Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam Belas
...Tidur Seranjang...
...🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸...
"Tante bobok sama Angel, ya?" pintanya. Gue pun mengiyakan. "Appa juga" Angel menepuk sisi kirinya yang kosong.
Loh kok?
Gue dan tuan Richard saling berpandangan.
"Appa, ayo..." Angel menarik tangan appa nya membuat tuan Richard terpaksa ikut berbaring disebelah Angel.
Angel mengambil tangan kanan gue, melingkarkan di perutnya, kemudian ia mengambil tangan appanya, meletakkan tangan kekar itu diatas tangan gue.
Freezed! Gue membeku. Wajah gue memanas. Gue yakin muka gue udah kayak kepiting rebus. Jantung gue langsung bermasalah, irama tidak seperti biasa. Ini pertama kalinya gue sedeket ini sama cowok.
Temen gue banyakan cowok, tapi gue belum pernah se-intim ini sama mereka. Gue ngerasa kayak jadi orang tua yang ngelonin anaknya.
Gue berusaha setenang mungkin. Mencari posisi senyaman mungkin. Disaat gue liat Angel tidur dengan nyenyak, gue justru gak bisa tidur.
Gue tekuk kaki gue, gue lurusin lagi. Sesekali gue benerin bantal gue tapi anehnya gue gak berani ngegerakin tangan gue yang tertindih tangan tuan Richard.
"Maaf" Gue denger suara tuan Richard kemudian ia memindahkan lengannya. Untung si Appa pengertian.
Gue juga ikut mengangkat tangan gue sambil gue lemesin diudara.
..."Apa tanganku seberat itu?" Dia tersinggung karena gue melemaskan tangan gue yang kaku. ...
"Apa tuan tidak sadar berapa besar tangan mu? Ukurannya dua kali lenganku."
"Hey... tangan ini sangat mampu membuat wanita merasa nyaman." Tuan Richard tidak terima.
"Tapi tangan tuan membuat saya kesemutan." gue memijit - mijit tangan gue yang terasa kebas.
"Ada semut? dirumah sakit? Ayo cari sebelum Angel digigit."
"Heh? semut? Ya ampun gue lupa, gue lagi ngomong sama oppa - oppa." gue cuman bisa menepuk jidat.
"Ayo Lana, kita cari semutnya." tuan Richard mulai mencari dibawah selimut yang menutupi
"Bukan semut itu tuan. Maksud saya tangan saya kebas." gue coba menjelaskan.
"Oh... "
Hening
"Mungkin tuan Richard sudah tidur, gue pindah ke sofa aja." Gue turun dengan hati - hati berusaha tidak membuat suara sekecil apapun.
"Mau kemana?" Ternyata tua Richard belum tidur.
"Emmm itu tuan, saya mau tidur disofa aja."
"Kenapa? Kamu pikir saya akan macam - macam?"
"Jantung gue yang gak sehat tidur satu ranjang sama lu, oppa."
"Eehh kok perasaan dari tadi gue nyebut dia oppa?"
"Bukan gitu tuan, tempat nya sempit." tiba - tiba gue dapet alasan bagus.
"Kamu pikir saya gendut?"
Hah?? Gue menggaruk kepala gue yang gak gatel.
"Jangan kemana - mana! Tidur!" titahnya.
"Buset serem juga oppa kalau marah."
*****
"Apa - apaan ini!!" gue mengerjabkan ketika mendengar suara yang menganggu di telinga gue.
"Oppa... ayo bangun... " gue denger lagi suara manja.
Gue merasa berat dibagian perut, ternyata Angel tidur sambil meluk gue, sedang tuan Richard tidur sambil memeluk Angel dan gue.
Hah? Kok bisa?
Si nona cantik sedang menggoyangkan tubuh tuan Richard sementara gue berusaha melepaskan diri dari pelukan Angel dan Appa nya.
"Dasar murahan! Lu berani - beraninya tidur sama kakak ipar gue." nona cantik nunjuk - nunjuk gue.
Gue paling benci nih, pagi - pagi, baru bangun udah ada yang bikin ribut, bikin emosi jiwa.
"Bentar ya non, gue ke kamar mandi dulu." Gue pegang telunjuk yang dia pake buat nunjuk gue. Gue tinggalin aja si nona itu, ngomel - ngomel deh lu sono.
Selama mandi gue ingat - ingat kejadian semalam. Perasaan terakhir gue sama tuan Richard udah gak pelukan deh, kenapa tadi dia meluk gue?
Tauk ah! Yang penting gue gak aneh - aneh. Lagian ada Angel diantar gue sama tuan Richard.
Si nona itu lagi sibuk minta penjelasan ke tuan Richard waktu gue keluar kamar mandi. Angel sedang main ponsel di ranjangnya.
"Angel, ayo mandi dulu." gue mengendong Angel menuju kamar mandi. Lima belas menit kemudian Angel sudah segar dan wangi. Rambutnya juga udah gue kepang.
"Angel makan, ya?"
"Angel makan sama mbak Lilis ya, appa mau bicara dulu sama Tante Lana di luar."
"Siap appa." Angel menurut.
Gue menyambar tas pinggang gue. "Kita ngomong di pujasera depan. Sekalian sarapan terus kamu bisa ngerokok juga."
"Oppa.... tungguin Jasmin." si nona berlari mengejar gue dan tuan Richard yang hampir sampai di lift.
"Oo namanya Jasmin."
Nona Jasmin melingkarkan tanganya di lengan Tuan Richard, tapi ditepis oleh si empunya lengan.
Sumpah gue hampir ketawa ngakak.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..