di dunia zentaria, ada sebuah kekaisaran yang berdiri megah di benua Laurentia, kekaisaran terbesar memimpin penuh Banua tersebut.
tapi hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, pada saat malam hari menjelang fajar kekaisaran tersebut runtuh dan hanya menyisakan puing-puing bangunan.
Kenzie Laurent dan adiknya Reinzie Laurent terpaksa harus berpisah demi keamanan mereka untuk menghindar dari kejaran dari seorang penghianat bernama Valdrik mortis
hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, kedua pangeran itu memiliki jalan mereka masing-masing.
> dunia tidak kehilangan harapan dan cahaya, melainkan kegelapan itu sendiri lah kekurangan terangnya <
> "Di dunia yang hanya menghormati kekuatan, kasih sayang bisa menjadi kutukan, dan takdir… bisa jadi pedang yang menebas keluarga sendiri <.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUNTUHNYA KEKAISARAN LAURENT
__..__
Langit di atas Istana Kekaisaran Laurent tak lagi biru. Bayangan gelap menggulung, menyelimuti menara-menara istana yang kini dilalap oleh api membara. Angin membawa suara raungan dan retakan bangunan, seolah alam pun bersedih atas runtuhnya simbol kejayaan yang selama ini dijunjung tinggi.
Di tengah reruntuhan aula utama, Kaisar Xuanzi berdiri terpojok. Jubah emasnya berlumur debu dan darah. Di hadapannya, Tetua Zarco menatap dingin, dengan senyum kemenangan yang memuaskan.
“Apa yang kau pikirkan?!” suara Kaisar Xuanzi menggema, penuh kemarahan dan luka yang mendalam. “Mengapa kau harus melakukan semua ini?! Padahal aku sudah menghukum para bangsawan itu... Dan selama ini aku pikir kau pergi mengasingkan diri demi menjaga Jalur Suci! Tapi ternyata... kau telah merencanakan pemberontakan!”
Zarco tertawa, pendek dan getir. “Hukumanmu? Hukumanmu hanyalah teatrikal, Xuanzi. Sekadar formalitas saja dan hanya untuk menenangkan diriku pada saat itu. Tapi semuanya tidak lah cukup untuk membalas nyawa istri dan anakku yang mati dalam kelicikan para bangsawan itu, apakah kamu tahu mereka telah dibakar oleh para bangsawan brengsek itu!” zarco tertawa diatas kesedihannya sendiri lalu ia berkata lagi "para bangsawan itu membuat kekacauan, mereka juga tak memiliki belas kasih terhadap siapapun, termasuk istri dan anakku!.. Kamu harus tahu xuanzi bahwa dirimu terlalu baik, dirimu terlalu naif. Dengan hukuman penjara dan pasung apakah bisa mengembalikan nyawa istri dan anakku, serta nyawa para penduduk yang telah mereka bunuh selama ini?." ucapnya dengan nada tinggi dan penuh kemarahan. "kamu perlu tahu xuanzi bahwa mereka melakukan kejahatan itu, hanya karena mereka merasa tersinggung dengan perkataan orang biasa seperti istri dan anakku."
"maafkan aku zarco, aku tak bisa seenaknya menghukum para bangsawan itu, sebab kontribusi mereka juga bisa menjadi pertimbangan untuk meringankan hukuman mereka, kamu harus tahu bahwa petinggi mereka pernah ikut bersama kita untuk berjuang bersama mengalahkan inflasi para makhluk jahat itu. Dan lagi aku hanya ingin menjaga kestabilan di dalam istana kekaisaran agar tak menimbulkan konflik internal didalam istana" ujarnya pada tetua zarco
"tak perlu meluruskannya, kamu tak mengetahui bahwa mereka lebih menganggap diri mereka lah yang paling di takuti di ibukota kekaisaran, mereka melakukan kejahatan di manapun yang mereka mau.... Itulah dirimu xuanzi kamu selalu saja mengutamakan kebaikan dan tak pernah mengambil tindakan tegas terhadap kasus kasus kecil seperti ini, dan kamu selalu saja mengutamakan keseimbangan di dalam istana, ketimbang kami para orang biasa yang tak memiliki status kebangsawanan" ucap tetua zarco pada sang kaisar.
Lalu dirinya menatap lurus ke mata Xuanzi. “Dan aku tahu semuanya tentang dirimu, Kaisar. Termasuk luka yang kau sembunyikan selama puluhan tahun. Luka yang bahkan ramuan para alkemis terhebat pun tak bisa menyembuhkan luka tersebut.”
Xuanzi terdiam. Sekilas, wajahnya mengguratkan rasa ngeri.
Zarco mendekat perlahan. “Aku ada di sana, Xuanzi. Saat kita berempat—kau, aku, dan kedua Tetua suci Volzek dan zember—menyegel sisa roh Zatrah di Danau Argheral. Aku melihat bagaimana roh jahat itu menyeruak masuk ke tubuhmu, menanamkan fragmen kegelapan yang bahkan kau sendiri tak sadari. Kau menanggung kutukan, Kaisar. Dan itu... melemahkan mu hingga saat ini.”
Kedua tetua Suci Zember dan Volzek, yang berdiri tak jauh, saling menatap kaget. Mereka tak pernah tahu bahwa Kaisar Xuanzi—pendekar tak tertandingi yang dianggap sebagai orang terkuat di kekaisaran—menanggung kutukan sejak penyegelan sisa roh Zatrah.
“Jika kami tahu, kami pasti—” ujar Zember terputus.
“Tidak,” kata Xuanzi pelan, namun tegas. “Itu adalah bebanku sebagai Kaisar.”
Zarco mendengus. “Bebanmu hanya melahirkan kehancuran. Dan itulah mengapa aku mengambil kendali.”.
