NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Fitnah yang Terbongkar

Mirna buru-buru mencari alasan. "Saya cuma khilaf. Waktu itu saya emosi karena Daril terus difitnah."

"Fitnah yang mana?" tanya Hartato.

Mirna berpikir cepat. "Katanya anak saya cuma numpang hidup sama Vira."

Vira tersenyum masam. Dalam hati berkata, "Itu memang kenyataannya."

Hartato menggeleng pelan. "Kalaupun Ibu sedang emosi, itu bukan alasan untuk menyebarkan tuduhan yang belum tentu benar."

Mirna menggigit bibirnya sendiri. "Saya juga tidak pernah bilang itu pasti benar."

Bu RT kembali angkat bicara. "Tapi Ibu menyampaikannya seolah-olah itu fakta."

"Iya, Pak," sahut salah seorang ibu. "Makanya kami percaya."

"Saya juga," timpal ibu lain. "Kalau cuma gosip, mungkin saya gak akan percaya. Tapi yang ngomong ibu dari mantan pacarnya sendiri."

Mirna langsung pucat. Ia baru sadar, justru statusnya sebagai ibu Daril membuat ucapannya dianggap paling meyakinkan oleh warga.

Pak Kades menatap Mirna tanpa berkedip. "Bu Mirna, perkataan Ibu membuat nama baik seseorang rusak. Tokonya sepi. Penghasilannya menurun. Semua itu berawal dari ucapan yang tidak bisa Ibu buktikan."

Mirna menundukkan kepala. "Apalagi yang harus aku katakan? Aku udah gak bisa membela diri lagi."

Rahang wanita paruh baya itu mengatup rapat, sementara keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

"Tenang Mirna. Tenang." Mirna menenangkan dirinya sendiri. "Ini baru kebohongan pertama yang kebongkar, masih ada dua tuduhan lain yang belum dibahas. Dan itu bukan kamu."

"Tega sekali," batin Arvin. "Padahal Bu Mirna juga perempuan."

Pak Kades memandang Mirna beberapa saat. "Baik. Karena Ibu tidak dapat menunjukkan bukti yang mendukung tuduhan tersebut, kesaksian Bu Rini beserta saksi-saksi lain kami catat sebagai fakta bahwa gosip pertama berasal dari Ibu."

Beliau menutup lembar pertama berkas di hadapannya. "Sekarang kita beralih ke gosip kedua."

Tatapannya beralih kepada Daril. "Gosip yang menyebut hubungan Vira dan Daril semasa berpacaran telah melewati batas."

Pak Kades membuka lembar berikutnya. "Untuk gosip kedua, saya panggil Saudara Junaedi."

Seorang pemuda berusia sekitar tiga puluh tahun berdiri dari bangkunya, lalu berjalan ke depan.

"Saudara Junaedi," ujar Pak Kades, "di mana Saudara pertama kali mendengar gosip mengenai hubungan Vira dan Daril?"

"Di warung kopi, Pak," jawab Junaedi.

"Siapa yang membicarakannya?"

"Awalnya kami cuma ngobrol soal kabar Vira yang mau dilamar Hartato, Pak"

Pak Kades mengangguk. "Lalu?"

"Terus ada yang bilang kalau sekarang malah beredar gosip Vira sudah gak perawan."

Pak Kades kembali bertanya, "Saat itu Daril ada di sana?"

"Iya, Pak."

"Apa yang dilakukan Daril?"

Junaedi melirik sekilas ke arah Daril sebelum menjawab. "Awalnya dia pura-pura kaget. Dia bilang, 'Hah? Dari mana dengarnya?'"

"Setelah itu?"

"Kami bilang gak tahu siapa yang mulai," jawab Junaedi. "Tapi gosipnya udah ramai."

Pak Kades mencatat sesuatu.

Junaidi melanjutkan, "Lalu ada yang bilang sama Daril, 'Kamu mantannya. Masa gak tahu apa-apa?'"

"Jawaban Daril?"

Junaedi mengingat-ingat. "Dia diam dulu. Nyalain rokok, terus bilang..."

Junaedi menirukan ucapan Daril. "'Namanya juga kami pacaran hampir empat tahun.'"

Ruangan mulai kembali dipenuhi bisik-bisik.

Pak Kades mengangkat tangan agar semua tenang. "Apakah setelah itu Daril mengatakan hubungan mereka sudah melewati batas?"

