NovelToon NovelToon
OBSESSION SANG TUAN MUDA

OBSESSION SANG TUAN MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurfazilah Cell

Gadis polos yang dunia nya hancur, saat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua nya, di saat paling rapuh ia jatuh kedalam pelukan pria berkuasa sekaligus pemimpin gelap

Bagis pria itu gadis kecil ini adalah hak mutlak , satu satu nya obsession yang tak pernah ia lepas kapan pun

"Kau milik ku gadis kecil, selama nya semua yang ada padamu itu milik ku tidak akan pernah menjadi milik orang lain, sayang, " ucap nya dengan penuh obsession

Gimana kah cerita nya ,dari pada penasaran kuy baca novel aku 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Obsesif

Aiden terus memeluknya erat, seolah ingin meresap ke dalam satu tubuh dengan gadis itu. Suara hujan yang memukul kaca dan guntur yang sesekali masih menggelegar tak lagi terdengar menakutkan bagi Alesha—sebab di sini, dalam pelukan lelaki itu, hanya ada detak jantung Aiden yang berirama tenang, menjadi penenang sekaligus belenggu yang tak bisa ia lepaskan.

Perlahan, isak tangis Alesha mereda, meski tubuhnya masih sesekali bergetar halus. Aiden menurunkan satu tangannya untuk mengusap punggung kaki Alesha yang masih terbalut gips, gerakannya begitu hati-hati seolah menyentuh kaca yang mudah pecah.

"Sudah tenang?" bisik Aiden, bibirnya menyentuh pelan ujung telinga Alesha.

Alesha mengangguk pelan, wajahnya masih tersembunyi di dada bidang itu. "Iya... Alesha sudah tenang, Kak Aiden..."

"Bagus," ujar Aiden puas, lalu menarik sedikit jarak agar bisa menatap wajah itu kembali. Jari-jarinya menyisir rambut basah oleh air mata ke belakang telinga Alesha. "Ingat apa yang baru saja Aku katakan? Dunia luar itu penuh hal yang bisa melukaimu, menakuti mu. Hanya Aku yang tahu cara menjagamu dengan benar. Hanya Aku yang berhak melihatmu, menyentuhmu, dan memilikimu."

Alesha tak mampu menjawab, hanya menatap manik mata hitam itu yang begitu dalam, seolah seluruh dirinya sudah tersedot masuk ke dalam sana.

"Ulangi," tegas Aiden, tangannya kembali menangkup kedua pipi Alesha. "Katakan padaku: Aku tak butuh dunia lain. Aku hanya butuh Kak Aiden."

Dagu Alesha bergetar, namun tatapan tajam lelaki itu tak memberinya ruang untuk menolak. "Alesha tak butuh dunia lain... Alesha hanya butuh Kak Aiden..."

Aiden tersenyum tipis—senyum yang menyiratkan kemenangan mutlak. Ia mencium kening Alesha lama sekali, seolah menandai bahwa tempat itu sudah menjadi miliknya sepenuhnya.

"Tepat sekali. Karena sejak hari itu, saat kau jatuh ke dalam pelukanku... kau sudah bukan milikmu sendiri lagi, Alesha. Kau adalah milikku. Sepenuhnya."

Ia kemudian mengangkat tubuh mungil itu kembali ke pangkuannya, membiarkan Alesha duduk bersandar nyaman di dadanya. Aiden mengambil selimut lembut dari sisi kursi roda, melilitkannya rapat menutupi tubuh Alesha hingga ke bahu, seolah tak ingin ada sedikit pun udara dingin yang menyentuh kulit gadisnya.

"Malam ini kau tidur di sini," ujar Aiden datar namun tak terbantahkan. "Di sisiku. Takkan ada petir, takkan ada gelap yang bisa menakuti mu lagi. Karena mataku akan tetap terjaga untukmu, meski kau sudah terlelap."

Alesha menatapnya ragu sejenak, namun rasa takut yang masih tersisa membuatnya hanya bisa mengangguk pasrah. "Iya... Alesha akan tidur di sini..."

"Bagus gadisku," bisik Aiden lembut, lalu ia mulai mengusap rambut panjang Alesha dengan gerakan perlahan dan berirama. "Tutup matamu. Istirahatlah. Esok hari... Aku akan memastikan tak ada satu hal pun yang bisa membuatmu menangis lagi. Kecuali jika Aku yang menginginkannya."

Di luar sana badai masih mengamuk, namun di dalam ruangan itu, Aiden telah membangun benteng tak kasat mata yang mengurung Alesha—bukan lagi sekadar di dalam rumah mewah ini, melainkan di dalam hati dan obsesi lelaki itu sendiri. Dan Alesha, perlahan namun pasti, mulai menyadari bahwa pelukan yang ia anggap sebagai perlindungan ternyata adalah sangkar yang paling indah sekaligus tak berdaya untuk ia tinggalkan selamanya.

...........................

Gerakan tangan Aiden di atas rambut Alesha tak pernah berhenti, lembut namun tak terputus, seolah ia sedang merajut kembali setiap bagian dari gadis itu agar menyatu sempurna hanya dengan dirinya. Sesekali ia berhenti sejenak, menangkup wajah kecil itu dengan kedua telapak tangannya, menatap lekat-lekat mata yang mulai sayu itu seolah ingin menelan seluruh pandangan Alesha agar tak ada ruang tersisa untuk hal lain selain dirinya.

