NovelToon NovelToon
SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naffia Inthan

Benar kata pepatah, penyesalan memang selalu datang terakhir (belakangan).

Hal serupa terjadi kepada Evan satria.
Dengan gelap mata Evan tega mentalak tiga Byanca Almahera. Istri yang baru beberapa hari ia persuntingnya.

Ke salah pahaman Evan terhadap Byanca, membuat rumah tangga yang baru saja akan di mulai tersebut hancur sekatika.

Akan kah mereka bisa kembali bersama?
Mampukah takdir merubah semuanya?

Ikuti cerita selengkapnya : SESAL USAI TALAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 BANGKIT

Sinar matahari menorobos cela jendela kamar Byanca, Byanca terlihat masih tertidur pulas di atas kasurnya.

Waktu sudah menunjukan jam 7 pagi, mamah Lyli dan papah Jonathan sudah berada di meja makan, mereka tengah melakukan sarapan paginya.

"Mah, Byanca belum bangun?" Tanya Papah Jonathan, menatap kearah istrinya yang tengah menikmati sarapannya.

"Belum sepertinya Pah!" Jawab Mamah Lyli.

"Mamah tidak membangunkannya?"

Mamah Lyli menggelengkan kepala, sebagai jawaban.

"Ya sudah, biarkan saja dulu mah, mungkin Byanca butuh waktu sendiri dulu!" Ujar papah Jonathan.

"Iya pah mamah ngerti."

"Semoga Byanca bisa menjalani kembali hari-harinya seperti semula, papah harap Byanca tidak terlalu lama larut dalam kesedihannya!" tutur papah Jonathan.

"Iya pah mamah harap juga begitu."

Papah Jonathan tersenyum, "ya sudah kalau begitu papah berangkat dulu ya mah." Pamitnya.

Mamah Lyli menganggukan kepalanya, lalu mengantar suaminya itu ke depan rumah.

"Hati-hati Pah." Mamah Lyli melambaikan tangannya kearah mobil suaminya yang mulai melaju meninggalkan halaman rumahnya itu.

Mamah Lyli pun masuk kembali kedalam rumah usai melihat mobil suaminya menghilang dari pandangannya.

"Loh By, kami sudah bangun sayang?" Tanya mamah Lyli yang melihat Byanca tengah berjalan menuruni anak tangga.

Byanca tersenyum, lalu menyapa mamahnya. "Pagi mah."

"Pagi sayang!" Mamah Lyli tersenyum, sambil membalas sapaan anaknya itu.

"Papah sudah berangkat mah?" Tanya Byanca.

"Sudah sayang, oh iya kamu mau kemana kok sudah rapi?" Mamah Lyli memperhatikan penampilan Byanca, dari atas sampai ke ujung kaki, anaknya itu sudah terlihat rapi.

"Byanca mau ke kantor papah mah?"

Mamah Lyli mengernyitkan dahinya. "Ke kantor papah?"

Byanca mengangguk.

"Mau ngapain?" Tanya mamah Lyli lagi.

"Mau melamar pekerjaan." Jawab Byanca sambil tersenyum kekeh, "siapa tau ada lowongan di sana buat Byanca!" Lanjutnya.

"Kamu yakin sayang?'' Mamah Lyli menatap ragu.

"Yakin mah." Jawab Byanca, sambil berjalan menuju meja makan, dan mamah Lyli mengikutinya.

Mamah Lyli hanya manggut-manggut, sambil melihat Byanca yang tengah memakan roti dan susunya.

Namun tak di pungkiri mamah Lyli merasa bahagia, melihat Byanca yang terlihat sudah seperti biasanya, tidak ada lagi mata sembab, atau kesedihan yang terpancar dari Byanca.

"Kamu mau kerja di kantor papah sayang? Biar mamah telpon papah ya untuk menanyakannya!" Ujar mamah Lyli.

"Tidak usah mah, biar Byanca saja yang ke kantor menanyakannya sama papah, sama Byanca mau cari udara segar mah!" Tolak Byanca, halus.

"Baiklah sayang!"

"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu ya mah!" Pamit Byanca usai menghabiskan sarapannya.

"Iya sayang, hati-hati ya!"

"Iya mah, bye.."

Byanca pun berlalu meninggalkan rumahnya, menuju kantor papahnya.

"Mamah tau by, kamu wanita kuat! mamah yakin kamu bisa melewati ini semua!" Lirih mamah Lyli.

