Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?
Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan Baru Arum
Hari ini Ammar dan keluarga kecilnya menjalani hari dengan aktivitas biasanya. Pagi itu sebelum berangkat ke kantor dan mengantar anak-anak ke sekolah, mereka sarapan dengan makanan lezat yang dimasak Arum.
" Maa syaa Allah yummy." Puji Hanna.
" Enak banget Umma nasi gorengnya." Salman menimpali.
" Itukan cuma nasi goreng sama telor ceplok doang sayang." Kata Arum sambil juga terus melahap sarapannya.
" Apapun itu, masakan Umma is the best pokoknya." ujar Rayhan tak mau kalah. Dan terus mengunyah nasi goreng itu.
" Kamu sibuk apa Dik hari ini?" tanya Ammar yang duduk di sebelah Arum.
" Gak ngapa-ngapain mas, bosen juga di rumah, hari ini juga gak ada jadwal kajian." jawab Arum.
" Kamu ke toko ya, beberapa bulan ini kok pendapatan toko menurun, coba kamu cek ke sana seperti apa, lihat-lihat aja, sambil ngecek kalau ada yang gak sesuai kabari aku." pinta Ammar.
" Baik Mas," Arum menyanggupi. Setelah mereka selesai makan, Arum ikut bersiap berangkat.
" Kita naik mobil saja ya, nanti Hanna biar aku yang jemput sekalian jemput kamu juga Dik." Kata Ammar. Merekapun masuk mobil dan berangkat ke sekolah duluan, setelah itu mengantar Arum ke toko Herbal Ammar. Sesampainya di toko, Ammar dan Arum masuk ke toko yang baru buka itu, ada dua pegawai yang bersih-bersih.
" Assalamualaikum." ucap Ammar dan Arum yang masuk ke toko.
" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh, Pak, wah Ibu juga datang." jawab Aini seraya menyapa mereka.
" Iya ini Ummanya anak-anak bosen di rumah, pengen nyari kesibukkan, saya ajak aja kemari, biar bisa bantu kalian." kata Ammar.
" Kenalin ini Aini sepupu aku, dia bagian stok di sini, kalau ada barang datang dia yang ngecek, dan ini Sinta selain melayani pembeli, di juga kasir. Nanti kamu bantuin duduk di kasir ya, kalau ada pertanyaan tanya aja sama Aini dan Sinta." pesan Ammar.
" Baik bos." ucap Arum sambil tersenyum mengerti.
" Okelah aku tinggal dulu ke kantor, nanti aku jemput. Assalamualaikum." pamit Ammar.
" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh." jawab mereka.
" Ini gimana cara kerjannya jadi kasir?" Tanya Arum.
" Ini Bu, kalau ada yang beli scan barcode nya di sini, kalau gak bisa di ketik kodenya di kolom ini, kalau ada diskon, dipotong diskon, kalau sudah ditotal klik di sini." Sinta menjelaskan.
" Oh iya, terimakasih ya." kata Arum.
" Sama-sama," Jawab Sinta.
" Eh iya pumpung masih pagi ini, aku boleh lihat catatan penjualan gak, atau semua pembukuannya?" tanya Arum.
" I...iya boleh." jawab Sinta ragu. Dia segera mengambil beberapa buku besar dari laci meja dan menyerahkannya kepada Arum.
" Ini Bu." kata Sinta sambil menyerahkan buku-buku itu.
" Baik, terimakasih saya pinjam dulu." Ucap Arum sambil melihat-lihat buku itu. Dan ada pembeli datang. Sinta segera melayani pembeli itu, sementara Aini masih mengecek madu yang kemarin datang. Setelah pembeli itu mendapat apa yang dibutuhkan ia segera menuju meja kasir.
" Assalamualaikum Ibu, ada tambahan apalagi?" Sapa Arum ramah.
" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh. Sudah itu aja Mba." Jawab ibu itu.
" Ini Madu multiflora 1kg, kapsul Habbatussauda, serbuk jahe, mau sekalian kurma Sukkari ya ibu? Pumpung lagi promo ini, biasanya sekilo 70ribu, ini sekilo 60ribu saja." Arum mencoba merayu ibu itu.
" Baiklah sekilo aja." Ibu itu berhasil dirayu Arum.
" Alhamdulillah, baik, Mba Sinta tolong diambilkan Sukkari 1kg ya." Pinta Arum kepada Sinta.
" Baik Bu." Sinta segera melaksanakan apa yang Arum perintahkan.
" Jadi totalnya 265ribu Bu." Ucap Arum kepada ibu pembeli itu.