"Kau tahu kenapa Aku takkan pernah membiarkanmu pergi?" bisiknya pelan, suaranya serak namun penuh penekanan yang tak bisa dibantah. "Karena hanya Aku yang sanggup mencintaimu sekuat ini—cinta yang tak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu, tak akan membiarkanmu terluka sedikit pun... bahkan oleh dirimu sendiri sekalipun. Dunia di luar sana takkan pernah mengerti betapa berharganya kau. Hanya Aku yang tahu."

Ibu jarinya mengusap pelan sudut mata Alesha yang masih basah, seolah ingin menghapus sisa air mata itu agar tak ada jejak kesedihan yang tertinggal selain yang ia izinkan.

"Jika kau pergi, jika kau mencoba melangkah jauh dari sisiku... maka yang akan kau temukan hanyalah rasa sakit yang jauh lebih menyiksa daripada apa pun yang pernah kau rasakan. Karena tanpa Aku, kau bukan siapa-siapa. Tanpa Aku, kau takkan pernah aman. Kau paham itu, bukan?"

Alesha menelan ludah dengan susah payah, jantungnya berdegup kencang—setengah karena rasa takut, setengah karena rasa aman yang begitu mendalam hingga menyakitkan. Ia mengangguk pelan, tak berani mengalihkan pandangan dari manik mata hitam yang memilikinya sepenuhnya.

"Alesha paham... Tanpa Kak Aiden, Alesha takkan tahu harus ke mana..."

Aiden tersenyum tipis, senyum yang begitu lembut namun menyembunyikan kepemilikan yang mutlak. Ia menarik gadis itu kembali ke dalam pelukan erat, menempelkan telinga Alesha tepat di atas dadanya agar ia bisa mendengar detak jantung lelaki itu yang berirama hanya untuknya.

"Maka jangan pernah coba-coba mencari tahu," ucapnya tegas namun pelan. "Karena sejak detik ini, kau takkan pernah perlu tahu rasanya kesepian, takut, atau kehilangan... asalkan kau tetap di sini, di bawah pengawasan dan perlindunganku. Kau adalah milikku, Alesha. Milikku seorang. Dan Aku akan menjagamu, mengatur mu, bahkan memilikimu sedemikian rupa hingga kau takkan pernah sanggup lagi membayangkan hidup tanpa Aku."

Ia merapatkan selimut lebih erat lagi ke tubuh Alesha, memastikan tak ada celah sedikit pun, seolah ingin menyatu dan melindungi sekaligus mengurungnya dalam satu waktu.

"Tidurlah, gadis kesayanganku. Biarkan mimpimu pun hanya tentang Aku. Dan saat kau terbangun nanti... hal pertama yang kau lihat adalah Aku, hal pertama yang kau ingat adalah Aku. Karena seluruh duniamu sekarang... adalah Aku."

Perlahan napas Alesha menjadi teratur, lelap menyelimutinya bukan hanya karena kelelahan, tapi karena ia sadar—ia telah sepenuhnya menyerahkan kendali atas hidupnya kepada lelaki yang mencintainya dengan cara yang paling gelap, paling obsesif, namun juga paling tak tergoyahkan. Aiden tetap terjaga sepanjang malam, memandangi wajah tenang itu dengan tatapan yang penuh kepemilikan, berjanji pada dirinya sendiri bahwa tak ada satu pun makhluk atau keadaan yang akan mampu merenggut gadis itu darinya—bahkan takdir sekalipun.

...........................

Di pertengahan malam, Aiden tidak kunjung tertidur iya terus melihat wajah gadis kecil nya yang begitu tertidur pulas sambil memeluk nya, iya mencium kening dan kedua pipi Alesha berulang kali, iya begitu suka dengan pipi Alesha sangat mengemaskan iya jadi teringat dengan Mama nya

"Mama lihat lah gadis manis nya Aiden, gadis ku sangat mirip dengan mu ma, mata nya bulat pipi bulat dan bibir yang kecil , cengeng dan sedikit keras kepala , Aiden suka banget sama gadis kecil ku ini Ma, apa Mama suka sama pilihan Aiden.

Bersambung

Author :kalian penasaran gak siapa mama nya Aiden, kok bisa sih anak nya si jahat dan se obsesi ini, ini Author perjelas nya bab bab berikut nya sudah mulai masuk ke dunia orang laik oke akan banyak nih muncul tokoh tokoh baru, nanti mimin akan sepil foto Alesha dan Aiden, tapi dalam versi manusia nya soal nya Author belum edit yang versi manhwa kayak gitu , mimin harap kalian gak bosan baca cerita mimin, udah di sini saja nya informasi nya bay 🤗

Thank you yang sudah baca cerita oyen 😚

1
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Nurfazilah Cell: siap 👍
total 1 replies
🦊 Ara Aurora 🦊
Gue jadi keingat dulu pas gue kecil dulu ayahku pasti jarang pulang gimana mau pulang eh jauh sekali tempat kerjanya yah maklumlah namanya juga cari nafkah ayah ku 😅 sorry yah gue nggak tahu mau komen apa nih
Nurfazilah Cell: iya gak papa kak 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!