NovelToon NovelToon
The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

Status: tamat
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARDICK

( upload senin - Sabtu= 6× )

The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny

Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.

Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.

Ater. Mala. Angis. Evir.

Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.

Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.

Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.

Kemudian semuanya berubah.

Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.

Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

{Chapter 16 }:{secret journey }

Iles terus mengulang kata maaf hingga Sora semakin kesal.

Wajah Sora memerah. Tatapannya tertuju pada satu titik, seolah kemarahan di dalam dirinya semakin sulit dikendalikan.

Sesaat kemudian, Sora langsung mengeluarkan bola Api yang melesat dan mengenai tangan Iles.

Ledakan menggema hingga ke luar penjara.

“Aku tidak menyangka kau sudah sangat berubah...”

Tangisan Iles pecah. Ia menahan rasa sakit yang begitu menyiksa di lengannya.

“Ingat ini. Ingat serangan ini tidak setara dengan apa yang kau lakukan padaku.”

Sora menatapnya tajam.

“Apa yang kau lakukan sangat hina, Iles. Ingat luka itu. Itu tanda bahwa aku akan datang kepadamu.”

Iles menggigit bibirnya menahan rasa sakit.

“Dan ingat ini juga, Sora. Aku tidak akan berhenti hingga kau memaafkanku. Bila bukan aku yang langsung meminta maaf kepadamu, maka kau berhak menikam jantungku.”

Iles langsung keluar dari penjara dengan tangan yang masih kesakitan.

Sesampainya di luar, terlihat orang misterius itu sudah berdiri di kejauhan.

“Iles... kau akan menerima maaf dari Sora setelah kau membayar duka Sora yang kau timbulkan.”

“Kapan bayaranku datang? Aku sudah sangat lelah.”

Raut wajah Iles terlihat lemah. Tatapannya penuh harap sekaligus kebingungan.

“Kenapa tidak detik ini juga?”

Orang misterius itu menatapnya.

“Kau tidak akan bisa menumbuhkan bunga tanpa membersihkan tempat yang sudah tercemar. Tanpa mengembalikan tanah tercemar itu menjadi subur, kau tidak akan mudah lepas dari bayaran yang terus menghantuimu.”

Iles terdiam.

“Ingat, sesuatu yang suci pun akan memiliki noda yang tidak mudah untuk disucikan lagi.”

Suara orang misterius itu terdengar semakin berat.

“Duka yang Sora rasakan disebabkan oleh ayahmu sendiri. Ia sangat kejam kepada rakyat, kepada ibumu, kepada penjaga Artefak Kuno, Sora, pemimpin Bangsa Api, dan Garha—bagian penting dari bangsamu sendiri.”

Iles menundukkan kepalanya.

“Aku mengerti. Karena kesalahanku dan ayahku, kami membuat ancaman yang nyata bagi alam semesta.”

Ia mengepalkan tangannya.

“Bagaimana bila Sora berhasil keluar dari penjara Api Abadi? Hal apa yang akan terjadi berikutnya?”

Napas Iles kembali berat.

“Aku sangat takut Sora menghancurkan alam ini.”

Orang misterius itu tertawa.

“Kau takut Sora akan menghancurkan alam ini?”

Tawanya kembali terdengar.

“Sora akan melakukan itu. Tanpa kamu sadari, kamu sudah menanam benih amarah di dalam dirinya. Ingat itu.”

Tatapannya tertuju pada Iles.

“Kamu bukan manusia biasa. Kamu dewi. Tapi kamu takut Sora akan menghancurkan alam semesta.”

Ia terdiam sesaat.

“Maka karena itu, kamu harus mengubah Sora kembali seperti dahulu.”

“Bayaran atas apa yang kamu lakukan... ingat, bayaran itu akan datang kepadamu di masa depan maupun minggu depan.”

Tiba-tiba angin berembus membawa debu dan sisa-sisa kekacauan.

Dalam sekejap, orang misterius itu menghilang.

Iles yang masih memikirkan perkataannya kehilangan tenaga. Tubuhnya terjatuh lemas.

“Alam semesta... mengapa aku merasakan ketakutan yang amat besar?”

Ia memukul kepalanya sendiri lalu menarik rambutnya.

“Kenapa aku melakukan ini?”

Air matanya kembali mengalir.

“Satu kesalahanku akan membuat aku dan keturunanku merasakan kehancuran yang digerogoti kesalahanku.”

Iles memeluk peninggalan itu erat-erat.

“Ibu... aku lelah.”

Beralih pada Sora.

Di dalam penjara, Sora sedang tertawa keras.

“Aku akan datang dan menghantui alam ini.”

Tawanya bergetar hingga terasa di tanah.

Tetesan air mata yang dulu masih mengalir kini sudah tidak dapat keluar lagi.

“Lihat... suatu saat aku akan keluar dari sini.”

Perkataan Sora terdengar seolah ia mengetahui bahwa suatu hari ia akan keluar dari penjara itu.

Kemudian diperlihatkan sebuah tempat yang dipenuhi cahaya kebiruan yang sangat indah.

Di kejauhan terlihat seorang gadis mengenakan pakaian yang dipenuhi cahaya seperti bintang-bintang.

Beralih pada Iles.

