NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan

"Ini putriku Angelie Lee, dia kuliah di Sekolah Seni, jurusan apa sayang...?" kata Ibuku memperkenalkanku dengan teman-teman bisnisnya yang sedang berkumpul di Restoran mahal.

"Seni menulis, khususnya huruf kuno" jawabku singkat, menekankan huruf kuno dalam penyebutanku.

"Wow, hebat sekali....aku baru saja mendengar ada jurusan ini, jurusan yang sangat langka" kata seorang teman Ibu dengan ramah menyambut ucapanku.

Lalu mereka fokus pada wanita yang baru saja datang, Ibu sepertinya sangat menyukainya.

Wanita-wanita ini mencari muka pada Wanita yang terlihat sangat elegan dan mahal dari tampilannya saja dia bisa menggunakan ratusan juta untuk penampilannya.

Aku ikut berdiri menunduk memberi hormat, hampir aku menyilangkan kaki mengingat setiap kali aku harus menghormati orang-orang kerajaan.

Sudah saatnya pulang, rekan-rekan ibu juga sudah mulai bubar.

Wanita yang di kagumi ibu bernama Sara.

Bibi Sara menoleh padaku, "Besok datanglah kerumah, sudah kubicarakan dengan ibumu tadi. Mudah-mudahan Putraku bisa berkomunikasi padamu" katanya.

Aku bingung harus bilang apa, Ibu merangkul tanganku.

"Akan kami bicarakan nanti, tenang saja Sara..." kata Ibu.

Bibi Sara masuk ke mobilnya.

Aku dan Ibu masuk ke mobil kami, "Maksud ibu apa?" tanyaku.

"Ini masih suasana tahun baru, ibu tau kau anak yang baik, dengar ibu punya project delapan puluh miliar di perusahaan Sara. jadi kau harus bantu ibu mendekati anaknya" kata Ibu.

Supir menjalankan mobil, "Hah, yang benar bu? memangnya aku gadis apa-apaan" kataku marah, baru saja aku berpikir kembali ke rumah karena di terima ingin dekat dengan keluargaku hari ini malah mau di korbankan lagi demi bisnis.

"Sudahlah lee, ibu tau kamu populer di kampus, belum punya pacar kan?" kata Ibu sambil membuka pouch bedaknya, merapikan lipstik dan mengoleskan lipstik merah di bibirnya.

"Kalau begitu, aku kembali ke kost saja" kataku.

Aku kecewa.

Ibu mencengkram tanganku, "Jangan konyol, jadilah anak yang patuh. Kau mau melihat Ayah dan Ibumu jatuh, saham Ayahmu banyak yang turun" Ibu mencengkram tanganku di sampingnya. Kukunya yang tajam membuat kulit-kulitku tertusuk.

"Besok kau harus datang dan berkenalan dengannya" kata Ibu, dan ini terdengar seperti perintah yang tidak boleh di bantah.

**

Aku berjalan dengan gaun hijau yang lembut masuk ke dalam mansion memegang tas putihku,

Mansion orang kaya yang terlihat sempurna.

Aku dipersilahkan masuk oleh seorang pelayan yang mengenakan baju berwarna hitam putih.

"Hai cantik...apa kabarmu?" kata Bibi Sara menyapa lembut memelukku dengan akrab.

"Baik.." aku tersenyum.

"Sayang, pasti kau terkejut dengan permintaanku dan ibumu" katanya tersenyum sambil menggoyang-goyangkan gelas piala berisi air mineral.

Aku tersenyum mengangguk saja, bingung untuk menjawab apa.

"baiklah, akan kuperkenalkan kau dengan putraku,namanya Fang Ren, ayahnya menyukai segala hal tentang sejarah kerajaan kita" kata Bibi Sara.

"Bi..." kataku terkejut mendengar nama itu, sedikit mengeleng karena kebetulan sekali Pangeran Fang dan Xiu Ren.

"No! jangan panggil Bibi...kau bisa panggil aku Mama..., oke?" dengan jarinya yang di gerakan melarangku memanggil Bibi, aku mengikuti saja maunya dan langkahnya memanduku di depan menuju tempat perkenalan dengan Putranya Fang Ren.

"Aku punya putra kedua namanya Lio, tapi dia kuliah di luar negeri. Putraku Fang Ren juga sudah berkerja dari rumah dia punya bisnis yang besar kau tau Saham Perusahaan Komputer Z, itu miliknya" Kata BIbi Sara menjelaskan lagi dengan bangga, tubuh langsingnya melenggang memanduku didepan.

Aku masuk di sebuah ruangan yang bersih, AC nya dingin dan udaranya aroma kayu manis yang mahal.

