NovelToon NovelToon
Permainan Takdir

Permainan Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:964.1k
Nilai: 5
Nama Author: cietyameyzha

Adnan dipertemukan kembali dengan Alina, gadis yang sama 6 tahun lalu. Satu kejadian membuat Alina bernadzar sesuatu. Dan Adnan adalah saksi hidup yang mendengarnya.

Rentetan kejadian demi kejadian seolah teratur sempurna untuk mengikat keduanya. Puzzle kehidupan Alina yang kelam dan penuh air mata mulai terkuak.

Dua hati dengan watak yang berbeda kini bersatu. Saling bertabrakan dan tak jarang beradu argumen.


Bagaimana kisahnya?
Apa mereka tetap bisa berjalan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ijab Qabul.

Pernikahan bukan sebuah permainan, ataupun perlombaan. Ikatan itu sakral dan suci. Jadi, jika tak yakin. Maka sebaiknya tak perlu memaksakan.

👰👰👰

Seperti halnya Alina. Adnan pun menjalani harinya dengan terus memendam perasaan ingin bertemu calon istrinya. Ia menyibukkan diri dalam pekerjaan, persiapan pernikahan, juga terus memantapkan hati untuk bersiap menjadi imam.

Lisa dibantu Mona dan Dira menyiapkan semuanya. Mereka juga yang mengajak Alina melakukan fitting baju pengantin, sedangkan Adnan melakukannya sendiri di waktu yang berbeda.

Kabar pernikahan Adnan mulai tersebar dari rekan bisnis, saudara, teman, karyawan, juga tetangga. Lisa dan Rendy melakukan syukuran dua hari sebelum pernikahan. Setiap waktu menjadi terasa panjang dan lama. Menunggu hari di mana Adnan bersanding dengan perempuan pilihannya.

Riki pun telah mengabari Amalia. Ia bahkan menjumpai kekasihnya di tempat gadis itu bekerja. Seperti siang ini, Riki dan Riko datang bersama ke salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang makanan siap saji. Amalia bekerja sebagai staf manager di sana.

"Aa Riki," ujar Amalia sembari setengah berlari keluar dari kantor.

"Engga usah lari-lari juga, Cimutku," tegur Riki yang membuat Riko merasa mual mendengarnya.

"Aa Riki udah lama nungguin Eneng?" tanya Amalia begitu sampai di hadapan keduanya. "Maaf, ya, lama keluarnya. Tadi si bos bawel banget!"

"Uluh-uluh, kasian amet Cimutku." Suara Riki dibuat seimut mungkin.

"Aduh, gue enek dengernya, Bambang!" ketus Riko. "Cepetan nikah napa! Gue bosen jadi kambing conge tiap kalian berdua ketemu. Masa gue harus ikut mulu."

"Kan, kalau ketemu berduan doang, suka ada yang ikut orang ketiga. Namanya setan!" tutur Riki.

"Tah, eta leres pisan( Nah, iya bener banget)," tambah Amalia.

"Lah, kalau gitu gue setan dong!" sungut Riko.

"Nah, Lo ngaku sendiri," cakap Riki.

Riki dan Amalia tertawa bersama, sedangkan Riko mendengus kesal. Ia ingin sekali protes pada Tuhan. Mengapa ia belum dipertemukan jodoh sampai saat ini?

Riki memberikan sebuah bingkisan pada Amalia. Ia mengatakan, bahwa gadis itu harus membukanya saat sudah di rumah nanti.

"Isinya apa, Cimutku?" tanya Amalia pada Riki.

"Entar juga tau sendiri," jawab Riki.

"Udah belum? Buruan! Keburu habis, nih jatah istirahat!" tegur Riko yang masih kesal sembari berjalan menghampiri mobilnya yang sengaja di parkir di pinggir jalan raya.

Riki mengulur senyuman. "Aa Riki pamit dulu, ya, Cimutku. Satpam kompleknya udah ngamuk! As-salamu'alaikum.

"Wa'alaikum salam. Love-love sekebon jengkol, Aa." Amalia melambaikan tangannya menyaksikan kepergian Riki.

Riki membalas dengan lambaian tangan juga. " Love-love seantero dunia halu juga."

