Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelahiran Bayi Ariana
Hari itu disaat Adrian sedang berada di kamarnya. Dengan penuh kesabaran, ia menyuapi Ariana makan.
Setelah selesai, iapun pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Namun setelah ia kembali, Ariana sudah tidak ada didalam kamar itu.
"Ariana, dimana kamu?!" teriak Adrian sambil berlari keluar ruangan.
Ternyata wanita itu sedang menuruni anak tangga dengan sangat perlahan.
"Ariana! Tunggu..." ucap Adrian sambil berlari menghampirinya.
Ariana ketakutan ketika melihat Adrian mendekatinya, ia mengira lelaki itu akan menyakitinya lagi.
Ariana mempercepat langkahnya namun naas, kakinya terpeleset hingga ia terjatuh.
Adrian menghampiri Ariana yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Terlihat darah mengucur deras diantara kedua kakinya.
Ariana, kamu kenapa!" Adrian panik dan langsung membawanya ke mobil.
Adrian segera membawa Ariana kerumah sakit. Dirumah sakit Dokter Rico menyarankan agar Ariana segera melakukan operasi cesar.
Karena saat ia terjatuh, kandungannya mengalami masalah dan harus segera diambil tindakan.
Adrian pun mengiyakan semua perintah Dokter itu, yang penting anak dan istri nya itu selamat.
Elizabeth tidak mengetahui kejadian itu. Ia masih berkumpul bersama teman-temannya dan yang pasti bersama kekasihnya, Eddy.
Beberapa kali Adrian menghubungi nomor ponsel Elizabeth namun tidak pernah diangkatnya.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Dokter Rico keluar dari ruangan itu dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.
"Selamat, Adrian. Bayi laki-laki mu lahir dengan selamat walaupun berat badannya jauh dibawah normal karena ia harus lahir prematur. Sedangkan istri mu, dia masih tidak sadarkan diri. Ia mengalami pendarahan yang hebat." kata Dokter Rico
"Bolehkah aku melihat keadaan mereka?" tanya Adrian
"Sebaiknya jangan dulu, istri mu masih belum sadarkan diri sedangkan bayimu masih dalam perawatan." kata Dokter Rico.
Adrian pun tertunduk lesu, ia takut kehilangan sosok Ariana maupun bayinya. Tidak berapa lama setelah itu, Adrian meminta Dokter melakukan tes DNA pada bayinya walaupun sebenarnya ia sangat yakin kalau bayi itu memang bayinya dan hasilnya pun tidak mengecewakan bayi itu memang miliknya.
Hingga akhirnya kondisi Ariana mulai membaik, begitupula dengan bayinya.
Adrian menghampiri Ariana yang duduk termenung ditempat tidurnya diruangan nya.
"Ariana... Maafkan aku. Selama ini aku terus menghukum dirimu tanpa mendengar penjelasan dari mu. Sekarang aku yakin kau berkata jujur namun sayang aku tidak menemukan bukti untuk membongkar kejahatan mereka kepada mu." kata Adrian sembari mencium tangan Ariana.
"Aku berubah pikiran. Sekarang bayi itu adalah milik ku, kau sudah kehilangan bayimu ketika kau meragukan dirinya sebagai darah daging mu. Biarkan aku pergi bersama bayiku. Kau bisa cari wanita lain untuk melahirkan anakmu lagi." sahut Ariana tanpa menoleh sedikitpun kepada Adrian
"Jangan berkata seperti itu, Ariana. Aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu dan anak kita." kata Adrian
"Maafkan aku, Tuan Adrian. Hubungan kita cukup sampai disini. Anggap saja aku tidak pernah hadir dalam kehidupan mu, Aku ingin hidup bebas dari belenggu kalian. Aku bahagia bersama Bayi ku..." ucap Ariana sambil menangis lirih.
Seorang perawat datang, ia membawa bayi tampan setampan ayahnya. Kulit putih bersih, matanya indah dan hidungnya yang mancung itu mencerminkan seorang Adrian seutuhnya.
Perawat itu menyerahkannya kepada Ariana. Ariana menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Memeluk dan menciumi bayi mungil itu.
"Boleh aku menggendong nya, Ariana?" tanya Adrian sambil mengulurkan tangannya.
Ariana sempat menatap lelaki itu kemudian iapun menyerahkan bayi itu untuk digendong ayahnya.
"Kau lihat dia, Ariana? Dia sangat tampan, dia mirip aku 'kan?" tanya Adrian sambil menimang-nimang Bayi itu.