Byanca menjalankan mobilnya menuju kantor papahnya, tekatnya sudah bulat Byanca akan melamar pekerjaan di kantor papahnya itu, alasan Byanca melakukan semua itu, agar ia bisa menyibukkan dirinya, mungkin itu salah satu agar ia juga bisa melupakan semua masalahnya.

"Ayo Byanca kamu bangkit, kamu pasti bisa melewati ini semua!" Seru Byanca, menyemangati dirinya sendiri

30 menit kemudian Byanca sampai di kantor milik papahnya. Usai memakirkan mobilnya Byanca masuk ke dalam kantor tersebut.

Semua orang terlihat hormat saat Byanca masuk kedalam kantor milik papahnya itu, karna mereka mengetahui bahwa Byanca anak dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.

Beberapa karyawan disana menyapa Byanca dengan ramah, Byanca hanya tersenyum ramah membalas sapaan mereka.

Lalu Byanca memasuki lift di memakan tombol ke lantai paling atas, tempat ruangan kerja papahnya.

Tak lama lift terbuka, Byanca keluar lalu berjalan menuju ruangan papahnya.

"Yusa, apa papah ada di dalam?" Tanya Byanca kepada sekretaris sekaligus orang kepercayaan Papah Jonathan.

"By, kamu ngapain disini?" Yusa malah berbalik tanya.

"Aku ingin bertemu papah, oh iya Yus apa di kantor ada lowongan pekerjaan?" Tanya Byanca lagi.

"Pak jonathan ada di dalam By, lowongan pekerjaan? untuk siapa?"

"Sudah jangan banyak tanya, ada apa tidak?"

Yusa terdiam sejenak, berpikir. "Sepertinya tidak ada by." Jawab Yusa.

Byanca terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.

"Ya sudah, aku ke masuk dulu ya ke ruangan papah."

Yusa menganggukan kepalanya. Lalu Byanca masuk kedalam ruangan papahnya.

Yusa memandangi Byanca, hingga Byanca hilang di balik pintu ruangannya.

"Astaga sadar Yusa, Byanca sudah punya suami." Umpat Yusa, kesal kepada dirinya sendiri.

Ya laki-laki berparas tampan itu, sejak dulu memang menyukai Byanca, Yusa dan Byanca sudah berteman sejak mereka masih kecil, sampai saat ini.

Hanya saja Yusa, mencintai Byanca dalam diam, Yusa tak punya banyak keberanian untuk mengutarakan perasaannya kepada Byanca, hingga akhirnya Byanca menikah dengan Evan.

Yusa menarik napas dalam, mengingat kembali sikapnya yang pengecut tak berani mengutarakan perasaannya kepada Byanca. Dengan satu alasan dia takut jika Byanca tak membalas perasaanya, dan memang kenyataanya seperti itu, Byanca tak membalas perasaannya dengan memberi kabar pernikahannya dengan Evan.

Setelah beberapa saat merenung, larut dalam lamunannya, Yusa tersadar lalu ia pun melanjutkan kembali pekerjaannya.

***

Kabar tentang Byanca dan Evan yang sudah bercerai memang belum diketahui siapa pun, hanya keluar mereka saja.

***

Byanca sudah berada diruangan papah Jonathan.

Papah Jonathan sempat merasa heran, karna kedatangan anak semata wayangnya itu, tak biasanya Byanca datang ke kantornya, dalam hati papah Jonathan bertanya-tanya.

"Pah...'' Panggil Byanca.

Kini Byanca dan papah Jonathan sudah duduk di sopa yang berada diruang tersebut.

"Iya By, tumben kamu kesini? Kanapa kamu gak kabarin papah mau kesini?" Tanya papah jonathan bertubi-tubi.

Byanca tersenyum kekeh, "Pah, emmm gimana ya bilangnya!" Ucap Byanca terlihat bingung.

"Kenapa by? bilang saja."

"Pah, apa di kantor ada lowongan pekerjaan?" Tanya Byanca dengan ragu menatap papahnya.

"Lowongan pekerjaan?" Mengulang ucapan Byanca.

Byanca menganggukan kepalanya. "Iya pah.."

"Sepertinya tidak ada sayang. Memangnya untuk siapa?"

"Tidak ada ya." Byanca mengerutkan bibirnya. "Buat Byanca Pah, Byanca pengen cari kesibukan.'' Jelas Byanca.