Riki masuk ke mobil, lalu Riko melajukan kendaraannya menuju kantor mereka. Jarak antara kantor Amalia dengan kantor keduanya tidaklah jauh. Hanya cukup 5 menit, langsung sampai. Tiap ingin bertemu, Riki selalu mengajak kembarannya dengan alasan tidak ingin berduaan.

Perihal menikah, Riki sudah pernah mengutarakan niatnya. Namun, ayah dari Amalia belum memberikan restu. Amalia bahkan terancam terlibat perjodohan dengan lelaki pilihan orang tuanya. Hidup memang rumit. Saat sebagian orang dengan mudah bisa menikah. Justru sebagian lagi terhalang restu orang tua.

❣️❣️❣️

Hari berganti hari. Waktu terus berputar. Hari yang di nantikan pun tiba. Seusai salat Subuh, Adnan sudah berlatih ijab qabul beberapa kali. Ia tidak ingin saat waktunya membuat kesalahan. Meski, manusia tetaplah tempatnya salah.

Lisa dan Rendy pun ikut bersiap diri. Seluruh keluarga besar telah berkumpul dari semalam. Dira, Dika, Riki, Riko, Mona, Rey, Zahra, Egi, dan kedua anak kembar yang imut.

Semana mestinya pernikahan. Lisa telah mempersiapkan hantaran, juga rombongan yang akan mengantar anaknya ke dunia baru. Berevalusi dari lajang menjadi suami sah dari seorang wanita.

Acara ijab Qabul dimulai jam 08.00 WIB di salah satu masjid terdekat dari rumah Alina. Kemudian acara resepsi akan dilanjutkan di sebuah gedung yang akan terselenggara malam harinya. Adnan mengundang seluruh karyawan kantor, teman, kerabat, juga rekan bisnis.

Di kamar, Adnan telah siap dengan setelan jas. Ia terlihat mengusik rasa gugup yang semakin menumpuk. Beberapa detik selanjutnya terdengar suara pintu diketuk. Adnan mempersilakan orang tersebut masuk. Tampaklah Egi datang sembari melempar senyum.

"Sudah siap?" tanyanya.

Adnan menoleh ke samping. "Sudah, Paman."

Adnan menghampiri Egi yang menatapnya dengan sorot mata tajam.

"Ada apa, Paman?"

"Apa kamu sudah yakin ingin menikahi gadis itu? Kamu tidak akan menyesal?" Egi seolah memberi peluang keponakannya, untuk berpikir kembali.

"Paman, aku sudah sejauh ini. Mana mungkin aku tidak yakin. Paman terlalu jauh berpikir."

Adnan berjalan melewati Egi dua langkah ke depan.

"Jangan mengeluh apa pun saat sudah menikah nanti," tutur Egi begitu saja.

Adnan menghentikan langkah. Dahinya berkerut mencoba mencerna kalimat yang dilontarkan pamannya.

"Sekalipun ada beribu keburukan dari istrimu. Jangan satu kali pun mengeluh. Kamu telah memilihnya. Artinya, kamu harus siap menerima gadis itu dengan segala kekurangan, dan kelebihannya. Meski nanti kamu menemui sifatnya yang keras kepala, susah di atur, manja, cerewet, ataupun lemah. Jangan pernah mengeluh, dan mengumbarnya pada orang lain," lanjut Egi. Berjalan ke depan dua langkah, menepuk bahu Adnan.

"Jadilah pakaian untuk istrimu, begitupun dia. Kalian harus saling menyerasikan sekaligus menutupi kekurangan."

Egi keluar kamar lebih dahulu. Menyisakan Adnan yang baru saja menelan mentah-mentah pesan pamannya. Setelah memastikan nasihat itu sampai ke otak, Adnan segera menyusul. Pagi ini, ia akan mengucap janji di hadapan Allah dalam sebuah ikatan pernikahan dengan Alina.

Singkat cerita, Adnan juga rombongan telah berangkat ke masjid yang sebelumnya telah diberitahu keluarga besan. Di sanalah, Adnan. Pemuda berumur 26 tahun tersebut akan merubah status Alina dari non mahram menjadi halal baginya. Tidak akan ada lagi penghalang bagi Adnan, untuk sekadar mentransfer aura positif pada Alina melalui bahasa tubuhnya.

