NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Namun suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan bahkan anak dari wanita lain.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Raka

"Mas Raka, Sayang."

Raka tersentak ketika seseorang masuk ke kamarnya sambil memanggilnya dengan sapaan yang begitu akrab. Ia segera menoleh. Matanya terbelalak, jantungnya berdegup kencang saat mendapati Vanessa berdiri di ambang pintu. Wanita itu bahkan menutup pintu dan menguncinya, membuat kecemasan di wajah Raka semakin jelas dan tak bisa disembunyikan.

Buru-buru ia memakai bajunya lalu menghampiri Vanessa.

"Vanessa apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika ada yang melihat?" bisik Raka dengan nada panik.

Tatapannya beberapa kali beralih ke arah pintu, seolah khawatir seseorang akan datang sewaktu-waktu.

Vanessa justru tersenyum santai. Ia melangkah mendekat, lalu merangkul leher Raka dengan manja. "Tenang saja. Gak ada orang di rumah ini kecuali kita."

Sikap santainya bertolak belakang dengan kegelisahan Raka. Wanita itu tampak begitu yakin bahwa tidak akan ada seorang pun yang memergoki mereka.

"Hufff." Raka menghembuskan napas, mencoba meredam kekhawatiran yang sedang menguasai dirinya. "Kamu bukannya tadi sudah pergi?" tanya Raka.

"Aku mau kamu. Jadi aku kembali," jawab Vanessa dengan suaranya yang manja dan menatap Raka penuh arti.

"Kamu ini selalu saja bisa mengejutkan aku." Raka mengusap bibir Vanessa lantas menghembuskan napas panjang.

Di sisi lain Raka ingin segera mengusir Vanessa demi menghindari masalah, tetapi di sisi lain ia tidak mampu menyembunyikan perasaan yang selama ini ia rasakan pada wanita itu. Bahkan demi Vanessa, Raka membuat Luna menderita selama ini.

"Tapi bagaimana kalau mereka tiba-tiba datang?" ucap Raka masih sedikit cemas.

Vanessa mengangkat kecil kedua bahunya. "Kalau begitu ayo lakukan dengan cepat."

Raka tersenyum sinis, tangannya mencengkeram leher Vanessa, memaksanya mendongak untuk melihatnya.

Bukannya takut dan merasakan sakit, Vanessa justru tersenyum senang.

"Aku merindukanmu," ucap Vanessa.

Ucapan itu membuat Raka tersenyum tipis. Meksipun masih dihantui rasa was-was, ia menyerah pada keinginannya sendiri.

"Nakal," ucap Raka sambil menggeleng pelan.

Raka menjauhkan tangannya lalu menekan pinggang Vanessa semakin dekat ke tubuhnya. Jarak di antara mereka perlahan menghilang. Semua kekhawatiran yang sejak tadi memenuhi pikiran Raka seakan menguap, tergantikan oleh keinginan akan tubuh Vanessa.

Raka lantas menggendong tubuh Vanessa, membawanya ke tempat tidur lantas mengurung tubuh Vanessa di bawahnya.

"Kamu selalu membuatku hilang akal," ucap Raka.

"Aku merasa senang dengan hal itu," balas Vanessa penuh dengan rasa bangga.

Hasrat sudah menguasai keduanya membuat mereka tidak berpikir apa pun selain menuntaskannya.

Raka mulai melucuti pakaiannya juga pakaian Vanessa hingga tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh keduanya.

"Ahh!" Desahan Vanessa keluar bersama dengan tubuhnya yang menyatu dengan Raka.

Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya sebagi penanda kepuasan yang mereka dapatkan dari aktivitas panas itu.

Raka begitu memanjakan Vanessa dengan sentuhannya seakan lupa dengan statusnya sebagai suami Luna.

Di luar kamar, rumah terasa begitu sunyi. Hanya detak jam dinding yang terdengar samar, seolah menjadi saksi bisu rahasia yang tak boleh diketahui oleh siapa pun.

Entah berapa mereka bercinta, hingga rasa lelah membuat mereka harus mengakhiri semuanya. Tubuh Raka ambruk di atas tubuh Vanessa.

Sesaat mereka masih dalam posisi yang sama. Keduanya berlomba meraup udara, mengisi pasokan oksigen ke dalam paru-paru mereka.

