NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Rahim Kedap Suara

Kegelapan di dasar Danau Saint Petersburg yang membeku bukanlah jenis kegelapan biasa. Itu adalah ruang hampa yang teramat dingin, tempat berton-ton air es bertekanan tinggi menekan paru-paru hingga ke batas kolaps, dan sisa-sisa gelombang kejut ledakan ratusan ranjau bawah air masih menyisakan getaran yang mematikan indra. Di dalam air yang pekat oleh pecahan es dan jelaga mesiu, kesadaran Arunika berada di titik nadir. Napasnya telah habis, berganti dengan rasa perih yang luar biasa saat air es mulai menyusup masuk melalui tenggorokannya.

Namun, kejutan paling mematikan malam ini tidak datang dari kematian yang mengintip di balik air beku. Melainkan dari cengkeraman kuat sarung tangan lateks hitam yang menarik tubuhnya masuk ke dalam pintu kompartemen darurat sebuah kapal selam mini taktis.

*Wusss! Uhuk!*

Mekanisme hidrolik kapal selam itu bekerja dengan kecepatan militer. Air es di dalam kompartemen dikuras habis dalam hitungan detik, digantikan oleh semburan udara hangat yang dipompa masuk secara paksa. Arunika terenyak ke atas lantai besi yang dilapisi karet kedap suara. Dia terbatuk-batuk hebat, memuntahkan air dan darah segar dari sela-sela bibirnya yang pucat pasi. Tubuhnya yang terbalut pakaian taktis basah kuyup gemetar hebat karena hipotermia yang mulai menyerang saraf pusatnya.

Dengan sisa tenaga yang ada di kelopak matanya yang bengkak, Arunika mendongak. Di bawah pendar lampu neon ultraviolet yang pudar di dalam kabin kapal selam, sosok yang baru saja menyelamatkannya berdiri bergeming.

Dunia Arunika seolah-olah berhenti berputar. Seluruh logika, konspirasi DNA yang baru beberapa jam lalu dia ketahui, hingga takdir berdarah keluarga Valentino mendadak hancur berkeping-keping di depan matanya.

Wanita yang berdiri di hadapannya, mengenakan setelan taktis hitam tanpa lengan, memiliki wajah yang **sama persis** dengan dirinya. Bukan kemiripan artifisial seperti Valeria yang direkayasa dari sumsum tulang belakang; wanita ini memiliki struktur rahang, bentuk mata porselen yang hampa, bahkan tahi lalat kecil di sudut kelopak mata kanan yang sama persis dengan apa yang Arunika lihat di cermin setiap pagi selama dua puluh hai tahun kehidupannya.

### Kebenaran di Balik Kaca Neon

"Si... siapa kau...?" bisik Arunika, suaranya parau, nyaris tenggelam oleh deru mesin sonar kapal selam yang bergetar rendah di dalam air.

Wanita itu tidak langsung menjawab. Dia berlutut di depan Arunika, meraih selembar selimut termal tebal, lalu membungkus tubuh Arunika dengan gerakan yang sangat mekanis—tanpa kehangatan emosional, namun penuh dengan ketelitian seorang profesional. Ketika jubah beludru hitam Arunika tersingkap, wanita itu menatap bahu kiri Arunika, tempat memar bekas luka *EMP* yang dikirim Arsen terlihat menghitam.

Sebuah senyuman tipis, yang tampak begitu ganjil karena persis seperti senyuman Arunika sendiri saat bercermin, muncul di bibir wanita itu.

> "Namaku adalah Arunika Vane yang asli. Dan kau... kau hanyalah salinan tanpa nomor seri yang diciptakan Haryo Valentino dari rahim simpanannya untuk memastikan bahwa ketika proyek ini gagal, ada tubuh yang bisa membusuk di atas tanah untuk menggantikanku."

