NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:131.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Jam di dinding menunjukkan pukul dua pagi ketika suara langkah kaki terdengar di lorong lantai bawah. Pintu depan terbuka perlahan, lalu tertutup lagi dengan bunyi yang agak keras. Tak lama kemudian, lampu ruang tamu yang tadinya gelap gulita tiba-tiba menyala terang, membuat siapa pun yang berada di ruangan itu seakan terekspos sepenuhnya.

Viona baru saja melangkah masuk dengan tas tangan di lengan kirinya, sepatu hak tingginya masih terpasang di kakinya. Rambutnya yang tertata rapi sedikit berantakan, wajahnya terlihat lelah namun bibirnya masih menyunggingkan senyum seakan tidak ada yang terjadi di rumah ini malam itu. Namun senyum itu langsung membeku di bibirnya saat melihat sosok yang duduk di sofa utama.

Zavian duduk tegak di sana. Posisinya kaku, punggungnya tidak menyandar pada sandaran sofa, kedua tangannya terkepal di atas lutut, dan matanya menatap lurus ke arah wanita itu. Tidak ada satu pun gerakan yang ia buat, namun kehadirannya saja sudah memancarkan amarah yang begitu besar, membuat suhu ruangan seketika terasa menurun.

Viona menelan ludah, menyadari bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi. Ia mencoba tetap tenang, meletakkan tasnya di meja dekat pintu, lalu berjalan mendekat dengan senyum yang dipaksakan.

"Zavian? Kau belum tidur? Sudah larut sekali."

"Kau gila?" potong Zavian tiba-tiba. Suaranya tidak berteriak, justru rendah dan dalam, namun getarannya terasa jauh lebih mengerikan daripada amarah yang meledak-ledak. Matanya menatap tajam ke manik mata Viona, seakan ingin membaca setiap kebohongan yang tersembunyi di sana.

"Membiarkan putrimu di luar dengan cuaca sedingin itu? Selama berjam-jam sendirian di kebun belakang? Di mana otakmu, Viona?"

Viona terdiam sejenak, lalu ia tersenyum miring, menyilangkan kedua lengannya di depan dada dengan sikap yang seolah-olah tidak ada yang penting dari apa yang baru saja dikatakan Zavian.

"Dia putriku, terserah aku melakukan apa padanya," jawabnya dingin, dengan nada yang meremehkan.

"Aku tahu apa yang terbaik untuk anakku. Dia cuma perlu sedikit pelajaran agar tidak menjadi anak yang tidak tahu diri. Terlalu dimanja nanti dia tidak akan tahu diri."

Zavian berdiri perlahan. Tingginya yang menjulang membuat Viona secara tidak sadar mundur selangkah. Tatapan pria itu bukan lagi tatapan kesal biasa, melainkan tatapan seseorang yang telah kehilangan seluruh rasa hormatnya kepada wanita di depannya.

"Pelajaran?" ulang Zavian, suaranya kini sedikit meninggi namun masih terkontrol.

"Kau membiarkan putrimu kedinginan hingga hampir kehilangan nyawanya dan menyebut itu sebuah pelajaran? Dia menderita hipotermia, Viona. Kalau aku terlambat sepuluh menit saja, kau mungkin sudah tidak punya putri lagi hari ini. Dan kau bicara seolah-olah itu hal sepele?"

Viona tampak terkejut sesaat, namun ia segera menutupinya dengan senyum sinis.

"Kau terlalu berlebihan. Angin malam itu tidak sedingin yang kau kira. Dia cuma sedikit kedinginan, besoknya pasti sudah segar kembali. Dia gadis yang sangat kuat, asal kau tahu."

Zavian melangkah maju selangkah, membuat Viona terpaku di tempatnya.

"Hal kecil?" Zavian tertawa pendek, namun tawanya sama sekali tidak terdengar lucu. Ia mengambil ponselnya, menekan satu tombol, lalu meletakkan benda itu di atas meja di antara mereka. Layar ponsel itu menampilkan rekaman CCTV kebun belakang yang ia tonton berulang kali sejak tadi, rekaman di mana terlihat jelas Viona menarik lengan Mirella dengan kasar, menunjuk-nunjuk ke arah wajah gadis itu, mendorongnya hingga Mirella terhuyung mundur, lalu berbalik dan meninggalkannya sendirian di sana dalam kegelapan malam.

Wajah Viona perlahan berubah. Ia tidak menyangka ada kamera di sana. Tapi tetap memasang tampang sombong.