"Terima kasih, kamu selalu membuatku puas," ucap Raka. Ia lalu berpindah ke samping Vanessa, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Vanessa yang sama-sama polos.

Sementara Vanessa mendekat ke tubuh Raka, menyandarkan kepalanya di dada Raka.

"Aku gak bisa membayangkan, bagaimana reaksi Luna saat tahu suaminya bercinta dengan wanita lain di tempat tidurnya," ucap Vanessa. Ekspresinya begitu senang.

Kalimat itu membuat wajah Raka kembali menegang. Rasa puas yang sempat muncul seketika berubah menjadi kegelisahan.

"Lain kali jangan seperti ini," ucap Raka sambil mengusap wajahnya. "Resikonya terlalu besar."

Vanessa mendongak, menatap Raka tidak suka. "Kamu takut Luna tahu dan dia meninggalkanmu," ucap Vanessa sarkas.

Raka menjepit dagu Vanessa dengan jarinya, meminta wanita itu untuk melihat ke arahnya.

"Kamu tahu alasan aku bertahan dengan Luna," ucap Raka. "Jika aku menolak dan meninggalkan Luna begitu saja, kita akan berakhir di jalanan."

Vanessa menjauhkan tangan Raka dari wajahnya. "Mana aku tahu. Mungkin saja kamu sudah mulai mencitainya. Buktinya kamu tadi cium keningnya."

"Cemburu?"

"Menurutmu?"

Raka terkekeh pelan lantas mencium punggung tangan Vanessa dengan begitu lembut.

"Aku meninggalkan dia pada saat malam pertama kami demi menghabiskan malam bersamamu, berpura-pura impoten agar aku punya alasan untuk gak menyentuhnya, memindahkan dia ke sini agar kamu bisa menempati rumah yang seharusnya jadi miliknya, juga adanya Ciara, bukti cinta kita. Apa kamu masih belum percaya?"

Vanessa tersenyum senang dengan semua yang sudah Raka lakukan untuknya. "Aku tahu, kamu sudah memberikan segalanya untukku." Vanessa berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Tapi, ada satu hal yang belum."

Kening Raka mengernyit. "Kurang apa, mm?"

"Status."

Senyum Vanessa memudarkan, tergantikan oleh tatapan penuh ambisi. "Semua orang tahu jika Luna adalah istrimu, menantu keluarga Mahendra, ayahmu juga begitu memanjakannya," ucap Vanessa. "Sedangkan aku dan Ciara seperti aib yang harus disembunyikan."

Susana kamar tiba-tiba sunyi.

"Bagaimana jika aku mencoba untuk mendekati ayahmu. Jika dia suka padaku, pasti gak masalah jika kamu meninggalkan Luna dan kita bisa umumkan hubungan kita."

Raka terdiam sambil mempertimbangkan ucapan Vanessa. Menurutnya usulan Vanessa terlalu beresiko. Ia mengenal betul sosok sang ayah. Bara adalah pria yang tak mudah untuk didekati, tak mudah untuk menerima orang lain. Namun, benaknya dipenuhi kemungkinan. Apalagi dengan keberadaan Ciara, darah keluarga Mahendra mengalir dalam darah anak itu.

"Baiklah, tapi pelan-pelan dan jangan dulu beritahu papa tentang Ciara atau dia gak akan mengampuni kita," pesan Raka.

Vanessa mengangguk dengan senyum yang merekah. "Aku paham."

"Sekarang lebih baik kamu pulang. Kita gak tahu kapan Luna dan yang lainnya akan kembali," ucap Raka. "Aku gak mau mereka sampai mencurigai kita."

"Baiklah, Sayang." Vanessa mengecup bibir Raka. "Aku pulang ya."

Raka mengangguk lantas mengambil ponselnya yang ada di meja nakas. "Aku sudah transfer 50 juta. Beli apa pun yang kamu dan Ciara mau."

"Terima kasih, Sayang. Kamu memang yang terbaik."

Vanessa lantas kembali memakai pakaiannya, pergi sebelum semua orang datang.

Sementara Raka berdiri di dekat jendela kamar dengan bertelanjang dada. Di tangannya terselip satu batang ber nikotin yang masih menyala. Ia tetap berdiri di sana, memastikan Vanessa pergi tanpa ada orang yang melihatnya.

