NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

*HUAACHIIIMMM!!*

Gondrong bersin sekuat tenaga.

*Buuurrrr...*

Butiran ingus dan air liur beterbangan, lalu mendarat telak di atas ketoprak milik Joni.

"..."

Joni membeku. Kalau biasanya ia sudah mengamuk, kali ini reaksinya justru 180 derajat berbeda.

Sebelum Joni sempat membuka mulut, Laras buru-buru melangkah mendekat dengan wajah panik. "Ya ampun... maaf ya. Ketoprak kamu jadi kena sembur Abang." Laras menatap piring itu dengan rasa bersalah. "Kalau gitu, biar aku ganti yang baru, ya?"

Joni langsung melambaikan kedua tangannya dengan panik. "Oh, nggak usah. Nggak apa-apa, kok. Aku... aku juga udah kenyang. Hehe..."

Senyumnya melebar sampai ke telinga. Padahal, isi piringnya masih tersisa lebih dari setengah.

Di sampingnya, Gondrong cuma manyun. *Loh?* batinnya heran. *Biasanya kena cipratan setitik aja ngamuk kayak kesurupan. Ini ketopraknya udah mandi ingus malah senyum-senyum?*

"Hehehe..." Gondrong terkekeh jahil, lalu menoleh ke adiknya. "Nih kenalin, Ras. Ini temen Abang, namanya Joni. Dia udah enam bulan kuliah di sini."

Joni langsung tersenyum canggung. "Iya... salam kenal."

Gondrong melanjutkan dengan santai, "Tapi sayangnya, sampai sekarang dia masih Level 4."

Senyum Joni langsung membeku. *Woy! Nggak usah ditambahin juga kali!* jeritnya dalam hati.

Laras tampak terkejut. "Hah? Masa? Enam bulan masih Level 4?"

Joni menggaruk pipinya yang masih lebam. "Hehe... iya."

"Serius?"

"Iya. Soalnya... aku di luar juga lumayan sibuk. Jadi latihan sama kuliah agak... keteteran."

Itu memang bukan sepenuhnya bohong. Selain kuliah, Joni memang sering membantu berbagai pekerjaan di luar rumah. Hanya saja, rasa malasnya memang mengambil porsi yang tidak sedikit.

Laras mengangguk pelan. "Oh... begitu." Kemudian ia tersenyum hangat. "Tapi kamu tetap harus semangat, ya. Jangan menyerah cuma karena ketinggalan. Nanti bisa-bisa malah disalip aku sama Abang."

Joni hanya mengangguk pelan, terhipnotis.

"Kesibukan itu penting, tapi jangan sampai bikin kuliah terbengkalai. Sedikit demi sedikit juga nggak apa-apa. Yang penting terus maju."

Kalimat itu sederhana. Namun entah kenapa, rasanya seperti langsung menghantam lubuk hati Joni.

Di matanya, senyum Laras terasa begitu tulus hingga seisi kantin seolah memudar. Yang tersisa hanya gadis itu seorang. Pipi Joni mulai memanas.

"Hehe... iya." Ia menggaruk belakang kepalanya dengan senyum kikuk. "Aku janji. Mulai sekarang... aku bakal serius latihan."

Laras tersenyum lebih lebar. "Nah, gitu dong. Yang semangat, ya. Aku pamit dulu. Nggak enak, teman-temanku udah nunggu di meja makan," ucap Laras sambil melambaikan tangan.

"Iya..." Joni hanya bisa mengangguk pasrah. Matanya terus mengekor langkah Laras hingga gadis itu kembali ke mejanya. *Aduhai... cantik syekaleh...* puji Joni dalam hati.

*Plak!*

Sikut Gondrong mendarat telak di lengan Joni. "Woy! Sadar, Jon. Itu adik gue, tahu."

Joni langsung tersentak. "Eh... iya, Ndrong. Maaf, maaf." Ia berdeham kecil sebelum buru-buru menunjuk piring di atas meja. "Udah deh, kita kan sobat. Ketoprak lo sama minuman lo gue yang bayarin."

Gondrong menyipitkan mata. "Heh... tumben amat."

