NovelToon NovelToon
Can I Stay? | By Shea

Can I Stay? | By Shea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Cintapertama / Ketos
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Shea Alicia

Michelle kembali ke Indonesia setelah enam tahun menetap di luar negeri untuk menemui calon tunangannya, Alvin. Namun, ia tak pernah menyangka bahwa begitu banyak hal telah berubah, termasuk pria yang pernah berjanji akan menunggunya. Waktu dan jarak telah mengubah Alvin hingga Michelle merasa tak lagi mengenali sosok yang dulu begitu dicintainya.

Kenyataan yang paling menghancurkan hatinya adalah Alvin kini telah memiliki seorang kekasih yang begitu dicintai. Tempat yang dulu menjadi milik Michelle, kini telah diisi oleh orang lain.

Benarkah waktu mampu menghapus cinta yang pernah begitu dalam? Ataukah masih ada secercah rasa yang tersisa di hati Alvin untuk Michelle? Saat takdir kembali mempertemukan mereka, apakah mereka akan menemukan jalan pulang... atau justru menyadari bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan untuk menjadi kenangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Alicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

​Devis menghela napas, lalu duduk tegak. Satu sudut bibir cowok itu tertarik membentuk senyum licik.

​"Gue tau cara ngacauin salah satu anggota penting Ironclad," ujar cowok itu.

​"Gimana lagi? Kalau lo pakek cara lama, emang nggak basi? Entar beneran kepincut kayak yang dulu, mampus lo!" komentar Reo.

​"Yang sekarang beda lah, nggak bakal gue kepincut," jawab Devis.

​"Emang yang dulu gimana kok lo bisa ketarik beneran?" tanya Reo memancing.

​Devis melirik cowok itu. "Lo kalau mau ngajak ribut ngomong aja Ray, gue ladenin sekarang. Tapi jangan ngajak bahas cewek itu lagi, udah punyanya si boss. Pawangnya makin banyak makin serem."

​Reo tertawa. "Dipawangin Bintang sama Alvin aja udah serem, ketambah Raka pula. Heran banget gue, pengen ketemu sama itu cewek, kayak gimana sih dia?"

​"Sini ribut dulu sama gue," sahut Raka datar yang membuat tawa Reo semakin meledak.

​Devis memutar bola mata jengah, lalu menoleh saat Raka menepuk pundaknya.

​"Siapa target lo kali ini?" tanya Raka serius, tawa Reo langsung terhenti.

​Devis kembali menarik ujung bibirnya, ia yakin rencananya yang kali ini tidak akan gagal.

​"Alvin."

​.

.

.

.

.

​"Lo beneran masuk BK, Le?" tanya Damian langsung pada Alvin begitu cowok berjaket cokelat itu sudah tidak mengobrol lewat telpon lagi.

​Pelatih futsal mencari Alvin karena tidak datang padahal latihan sudah dimulai, dan Alvin harus memberi alasan. Padahal alasannya hanya satu, sedang malas.

​"Iya."

​Uhuk!

​Bryan yang sedang minum es capucino kesukaannya langsung tersedak mendengar jawaban santai dari teman gengnya itu.

​"Lo yang bener, Le? Cowok kayak lo bisa masuk BK juga?" tanya Bryan tidak percaya.

​Kening Damian berkerut. "Emang cowok kayak gimana yang boleh masuk BK?"

​"Kayak lo!" sahut seseorang yang baru masuk dengan dua temannya. "Perusuh sekolah!"

​"Sekate-kate lo lif!" protes Damian pada Daniel sambil melempar kacang goreng pada cowok itu, tapi malah hampir terkena Bisma yang datang bersama Daniel dan Bintang.

​"Bikin kotor aja lo! Bersihin entar keburu Elang dateng!"

​Damian mencibir, cowok itu duduk di sebelah Daniel. Kalau di Ironclad, Daniel dan Damian sudah seperti Upin Ipin, tapi bisa juga menjadi Tom dan Jerry. Sampai teman-temannya pusing sendiri melihat mereka gaduh, padahal sudah kelas XI SMA.

​"Ada masalah, Le?"

​Alvin yang merasakan tepukan pada bahu kanannya lantas menoleh, Bintang baru duduk di sebelah cowok itu.

​Bintang adalah salah satu anggota Ironclad yang paling akrab dengannya, bukan berarti Alvin tidak akrab dengan yang lain. Tapi dengan Alvin yang lebih banyak diam, dia tidak bisa mendapat teman dengan cepat di lingkungan baru.

