Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
“Kukuruyuuuk,,, kukuruyuuuk,,,” Suara bel yang berbunyi
Tak berapa lama pintupun terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya dari balik pintu
“Dengan Neng Naya ya?” tanya sang wanita tersebut
“Iya saya Naya, dari M tourguide kesini untuk bertemu dengan Aden Dirya” kata Naya memoerkenalkan diri dengan ramah
“BUNDAAAAA……” Teriak seseorang dari dalam, lalu munculah clientnya kali ini yang ternyata anak mochi.
“Hay, Aydin ? jadi kamu client kakak kali ini ? “ tanya Naya sedikit tidak menduga
“Iya Bunda, Bunda jangan kakak donk manggilnya, kan ini Bunda Aydin” kata anak tersebut protes dan kini sudah berada pada posisi kesukaanya yakni mendekap pinggang Naya yang masih sedikit ketinggian untuk dijangkaunya
“Hahaha, Iya. Wah ternyata Aydin sekarang lebih tinggi yah ? padahal baru kemaren kita bertemu” ucap Naya memecahkan canggung, karena sang pembantu yang membukakan pintu terlihat kaget dengan Aydin yang memanggil dirinya Bunda
“Ayo masuk Bunda !” Ajak Aydin sambil menarik tangan Naya
“Ah iya, silahkan masuk Nyonya” kata pembantu tersebut setelah tersadar dari kebingungannya
“Jangan panggil Nyonya bu. Saya hanya kebetulan dekat dengan Aydin sehingga dia memanggil seperti itu” jawab Naya meluruskan kesalahpahaman ini
“Baik Neng, tapi neng jangan panggil saya ibu ya, panggil aja Bi Ira ya neng” ucap Bi Ira yang juga merasa tidak enak dipanggil ibu oleh Naya
“Iya, Bi Ira juga bisa panggil nama saya saja ya bi” ucap Naya
“Ah iya, Neng Naya, silahkan masuk atu “ kata bi Ira yang membukakan pintu lebih lebar agar Naya dan Aydin dapat masuk secara bersamaan.
Pemandangan rumah mewah dengan ornament classic menjadi pemandangan pertama yang Naya lihat saat pertama kali masuk rumah ini, semuanya bernuansa putih dan kecokelatan. Lampu cristal yang mengantung di langit-langit rumah yang tinggi menambah kesan mewah pada rumah ini.
“Bunda, ayo kekamar Aydin ! Aydin mau tunjukin kamar Aydin ke Bunda” kata Aydin penuh semangat kini Aydin sudah menarik tangan Naya untuk mengikutinya
“Ah,,, dimana kamar Aydin sayang ? Wahhh kamar Aydin pasti sangat indah bukan ? “ kata Naya menanggapi ajakan Aydin
“kamar Aydin ada di atas Bunda, itu kamar aydin” Ucap Aydin sambil menunjuk sebuah pintu
Dan kini tibalah mereka didalam sebuah kamar bernuansa luar angkasa, banyak mainan yang berjejer didalam lemari menunjukkan bahwa apa yang diinginkan anak ini pasti dapat terbeli oleh orang tuanya.
“Bunda, ini tempat tidur Aydin. Sangat nyaman Bunda Aydin bisa terbang disini” ucap aydin sambil meloncat-loncat diatas kasurnya yang berbentuk seperti pesawat ruang angkasa itu
“Nah ini mainan Aydin Bunda, Aydin nanti akan memainkannya jika Aydin punya adik. Tapi sekarang Aydin simpan saja disini karena tidak ada teman untuk bermain” ucap Aydin sedikit sedih
“Ini tempat pakaian Aydin Bunda, ini sepatu, ini baju, ini tempat untuk celana, dan disini untuk kaus kaki Bunda, disitu untuk tempat jam tangan dan kacamata dan topi Aydin juga disana Bunda” ucap Aydin masih bersemangat sambil membuka pintu lemari dan menunjukkan isinya kepada Naya
Naya hanya tersenyum melihat antusiasme Aydin menyambut kedatangan dirinya, jadilah pagi ini Aydin sang tourguide yang menjelaskan isi rumahnya yang begitu luas ini kepada Naya.
Kegiatan berkeliling rumah terhenti karena adzan zuhur dan waktu makan siang.
“Sayang, udah adzan zuhur nih. Kita istirahat dulu ya duduk disini” ucap Naya, saat ini mereka sedang berada didepan kolam renang
“Baik Bunda” ucap Aydin yang duduk disebelah Naya
“Anak pintar. Bunda di ajak keliling rumah Aydin, terasa lagi liburan ih Bunda” ucap Naya tersenyum dan mengusap pucuk kepala Aydin
“Bunda senang ?” tanya Aydin
“Iya, senang sekali. Terimakasih ya, udah ajak Bunda berkeliling ” kata Naya tulus berterimakasih
“Jadi Bunda mau tinggal disini kan ?” tanya Aydin lagi
“ iya, Bunda akan menemani Aydin selama satu minggu disini” ucap Naya tersenyum menatap anak mochi disampingnya ini
“Yeeeyyy,,,,” kata Aydin senang sambil memeluk Naya disampingnya.
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