" Ini Mba, Mbak karyawan baru ya? Saya sering ke sini tapi baru kali ini lihat Mba." kata ibu itu sambil menyerahkan uangnya.
" Iya Bu. Bisa dibilang begitu, ini kembalian dan notanya, ini belanjaannya. Terimakasih, baarokallahu fiikum." jawab Arum sambil menyerahkan belanjaan.
" Bukan Bu, ini istrinya Bos saya, nyonya Bos maksudnya." Kata Sinta buru-buru sebelum ibu itu pergi.
" Oh, pantesan luwes banget jualannya, saya pamit dulu ya. Assalamualaikum." kata ibu itu sambil keluar meninggalkan toko itu.
" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Sinta dan Arum.
" Bu, saya izin ke toilet dulu ya, tiba-tiba perut saya mules." Kata Sinta sambil memegangi perutnya.
" Iya iya, nanti kalau ada pembeli biar saya layani aja." kata Arum dengan santai sambil terus melihat-lihat pembukuan toko. Dia menjumlahkan antara barang masuk dan keluar kenapa tidak cocok di beberapa jenis barang, dan ini rata-rata barang mahal, seperti saffron, kurma ajwa, dan sebagainya.
Diam-diam Arum membuka lemari loker, yang ada di sebelah mejanya, ada dua tas, yang satu milik Sinta, yang satu milik Aini. Salah satu tas itu adalah tas ransel, tanpa sepengetahuan Aini dan Sinta, Arum membuka tas itu dan Arum kaget ketika melihat isinya ada beberapa botol saffron dan dua box kurma ajwa ukuran 500g. Kemudian Arum segera menutup tas itu kembali, dia menunggu mungkin ada salah satu dari karyawan itu yang memang membeli dari tokonya, dan memang belum bilang.
Ada pembeli masuk toko, Aini yang sudah selesai mengecek dan melabeli barang di belakang segera ke depan untuk membantu Arum.
" Ada yang bisa saya bantu Mbak?" Tanya Arum pada Mbak-mbak mahasiswa yang masuk ke toko.
" Mau nyari sabun Bidara." Jawab Mbak itu. Aini segera menunjukkan beberapa merk sabun Bidara.
" Yang ini aja Mba." kata mbak pembeli setelah memilih salah satu merk sabun.
" Yang ini bisa buat jerawat ya?" tanya Mbak pembeli.
" In syaa Allah bisa Mba, apalagi ditambah oles pake minyak zaitun, selain jerawat kabur, jadi awet muda mbaknya, tentu saja dengan izin Allah pastinya." ucap Arum kembali mempromosikan dagangan yang lain.
" Baiklah minyak zaitunnya yang kecil satu." Mbaknya setuju. Aini segera mengambilkan minyak zaitun.
" Totalnya tiga puluh lima ribu ya Mbak " kata Arum selesai menotal belanjaannya.
" Ini uangnya." kata mbak pembeli.
" Tapi harus sabar ya, kan bahan alami gak bisa instant kayak krim-krim kimia." pesan Arum.
" Oh iya mba." Kata Mbak pembeli itu mengerti, dan meninggalkan toko itu. Bersamaan dengan itu mobil Ammar tiba, dan parkir di depan toko. Ammar dan Hanna pun turun dari mobil dan segera masuk ke toko.
" Assalamualaikum." Sapa Ammar dan Hanna, Hanna pun segera berlari memeluk Arum.
" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab Arum sambil memeluk gadis kecilnya itu.
" Sholihanya Umma sudah pulang nak. Gimana sekolahnya?" tanya Arum pada Hanna sambil menciumi pipi anak manis itu.
" Senang sih di sekolah, tapi laper." jawab Hanna sambil manyun. Arum terheran karena di sekolah pasti sudah makan siang. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke Ammar yang melihat-lihat barang di rak display.
" Mas sudah makan siang?" tanya Arum.
" Sudah, kamu belum kan?" tanya Ammar balik, seakan paham istrinya sedang lapar.
" Iya, aku lapar, temani aku makan yuk, di sebelah kan ada kedai ayam goreng." ajak Arum.
" Iya, yuk." jawab Ammar.
" Kalian mau dibawain apa?" tanya Arum pada Sinta dan Aini.
" Ndak usah Bu, kami sudah bawa bekal, nanti makan dan sholat bergantian. Jawab Aini.
" Oh baiklah, kami tinggal dulu ya." pamit Arum, dan berjalan bersama Ammar dan Hanna ke kedai ayam goreng di sebelah toko mereka.
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
bisa berbagi....
sukses
semangat
mksh
mantap