Papah jonathan terlihat mengerutkan keningnya, menatap tak percaya. "Kamu mau kerja By? Yakin?"

"Iya pah, tapi kalau tidak ada gak apa-apa deh, aku cari kesibukan lain aja."

"Ada ko by, ada."

Mata Byanca terlihat berbinar. "Benaran Pah?" Tanya Byanca dengan semangat.

"Iya By."

"Ah papah makasih." Byanca menghambur memeluk papah Jonathan.

Papah Jonathan tersenyum, membalas pelukan sang anak.

"Ya sudah kalau begitu Byanca pulang dulu ya Pah." Byanca melepaskan pelukanya.

"Iya sayang, hati-hati."

Byanca mengagangguk, lalu beranjak dari sopa. Berjalan menuju keluar rumah. Namun baru beberapa langkah byanca menghentikan langkahnya, membalikan badannya, melihat kearah papah Jonathan.

"Oh iya pah, Byanca kerja jadi apa?" tanya Byanca.

"Ah pokoknya besok kamu datang saja kesini," jawab papah Jonathan.

"Oke deh pah.." Ucap Byanca, merasa tidak puas dengan jawaban papahnya. Byanca pun melanjutkan langkah kakinya dan keluar dari ruangan tersebut.

Papah jonathan menatap penuh bahagia Byanca yang keluar dari ruangannya, papah Jonathan meresa sangat bahagia karna melihat Byanca yang sudah terlihat ceria kembali.

Dan mendengar Byanca ingin bekerja di kantor membuat papah Jonathan semakin senang, pasalnya ia bisa terus memantau Byanca dari dekat.

Walau pun sebenarnya papah Jonathan masih bingung, kerjaan apa yang pantas untuk Byanca dan juga di kantor sebenarnya tidak ada lowongan pekerjaan sama sekali, papah jonathan terpaksa berbohong kepada Byanca mengenai hal tersebut, karna mendengar alasan Byanca yang ingin berkerja karna ingin menyibukkan diri, dan semoga saja dengan Byanca bekerja di kantor perlahan dia bisa melupakan Evan. Dan kembali membuka lembaran baru.

Bersambung...

Like, comen and Votenya teman-teman jangan lupa.

Hehe maaf ya slow up, tapi aku pasti lanjut kok ceritanya sampai akhir.

Terima kasih.

1
angel
Evan sendiri egois ..gk trima byanca jg dijebak tp main talak2 aj tanpa cr bukti
angel
enak banget ya jd laki ..gk suka langsung talak ..perempuan ibarat keset...baru tau sgt gampangnya utk menceraikan istrinya di dlm ...
ovi
👍👍👍👍
Tiwik Firdaus
berati malah evan yang melakukan hubungan badan dengam orang lain kan itu karma kamu yang wzktu itu menuduh bianca
Tiwik Firdaus
sukurin tau evan karma
Tiwik Firdaus
sukurin makanya bibir itu buag ngomong yang baik2 aja mudah ngomong talak aja
Tiwik Firdaus
kamu akam menyesal seumur hidup evan setdlah ini
Tiwik Firdaus
ngak dikirim keluar negeri saja papa jonathan suruh cari kerja disana
Tiwik Firdaus
bener banget bianca kamu harus bangkit kembali dan buktikan kamu bisa bahagia tanpa lelaki bodoh seperti evan
Tiwik Firdaus
bianca juga goblok pergi ngak minta ijin dulu sama evan suaminya bisr evan tau kalau dia pergi mama mertua yang jahat itu
Tiwik Firdaus
yang benar yang mana nanya kok kadang anita kadang silvia membingungkan sedangkan sekretaris evan juga silvi
evita vita
bianka bodoh jg knp g bilang keorgtu bahwa kehotel itu bersama mm Anita
evita vita
tinggalkan aja laki bodoh itu,,ms org kaya yg cerdas g bisa menyelidiki
evita vita
bapaknya evan yg bego sdh tau ank tiri dan istri ga beres ko dpelihara
Novi Anjar
sampai episode 19 ini ceritanya bagus
ada satu dua tipo itu biasa, tidak mengurangi alur ceritanya
semangaaat Thor 🙏
Rari
Talak Tiga masih bisa langsung rujuk? Adakah dalilnya?
Tati Suwarsih Prabowi
evan modus!!!
Tati Suwarsih Prabowi
masa bru nikah bbrp hari sdh hamil?
gee
frees??
Hasnawati Latif
SMG Bianca TDK hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!