Warning!!!
21+
(DALAM TAHAP REVISI)
Sarah Fergueson, gadis berusia 16 tahun itu tak terkejut melihat tamu di rumah nya, Devano Lake, seorang pria berusia 25 tahun, sahabat sekaligus rekan kerja kakak nya itu memang sering bertamu kesana, namun apa jadi nya jika kedatangan Devano kali ini malah akan merubah hidup Sarah.
"Aku dan Sarah telah lama menjalin kasih, kami bahkan sudah bercinta, aku ingin menikahi nya sebelum dia hamil dan akan mempemalukan kalian"
Sarah hanya membuka mulut nya lebar dengan mata yg melotot sempurna, ibunya terkena serangan jantung, ayahnya begitu shock dan kakak nya sangat marah.
"Itu tidak mungkin" seru sang Kakak sembari bersiap memukul Devano, namun Devano segera menunjukan chat antara dirinya dan Sarah yg memang sangat romantis selama tiga bulan terakhir.
Devano melirik Sarah yg masih terkejut sambil ia berseringai bak iblis dan menatap Sarah penuh kemenangan. Sementara Sarah hanya bisa menyesali tindakan bodoh nya yg mengikuti tantangan sahabat nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
"Sarah baik baik aja, Ma. Devano juga berlaku baik" ucap Sarah sembari memilih eyeliner yg akan dia pakai, sementara layar ponsel nya menampilkan wajah sang ibu. Mereka melakukan video call karena untuk pertama kalinya Sarah pergi ke pesta dengan berdandan sendiri. Biasanya ibu nya yg selalu mendandani Sarah atau ibunya membawa Sarah ke salon karena Sarah tidak bisa menggunakan make up dengan benar. Namun kali ini mau tak mau Sarah harus bisa dandan sendiri karena tak ada waktu ke salon dan Mama nya pun sedang ada di luar kota.
"Tarik sedikit ekor mata mu itu saat menggunakan eyeliner... Ya.. Ya seperti itu, jangan terlalu di tekan, Sarah"
"Santai saja, ya...seperti itu. Eyeliner itu seperti kuas dan mata mu itu seperti kanvas, jadi engga usah terlalu di tekan. Kamu engga lagi mengukir kayu, bocah"
"Haha haha..."
Sarah tak bisa menahan tawa nya ketika melihat mama nya yg tampak kesal, karena sejak tadi Sarah kesulitan memakai alat make up paling penting itu.
"Seharusnya kamu minta Devano supaya nganterin kamu ke salon" seru sang Mama lagi. Sarah sedih sebenarnya karena kedua orang tuanya mengira Sarah dan Devano saling mencintai, dan Sarah memang harus menunjukan seperti itu supaya kedua orang tuanya tak mengkhawatirkan nya.
"Dia sibuk, Ma. Sarah engga mau ngerepotin" ucap Sarah "Nah, selesai. Cantik kan?" Sarah mendekatkan ponsel nya ke mata nya yg terpejam untuk memperlihatkan hasil make up nya pada mama nya, namun tiba tiba ia merasakan sebuah sentuhan hangat yg membuat Sarah langsung membuka mata lebar lebar.
"Beautiful, as always" gumam Devano yg entah sejak kapan sudah ada dikamar. Sarah hanya bisa menganga terkejut "Tante, sudah dulu ya video call nya, seperti nya Sarah sudah terlambat" ucap Devano pada ibu mertua nya.
"Ya, titip Sarah ya, Dev"
"Pasti aku jaga istri ku, Tante" jawab Devano dan tanpa sungkan langsung mengecup pipi Sarah membuat Sarah menatap marah padanya.
Kemudian Devano memutuskan sambungan telpon nya dan meletakkan ponsel Sarah di atas meja rias. Kini ia memandangi Sarah seolah ia sedang menilai istrinya itu.
"Kenapa engga bilang kalau kamu engga bisa dandan? Aku bisa panggil orang..."
"Engga usah, makasih" ketus Sarah kemudian beranjak dari meja rias nya. Mengambil gaun nya dan pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian, tak lama kemudian ia keluar dengan penampilan yg membuat Devano tak bisa mengalihkan pandangan nya.
Sarah mengenakan gaun berwarna grey berbahan sutera yg memiliki tali kecil di kedua pundak nya dengan belahan dada berbentuk V yg tentu saja saja akan memperlihatkan belahan dada Sarah. Panjang gaun itu hanya di atas lutut dan bawah nY sedikit lebar, dan yg pasti akan membuat pria akan menikmati kali jenjang Sarah.
"Astaga, Little girl. Ganti gaun mu..." perintah Devano, namun Sarah seolah tak memperdulikannya dan ia malah mumutar tubuhnya.
"Gimana? Cocok engga?" tanya Sarah menggoda. Devano menggeram kesal, kemudian ia membuka lemari pakaian Sarah namun tak menemukan gaun lain disana, karena memang Sarah hanya menbawa pakaian sehari hari saja kerumah Devano.
"Engga, lagian kamu itu masih SMA, kenapa pakek gaun dewasa seperti itu?"