Letupan emosi pembaca dipastikan akan naik turun ke titik tertinggi di bagian ini. Labirin kepalsuan yang melilit hidup Arunika ternyata belum mencapai dasar terdalamnya. Ketika dia mengira dirinya adalah anak kandung Haryo Valentino yang malang, kenyataan baru justru menendangnya kembali ke dalam status yang lebih rendah: **dia hanyalah sebuah produk replika murni, sebuah cetakan kembar yang diciptakan untuk menjadi tameng hidup bagi anak kandung yang sebenarnya.**

"Rekaman medis di Indonesia, laboratorium Boris Volkov, hingga penukaran bayi yang dikatakan Katarina..." Arunika mencengkeram selimut termalnya, dadanya kembang kempis oleh kemarahan defensif yang luar biasa hebat. Rasa jijik dan ngeri berbaur menjadi racun yang membakar batinnya. "Semuanya adalah skenario?"

"Semuanya adalah lapisan pelindung untukku," sahut Arunika asli dengan nada yang begitu santai, seolah sedang membicarakan cuaca. Pria tua Haryo Valentino itu adalah seorang jenius yang paranoid. Dia tahu dunia bawah tanah tidak akan membiarkan faksi Valentino memegang kendali atas kode genetik murni Eclipse. Maka, dia menciptakanmu. Dua puluh dua tahun lalu, kau dikirim ke desa bersama Baskoro untuk menarik seluruh perhatian musuh, sementara aku tumbuh di dalam fasilitas militer bawah air di perairan internasional, dilatih untuk mengambil alih seluruh takhta saat kau dan Arsen selesai saling menghancurkan."

Di dalam kabin kapal selam yang bergerak senyap menembus kegelapan dasar danau, layar monitor navigasi tiba-tiba berkedip merah. Suara alarm sonar berbunyi *ping* pendek berulang kali dengan frekuensi yang kian cepat.

"Ada objek berkecepatan tinggi mendekati kita dari arah sektor buritan," Pierre—yang entah bagaimana kini duduk di kursi kendali depan kapal selam mini ini—menoleh dengan wajah kaku. Agen ganda itu ternyata telah membelot dari faksi Valentino, menjadi perpanjangan tangan dari Arunika yang asli. "Itu adalah Arsen Valentino. Dia menggunakan baju selam taktis dengan pendorong jet mini. Pria itu menolak untuk mati, Nona."

Arsen Valentino. Nama itu memicu getaran aneh di dalam dada Arunika palsu. Kakak tirinya—atau penciptanya—ternyata memiliki insting predator yang terlalu kuat untuk ditenggelamkan oleh ledakan ranjau Rusia. Pria itu terus mengejarnya, melintasi air es yang mematikan, menuntut kembali properti berharganya yang telah dicuri.

"Dia sangat gigih," ucap Arunika asli, bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah konsol persenjataan kapal selam. Dia mengambil sebuah senapan tombak pneumatik berkaliber besar, mengisinya dengan tombak baja berujung peledak mikro. "Arsen mengira dia menguasai panggung sandiwara ini karena dia memiliki nama Valentino. Dia tidak tahu bahwa ayahnya sendiri telah menjual seluruh kode enkripsi mansion pusat kepadaku semenit sebelum helikopter Boris meledak."

Arunika asli menoleh kembali ke arah kembarannya yang masih terbaring lemas. "Valeria yang asli saat ini berada di helikopter menuju pangkalan utara bersama Haryo. Janin di dalam rahimnya bukan klonasi biasa, melainkan kunci biometrik untuk membuka brankas utama faksi Valentino di Swiss yang berisi seluruh daftar aliansi mafia global. Dan kau... kau akan membantuku untuk masuk ke sana sebagai kunci kedua."

### Pertumpahan Darah Dua Jiwa

Arunika palsu mengepalkan tinjunya di balik selimut termal. Kekosongan emosionalnya kini telah sepenuhnya mengkristal menjadi tekad kegelapan yang murni. Dia telah bosan menjadi umpan, bosan menjadi bayangan, dan bosan menjadi budak dari takdir orang lain. Jika dia diciptakan sebagai replika untuk dihancurkan, maka dia akan memastikan penciptanya sendiri yang akan hancur terlebih dahulu di bawah tumitnya.