"Haha... anggap aja ganti rugi."

*Huh. Traktir kalau ada maunya,* batin Gondrong sambil terkekeh pelan.

Jam kuliah akhirnya usai. Entah angin apa yang berembus sore itu, Joni malah menawarkan Gondrong pulang bersama dengan motornya.

"Cepet naik. Sekalian searah."

"Wih... tumben baik."

"Heh, kebanyakan ngomong!"

Motor pun melaju meninggalkan gerbang Kampus Sacred Gate. Namun baru beberapa menit di jalan, empat motor *sport* tiba-tiba menyalip dari belakang.

*Sreeeet...*

Motor-motor itu berhenti melintang, menutup seluruh badan jalan. Joni langsung menginjak rem dalam-dalam dan menepi. "Ck."

Di depan mereka berdiri empat mahasiswa berseragam hitam kebiruan khas Jurusan Ninja. Dari emblem di dada mereka, terlihat jelas kalau keempatnya berasal dari angkatan senior dengan level yang jauh di atas Joni.

"Gimana sih? Ngalangin jalan orang aja. Minggir!" bentak Joni.

Begitulah sifat Joni. Walaupun pemalas, nyalinya sama sekali tidak kecil. Bahkan menghadapi senior dengan level tinggi pun ia tetap berani membuka mulut.

Berbeda dengan Gondrong, kakinya mulai gemetar di atas jepitan motor. "Buset... itu Ninja level tinggi semua..." gumamnya pelan.

Salah satu ninja turun dari motor. Tubuhnya tinggi dengan sorot mata tajam. Ia melangkah santai hingga berdiri tepat di depan Joni. "Udah punya nyawa berapa lo?"

Joni menatap balik tanpa bergeming.

"Nama lo Joni, kan? Si pemalas nomor satu di Sacred Gate?"

"Kenapa emangnya?"

"Turun." Suara ninja itu berubah sedingin es. "SEKARANG."

Di belakang, Gondrong langsung menarik-narik lengan jaket Joni. "Jon... udahlah. Jangan diladenin. Mending kita kabur aja."

Joni menepis tangan sahabatnya. "Ngacir gimana? Kita disalip, dihadang sembarangan, terus disuruh kabur? Enak aja."

Tanpa ragu, ia turun dari motor.

Belum sempat Joni memasang kuda-kuda...

*BUAAAGH!!*

Tinju sang ninja menghantam perutnya dengan kecepatan luar biasa yang bahkan tak sempat ditangkap oleh indra penglihatan Joni.

"Ughhh...!" Tubuh Joni terlempar beberapa meter ke belakang.

*BREEEGG!!*

Punggungnya menghantam keras batang pohon di pinggir jalan sebelum akhirnya jatuh tersungkur ke tanah.

"Hekh..." Napas Joni langsung sesak. Rasa sakit luar biasa menjalar dari perut hingga ke punggung, membuatnya kesulitan bahkan hanya untuk sekadar menegakkan badan.

Sang ninja berjalan mendekat, lalu berjongkok di hadapan Joni yang mengerang kesakitan. "Sebenarnya gue nggak niat ngelakuin beginian." Ia menghela napas pendek. "Cuma... lo terlalu cupu, tapi mulut lo gede. Jadinya bikin gue kesel."

Ninja itu kemudian mencengkeram kerah baju Joni, menariknya kasar. "Denger baik-baik. Laras... jangan pernah deket-deket lagi sama dia." Tatapan matanya berubah sedalam jurang. "Tembakau mahal itu cuma buat konsumsi kelas atas. Dan cewek itu udah gue incar dari lama. Lo paham?!"

Joni ingin membalas, namun setiap kali mencoba membuka mulut, rasa nyeri di perutnya membuat napasnya tercekat. Ia hanya bisa meringis sambil memegangi perut dan punggungnya yang serasa remuk.

Di kejauhan, Gondrong mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Wajahnya pucat pasi, tetapi sorot matanya yang biasa jenaka perlahan mulai berubah. Ada kemarahan yang mendidih melihat sahabatnya dihajar tanpa ampun seperti itu.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!