Tibalah rombongan Adnan di masjid tersebut. Mereka segera masuk, dan duduk. Penghulu beserta keluarga besar Alina telah berkumpul. Di pojok kiri, tepat didekat Bu Sinta. Alina duduk menunduk dengan memakai baju pengantin berwarna putih tulang, lengkap dengan jilbab menutup dada. Wajahnya tampak berseri dengan sedikit polesan make up natural.

Adnan berhadapan dengan Pak Willy, dan penghulu. Rendy berada di samping mereka. Adnan mengucap bismillah, lalu menjabat tangan ayah dari Alina.

"Kita mulai, ya," ujar Penghulu.

Penghulu memulai dengan mengucapkan doa, kemudian menyuruh Pak Willy melakukan tugasnya.

"Bismillah. Ananda Muhammad Adnan Fauzi bin Rendy Wijaya. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya bernama Alina Zaskia Putri, dengan mahar seperangkat alat sholat, dan perhiasan emas sebesar 50 gram. Tunai," ujar Pak Willy.

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alina Zaskia Putri binti Willy Bagaskara, dengan mahar tersebut. Tunai," jawab Adnan dengan cepat dan benar.

"Bagaimana para saksi, sah?" tanya Penghulu.

"SAH!" ujar semua orang di sana.

Rendy mengusap punggung Adnan sembari tersenyum. Alina hendak menjatuhkan air mata, akan tetapi berusaha ia tahan. Semua membaca doa yang dituntun Pak Penghulu.

Akhirnya, hari ini pun tiba. Di mana Alina dan Adnan tergabung dalam kesatuan yang telah diridhoi Sang Maha Kuasa. Lisa tak kuasa menahan tangis, sedangkan Bu Sinta hanya diam tanpa ekspresi. Di pojok kanan, Rio menyunggingkan sebuah senyuman.

Alina dituntun Bu Sinta mendekat pada Adnan. Kini, kedua mempelai saling berhadapan. Adnan memegang ubun-ubun istrinya dengan tangan kanan seraya mengucapkan doa.

" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa a'laih. Wa a'udzubika min syarihaa wa syarimaa jabaltahaa a'laih," ujar Adnan pelan, lalu perlahan melepaskan tangannya.

Alina meraih tangan Adnan, dan mencium telapak tangannya. Setelah itu Adnan mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening Alina, untuk pertama kalinya.

Semua orang berbahagia. Pernikahan yang terasa mendadak itu lancar tanpa hambatan. Adnan menatap lekat wajah istrinya yang halal. Ia mendekat, lalu berbisik, "Kamu cantik hari ini. "

...****************...

BERSAMBUNG~~~

Jangan lupa like, coment, dan vote🥰

Alhamdulillah. Akhirnya aku sudah melewati bab yang mendebarkan, dan menegangkan🙈

Aku berasa sedang menikahkan anak-anakku sendiri🤭

Yang mau kondangan, silakan. Aku persiapkan tempat untuk kalian semua🥰🥰

Tetap jaga kesehatan saat pandemi sekarang ini. Salam hangat dariku😊🙏

1
Ma Selly
wah suami idaman
Ma Selly
wah ,awas adnan jangan sampe tergoda sama ulet bulu/Grin//Grin/
Ma Selly
adnan bercandanyakebangetan
Ma Selly
semoga adnan selamat dari kecelakaan mautnya
Ma Selly
kira kira siapa yah yg pake mobil merah
Ma Selly
semoga lily dan riko berjodoh
Ma Selly
haaahaaaa ada ada aja adnan bercandanya
Ma Selly
iya nikakan saja tuh si kembar riki dan riko ,di barengin aja nikahnya biar tambah rame/Grin//Grin//Facepalm/
Ma Selly
rasain lo rio makanya jd orang jangan jahat
Ma Selly
kasihan bu winda ,dia ga tau kalau pak willy sudah menikah lagi
Ma Selly
mudahan ibunya alina sadar dari komanya Aamiin
Ma Selly
siapa kira kira yg merekam
Ma Selly
oh jd begitu ceritanya
Ma Selly
kasihan lily ga ada yg menemaninya
Ma Selly
ketemu mantan kali ya
Ma Selly
usil sama istri sendiri ga masalah
Ma Selly
si masnya sudah mulai bucin akut
Ma Selly
mau ada pengantin baru nih
Ma Selly
ibu dan anak yang serakah
Dina Mulyana Syafitri
masyaAllah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!