Ariana tidak menjawab pertanyaan Adrian, ia membuang pandangannya kearah luar.
"Ariana, berilah aku kesempatan kedua. Aku ingin hidup bersama dirimu dan bayi kita." bujuk Adrian,
Ariana masih betah di posisinya tanpa memperdulikan kata-kata Adrian.
Elizabeth memperhatikan mereka dari jauh, ia begitu sakit melihat kebersamaan mereka.
"Aku harus menyingkirkan Ariana secepatnya! Kalau tidak, Adrian benar-benar akan mempertahankan wanita itu untuk menjadi maduku! Aku tidak terima itu..." batin Elizabeth
Elizabeth kembali merencanakan sesuatu, ia ingin menyingkirkan wanita malang itu untuk selama-lamanya.
Elizabeth meminta bantuan Eddy dan Helen untuk menyingkirkan Ariana secepatnya. Eddy bersedia membantu asalkan Elizabeth memberikan bayaran yang fantastis untuknya.
Setelah berunding akhirnya Elizabeth menyetujuinya. Malam itu, ketika Ariana sedang tertidur. Eddy bersama teman-temannya melancarkan aksinya.
Mereka menggunakan topeng, hingga di CCTV tidak terlihat jelas wajah mereka. Eddy membekap Ariana dengan saputangan yang sudah diberi obat bius.
Saat Ariana tidak sadarkan diri, Eddy berserta teman-temannya membawa tubuh Ariana yang tidak berdaya memasuki mobilnya.
Para penjaga dan perawat yang sedang berjaga entah kenapa tidak ada yang menyadari penculikan itu.
Eddy melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Elizabeth.
"Bagaimana?" tanya Elizabeth
"Beres, Sayang..." sahut Eddy sambil memperlihatkan tubuh Ariana yang tergolek lemas didalam mobilnya.
Elizabeth tersenyum, ia merasa begitu puas.
"Sekarang kita buang dia, aku ingin wanita ini segera lenyap dari muka bumi!" kata Elizabeth sambil tertawa puas.
Eddy melakukan aksinya, Ia mendorong mobil yang berisi Ariana ke sebuah jurang. Beruntung Ariana sudah sadar saat itu, ia sempat keluar dari mobilnya tanpa sepengetahuan orang-orang jahat itu.
Setelah melakukan aksinya, merekapun pergi dari tempat itu. Sedangkan Ariana tergolek lemah dipinggir jalan dengan luka-luka di sekujur tubuhnya akibat terjatuh dari mobil itu.
Ariana tahu semua itu adalah ulah Elizabeth dan teman kencannya. Lelaki yang telah menjebaknya waktu itu, Eddy. Ariana sempat mendengar pembicaraan mereka saat ia masih berada didalam mobil.
Saat itu Dokter Rico baru pulang dari Rumah Sakit karena ada pasien yang baru saja melahirkan. Ketika ia melewati sebuah jalan yang sunyi, ia melihat dua buah mobil yang sedang berhenti dipinggir jalan.
Dokter Rico menghentikan mobilnya dan memperhatikan orang-orang itu. Ia begitu terkejut ketika orang-orang itu mendorong salah satu mobil dan membiarkan mobil itu jatuh ke jurang.
Setelah mendorong mobil itu, orang-orang itu kabur. Dokter Rico segera menghampiri tempat mobil itu terjatuh namun sayang mobil itu sudah berada di dasar jurang dan meledak.
Namun ia melihat sebuah pergerakan disemak-semak, dipinggir jalan. Dokter itupun memberanikan diri untuk menghampirinya, dan betapa terkejutnya ia ternyata wanita itu adalah Ariana. Pasiennya yang baru saja melahirkan.
"Ariana? Oh Tuhan, apa yang terjadi kepadamu?!" kata Dokter Rico.
Ariana tidak bisa menjawabnya, tubuhnya terlalu lemah namun ia masih sadar.
Dokter Rico membawanya masuk kedalam mobilnya,
"Jangan bawa aku kerumah sakit lagi, aku tidak ingin mereka menyakitiku lagi, Dok!" sahut Ariana terbata-bata.
Dokter Rico nampak berpikir keras, Ariana harus segera mendapatkan perawatan karena kondisinya yang begitu memprihatinkan.
Namun karena permintaan wanita itu dengan terpaksa Dokter Rico membawanya ke kediamannya.
***
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya