Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan
Alveric duduk diam di kursi ruang kerjanya, menatap kosong ke arah layar komputer yang sejak tadi tidak benar-benar ia perhatikan.
Bayang bayang nya selalu saja tentang ariana dirinya begitu khawatir akan bahaya yang dulu selalu mengintai.
Apa daren masih mengincar ariana sampai detik ini? Tapi mengapa,aku perlu alasan yang jelas untuk semua ini,aku selalu terbayang-bayang kejadian saat itu
Alveric mencoba menyingkirkan kejadian itu,kejadian yang selalu membuatnya merasa takut.Bukan khawatir akan dirinya sendiri namun ariana.
Alisnya berkerut,pandangannya berpindah dari satu berkas ke berkas lainnya.Ada kebingungan yang jelas tergambar di wajahnya,bercampur dengan rasa lelah dan ragu.
Ruangan yang biasanya terasa tenang kini justru terasa begitu sempit,seakan tidak memberinya cukup ruang untuk menemukan jawaban.
"Daren daren,sebenarnya mau mu apa"
Tok
Tok
Tok
"Masuk"
Seorang wanita manusia dan ternyata itu adalah isabella.
"Ada perlu apa?",tanya alveric.
Isabella memberikan sebuah berkas pada alveric,"Tanda tangan disini pak".
"Hm",alveric menatap malas wajah isabella.
Bukannya pergi,isabella masih diam dan menatap wajah alveric.
"Apa ada perlu lagi?jika tidak silahkan keluar"
"Apa bapak tidak tertarik pada saya?"
"Tidak"
"Saya sudah beberapa kali mencoba mendekati bapak tapi kenapa selalu saja penolakan yang saya terima?"
“Aku sudah bilang, aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan”,ucapnya tenang, meski nada suaranya terdengar tegas.
Wanita itu menatapnya dengan sorot mata penuh desakan.“Kenapa tidak? Aku hanya ingin kita bersama. Apa salahnya?”
Laki-laki itu terdiam sejenak, lalu menatapnya dengan serius. “Bukan soal salah atau tidak. Perasaan tidak bisa dipaksakan”
Isabella masih berusaha meyakinkannya, melontarkan berbagai alasan agar alveric berubah pikiran. Namun, ia tetap berdiri di tempatnya, menjaga jarak dan berusaha menjelaskan batasannya tanpa memperkeruh keadaan.
"Sudahlah bella keluar,banyak sekali pekerjaan ku hari ini"
Isabella pasrah dan menurut saja apa kata alveric,"Baiklah pak,saya berharap bapak akan mempertimbangkan nya".
Alveric kembali menatap malas wajah isabella dan memfokuskan diri kembali pada pekerjaan nya.
Lebih baik aku memilih ariana daripada manusia pick me seperti isabella,tunggu apa yang aku pikirkan
Alveric menatap ponsel nya memandangi foto dirinya bersama ariana.Alveric tersenyum mengingat bahwa dirinya dan ariana selama ini tumbuh bersama.
"Such a beautiful and kind woman,when can I have you"
Sebaiknya aku segera menuju caffe ariana,aku ingin memastikan bahwa dia baik baik saja
Alveric bersiap menemui ariana di caffe tempat dia bekerja.
Tak berselang lama akhirnya alveric pun sampai di caffe dan mencari seseorang yang dia ingin temui yaitu ariana.
Kala itu alveric melihat ariana sedang bersama laki laki berambut hitam pekat.
Terlihat begitu akrab,alveric cemburu melihat kedekatan nya dengan ariana.
Menyadari ada alveric disitu ariana langsung menyambut nya.
"Kakak sejak kapan disini",ariana memeluk alveric.
Alveric menatap laki laki itu dengan sinis,zein hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Apa dia kakakmu ariana?", tanya zein.
"Memang kami tidak ada hubungan darah,tapi kak alveric sudah menjagaku dari sewaktu kecil",jelas ariana.
"Kupikir dia kekasihmu",jawab zein sambil terkekeh.
"Kenapa kau tertawa?", tanya alveric sinis.
"Sudahlah kakak dia itu pelanggan baru, namanya zein tadi kopi yang dia pesan tumpah dan membasahi baju nya jadi aku bantu bersihkan"
Zein beranjak dari duduk nya dan membungkukkan badannya.