"Kalau ke pesta ya status engga ikut kali, Dev. Apa lagi yg ulang tahun ketua osis, ganteng lagi. Cewek cewek pasti pakek gaun yg super cantik"
Sarah tentu hanya mengada ngada hal itu, ia juga tak benar benar berniat memakai gaun itu. Sarah sudah menyiapkan gaun yg lain yg sudah ia beli dengan Naina sore tadi, dan sekali lagi, setan seperti Naina selalu menjermusukan Sarah pada hal hal yg tak masuk akal.
Naina yg membeli gaun itu dan menyuruh Sarah berpura pura untuk mengenakan itu didepan Devano, ingin tahu apakah Devano merasa memiliki dan cemburu seperti yg di katakan Jacob, dan ya, ternyata Devano tak mengizinkan Sarah. Yg artinya percikan kecemburuan mulai ada. Sarah ingin melompat senang namun ia menahan diri sampai ada kepastian tentang perasaan Devano.
"Halo, Mia..." seru Devano yg saat ini seperti nya sedang menelepon asisten pribadi nya itu.
"Ya, Mia. Aku butuh gaun untuk gadis berusia 16 tahun, kelas dua SMA. Untuk menghadiri pesta ulang tahun teman nya yg juga kelas 2 SMA. Seharusnya kamu bisa dapatkan gaun yg benar untuk gadis kecil seperti itu"
"Haha haha... Hmp" Sarah langsung membekap mulut nya yg tiba tiba saja tertawa mendengar ucapan Devano itu apa lagi dengan menekan kata benar, seolah gaun yg di kenakan Sarah sangat tidak benar. Devano memandang tajam Sarah dan memberi isyarat untuk diam, Sarah pun dengan sekuat tenaga menahan tawa nya yg akan segera meledak lagi.
Sarah berjalan ke arah Devano dan mengambil ponsel nya.
"Engga usah, engga jadi. Gaun nya sudah ada" ucap Sarah pada Mia dan tanpa menunggu jawaban Mia, Sarah langsung memutuskan sambungan telpon nya.
"Sarah... Aku serius!" Devano memperingatkan.
"Aku tahu, aku punya gaun yg lain" ucap Sarah, kemudian ia mengambil paper bag yg ada di sofa. Kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian lagi.
Tak lama kemudian, ia keluar dan penampilan nya membuat Devano tersenyum samar.
Sarah mengenakan gaun berlengan berwarna merah muda, dengan tali pita di bagian perut nya dan lebar di bagian bawah nya. Gaun itu juga memiliki panjang di bawah lutut.
"Apa sekarang gaun ku benar?" tanya Sarah dan Devano mengangguk.
"Okey, see you. Party time" seru Sarah kemudian ia mengambil heels yg sudah ia siapkan dan menentengnya sambil berteriak memanggil Aldo.
Devano tertawa geli dengan tingkah Sarah itu, gadis itu ternyata sangat menggemaskan selain menyebalkan. Padahal Devano sudah lama mengenal Sarah, tapi hanya sejak tinggal bersama lah Devano merasa benar benar mengenal Sarah.
Namun saat melihat bayangan dirinya sendiri di cermin, Devano seperti menyadari sesuatu, ia memukul kepala nya sendiri dengan kasar, menggelengkan kepala nya berkali kali. Ia mencoba menarik nafas dan kini ekspresi nya kembali datar.
"Ck, apa yg kau fikirkan, Dev. Jangan fikirkan gadis itu, segera ceraikan dia setelah Fergueson jatuh bangkrut"
.
.
.
Sementara itu, Jason dan William sedang membicarakan masalah yg mereka hadapi. Satu saja kesalahan lagi, Jason pasti akan kehilangan perusahaan nya. Jason sendiri tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi, siapa yg melakukan ini pada nya, begitu juga dengan William, perusahaan nya mengalami kemunduran, klien dan investor satu pesatu menarik diri, padahal semua nya baik baik saja.
Dan Jason sengaja mengirim istri nya keluar kota agar tidak tahu masalah yg perusahaan nya hadapi saat ini, apa lagi mengingat istri nya punya prnyakit jantung.
"Pasti ada pengkhianat yg ingin menghancurkan kita, Pa" ujar William.
"Tapi siapa, Will? Papa bersaing sehat dengan perusahaan yg lain, Papa juga berlaku baik pada semua klien, staff dan semua orang. Siapa yg ingin memfitnah Papa?" Jason berkata dengan putus asa "Papa engage mau bangkrut karena Papa memikirkan Mama dan adik mu. Bagaiamana hidup mereka nanti kalau sampai Papa bangkrut?" William tak bisa apa apa melihat kesedihan dan keputus asaan ayah nya. Ia juga memikirkan hal yg sama, apa lagi masa depan Sarah masih sangat panjang dan juga mama nya punya prnyakit jantung.
"Pa, jangan khawatirkan Sarah. Sekarang dia istrinya Devano, aku yakin Devano akan memberikan yg terbaik untuk Sarah. Dan soal Mama, kita akan cari jalan keluar nya bersmaa sama" ujar William berharap itu bisa menghibur ayah nya.
"Kamu benar, Will. Syukurlah ada Devano, semoga dia bisa memberikan masa depan yg cerah untuk Sarah. Dan semoga Devano nanti bisa membantu kita"
▫️▫️▫️
Tbc...