"Aku tidak akan menjadi kuncimu," bisik Arunika palsu, suaranya merendah hingga ke tingkat yang paling mengintimidasi.

Dengan gerakan yang sangat tidak terduga, memanfaatkan kelengahan kembarannya yang sedang fokus menatap layar sonar, Arunika palsu melempar selimut termalnya ke depan wajah Arunika asli, lalu menerjang tubuh kembarannya dengan belati kecil beracun yang sejak tadi disembunyikannya di balik celana taktisnya.

*Sret!*

Kedua wanita berwajah sama itu berguling di atas lantai besi kapal selam, saling cengkeram dan hantam dalam sebuah pergulatan fisik yang brutal dan dipenuhi oleh letupan emosi yang luar biasa pekat. Arunika asli, dengan pelatihan militernya yang superior, berhasil menahan pergelangan tangan Arunika palsu, namun kegilaan dendam yang membakar tubuh replikanya memberikan kekuatan ekstra yang tak terduga.

*Brak! Hantaman!*

Tubuh mereka menghantam panel kendali darurat, memicu tuas pelepasan tangki ballast kapal selam secara paksa. Kendaraan bawah air itu seketika berguncang hebat, miring empat puluh lima derajat ke arah kanan, melemparkan mereka berdua ke sudut kabin yang sempit.

Di saat yang bersamaan, sebuah hantaman keras terdengar dari arah luar kaca kokpit depan kapal selam.

Sesosok pria dengan pakaian selam taktis hitam legam dan helm berkaca gelap menempel erat di dinding luar kapal selam. Tangan kanannya memegang sebuah alat pemotong laser industri berkekuatan tinggi yang langsung ditempelkan ke kaca kokpit, memancarkan kilatan cahaya jingga yang mulai mengikis lapisan kaca kedap air setebal sepuluh sentimeter tersebut.

Melalui kaca yang mulai retak dan memancarkan uap panas, sepasang mata elang di balik helm selam itu menatap lurus ke dalam kabin—tatapan Arsen Valentino yang sarat akan hasrat membantai yang murni.

*Krak... Krak...*

Suara retakan kaca kokpit depan mulai berbunyi ngeri di bawah tekanan berton-ton air es danau, sementara indikator kedalaman kapal selam menunjukkan bahwa mereka terus tenggelam menuju palung terdalam Danau Saint Petersburg yang belum pernah terjamah oleh radar mana pun.

Arunika palsu dan Arunika asli menghentikan pergulatan mereka, keduanya menatap ke arah kaca yang mulai meneteskan air es maut dengan ekspresi yang sama-sama menegang. Dan di tengah suara alarm kebocoran yang melengking tinggi membelah keheningan kabin kedap suara tersebut, sebuah transmisi suara darurat tiba-tiba masuk melalui radio frekuensi rendah kapal selam, memancarkan suara tawa rendah seorang pria tua yang getarannya sanggup menghancurkan sisa-sisa harapan mereka dalam sekejap.

> **“Dua Arunika di dalam satu wadah... Sungguh sebuah pembersihan laboratorium yang sangat efisien. Selamat tinggal, anak-anakku yang malang. Protokol pemusnahan massal faksi Valentino resmi diaktifkan dari langit.”**

_____________________________

**Bersambung ke Bab 23...**

* Apakah Haryo Valentino sengaja mengaktifkan protokol pemusnahan massal untuk menenggelamkan kedua anak kembarnya bersama Arsen ke dasar palung Saint Petersburg?

* Rahasia besar apa lagi yang akan terungkap saat kaca kokpit kapal selam pecah dan air es menyatukan darah mereka di dalam kegelapAn terdalam?

* Dan siapakah di antara kedua Arunika yang akan keluar hidup-hidup untuk memakai mahkota sejati dinasti Valentino di babak berikutnya?

*Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh intrik luar biasa di bab berikutnya!*

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!