Junaedi menggeleng. "Tidak secara langsung, Pak."

Pak kades menatap lurus pada Junaidi. "Lalu kenapa gosip itu menyebar?"

"Karena setelah itu kami tanya lagi."

"Apa yang ditanyakan?"

"'Jangan-jangan gosip itu benar?'"

Pak kades kembali mencatat. "Jawaban Daril?"

"'Maaf. Aku gak enak kalau harus ngomongin mantan. Tapi... aku cuma bisa bilang hubungan kami memang jauh lebih dekat daripada yang orang-orang kira.' Gitu Pak, katanya."

Ruangan kembali riuh.

Pak Kades memandang Junaedi. "Masih ada lagi?"

"Iya, Pak."

"Silakan."

"Setelah kami mulai menyimpulkan sendiri, Daril bilang, 'Sudahlah. Jangan bahas itu lagi. Apa pun yang terjadi, aku tetap gak mau jelek-jelekin Vira.'" Junaedi menarik napas. "Justru setelah ucapan itu, kami semua mengira gosip tersebut benar."

Pak Kades mengangguk pelan. "Apakah Daril pernah membantah bahwa hubungan mereka tidak melewati batas?"

"Tidak pernah, Pak," jawab Junaidi mantap.

"Apakah Daril pernah mengatakan, 'Itu fitnah'?"

Junaidi menggeleng. "Tidak."

"Apakah Daril pernah meluruskan kesalahpahaman yang muncul?"

Junaedi kembali menggeleng. "Tidak juga."

Pak Kades menutup buku catatannya. "Baik."

Beliau lalu menatap Daril dengan sorot mata tajam. "Saudara Daril."

Daril mengangkat wajah perlahan.

"Saudara memang tidak pernah mengucapkan kalimat 'Vira sudah melakukan hubungan di luar nikah'."

Daril tampak sedikit lega.

Namun ucapan Pak Kades berikutnya membuat wajahnya kembali menegang. "Tetapi Saudara sengaja memilih kalimat-kalimat yang membuat orang lain menarik kesimpulan itu sendiri."

Daril menunduk dengan kedua tangan meremas kain celananya sendiri.

"Saudara tahu persis bagaimana masyarakat akan menafsirkan ucapan Saudara." Pak Kades berhenti sejenak. "Dan ketika mereka mulai salah paham, Saudara tidak meluruskan. Justru Saudara membiarkan bahkan memperkuat dugaan tersebut."

Beliau menatap Daril lurus. "Itu namanya menggiring opini."

Daril menelan ludah.

Vira tersenyum getir. Ia sekarang baru tahu bagaimana sifat asli pria yang di kehidupan sebelumnya sangat ia cintai. "Aku benar-benar buta. Hanya karena merasa berhutang budi, aku rela mengorbankan diri untuk pria jahat kayak dia."

"Sekarang saya tanya langsung." Pak Kades berbicara dengan nada tegas. "Apakah selama hampir empat tahun berpacaran, Saudara pernah melakukan hubungan yang melewati batas dengan Vira?"

Seluruh pasang mata langsung tertuju kepada Daril, termasuk Arvin.

Vira menatap pria itu datar nyaris dingin. "Kamu gak bisa lagi sembunyi di balik kalimat-kalimat yang menggantung, Ril. Kali ini, kamu harus jawab dengan jelas."

Daril menelan ludah. Tatapan puluhan pasang mata membuat tenggorokannya mendadak terasa kering.

"Jawab, Daril," ujar Pak Kades dengan tenang.

Daril menarik napas panjang. "Tidak, Pak."

Ruangan langsung dipenuhi bisik-bisik.

"Berarti memang gak pernah."

"Lalu kenapa ngomong kayak gitu?"

Pak Kades kembali bertanya. "Jadi selama hampir empat tahun berpacaran, kalian tidak pernah melakukan hubungan yang melewati batas?"

"Tidak pernah, Pak."

Pak Kades mengangguk pelan. "Kalau begitu, kenapa waktu di warung kopi Saudara mengatakan hubungan kalian jauh lebih dekat daripada yang orang-orang kira?"

Daril buru-buru menjawab. "Saya gak pernah bilang kami melakukan apa-apa, Pak."

"Tapi Saudara membiarkan orang menyimpulkannya sendiri."

Daril menggeleng. "Itu bukan salah saya. Mereka yang berpikir sendiri."

Rahang Arvin mengeras. "Aku gak nyangka dia orang yang seperti itu. Benar-benar brengsek."

