh sebagian mengenai dahi. Dia sedang bingung dengan hatinya. Melihat Senja bersama Firly membuat emosi kemarahan menjadi dominan. Logikanya mendadak tidak jalan.

Senja bukan siapa-siapa baginya. Senja hanyalah perempuan menyebalkan yang ingin dijadikan pelampiasan. Kebencian pada Rafli yang dulu sering mengalahkan Darren dalam bisnis, membuatnya ingin balas dendam dengan menyakiti istri mendiang ceo Rajata group itu. Tapi kenyataannya sekarang? Dia sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi pada hatinya.

Senja kembali masuk ke ruangan Darren membawa dokumen yang di minta atasannya itu dalam map transparan. Senja menyerahkan map itu pada laki-laki itu.

Darren menerimanya dengan tatapan yang masih seperti mau menerkam mangsanya dengan penuh kemarahan.

"Ingat ... jangan keluar sampai aku datang. Urusan kita belum selesai!" ancam Darren membuat Senja memundurkan tubuhnya dan menghempaskannya pelan ke sofa.

Darren menutup pintu ruangannya dengan kasar , lalu mendatangi Firly yang sudah agak lama menunggu di ruang meeting.

"Sorry ... Senja ngambek karena aku lupa jemput. Betewe, thanks ya sudah ngasih tumpangan ke calon istriku," ucap Darren berbohong dengan santainya.

"Dengan senang hati," jawab Firly membuat Darren semakin menahan emosinya.

"Ini dokumen kontrak kita, aku bisa bantu membacakannya jika kamu mau." Darren menyerahkan map di tangannya pada Firly.

"Kenapa tidak Senja saja?"tanya Firly masih berharap kehadiran Senja di tengah-tengah mereka.

"Senja sedang tidak bagus mood nya karena kesalahanku tadi. Biasalah ibu hamil, sangat sensitif. Aku harus lebih sabar menghadapinya." Lagi-lagi Darren berbohong tanpa beban.

"Oke ... biar aku baca sendiri." Firly membuka dokumen dengan posisi berdiri.

Pikiran Firly tidak sepenuhnya ada di dokumen itu. Dia sedang menebak-nebak apa yang sedang terjadi antara Senja dan Darren saat ini.

Firly meletakkan dokumen di atas meja, lalu membubuhkan tanda tangannya di beberapa lembar yang sudah di tandai oleh Senja sebelumnya. Firly mendorong dokumen itu ke depan atasan Senja tanpa mengucapkan apapun. Darren melakukan hal yang sama dengan Firly, menandatangani bagiannya yang sudah di tandai .

"Selesai ... mulai sekarang Mahendra group dan RSZ mempunyai satu ikatan kerjasama. Semoga saling menguntungkan da berjalan lancar." Darren mengulurkan tangannya.

Firly menerima uluran tangan Darren. "Kamu sudah memberiku satu keuntungan," ucap Firly dengan senyuman liciknya, membuat Darren ingin sekali menghempaskannya jauh-jauh.

Darren dan Firly keluar dari ruangan meeting bersama tanpa percakapan berarti. Di saat yang bersamaan Gea datang dan langsung menggandeng tangan Darren tanpa sungkan.

Darren tidak menolak juga tidak membalas gandengan tangan Gea. Dia sedang berfikir bagaimana mungkin membawa Gea ke ruangannya, sedangkan di dalam ada Senja. Kalau saja tidak ada Firly itu tidak masalah. Sangat tidak sopan kalau hanya Gea yang dia ajak masuk ke ruangannya saat ini.

"Hai Firly ... apa kabar?" sapa Gea yang ternyata mempunyai daya ingat cukup baik.

"Baik Gea ," jawab Firly ramah namun singkat.

"Kita ngobrol di ruangan Darren yuk!" ajak Gea. Tanpa menunggu persetujuan Darren, dia langsung menarik tangan putra tunggal Mahendra dan Sarita itu.

Gea membuka ruangan seolah dialah pemilik kantor. Mengajak Firly ikut masuk ke dalam.

Ketiganya kaget begitu melihat Senja tertidur pulas di sofa.

"Bukankah dia asistenmu?" tanya Gea sinis.

Laki-laki itu menganggukkan kepalanya ragu dan serba salah. Firly tersenyum sinis melihat jawaban Darren. Begini rupanya Senja selama ini diperlakukan.

Firly mendekati Senja, membungkukkan badannya dan menyentuh pundak perempuan itu dengan lembut untuk membangunkannya. Sementara Darren yang tangannya terus di pegang erat Gea, tidak bisa berbuat banyak.

Senja kaget begitu di depannya ada Firly. Senja mengucek-ucek matanya, untuk memastikan apa yang dilihat di depannya bukan mimpi. Senja lalu memandang Darren dan juga Gea.

Menyadari keteledorannya , Senja segera beranjak berdiri. Dia merapikan bajunya lalu menepuk-nepuk daerah sekitar bibirnya dengan tangan. Khawatir kalau ada air mengalir yang tertinggal di sana.

"Enak sekali asistenmu, ini masih jam kerja. Kenapa dia bisa seenaknya tidur di sini," cerocos Gea dengan sinis.

Firly diam, menunggu dengan sabar apa yang akan terjadi selanjutnya. Senentara Darren bingung harus bersikap bagaimana. Memarahi Senja akan membuat Firly tau kalau dia memang bukan siapa-siapa Senja. Mendiamkan Senja, membuat Gea pasti akan berfikiran yang tidak - tidak padanya. Darren masih baru nemulai pertarungannya dengan Firly, dia tidak ingin kalah secepat ini dengan mudah.

"Sayang ... kenapa tidak membangunkan aku ... Aku lelah sekali tadi. Maaf jadi membuatmu malu, lain kali jangan memintaku melakukannya di kantor. Kamu tau sendiri, aku pasti langsung tertidur kalau sudah selesai yang enak-enak." Senja dengan santai membuat Darren ,Firly dan Gea sangat terkejut dengan ucapannya.

'Lets play the game, Tuan ...,' batin senja licik.

1
Rusma Yulida
senja udah move on tapi kalo soal ank yg g bisa donk
daren jg g bisa egois
Rusma Yulida
terlalu sipat daren
yuiwnye
eeh om Al sdh DP ya
yuiwnye
untung aja burjkhalifa blm di robohkan sama Abang Dar 😆😆😆
yuiwnye
mulut mu chuiuuun 😆😆
yuiwnye
yg sakit Zain sptnya ya tour.....
yuiwnye
suruh pak Tarno nanem dl tunggu sampai panen, itu LBH lama lg Darren 😁😁
yuiwnye
Firly adalah Rafly
betsy kissia
luar biasa nofel ini betul2 menguras kejutan2..penulis yg hebat.salut aku👍
tik.31
ceritanya bagus
Al Fatih
mengapa hrs ad part seperti ini 😭😭😭😭
Agus Tino
bagus
Dafila Nurul
bagus. seru ceritanya
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih kakak
total 1 replies
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
otw🤭🤭🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
untung cuma di batin,,,cobaklo di ucap dpt Bogeman mentah dr Darren 🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
amaaarrrr🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
gagal maning🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣 Mayan dpt mini Cooper 😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
selalu ada saja kesempatan yg di ambil 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!