NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Diundang

​Matahari pagi di kawasan perumahan padat penduduk distrik barat perlahan-lahan mulai naik tinggi, menembus celah-celah ventilasi udara rumah susun tua yang sudah mulai rapuh. Sinar hangatnya memantul di atas genangan air sisa hujan semalam yang membasahi pelataran aspal bawah. Setelah insiden pelabrakan dan pengusiran Devan Alister yang penuh dengan ketegangan emosional beberapa jam yang lalu, Keyra mencoba kembali memfokuskan dirinya. Ia kembali melangkah ke dalam kamar nomor 302 miliknya yang sunyi.

​Keyra mencoba dengan keras menepis bayangan sepasang mata elang Devan yang memancarkan rasa bersalah, luka batin, sekaligus kepasrahan yang mendalam saat pria itu melangkah pergi tadi. Untuk mengalihkan pikirannya yang berkecamuk, ia menyibukkan diri dengan menata toples-toples berisi kue kering buatannya di atas meja makan kayu kecil yang terletak di sudut ruang tamu. Jemari tangannya bergerak dengan ritme yang konstan, namun pikirannya sebenarnya mengembara jauh, terjebak di antara rasa cinta yang masih tersisa dan benteng masa lalu yang memisahkan mereka.

​Namun, ketenangan semu yang baru saja coba ia bangun kembali terusik dalam sekejap. Dari arah luar koridor, suara ketukan pintu yang teramat kasar, cepat, dan beruntun mendadak menggema dengan sangat memekakkan telinga.

​Brak! Brak! Brak!

​Keyra tersentak kaget hingga stoples di genggamannya hampir saja tergelincir jatuh ke atas lantai semen. Ia menghela napas panjang yang terasa sangat berat di dalam dadanya. Gurat kekesalan dan rasa frustrasi seketika tercetak jelas di wajah indahnya. Keyra mengira bahwa Devan Alister telah kembali lagi untuk merusak janjinya dan memaksanya pulang ke mansion mewah menggunakan kekuasaannya.

​Dengan langkah kaki yang dihentakkan kasar, Keyra berjalan mendekati pintu utama dan langsung membuka slot kunci besi tua kamarnya tanpa rasa takut sedikit pun. "Devan, sudah aku katakan berulang kali jangan pernah kembali lagi ke—"

​Kalimat pengusiran yang sudah berada di ujung lidah Keyra seketika terputus di udara. Sepasang mata jernihnya membelalak lebar karena terkejut. Sosok yang kini berdiri dengan angkuh di ambang pintu koridor rusunnya saat ini sama sekali bukanlah Devan Alister dengan setelan jas abu-abu mahalnya.

​Sosok itu adalah seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian kasual sutra berwarna mencolok, namun tubuhnya dipenuhi oleh rentengan perhiasan emas yang sangat berlebihan di bagian leher dan kedua pergelangan tangannya. Di belakang wanita paruh baya itu, berdiri dua orang pria berbadan besar, tegap, dan berwajah garang yang tampak seperti pengawal pribadi sewaan kelas rendahan.

​Wanita paruh baya itu tidak lain adalah Nyonya Helena Kenneth, istri sah dari Tuan Besar Kenneth sekaligus ibu kandung dari Arkan—mantan kekasih Keyra yang telah mencampakkannya dengan kejam beberapa waktu lalu demi mengejar harta dan takhta.

​Kondisi wajah Nyonya Helena saat ini tampak sangat pucat di balik lapisan bedak tebalnya yang mulai luntur. Lingkaran hitam yang sangat pekat di bawah matanya menunjukkan dengan jelas bahwa wanita tua itu tidak bisa tidur dengan tenang selama beberapa hari terakhir semenjak badai besar menimpa keluarganya. Begitu pintu terbuka dan melihat sosok Keyra yang berdiri di hadapannya, sepasang mata Helena langsung berkilat, memancarkan kombinasi yang mengerikan antara rasa amarah yang meledak-ledak, keputusasaan yang mendalam, serta dendam yang membara.

​"Jadi di lubang tikus ini tempat persembunyianmu yang sebenarnya, jalang kecil!" bentak Nyonya Helena dengan nada suara yang teramat melengking tinggi. Suara bising itu seketika menggema dengan sangat keras di sepanjang lorong koridor rumah susun yang sepi, membuat beberapa tetangga di sekitar kamar Keyra mulai membuka sedikit daun jendela dan pintu mereka untuk mengintip situasi dengan rasa penasaran yang tinggi.

​Keyra mendengarkan makian kasar itu dengan raut wajah yang seketika berubah menjadi teramat dingin, kaku, dan datar. Keberanian di dalam dirinya telah ditempa oleh berbagai badai besar yang menimpanya belakangan ini, membuatnya tidak lagi menjadi gadis lemah yang bisa ditindas dengan mudah.