Duduk seorang pria di atas kursi roda berhadapan dengan laptopnya, pria ini tampan bersih dan paling penting dia sangat persis dengan Pangeran Fang.

Saat mata kami sama-sama bertemu jantungku terasa berhenti, apakah aku bermimpi?

"Fang, maaf Mama mengganggu mu sebentar, Mama akan perkenalkan seorang gadis anak dari teman mama" kata Bibi Sara.

Aku langsung diminta perkenalan seperti ingin interview perkerjaan duduk berhadap-hadapan dengan laptop sebagai penghalang.

Fang tidak bereaksi apa-apa dia hanya diam di depan laptopnya sambil beberapa kali mengangkat kacamatanya yang kadang turun.

Hidung mancung dan kulit putih pucatnya sama persis dengan Pria kerajaan yang ku kenal.

Apa ini hanya kebetulan atau memang Tuhan mempertemukanku dengan orang ini lagi.

"Aku akan meninggalkan kalian berdua" kata Bibi Sara.

Suasana seketika hening, Bibi Sara dan pelayan keluar kamar.

Ruangan dengan kaca yang besar menghadap ke taman.

"Nama? " tanyanya seolah sedang interview.

"Angelie Lee panggil saja lee" kataku semangat, akhirnya dia bicara.

"Baiklah nona lee, saya sedang sibuk tinggalkan saya sendiri di ruangan ini" katanya sambil mengetik tidak memandang sedikitpun ke arahku.

"Oh, baiklah.. Kalau begitu aku pamit, permisi" kataku berdiri dari kursi di hadapannya.

Aku menggunakan trik tarik ulur, semoga dia menanggapi.

Kuhitung satu sampai tiga dia tidak bereaksi sedikitpun menahanku.

Aku berbalik keluar pintu kamarnya tidak sedikitpun di panggil kembali.

**

"Sayang sudah pulang, sebentar sekali? " tanya Bibi Sara yang sedang di halaman bersama pria yang beberapa hari lalu penah bertemu.

"Prof?" kataku.

"Papa? Kalian saling mengenal? " kata Bibi Sara.

Aku memberi hormat dengan mengangguk kepala menunduk.

Kami bersalaman, "Ini Angeline Lee yang aku ceritakan, kalian kenal dimana?" kata Bibi Sara

"Beberapa hari yang lalu saya ke museum, memgambil barang saya yang hilang" kataku jujur.

"Iya, itu benar. Tidak menyangka kita bertemu lagi Nona" kata Ayah dari Fang Xiu.

"Wah... Menarik sekali, suamiku adalah orang yang mendanai proyek sejarah di museum nasional kita, ternyata lingkaran kita sempit sekali. Bagaimana Fang, bicara apa? " tanya Bibi Sara.

"Dia menanyakan namaku" kataku.

"Pa... Apa aku bilang... " kata Bibi Sara menepuk tangan suaminya, sang Professor Peneliti sejarah Kerajaan Fang.

Aku tersenyum dan pamit.

"Kau harus datang lagi... " kata Bibi Sara mengenggam tanganku.

Aku berjalan keluar mansion menuju parkiran, aku melihat Fang duduk di kursi roda memandangku dari jendela kaca.

**

Handphone ku berbunyi tiga kali, dari nomor asing.

Aku tidak mengangkat sambil menyusuri jalan kampus di bawah pohon beringin tua.

Aku kadang mendongak ke atas melihat daun-daun rindang.

Telepon ke empat kalinya, "Hai.. Ini siapa? " kataku.

"Ini Fang, datanglah ke parkiran" pintanya.

Aku terkejut, berusaha menormalkan nafas menuju parkiran.

Sebuah mobil berwarna putih mendekat, jendela di buka "Nona Lee, masuk" kata Fang dari bangku belakang.

Mirip seperti perintah pangeran,  aku diam, tapi kuikuti saja maunya.

Aku duduk di samping Pemuda yang menggunakan setelan jas mahal.

Memainkan tabletnya di sampingku.

"Kita kemana? " tanyaku.

"Ke galeri ibuku" katanya menjawab tanpa melihat wajahku, Fang menatap lurus kedepan.

Kulihat di sampingnya tongkat kayu yang terlihat mahal dengan ukiran emas di kepala tongkat.

Kami berhenti di suatu taman.

"Ini bukan galeri? " tanyaku.

"Ada yang harus kita bicarakan nona lee" Kata Fang.

"Panggil aku, Lee saja" kataku.

Dia turun dari mobil berjalan dengan tongkatnya ke kursi taman yang menghadap ke danau.

Pandangannya lurus ke depan.

"Berapa uang yang kau minta? " kata Fang menoleh bertanya padaku.

"Uang? " jawabku balik bertanya.

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!