NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XVI

Bolehkah aku bertanya

Bagaimana rasa hatimu untukku

Ada rasa yang beda

Atau hanya membuang sepi yang ada

Bolehkah aku meminta

Pada hatimu yang aku tidak tahu

Bagaimana bila ada di dekatku

Atau rasa ini hanya semu

*****

Suasana sekolah seakan tidak pernah sepi. Untuk anak-anak seusia mereka memang selalu ada saja melakukan yang membuat orang tertawa, kesal, bingung dan bermacam rasa yang lain.

Usia dimana mereka sedang tumbuh dari anak-anak menjadi remaja. Pencarian jati diri, ingin diperhatikan oleh orang lain ataupun lawan jenis. Mulai ada rasa suka atau cemburu yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata sederhana.

Masa dimana perlahan emosi dan ingin di akui itu sangat kuat. Mungkin ini sudah di alami oleh semua orang atau ada yang sedang mengalaminya saat ini.

Alan, anak kedua dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga yang cukup berada. Bisa dibilang kaya tapi bukan dari keluarga pengusaha. Ayahnya seorang pegawai pemerintah daerah. Sedang ibunya seorang guru di sebuah yayasan kecil dekat dengan kompleks perumahannya.

Alan anak yang jenius tapi rada slengean dan juga sedikit egois. Mungkin karena kebiasaan dia sebagai anak bontot yang tinggal dia sendiri di rumah. Tapi sebenarnya dia seorang anak yang perasa dan tidak tegaan. Apalagi jika itu berhubungan dengan Dinda, adik sepupunya.

Dinda terlahir dari keluarga yang mampu juga. Ayahnya seorang pengacara dan ibu kandungnya seorang perawat. Namun sayang, ibunya meninggal saat dia berumur tujuh tahun. Umur di mana seorang anak sedang membutuhkan perhatian dari seorang ibu karena masih masa pertumbuhan dan emosi yang labil.

Ayah Dinda menikah lagi setelah tiga tahun istrinya meninggal. Selama hampir dua tahun Dinda mendapat limpahan kasih sayang ibu tirinya yang sebenarnya sangat baik. Hingga setahun kemudian lahir adiknya dari rahim ibu tirinya tersebut yang membuat Dinda cemburu karena perhatian yang teralihkan dengan adanya bayi kecil itu. Dinda akhirnya merasa tersisih dan sisi egois sebagai seorang anak remaja membuatnya labil. Dinda melampiaskan kekesalan pada orang yang tidak tahu menahu bagaimana keadaan dirinya yang sebenarnya.

*****

POV Larry

Aku anak tunggal pasangan pengusaha Alex Abram dan Yolanda Minei. Perusahaan besar yang sudah bersatu sejak pernikahan para ahli warisnya.

Aku lahir kembar dengan adik cewek. Tapi sayang dua hari berselang kelahiran kami, adikku di nyatakan oleh pihak rumah sakit meninggal karena kelainan jantung.

Tapi mama Yolan tidak percaya dengan pernyataan tersebut. Ketidak percayaan mama Yolan bukan tanpa sebab, semua karena mama meragukan pernyataan tersebut dengan kenyataan jasad jenasah bayi cewek yang di bawa. Mama beralasan jika postur tubuh bayi tersebut tidak sama dengan adikku. Lagipula keadaan adikku di waktu lahir sangat sehat dibanding dengan diriku yang lebih kecil berat badannya.

Mama Yolan frustasi dengan kejadian tersebut. Sedang papa Alex hanya pasrah menerima kenyataan. Apalagi saat kakek Ali berkata jika semua rahasia ada waktunya dan semua juga akan terjawab dengan waktu.

Sejak saat itu mama Yolan menjadi lebih pendiam dan tidak ceria lagi seperti sebelumnya. Ini di ceritakan oleh nenek yang selalu menemaniku jika mama ke kantor.

Aku mendapatkan perhatian dan dididik lebih banyak dari kakek dan nenek.

Mama Yolan juga tidak mau memberikan adik untukku jika dirinya belum yakin dengan kematian kembaranku.

"Jangan memintaku untuk hamil kak. Aku tidak mau jika adik Larry belum jelas keberadaannya!" Mama Yolan menolak permintaan papa yang secara tidak sengaja aku dengar sore itu.

"Tapi... semua sudah terbukti jika Amie memang tiada dengan surat keterangan dokter waktu itu. Kasihan Larry tidak ada saudara dan teman bermain sayang..." Papa masih berusaha untuk membujuk mama.