"Maafkan saya jika kehadiran saya justru memberikan rasa tidak nyaman untuk kalian"
Ariana juga melakukan hal yang sama seperti yang zein lakukan,ariana juga meminta maaf jika mendapat perlakuan yang mengenakan.
"Kalau begitu saya permisi ya,terimakasih pelayanan nya ariana"
Saat zein akan pergi dia tidak lupa untuk memberikan satu senyuman pada ariana.Alveric yang melihat nya merasa kesal dan tidak senang.
"Sama sama,jangan lupa datang lagi ya"
Alveric menatap ariana,"Sepertinya kamu suka padanya".
"Tidak kak alveric,dia baru saja aku kenal bagaimana mungkin aku suka padanya?"
Alveric mendekatkan wajah nya pada ariana,ditatap nya ariana dengan waktu yang lama.
"Jatuh cinta pada pandang pertama?"
"Tidak,kak ini teralu dekat",ariana mencoba menjauhkan tubuh alveric yang semakin mendekatinya.
"Gadis kecil yang selalu bersamaku,sekarang sudah jadi wanita cantik ya",ucap alveric yang memainkan rambut ariana.
"Kakak kau membuat ku merinding",ariana berhasil lolos dari alveric.
Alveric menyeringai kecil,"Tidak akan ku biarkan satu orang pun mendekatimu".
Beberapa menit kemudian aru pun datang kembali untuk menemui ariana.
"Hallo baby",aru memberikan sebuah cake strawberry kesukaan ariana.
Ariana sangat girang melihat apa yang aru bawa,tidak sabar dirinya seperti ingin segera memakan cake tersebut.
Alveric yang melihat pemandangan itu menjadi sangat kesal namun dia tahan sebisa mungkin.
"Kak aru tahu saja apa yang aku suka hehe"
"Tentu,because you're my favorite person",ucap aru sambil mencium tangan ariana.
"Person matamu",timpal alveric.
Alih alih kesal aru justru mencari simpati alveric,"Wah ternyata ada kakak ipar"
"Kenapa kesini?",tanya zein sambil menatap malas wajah aru.
"Aku hanya ingin bertemu dengan ariana",bisiknya pada alveric.
Alveric menatap kembali wajah aru,mereka saling menatap satu sama lain,tatapan dingin dan tajam.
Aura membunuh nya terasa kuat sekali,ariana yang menyadari nya segera menetralkan keadaan.
"Wah ayo kita coba sama sama cake nya bagaimana?",tanya ariana dengan nada gugup.
"Baiklah,nona cantik ayo kita makan",ucap aru.
Aru memberikan kode supaya ariana menyuapi dirinya,ariana menurut satu suapan mendarat di mulut aru.
Alveric hanya memainkan ponsel mencoba mengalihkan pandangannya pada mereka berdua.
Seolah tak mau kalah aru juga menyuapi ariana,dia juga melihat alveric yang mulai merasa kesal.
"Sini ariana aku suapin juga ya"
Satu suapan mendarat dimulut ariana,ariana yang senang karna rasa cake nya tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.
Namun alveric justru salah paham,dia berpikir bahwa ariana sangat senang bisa di suapi oleh aru.
Alveric yang tidak tahan dengan pemandangan menjijikan di depan matanya segera pergi meninggalkan caffe tanpa sepatah katapun.
"Kak,kak alveric mau kemana?"
Alveric tidak mendengarkan ucapan ariana,dia terus berjalan meninggalkan caffe itu.
Ariana menyusul alveric sampai ke parkiran caffe,"Kak alveric,kakak tunggu".
Ariana mendekap alveric dari belakang,di peluknya dengan erat alveric oleh ariana.
"Aku dengan aru tidak ada hubungan apa apa,kakak jangan terlalu memikirkan hal yang tadi"
Alveric senang,ini kali pertama ariana memeluknya.Namun alveric tidak mampu memperlihatkan perasaan senang itu sebab dia terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan nya.
"Aku tahu kak alveric takut, jika aku salah dalam memilih,kak alveric juga tidak mau sampai terjadi apa apa dengan aku kan?"
"Maaf,tapi aku tidak mau sesuatu hal terjadi padamu"
"Aku bisa belajar menjaga diriku sendiri,kak alveric juga mempunyai dunia kakak sendiri,aku bukan anak kecil lagi yang bersembunyi dibalik keluarga willy lagi kak"