Ia masih menangis sambil berjalan di tanah yang kini terasa dingin. Rambutnya terurai hingga ke ujung tubuhnya.

“Jadi alasan Sora sangat benar... mengubah rakyat menjadi tanpa jiwa agar mereka tidak mati karena suhu yang tidak stabil.”

Langkah Iles terasa semakin berat.

“Aku sangat menyesal, alam. Aku egois. Aku tahu ayah sangat salah... tapi aku seorang anak. Aku tidak sanggup melihatnya mengalami kematian yang begitu menyakitkan.”

Tanpa disadari, Iles sudah berjalan menuju Negeri Api.

Ia menatap sekeliling.

Rumah yang dulu menjadi tempat Iles pertama kali belajar berjalan kini telah hancur.

“Ibu... aku sendirian. Aku membutuhkanmu.”

Tangisannya langsung menusuk kesunyian.

Ia berjalan di antara reruntuhan, lalu memeluk batu-batu kerajaan Bangsa Api.

“Alam... aku mohon, kembalikan semua ini.”

Teriakan dan tangisan Iles menggema di antara reruntuhan. Tubuhnya bergetar, sementara air mata yang tersisa seakan sudah tidak mampu lagi keluar.

Ia kemudian berjalan menuju taman.

“Aku di sini berjalan untuk pertama kalinya dengan tangan ayah dan ibu.”

Iles menyentuh tempat yang dulu menyimpan kenangan itu.

“Ayah... aku sangat menyayangi Ayah. Mungkin Ayah dulu kondisinya tidak baik secara fisik, tapi aku sayang Ayah.”

Suaranya semakin bergetar.

“Kenapa, Ayah? Setelah keluar dari ujian alam, kenapa Ayah menjadi orang yang berbeda?”

Iles memejamkan mata.

“Aku rindu sentuhan Ayah yang dulu.”

Ia berjalan menuju tempat ayahnya dahulu duduk ketika masih belum sembuh dari penyakit fisiknya.

Iles memeluk tempat itu erat-erat.

“Ayah... kenapa Ayah bisa menjadi seperti ini?”

Di kejauhan, orang misterius itu memperhatikan Iles dalam diam.

1
Putri Ayu
ditunggu thor lanjutannya hehe😁
Putri Ayu: asiappp/Kiss/
total 2 replies
Putri Ayu
menurutku menarik ceritanya
Aurelia Sadewa
waw deskripsi nya keren thor aku langsung kebayang... panutan thor salam kenal dari pemula
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: salam juga
total 1 replies
Zyraa
hi kak, salam kenal ya, kita saling support kak.🙏😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: oke 💪
total 3 replies
Illa🌙
i don't actually understand 😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: yes this is Indonesian
total 1 replies
♡⃝ 𝓠𝓾𝓮𝓮𝓷𝓡𝓪 ♕
Dikendalikan oleh Sora ternyata. Dia manfaatin Garha karena dendam kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iyaah
total 1 replies
Miranda.
eee kritik dikit ya mas ardick. bab ini kek montase singkat deh, ketimbang flashback atau menceritakan sebuah alur/Sweat/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: emm bab 1 sampe bab kejadian zeo membekukan dunia, itu di masa depan, bab selanjut baru mencerikan masa lalu kisah Sora dll,
total 1 replies
Miranda.
agak was-was ya, zeo nikah/Sweat/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kenapa tu
total 1 replies
naws
walah. rebutan perempuan rupanya.
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahah🤣
total 1 replies
naws
aku jadi inget aang
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: haha iya mirip dri elemen nya
total 1 replies
naws
profesi yang diwariskan ya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iya yang terpilih
total 1 replies
Mingyu gf😘
Ayahmu memang seorang iblis
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: astaghfirullah ayah aku manusia
total 1 replies
Mingyu gf😘
Andai kamu tahu, ibhmu sudah di bunuh oleh ayahmu sendiri
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🥺🥺🥺iyah
total 1 replies
Naisha Anindya
ceritanya sangat sangat bagus! apalagi kalo dibuat komik! jarang jarang ada cerita sebagus ini 😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: serius jadi semngat jangan lupa reting
total 1 replies
Isma Iis
senjata makan tuan?? mungkin karena belum terlatih mengendalikan kekuatan dengan baik kali ya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: bisa jadi
total 1 replies
2️⃣4️⃣Mochi
ternyata dulu Sora orang yang merendah ya. dan skrg spt-nya ada dendam dihatinya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: begitu lah takdir
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
ini dewi bulan nya bakal reinkarnasi lagi kah thor?
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: emm gak tau si baca aja mak
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
kan dia.. emang orang gila, dimna mna para pengendali api di avatar ang juga, jadi musuh seluruh dunia kan!!! 🙄 kenapa sih di dunia ini harus ada api? kebakaran tuh dmna mna! 😒
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahahah sabar
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
saking kecintaan dia... lir ibarat, dia mati pun gak papa, asal bisa sama pujaan hati nya, aseeeekk.. 🗿🙄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: asekkk wkwkwk🤣
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sampe masih belum rela ya si sera.. dia sampe nembus kabut batas dunia, ini mreka tuh kaya para dewa gitu kan, emak loding? /Facepalm/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kwkwkwk mereka menjaga alam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!