Pak Kades tersenyum tipis. "Baik."

Beliau mengambil sebuah gelas berisi air putih yang berada di atas meja. "Kalau saya berkata..."

Pak Kades mengangkat gelas itu. "Di dalam gelas ini ada sesuatu yang berbahaya."

Beliau berhenti sejenak. "Lalu saya diam."

Pak Kades menyapukan pandangannya ke semua orang yang hadir. "Menurut kalian, apa yang akan dipikirkan orang?"

 

...✨"Kebohongan mungkin bisa dipercaya oleh banyak orang, tetapi kebenaran hanya membutuhkan satu kesempatan untuk membungkam semuanya."✨...

.

To be continued

1
fii 🤩
👍👍👍
anonim
Arvin setia mendampingi Ibunya yang mentalnya terganggu. Masa lalunya menjadikan Arvin tulus dalam merawat Ibunya.

Ayahnya sebagai penyebab dari penderitaan yang mereka alami.

Sebagai suami selingkuh, sebagai seorang Ayah perlakuannya sangat biadap.

Mereka diusir. Menghina Ibunya. Ayahnya membawa perempuan yang katanya istri barunya.

Ibunya kena mentalnya. Arvin menjadi pincang.

Arvin akan menjaga Ibunya, yang menjadi tameng hidup baginya ketika angkara murka merasuki Ayahnya.

Arvin pergi ke warung untuk membeli obat flu. Tiba di warung langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan di dalam warung.

Lagi-lagi gosip tentang Vira ??
anonim
Pak Kades dan istrinya sudah mendengar gosip tentang Vira.

Hartato juga sudah mendengar. Dia tidak percaya. Vira bukan perempuan seperti yang digosipkan.

Pak Kades juga belum tentu percaya.

Mengingat Bapaknya Hartato masih menjabat sebagai kepala desa, setiap keputusan yang di ambil pasti menjadi perhatian banyak orang.

Kebenaran dari gosip itu belum terbukti. Niat lamaran di tunda.

Hartato hanya bisa berdoa, semoga gosip tentang Vira hanya fitnah. Dia lebih baik menunggu daripada mempercayai gosip tanpa bukti.
anonim
Dasar Ibu dan anak sama-sama bejatnya. Keduanya masih menginginkan Vira tapi dengan cara yang salah.
anonim
Kebetulan sekali leher Vira di gigit tomcat. Jadi semakin meyakinkan ibu-ibu dengan apa yang telah dikatakan Tari.

Sembarangan Tari bicara dengan mengatakan Tuhan pun membantuku. Mana ada Tuhan membatu orang jahat.

Jadi orang jahat itu pilihanmu, Tari. Tuhan itu memberi pilihan - mau menjadi orang baik atau menjadi orang jahat. Nantinya tinggal menunggu mau mendapat karma baik atau karma buruk.

Jangan senang dulu Tari. Ditunggu saja karma menjemputmu.
anonim
Daril ini lekaki pecundang. Menambah omongan yang sudah gak benar, dengan bicara bohong.

Memang Daril ini tidak pantas menjadi suami Vira. Hidupnya seperti benalu, juga pengkhianat.

Di kesempatan kehidupan kedua Vira, jangan sampai menjalin hubungan dengan Daril lagi.
A.R
mau bangun usaha kok minta dana sama org lainn,,, gadaikan saja tuhh rmh ibu mu
Anitha
Alhamdulillah akhir bahagia Vira dan Arvin...

Terimakasih kak Nana...semoga sehat selalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Kembali kasih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
fii 🤩
mampir kk
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Makasih, Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Saatnya Vira menanyakan skincare yang hilang.

Yanti langsung tersedak mendengarnya.

Dia mengelak, tidak tahu.

Begitu Vira mau lapor polisi, Tari melarang. Vira tanya kenapa. Salah taruh katanya.

Tari mengelak tidak mengambil. Melarang Vira melihat lemarinya. Tetap kekeh tidak mengambil.

Tari langsung panik ketika Vira mau panggil Ketua RT. Baru mempersilahkan Vira mencari di lemarinya.

Vira nenemukan empat kotak skibcare miliknya.

Tari mengaku itu miliknya.

Ditanya beli di mana, harganya berapa.

Kebohongannya sudah tak ada obatnya ini Tari.
anonim
Tari semakin parah kebohongannya. Ia sekaligus memfitnah Vira.