"Kau lihat dirimu sendiri di layar itu? Itu bukan sekadar memarahi anak. Itu kejam. Sangat kejam. Dia anakmu. Darah dagingmu. Apa yang ada di hatimu sampai kau tega melakukan itu padanya?"

Viona tersenyum miring.

"Dia mempermalukanku di depan teman-temanku. Aku harus mengajarinya sopan santun. Dia anak yang penurut sebelumnya, tapi belakangan ini dia semakin sering tidak menurutku. Aku ibunya, aku berhak,"

"Kau berhak mencintainya, bukan menyakitinya!" potong Zavian tegas.

"Hak seorang ibu adalah melindungi, bukan menjadi sumber ketakutan bagi anaknya."

Suasana hening seketika. Hanya terdengar napas Viona yang sedikit terengah karena emosi yang tertahan. Ia menyadari bahwa kali ini Zavian benar-benar marah besar. Ia mendekat dan mencoba menyentuh pria itu, berniat merayu.

"Jangan sentuh aku," ucap Zavian dingin.

"Aku tidak sudi." tambahnya.

Mendengar itu, Viona tersenyum sinis.

"Aku memberikan anak itu padamu agar kau tiduri, tapi kau terus terusan menolaknya. Sekarang kau marah besar hanya karena aku memberinya sedikit pelajaran. Kau benar-benar aneh, suamiku." sindirnya.

Tatapan Zavian makin tajam.

"Kau benar-benar ibu yang gila. Dengar baik-baik, kalau kau berani menyakiti putrimu lagi, aku benar-benar tidak akan membiarkanmu."

Viona tertawa. Kesal rasanya.

"Oh, kau mengancamku? Kau lupa sekarang aku yang memegang kendali atas hidupmu? Kau mau aku menelpon ibumu sekarang? Ingin ibumu syok dan jatuh sakit? Sudah lupa jantung ibumu lemah?"

Tangan Zavian mengepal kuat. Ia sudah muak di ancam terus. Ia maju lebih dekat dan balas mengancam.

"Coba saja lakukan itu. Kalau terjadi sesuatu pada ibuku, aku pastikan kau dan perusahaan sialanmu hancur. Kau paling takut hidup miskin bukan? Aku tidak akan ragu-ragu membuatmu melarat. Kau tahu aku tidak main-main."

Viona terdiam. Zavian sialan. Sudah berani melawannya rupanya. Ancaman itu mengenai sasaran tepat di titik terlemahnya. Selama ini ia selalu memegang kendali karena tahu Zavian tidak akan mengambil risiko apa pun yang bisa membahayakan ibunya. Tapi malam ini, pria itu berdiri tegak di hadapannya, tidak lagi tampak seperti pria yang biasa ia tekan-tekan.

"Kau berani?" desisnya, namun suaranya kehilangan ketajaman yang biasanya ia miliki.

"Coba saja," tantang Zavian tenang, matanya menatap lurus ke dalam manik mata wanita itu tanpa berkedip.

"Sekali kau menyakiti ibuku atau Mirella, aku tidak akan segan-segan membiarkan semua orang tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Reputasi yang kau bangun-bangun dengan susah payah akan hancur dalam semalam. Pikirkan baik-baik, Viona. Apakah kau siap mempertaruhkan segalanya?

Viona mundur perlahan, kakinya terasa lemas. Ia tahu Zavian bukan tipe orang yang berbicara kosong. Jika ia bilang sudah menyiapkan segala sesuatu, maka memang begitu kenyataannya. Amarahnya perlahan berubah menjadi keputusasaan. Ia menyadari bahwa untuk pertama kalinya, ia kehilangan kendali atas situasi ini.

"Satu hal lagi, jangan pernah lagi mengekang Mirella. Biarkan dia fokus dengan sekolahnya. Dia masih anak-anak, jangan pernah memaksanya tidur denganku lagi."

Setelah mengatakan itu, Zavian berbalik pergi, naik ke lantai atas untuk mengecek Mirella.

1
Al Fatih
Daddy zavian sebaik itu......,, istrinya malah kayak ratunya para setan😡
Naufal Affiq
aku yakin ini ulah bunda mu merella
faridah ida
kok bisa pecah ya lampu nya ... 🤔
apa ada yang sabotase ...
stefani n.i.s
nah gitu dong masa seorang laki² bisa dikendalikan oleh perempuan setan. diancam ya diancam balik lagi aja. kasihan Mirella tdk pernah dpt kasih sayang..bapak kandung nya Mirella kemana sih thor
Syakirah Dzaky
Aku takut terjadi cinta terlarang
Yul Kin
lanjut kak
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!