​Beruntungnya Alvin bertemu Bintang saat cowok itu baru bergabung dengan Ironclad beberapa bulan lalu, mereka sudah saling mengenal walau sebatas bertemu saat pertandingan futsal.

​"Cuma lagi capek aja," jawab Alvin apa adanya, ia memang merasa lelah dan ingin bolos latihan.

​Bintang mengangguk, jawaban Alvin menandakan cowok itu tidak ingin membahas masalahnya sekarang.

​"Lo kepilih jadi perwakilan futsal SMA PB di pertandingan bulan depan, kan?" tanya Bintang, mengalihkan topik.

​Alvin mengangguk. "Tau dari mana lo?"

​"Biasa," jawab Bintang. "Gimana itu bocah di sekolah, masih suka bikin masalah sama Kakak kelas nggak?" tanyanya, lalu tertawa singkat.

​Alvin menarik ujung bibirnya. "Sekarang mangsanya seangkatan, gue aja kena," jawabnya.

​"Lo kena?" tanya Bintang.

​Alvin mengangguk. "Gue tadi ribut di kelas, Kayla tiba-tiba dateng. Padahal kelas IPS sama IPA beda koridor, kuat banget feeling dia kalau masalah ribut."

​Bintang tertawa. "Serem juga ya Adek gue," ujar cowok itu. "Tumbenan, berantem sama siapa lo di kelas? Biasanya juga ada apa-apa bakal lo diemin. Lo kalau lagi pakek almamater sekolah sama pakek jaket Ironclad udah kayak powerangers aja, berubah."

​Alvin terdiam, perubahan pada ekspresi di wajahnya sangat ketara. Bintang yang melihat itu lantas menaikkan sebelah alisnya, pasti masalah ini yang sejak tadi cowok itu pikirkan. Jika seperti ini maka ada dua kemungkinan, Alvin akan tetap bungkam, atau mengatakannya pada Bintang.

​Mungkin hanya pada Bintang, seperti biasanya.

​"Devis."

​Kening Bintang berkerut begitu mendengar Alvin mengucapkan nama itu, entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesal. Apa pun yang menyangkut geng lawan memang selalu membuat kesal, tapi untuk kasus Devis ini berbeda.

​"Kenapa lagi dia? Bikin masalah apa sama lo? Nggak ada kapok-kapoknya ya itu bocah, harusnya waktu itu gue habisin aja dia. Gedek banget gue denger kabar dia deketin Hara."

​Alvin menoleh. "Sama."

​"Sama?"

​Alvin diam, memikirkan kembali apa yang ia katakan tadi. Sementara Bintang mengerut curiga.

​"Apanya yang sama?"

​Kasusnya, batin Alvin. Dulu Bintang pernah menghajar Devis habis-habisan saat Jaguar dan Ironclad bertemu di lapangan. Bintang sangat murka saat mendengar cerita dan menyaksikan langsung salah satu anggota geng musuhnya mendekati saudaranya. Kalau saat itu Elang dan Bryan tidak menahannya, mungkin Devis sudah tinggal nama.

​Saat itu Alvin belum bergabung dengan Ironclad, ia hanya mendengar kabar dari beberapa temannya yang sudah bergabung. Apalagi Devis bolos seminggu setelah kejadian itu, lukanya pasti tidak main-main.

​Tapi yang dipikirkan Alvin sekarang, apa yang Bintang rasakan dan pikirkan saat cowok itu menghajar Devis? ​Apa seperti yang terjadi pada Alvin tadi saat ia tidak bisa mengendalikan diri untuk menghajar cowok brengsek itu?

1
Alzen
typo lagi yang
Alzen: ini aja po dulu 2 tahun 😓
total 3 replies
Alzen
cepat updateee
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: iyaaaaa
total 1 replies
Alzen
ceroboh banget/Shame/
Alzen
padahal yang kemarin juga bagus novelnya
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: eh iyaa 😓
total 3 replies
🥑⃟Hati Yang Kau Sakiti●⑅⃝ᷟ◌ͩ
selamat berkarya 🙏
Baby
Devis aja /Grin//Grin/
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: 2in /Bye-Bye/
total 1 replies
Baby
jadi Michelle kasian, jadi Alvin kasian, jadi Nara kasian, jadi pembaca sekarat /Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!