Senyum puas muncul di bibirnya melihat Vanessa sudah masuk ke taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya. Sejujurnya Raka merasa kasihan pada Vanessa harus sembunyi-sembunyi saat ingin menemuinya.

Raka begitu mencintai Vanessa, tetapi tak bisa menikahinya lantaran terhalang restu dari Imelda. Sampai ia harus menjalin hubungan gelap dengan wanita itu bahkan sampai memiliki anak.

"Maafkan aku, Luna, mama. Aku gak punya pilihan lain. Aku begitu mencintai Vanessa."

Raka masih berdiri di tempat yang sama untuk menghabiskan sisa rokoknya. Ia diam sambil memikirkan sesuatu. Saat ini ada satu hal yang membuat Raka berpikir keras.

Tatapan kosong Raka seakan menembus kaca jendela. Dalam hati, ia mulai bertanya-tanya. Apa yang membuat ayah dan ibunya begitu menyayangi Luna sampai memaksa untuk mau menikahinya. Bukan hanya itu, kedua orang tuanya bahkan mengancam, jika dirinya sampai meninggalkan Luna, maka namanya akan dibuang dari keluarga Mahendra.

Saat sedang menikmati sisa rokoknya, suara mesin mobil mengejutkannya. Luna pulang.

Raka menjauh dari jendela, mematikan rokok dan segera membereskan kekacauan yang ia ciptakan bersama Vanessa.

"Shit!"

Raka mengumpat saat jejak pergulatan panasnya dengan Vanessa berceceran di seprei.

1
partini
good story
ig: Marica_Author: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
melihat seperti itu masa luna ga ngehh kalau mereka ada something
emmmm kaya ga deh vanes ga jadi malu secara Raka mana mau lihat orang tersayang tersakiti
MamDeyh: Luna Luna masih aja bodoh dan naif..
total 1 replies
partini
paling lihat di hotel atau temen ehem lainnya,,ada drama live streaming ga Thor secara ini alur cerita kan hote hote
ig: Marica_Author: gak lah, gerah sendiri ntar🤭
total 1 replies
say't
aq jd luna raka bisa bersenang2 dngn jalangx aq jg bs brsenang2 dngn ayahx raka.hayo mana yg lbh sakit hati nantix hayo 🤣
say't
pst smbil mmbayangkan luna nih 🤣
say't
wow 😍 bara yg sll mmbuat bara dihati luna 🤣 kalo aq jd luna aq lngsung cerai n sm barax ja 🤭 persetan dngn omongan netizen yg penting aq dpt yg lbh matang mahal dari anak tirix
say't: butul butul butul
total 3 replies
partini
papah mertuahhhh ga ada flashback ini Thor ,,pasti ada something kan
ig: Marica_Author: ada dong
total 1 replies
MamDeyh
Nah bagus Luna udah mulai pinter
partini
mau di permalukan Ampe darah" toh serem juga si gundik ini
OMG kalau terjadi she so dammm sad man
MamDeyh
Jgn kelamaan bodoh nya ya Luna.. Emak online gregetan
MamDeyh
Wadidawwwww
partini
jadi ini karya nada Thor ,,aku baca kaya gini ceritanya tapi udah di hapus udah pulang si Luna ke rumah nanti Raka pulang juga ada lingerie warna merah nanti di kasih ke Luna padahal bekas
ig: Marica_Author: Terima kasih sudah mampir Kak😍
total 6 replies
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Wahhh Luna kamu melihat adegan 21+++ yaaaa/Tongue/
MamDeyh
Lanjuuut Kakkk
MamDeyh
Wahduuuuh siapa yg nyolong itu 🤔
ig: Marica_Author: siapa ya🤔
total 1 replies
Indriani Kartini
cepet atuh ketauan kesel bngt, Luna juga knpa ga ada rasa curiga bngt, dah dua taun juga rumahntangga
MamDeyh
Pleaseee kak jgn kelamaan bikin Luna teraniaya
ig: Marica_Author: Sabar ya kak🤭🤭🤭🤭. Aku pun tak sabar up bab baru lagi. Tak tamatin dulu yang satu itu.
total 1 replies
MamDeyh
Naaaahhh/Panic/
MamDeyh
Luna jgn klemar klemer kek jd istri😒
MamDeyh: Aku setiaaaa menunggu kakaaa
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!