Anita seorang janda ber anak satu. Anita menjadi janda setelah suami nya tega menghianati dan meninggalkan nya demi seorang wanita.
Aditya CEO muda yang sangat tampan. ia memiliki seorang tunangan bernama jesika amun naas nya pertunangan nya batal karena jesika menghianatinya dengan cara berselingkuh di belakangnya
Setelah anita resmi bercerai dengan dion anita hidup bersama putra nya dan nenek nya.
Hingga suatu hari anita tak sengaja bertemu dengan aditya dan terjadilah adu mulut karena suatu masalah kecil. Aditya pun mencium anita di tempat umum karena malas mendengar celoteh panjang nya hingga membuat anita marah. Itulah awal pertemuannya.
Awal pertemuan itu membuat aditya memiliki rasa kepada anita hingga ia terus mengejar ngejar anita. Hingga suatu kejadian membuat anita mengalami kecelkaan dan menjadi lupa ingatan dan akhirnya menganggap aditya suami nya.
Dari kesalah pahaman itu lah akhirnya aditya menikahi anita.
Namun suatu hari jesika dan dion hadir dalam rumah tangga mereka.
Akan kan rumah tangga aditya dan anita baik baik saja setelah kedatangan mereka atau malah sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Aditya membuka pintu kamar dimana Anita dan Vino berada.
Ckleek..
Mendengar pintu di buka, Anita melihat ke arah pintu. Dilihatnya Aditya lah yang masuk
"Boleh kah aku masuk?" tanya Aditya
"Silahkan." ucap Anita singkat.
Aditya melangkahkan kan kakinya mendekati ranjang, dimana Vino yang saat ini sedang berbaring.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Aditya basa basi.
"Kakinya mengalami retak, di rawat beberapa hari nanti kembali sembuh." ucap Anita tanpa menatap Aditya.
Mereka pun kembali diam, hingga suasana di tempat itu membuat mereka berdua menjadi canggung.
Aditya duduk di samping Vino. Sedangkan Vino yang melihat hanya menatap Aditya penuh tanda tanya.
"Apakah masih sakit boy?" tanya Aditya kepada Vino.
"Ya.." ucap Vino dengan mata sembab nya.
"Oh iya! Apa kau tidak menghubungi suami mu tentang kejadian ini?" tanya Aditya
Anita yang mendengar diam, entah kenapa ia tidak ingin menjawab pertanyaan Aditya yang satu ini. Merasa tidak ada jawaban, Aditya mengalihkan pembicaraan nya.
"Sepertinya tangan mu terluka." ucap Aditya melihat siku Anita yang tergores.
Anita tidak menyadari jika siku nya terluka. Ia pun melihat, dan ternyata memang benar, saat ini sikunya terluka cukup ringan.
Menyadari Anita yang tidak mengetahui bahwa dirinya terluka, Aditya turun dari ranjang, pergi keluar untuk minta obat kepada suster.
Beberapa menit.
Ckleek ....
Pintu kembali di buka. Aditya membawa sebuah kotak obat ditangan nya.
Aditya menarik kursi dan di tempatkan nya di dekat Anita. Anita yang melihat hanya melirik saja.
"Sini aku obati tangan mu." ucap Aditya menarik tangan Anita
Sedangkan Anita yang di perlakukan seperti itu hanya menatap saja.
"Apakah aku terlihat sangat tampan, sampai kau melihat ku seperti itu?" ucap Aditya percaya diri.
Mendengar itu wajah Anita langsung memerah. Dan dengan cepat membuang muka menghindari tatapan Aditya. Aditya yang melihat tersenyum kecil dan dengan perlahan mulai mengobati luka Anita.
"Apakah sakit?" tanya Aditya.
"Tidak." jawab Anita singkat, masih membuang muka.
"Kalau sakit katakan, aku akan pelan pelan." ucap Aditya lagi.
Sedangkan Vino hanya melihat mereka berdua dengan diam. Karena merasa mengantuk, vino akhirnya memejamkan matanya.
"Apakah kau tidak pulang?" tanya Anita.
"Aku akan pulang jika suami mu sudah datang." ucap Aditya sambil menatap wajah Anita.
Aditya memperhatikan wajah Anita, saat matanya menatap bibir ranum itu, tiba tiba fikiran nakal nya berkeliaran di kepala nya. iramanya dia menyes*p dan melu**tnya.
Aditya menggeleng gelengkan kepala nya mengusir fikiran mesum di otak nya.
"Ingat Dit dia itu punya suami." batin Aditya.
"Pulang lah ini sudah sore. Orang tua mu pasti mencari mu." ucap Anita.
"Albert pasti sudah mengatakan kepada mereka jika aku disini. Jadi kamu tidak perlu khawatir, aku akan tetap menemani kalian sampai suami mu datang." ucap Aditya
Sedangkan Anita memijit pelipisnya, mendengar Aditya akan menunggu nya sampai suami nya datang.
Aku tidak punya suami. Aku ini janda. Sampai dunia terbalik pun kau menunggu, tidak akan ada yang datang kesini. Mungkin hanya nenek ku saja yang akan datang." batin Anita.
"Aku tidak punya suami." jawab Anita singkat namun pelan.
Mendengar Anita mengucapkan sesuatu, Aditya menatap nya. Apakah yang di dengar barusan itu tidak salah Fikirnya.
"Coba ulangi sekali lagi." pinta Aditya untuk mengulang apa yang barusan dia katakan.
"Aku tidak mempunyai suami." ucap Anita lagi sedikit keras.
Mendengar ucapan Anita yang tidak memiliki suami, Aditya merasa senang dan bahagia.
Sampai bahagianya Aditya........
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca 🤗
Jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏 serta dukungan nya.