Tari menolak usulan salah satu ibu-ibu untuk melaporkan ke polisi. Ya jelas menolak. Orang dia berkata bohong.

Baru mendengar sepihak, semoga ibu-ibu itu ada yang bertanya baik-baik pada Vira kebenaran yang sesungguhnya. Benar menurut cerita bohong Tari atau benar Tari bohong 😄.

Es kelapa muda sudah di tangan masing-masing satu.
anonim
Yanti baru memarkirkan motornya di tempat penjual buah. Iya mendengar suara beberapa ibu sedang membicarakan Vira yang sudah tidak perawan lagi.

Bukannya merasa prihatin mendengar sepupunya di gibahin, ini bocah malah punya ide licik.

Waduuuuuh...Tari malah bikin fitnah, mengarang bebas tentang Vira. Berapa laki-laki yang tidur sama Vira, Tari ? Kok bisa ngomong suara laki-lakinya tidak sama. Fitnah yang sungguh amat kejam. Pakai nangis segala untuk meyakinkan kebohongannya.

Ibu-ibu, cari bukti dulu ya. Jangan percaya begitu saja.
anonim
Vira masih mau memberikan kesempatan sekali lagi.

Ucapan terima kasih cuma di bibir. Hatinya tetap busuk.

Naah ketahuan Tari telah mencuri krim siang, krim malam, pelembap, juga serum milik Vira.

Vira tidak sembarangan menuduh Tari yang mencuri. Dia butuh bukti.

Disuruhnya Tari membeli dua es kelapa muda.

Yanti pergi naik motor.

Vira masuk ke kamar Yanti. Ia menemukan barang-barang yang telah raib dari meja rias di kamarnya. Beberapa kotak skincare tersusun rapi di laci paling bawah lemari pakaian.

Vira masih bersabar untuk tidak menuduh Tari. Masih butuh bukti yang tidak bisa dibantah.
mery harwati
Terimakasih karyanya yang sudah menghibur readers yang author 🙏
Sehat selalu untuk author, lancar rejekinya juga 😘🤲
Semangat selalu bikin karya² yang baru 💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Masih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Nah bingung kan Yanti mau tinggal di mana kalau Vira benar-benar mengusirnya.

Ujung-ujungnya Yanti minta diberi kesempatan. Dia bakal belajar masak yang benar.

Di depan Vira memelas pasti wajahnya. Coba nanti di belakangnya Vira. Ngedumel.
anonim
Yanti banyak akalnya untuk bisa menjaga tokonya Vira. Tapi Vira juga bisa mematahkan setiap omongan Yanti yang akal-akalan kekeh menjaga toko biar bisa ngutil uangnya Vira.

Yanti dasar perempuan tidak tahu diri. Setiap masak disengaja tidak enak supaya Vira tidak menyuruhnya masak lagi.

Vira jadi curiga dengan Yanti yang tidak pernah ikut makan. Alasannya sudah makan lebih dulu.

Sukurin gajinya dipotong. Kalau tidak sanggup masak yang benar, berhenti kerja sama Vira. Dan pergi dari rumah Vira.

Sepupu mau enak numpang tanpa bekerja. Maunya jaga toko biar bisa ngutil uang. Itu maunya Yanti.

Vira tidak membiarkan Yanti hidup gratis di rumahnya.
LibraGirls
Selalu suka sama karya author Nana banyak pelajaran tentang kehidpan yg baik bisa di ambil yang tidak baik jagan di ambil ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️😍😍😍😍😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
LibraGirls
Makasih Nana yang selalu menyuguhkan cerita² bagusnya 🤩 sukses selalu menciptkan karya² bagus yang lainya 🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Terima kasih kembali KK 🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Gosip Hartato mau melamar Vira cepat sekali diketahui Ibu-ibu. Di warung tempat paling pas untuk ngerumpi sambil berbelanja.

Mirna langkahnya terhenti ketika mendengar dari dalam warung beberapa ibu sedang mengobrol tentang Hartato yang mau melamar Vira.

Dia mendengar semua pembicaraan ibu-ibu itu. Pikiran liciknya timbul demi kepentingan pribadi.

Mirna mulai beraksi dengan bicara bohong bahkan cenderung memfitnah Vira.

Mirna mengatakan Vira sudah tidak perawan. Itu terjadi sebelum pacaran sama Daril.

Gawat nih Mirna, cari masalah. Perlu di lakban sama Vira nih mulutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!