"Kamu tidak tahu insting seorang ibu yang sudah mengandung kak. Aku yakin jika Amie masih ada. Suatu hari nanti aku pasti akan menemukannya. Aku masih terus mencari keberadaan suster itu sampai saat ini."

Begitulah percakapan antara mama dan papa yang aku dengar saat usiaku sembilan tahun. Dan sejak saat itu aku tidak lagi merengek minta adik seperti hari-hari sebelumnya.

Dengan fasilitas pendidikan keagenan yang di miliki keluargaku, aku pun ikut latihan sedari kecil. Tadinya hanya sekedar melihat-lihat jika bosen bermain. Tapi lama-lama aku tertarik untuk mencoba dan ikut berlatih.

Awalnya nenek tidak mengijinkan, tapi kakek memberikan penjelasan pada nenek yang akhirnya mau juga mengijinkan keikutsertaan diriku untuk berlatih. Sedangkan kakek Tama tertawa senang saat melihat aku yang masih kecil tertarik di bidang yang tidak biasa ini.

Sejak usia dini akhirnya aku berlatih hal yang tidak biasa orang pelajari. Sekolah umum aku memakai sistem home schooling. Tapi lama-lama aku bosan dan menjadi lebih pendiam dan terkesan dingin. Mungkin karena aku tidak ada teman sepermainan. Sedang kakak sepupuku, anak Tante Lina dan om Tio sudah hampir lulus sekolah menengah atas. Kakakku itu juga lebih suka dunia modeling dan acting jadi kita sering tidak nyambung jika sedang ngobrol berdua.

Atas saran om Tio aku dimasukkan ke sekolah yayasan yang masih ada dalam naungan keluargaku. Hanya pihak petinggi yayasan saja yang tahu siapa aku, sedangkan pihak sekolah maupun guru-guru mapel hanya tahu jika aku anak pindahan berprestasi dari sekolah lain.

Ada keuntungan dari berpindahnya aku sekolah di sini. Pertama kali aku melihat seorang gadis kecil yang tidak biasa dan berbeda dengan temannya yang lain. Apalagi saat melihat tingkah laku yang dia miliki, aku seperti melihat seseorang dalam dirinya. Matanya yang keabu-abuan mengingatkan diriku pada mata seseorang. Dan aku memiliki keyakinan jika apa yang aku lihat ini tidak hanya sekedar fatamorgana semata.

Aku semakin tertarik karena ternyata dia tinggal di panti asuhan sejak bayi. Dan namanya sama dengan nama adikku, Annemie.

Aku tidak bisa membayangkan seandainya mama bertemu dengan Anne suatu hari nanti. Mama pasti tidak akan pernah mau melepaskan Anne lagi. Tapi sepertinya aku harus lebih bersabar karena ternyata pemilik panti adalah seorang wanita yang ada hubungannya dengan masa lalu om Tio.

Sekarang aku ada dua misi, menyelidiki kebenaran yang aku pikirkan dan pertanyaan om Tio yang selama ini belum terjawab meskipun itu sudah tidak ada artinya lagi. Setidaknya rasa penasaran om Tio ada penawarnya.

POV Larry end

*****

"Larry, kenapa berdiam diri disini?" tegur nenek Larry yang masih saja terlihat muda sampai saat ini.

"Tidak ada apa-apa Oma, hanya sedang menatap langit malam yang tidak berbintang" jawab Larry berimajinasi. Tentu saja neneknya malah menjadi bingung dengan jawaban cucu semata wayangnya ini.

"Jangan suka berdiam diri sendiri di malam hari. Banyak makhluk yang suka usil lho!" Oma Sri, nenek Larry memberikan peringatan.

"Oma Larry sedang memikirkan sesuatu. Tidak sedang melamun!" Larry menjelaskan agar neneknya itu tidak salah paham dengan pemikirannya.

"Siapa? apa yang kamu pikirkan?" tanya neneknya lagi ingin tahu.

"Ada deh Oma, urusan anak muda!" jawab Larry memberikan teka-teki.

"Ihhhh cucu Oma udah gede ya!"' Oma Sri berkata mencibir kemudian tertawa, disusul Larry yang juga ikut tertawa mendengar neneknya yang langsung paham apa yang dia maksudkan.

"Ya sudah ayu masuk. Sudah malam!" Ajak neneknya lagi. Larry pun akhirnya menurut, beranjak dari tempat duduknya di teras samping rumah yang menghadap ke arah paviliun.

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!