​Keyra melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Helena dengan pandangan menghina yang setara. "Nyonya Helena Kenneth, jaga ucapan kotormu itu baik-baik sebelum keluar dari mulutmu. Ini adalah tempat tinggalku yang sah, dan Anda sama sekali tidak memiliki hak atau urusan apa pun untuk datang ke sini selarut ini hanya untuk berteriak memaki saya seperti orang yang kehilangan akal sehat."

​"Hak?! Kamu masih berani bicara tentang hak di hadapanku setelah apa yang telah kamu lakukan pada seluruh anggota keluargaku?!" pekik Helena semakin histeris. Ia melangkah maju satu langkah besar, mengabaikan sopan santun hingga wajah keriputnya hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajah Keyra.

​Helena mencengkeram tas jinjing bermerek miliknya dengan sangat kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih sempurna karena menahan amarah yang membakar dada. "Gara-gara kamu... gara-gara kamu merayu Devan Alister untuk mengerahkan seluruh pasukan elitnya dan menyerang Pelabuhan Barat malam itu, suamiku, Tuan Besar Kenneth, sekarang harus mendekam di dalam sel isolasi tingkat tinggi kepolisian dengan tuduhan pembunuhan berencana masa lalu! Tidak hanya itu, seluruh aset dan rekening bank milik Aliansi Naga Hitam dibekukan total oleh pihak otoritas atas perintah mutlak dari Alister Group!"

​Air mata frustrasi mulai mengalir di sudut mata Helena yang berkerut, merusak riasan wajahnya yang mahal. "Keluargaku hancur berantakan hanya dalam waktu satu malam, Keyra! Arkan, putra kebanggaanku, sekarang harus menanggung seluruh utang perusahaan yang membengkak karena semua investor asing menarik diri dari proyek kami! Dan semua penderitaan ini terjadi karena kamu memilih untuk menjadi wanita pemuas di ranjang Devan Alister hanya demi membalas dendam masa lalu pada kami!"

​Mendengar fitnah yang sangat keji dan menjijikkan itu keluar dari mulut wanita di hadapannya, Keyra mengepalkan kedua tangan kecilnya di sisi tubuh hingga buku-buku jarinya mengeluarkan bunyi gemertak yang halus. Dadanya naik-turun dengan cepat, menahan rasa muak dan amarah yang teramat sangat atas ketidaktahuan Keluarga Kenneth akan dosa mereka sendiri.

​"Suamimu mendekam di balik jeruji besi bukan karena aku, Nyonya Helena!" seru Keyra dengan suara yang tidak kalah tegas dan berwibawa, memotong seluruh histeria wanita tua itu. "Kenneth ditangkap karena dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang telah merenggut nyawa ibu kandungku secara tragis delapan belas tahun yang lalu! Dia juga yang dengan kejam menyekapku dan mencoba menghancurkan kepalaku menggunakan pistol di gudang pelabuhan malam itu! Kehancuran, kemiskinan, dan kehinaan yang menimpa Keluarga Kenneth saat ini adalah buah dari hasil kejahatan dan karma kalian sendiri!"

​"Diam kamu, anak pelacur!" Helena yang sudah benar-benar kehilangan kendali atas emosinya mendadak mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi di udara. Ia berniat melayangkan sebuah tamparan keras yang sangat bertenaga ke arah pipi mulus Keyra demi melampiaskan seluruh rasa frustrasi dan dendamnya atas hancurnya Aliansi Naga Hitam.

​KeyraRefleks memejamkan matanya, bersiap menerima hantaman fisik tersebut karena jarak mereka yang sudah terlampau dekat.

​Namun, sebelum telapak tangan Helena yang dipenuhi cincin berlian itu sempat menyentuh seujung kuku pun kulit wajah Keyra, sebuah pergelangan tangan wanita lain yang sangat kokoh, kekar, dan bertenaga mendadak muncul dari arah samping pintu. Tangan asing itu mencengkeram pergelangan tangan Helena di udara dengan cengkeraman yang luar biasa kuat bagaikan tang jepit dari baja.

​Krek!

​"Ah! Sakit! Lepaskan tanganku!" pekik Helena melengking kesakitan, merasakan tulang pergelangan tangannya seolah-olah siap remuk dalam sekali tekan.

​Di sebelah bingkai pintu kamar Keyra, berdiri seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh lima tahun dengan pakaian kaus oblong hitam santai dan celana jins pudar, berpenampilan sangat sederhana layaknya penghuni rumah susun biasa pada umumnya. Namun, tatapan mata wanita muda itu sangat dingin, tajam, dan memiliki sorot mata terlatih yang mematikan. Wanita itu adalah salah satu dari sepuluh pengawal wanita elit dari divisi keamanan utama Alister Group yang diam-diam ditempatkan oleh Devan Alister untuk menjaga keselamatan Keyra di gedung rusun tersebut.

​"Nyonya tua, jika Anda berani menaikkan tangan Anda kembali atau melakukan kontak fisik sekecil satu milimeter saja pada tubuh Nona Keyra, saya pribadi yang akan memastikan bahwa kedua belah tangan Anda tidak akan pernah bisa berfungsi lagi untuk seumur hidup Anda mulai detik ini juga," ucap pengawal wanita itu dengan nada suara yang teramat datar, tenang, namun sarat akan aura ancaman bahaya yang sangat nyata dan mematikan.

​Dengan satu sentakan kasar, pengawal wanita itu mengempaskan tangan Helena ke bawah hingga tubuh wanita tua yang rapuh itu terhuyung mundur beberapa langkah ke belakang, beruntung dua orang pengawal kekarnya dengan sigap menahan punggungnya agar tidak jatuh terjungkal di atas lantai koridor.

​Dua pengawal kekar sewaan Helena mencoba melangkah maju ke depan dengan wajah garang, berniat untuk membalas perlakuan kasar terhadap majikan mereka. Namun, pengawal wanita suruhan Devan sama sekali tidak bergeser dari posisinya. Ia hanya memasukkan tangan kanannya ke balik jaket denim yang dikenakannya, memperlihatkan sedikit moncong senjata api laras pendek hitam berlogo elang emas yang terselip di sana—sebuah tanda mutlak bahwa ia adalah bagian dari otoritas Alister Group.

​Melihat kode bahaya yang sangat mematikan tersebut, kedua pengawal sewaan Helena langsung meneguk ludah mereka dengan berat. Wajah mereka seketika berubah menjadi pucat pasi ketakutan, dan mereka perlahan menarik kembali langkah kaki mereka mundur ke belakang, menolak untuk mempertaruhkan nyawa demi upah yang tidak seberapa.

​Helena yang menyadari bahwa situasi dan kekuatan fisik tidak lagi berpihak padanya di tempat ini, menatap Keyra dari kejauhan dengan pandangan mata yang penuh dengan kutukan serta kebencian yang mendalam. "Keyra... jangan pernah berpikir bahwa kamu sudah memenangkan pertempuran ini hanya karena kamu mendapatkan perlindungan dari anjing-anjing peliharaan Alister Group! Arkan tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja setelah apa yang menimpa ayahnya. Jika suamiku harus membusuk di dalam sel penjara, maka aku bersumpah demi nama keluargaku, aku akan memastikan bahwa sisa hidupmu dan hubungan pernikahanmu dengan Devan Alister akan berubah menjadi neraka jahanam yang paling mengerikan di dunia ini!"

​Setelah melontarkan ancaman terakhirnya dengan napas yang memburu, Helena berbalik tubuh dengan terburu-buru. Ia melangkah cepat menuruni anak tangga rumah susun dengan langkah yang pincang, diikuti oleh kedua pengawal kekarnya yang berjalan tergesa-gesa karena ketakutan.

​Suasana di lorong koridor lantai tiga itu pun perlahan-lahan kembali berubah menjadi sunyi dan sepi, meninggalkan Keyra yang masih berdiri mematung di ambang pintu kamarnya dengan tubuh yang sedikit bergetar menahan gejolak emosi setelah konfrontasi mendadak tersebut.

​Pengawal wanita berbaju hitam itu perlahan memutar tubuhnya menghadap ke arah Keyra. Ia kemudian menundukkan kepalanya deeply, memberikan sebuah penghormatan formal yang sangat sopan dan patuh—sebuah gestur tubuh yang sangat tidak biasa dan terlalu terhormat untuk ditunjukkan oleh seorang penghuni rumah susun biasa.

​"Nona Keyra, Anda sudah sepenuhnya aman sekarang. Tuan Muda Devan Alister telah memberikan perintah mutlak kepada seluruh divisi kami untuk memastikan tidak ada satu lalat pun, baik dari Keluarga Kenneth maupun dari musuh bisnis lainnya, yang bisa menyentuh atau melukai seujung rambut Anda selama Anda berada di tempat ini," ucap pengawal wanita itu dengan nada yang sangat penuh rasa hormat sebelum akhirnya berbalik dan kembali berjaga di sudut lorong yang gelap.

​Keyra menatap kepergian pengawal wanita itu dengan perasaan yang teramat campur aduk di dalam lubuk hatinya. Air mata tipis kembali menggenang di pelupuk matanya. Ia menyadari satu kenyataan yang teramat pahit namun pasti: meskipun ia telah berlari sejauh mungkin dari mansion mewah, mengganti pakaiannya dengan kain rajut sederhana, dan mengusir Devan dari kehidupannya secara langsung, bayang-bayang perlindungan posesif nan gila dari sang CEO Alister Group telah mengepung dan mengunci seluruh kehidupannya tanpa ada celah sedikit pun. Devan Alister telah mengikat takdir mereka berdua dalam sebuah lingkaran kepemilikan yang absolut, sebuah ikatan tak kasat mata yang tidak akan pernah bisa ia hindari atau putuskan, tidak peduli sekeras apa pun ia mencoba berlari untuk menjauh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!