Kilas balik yang memperlihatkan reinzie
Bertahun-tahun lalu, ketika Reinzie masih anak anak dan hidup dalam bayang-bayang sang kakak, Kenzie Laurent, yang selalu di sayangi sang ayah. Ia selalu melihat ayah mereka dari kejauhan, selalu saja memberikan perhatian khusus dan kasi sayang yang bahkan ia tak dapatkan.
Mulai dari hal itulah tetua Zarco telah melakukan rencananya. Ia tahu betul bahwa bocah itu menyimpan luka yang sangat dalam dihatinya, ia melihat sebuah potensi luar biasa—perpaduan darah suci dan darah asing. Kombinasi sempurna bagi benih kehancuran yang akan di lakukannya.
Malam itu, di bawah cahaya bulan pucat, dua prajurit elit berselimut jubah hitam bergerak tanpa suara. Mereka adalah tangan kanan Zarco, bayangan yang tak pernah dikenali oleh para tetua lainnya.
Misi mereka: menanamkan benih kegelapan di dalam tubuh Reinzie.
Lewat mantra gelap yang diwariskan oleh penyembah Zatrah terdahulu, mereka menyusup ke dalam kamar Reinzie lalu menciptakan mimpi-mimpi kelam, penuh suara-suara bisikan dan bayangan yang memanggil namanya. Dan yang terpenting, mereka membuka koneksi antara Reinzie dan segel roh Zatrah di Danau Argheral.
Mereka tidak membuat segel itu merespon dengan cepat, akan tetapi mereka membuatnya menjadi perlahan-lahan tumbuh
dan mereka hanya membuat Reinzie resonansi—agar setiap ketakutan, luka, dan kebencian Reinzie memberi makan pada kekuatan jahat yang tersegel di sana. Perlahan, ikatan terbentuk. Perlahan, lubang kutukan mulai berdenyut kembali, hingga sampai di saat ini lubang kutukan tersebut terbuka lebar, dan segelnya hancur.
KEMBALI KE MASA KINI
“Jadi... semua ini kau lakukan demi balas dendam pribadi?” gumam Xuanzi, napasnya berat.
Zarco menjawab, “Tidak hanya balas dendam. Ini pembenahan. Kau yang terlalu polos dan baik hati menciptakan sistem yang kapan saja bisa di langgar, bungkam suara terhadap para bangsawan, dan menutupi kejahatan mereka di dalam penjara. Aku hanya... membersihkan dunia dari kepolosanmu itu.”
Dari balik reruntuhan, Reinzie berdiri di dalam pelukan ibunya, tubuhnya mulai gemetar. Mata merahnya bersinar, napasnya terengah. Aura hitam mulai merembes dari pori-porinya.
Zarco tersenyum kecil. “Lihatlah. Putramu adalah penjelmaan dunia baru. Ia bukan hanya jenius mudah yang berbakat. Ia adalah potensi yang akan mengubah segalanya... untuk kekuatan yang akan menghapus semua ini. Dia adalah pion yang sempurna untuk keberhasilan rencana yang telah aku susun dari sejak dulu.”
“Berhenti!” Kenzie berteriak. “Reinzie bukanlah alat yang bisa kau gunakan untuk rencana busuk mu itu!”
Zarco menoleh, dingin. “Tidak, Kenzie. Kau salah. Sejak malam pertama ia memimpikan darah, kegelapan telah tumbuh di hatinya, dan memang dia bukan alat melainkan orang yang akan membangunkan dunia baru untuk diriku.”
"Cih kau, beraninya kau, mengatakan sesuatu seperti itu, jika bukan alat lalu apa?.. Terus mengapa Reinzie harus menjadi orang yang harus membangun ulang dunia dari rencanamu?!... Kau... Aku tidak akan pernah memaafkan mu."
sisa dari roh zatrah yang telah di bangkitkan oleh tetua zarco, kini mulai bosan dengan tontonan tersebut, kini ia pun memerintahkan zarco melakukan pembantaian secepatnya. lalu zarco tak tinggal diam, ketika perintah telah di katakan, segera ia melaksanakannya.
Dengan jurus pamungkasnya ia membelah langit dan keluarlah siluet dari balik awan sebuah asteroid raksasa yang siap menimpa istana kekaisaran, ia menariknya menggunakan jurus terhebanya.
di saat itu kedua tetua suci di perintahkan oleh permaisuri untuk membawa kedua pangeran dan Chelsea untuk menghindar dari area tersebut, sedangkan sang kaisar kini tak bisa lagi berbuat apa-apa, ia hanya bisa menggunakan tenaganya yang sedikit untuk pergi bersama dengan kedua permaisurinya yang siap menerima kematian mereka, dan ia juga berharap kedua anaknya tetap hidup di bawah perlindungan tetua zember dan volzek.
saat dalam pelukan tetua suci, Kenzie berteriak dengan tangisannya "tidak... Ayahanda!... Ibunda..." dengan tangisannya ia memandang ketiga orang yang berharga bagi dirinya, hanya diam dan siap menunggu ajal mereka di bawah serangan tetua suci. akan tetapi respon yang di berikan oleh permaisuri dan kaisar hanyalah senyum, dan sebuah permintaan yaitu "lindungi adikmu, jaga dia tetap hidup bersama denganmu". Ketiganya mungkin telah merasakan bahwa mereka telah melakukan dosa besar sehingga mereka menerima kematian dengan cara seperti ini.
Tangisan Kenzie tak bisa lagi ia bendung, di satu sisi adiknya masih dalam keadaan genting, di sisi lain ia melihat ketiga orang penting dalam hidupnya rela menerima kematian mereka begitu saja, demi membiarkan mereka tetap hidup, demi menebus dosa yang selama ini mereka tak tahu menahu.
___..___