NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.Mengejar Bayangan

"Kerahkan semua koneksi yang kita punya! Cari keberadaan Naya sampai dapat! Lacak semua tiket kereta, pesawat, bus, sampai kamera jalanan. Temukan dia sekarang juga!" raung Aksa ke depan layar ponselnya. Suaranya pecah dan bergetar hebat memecah kesunyian apartemen kosong itu.

Aksa meremas jas putih milik Naya di dadanya. Pria itu menolak beranjak dari tepi ranjang. Hancur. Itulah satu kata yang bisa menggambarkan kondisi sang CEO arogan saat ini.

"Baik, Pak Aksa. Tim pelacak kami sedang menyisir seluruh data pergerakan di kota ini. Naya tidak membawa koper besar, kemungkinan dia tidak pergi jauh dari pusat kota. Tolong beri kami waktu sebentar," sahut Dimas dari seberang telepon dengan nada ikut tegang.

"Aku tidak mau dengar alasan! Temukan dia atau kalian semua kupecat!" ancam Aksa kalap sebelum memutus sambungan telepon sepihak.

Pria itu menunduk dalam, air matanya menetes mengenai kerah jas putih Naya. Aksa merasa jiwanya ikut tercabut. Dia sudah kehilangan Naya tujuh tahun lalu karena kebodohannya sendiri, dan sekarang dia menghancurkan wanita itu lagi dengan tangannya yang kotor.

Ponsel di genggaman Aksa mendadak berdering nyaring. Panggilan dari Dimas. Aksa buru-buru mengusap wajahnya yang basah dan mengangkat panggilan itu dengan tangan gemetar.

"Katakan kamu sudah menemukannya, Dimas," desak Aksa tanpa membuang waktu.

"Sudah, Pak Aksa. Naya tidak ke luar kota. Dia menyewa sebuah kamar kos kecil di kawasan kumuh pinggiran kota. Tim kami melacak keberadaannya di Klinik Bakti Kasih, sebuah fasilitas pengobatan gratis untuk warga miskin yang letaknya tidak jauh dari kosnya," lapor Dimas cepat.

"Kirimkan titik lokasinya padaku sekarang juga!"

Aksa langsung berlari keluar apartemen tanpa mempedulikan penampilannya yang kacau balau. Kemeja mahalnya kusut dan basah, rambutnya berantakan, tapi otaknya hanya fokus pada satu tujuan. Dia melompat masuk ke dalam mobilnya dan memacu kendaraan itu menembus jalanan basah menuju area pinggiran kota.

Jalanan aspal mulus perlahan berubah menjadi jalan berlubang penuh genangan lumpur cokelat. Aksa memarkirkan mobil mewahnya sembarangan di depan sebuah bangunan tua berdinding cat pudar. Papan nama bertuliskan Klinik Bakti Kasih terlihat miring di atas pintu masuk. Suasana di sana sangat ramai, bising oleh tangisan anak kecil dan batuk orang tua.

Jantung Aksa berdetak gila-gilaan menabrak tulang rusuknya. Ia mendorong pintu kaca kusam itu dengan tangan dingin. Bau obat murahan dan lantai basah langsung menyambut penciumannya.

Mata gelap Aksa menyapu liar seluruh penjuru ruangan sempit yang sesak oleh pasien itu. Dan saat itulah dunia Aksa seolah berhenti berputar. Udara di sekitarnya lenyap ditarik paksa.

Di sudut ruangan, di balik meja kayu reyot bagian administrasi, duduklah wanita yang sejak tadi membuat Aksa hampir gila.

Naya ada di sana.

Bukan memakai jas putih kebanggaannya. Bukan berdiri tegap memegang pisau bedah dengan sorot mata tajam penuh wibawa. Naya hanya memakai kemeja kebesaran yang pudar, duduk diam melayani pendaftaran pasien warga miskin.

Tatapan Aksa perlahan turun, dan hatinya terasa dihantam palu godam ribuan ton.

Tangan kanan Naya dibalut gips tebal berwarna putih. Tangan yang dulu sangat lincah menyambung nyawa orang itu kini tergeletak kaku tak berdaya di atas meja, disangga oleh selembar kain biru yang melingkar di lehernya. Naya terlihat kesulitan membalik halaman buku catatan pendaftaran. Wanita itu terpaksa menggunakan tangan kirinya yang kaku untuk menulis nama pasien dengan gerakan yang sangat lambat dan berantakan.

Malaikat pelindungnya benar-benar sudah hancur. Pisau bedah yang menjadi nyawa Naya sudah direnggut paksa oleh keangkuhan Aksa.

Langkah Aksa terseret pelan. Kaki panjangnya terasa sangat berat seolah diikat besi panas. Pria yang biasanya ditakuti oleh ribuan karyawan itu kini berjalan gemetar mendekati meja administrasi usang tersebut. Aksa menelan ludah kasar, menahan tangis yang mendesak kuat di tenggorokannya. Ia bahkan tidak berani bernapas terlalu keras, takut Naya akan menghilang seperti ilusi.

Bayangan Aksa yang tinggi besar menutupi cahaya lampu di atas meja administrasi.

Merasa ada seseorang yang berdiri tepat di depannya, Naya menghentikan gerakan tangan kirinya yang sedang memegang pena.

Naya mendongak pelan dari buku catatannya.

Tatapannya langsung bertemu dengan mata Aksa yang sudah memerah dan berkaca-kaca. Hening. Waktu terasa mati detik itu juga. Aksa bersiap menerima caci maki, tamparan, atau teriakan histeris dari Naya. Dia pantas mendapatkannya. Dia pantas dibunuh atas semua dosa-dosanya.

Namun, tidak ada amarah di sana. Tidak ada kebencian, apalagi air mata. Sepasang mata indah milik Naya menatap wajah Aksa dengan tatapan kosong. Sangat datar dan mati rasa. Kekosongan absolut di mata wanita itulah yang justru membunuh jiwa Aksa seketika.

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!