NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau Capek, Bilang, Dong!

Selesai sholat Maghrib, Kanaya dan Yudha menikmati makan malam sambil berbincang ringan seputar pekerjaan mereka hari ini setelah cuti.

Interaksi seperti ini sangat diperlukan karena mereka baru saling kenal beberapa hari saja, agar hubungan mereka bisa lebih erat.

Yudha menanyakan bagaimana hari pertama Kanaya mengajar setelah menyandang status sebagai pengantin baru? Dia yakin, pasti banyak rekan guru dan murid yang menggoda Kanaya.

Dengan malu-malu Kanaya pun menceritakannya pada Yudha tentang hari pertama mengajar setelah menikah. Sudah pasti banyak yang meledek dan menggoda, itu adalah hal yang lumrah menurutnya dan pasti akan dialami setiap pengantin baru.

"Kamu sendiri, selain bos kamu, apa orang-orang di kantor kamu juga tahu kamu menikah?" Giliran Yudha yang mendapat pertanyaan dari Kanaya.

Yudha menggelengkan kepala lalu menjawab, "Belum, selain mereka yang diundang, memang belum ada yang tahu soal pernikahanku."

Hembusan nafas pelan lolos dari sela bibir Kanaya. Dia mengira, Yudha tak ingin statusnya yang sudah menikah diketahui oleh rekan kerjanya.

"Tapi, rencananya aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk mengumumkan pernikahan kita pada rekan kantor. Mungkin kita booking restoran untuk acara ini. Menurutmu gimana?" Yudha meminta pendapat Kanaya tentang rencana yang ingin ia buat untuk mempublikasikan pernikahan mereka pada rekan-rekan di kantornya.

Kanaya menatap Yudha lekat. "Kamu nggak malu punya istri lebih tua dari kamu?" tanyanya kemudian.

"Mungkin kamu kali, yang malu punya suami berondong?" Alih-alih menjawab, Yudha justru melempar pertanyaan serupa pada Kanaya.

Kanaya menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan seperti itu. Hanya saja, nanti pasti akan ada omongan nggak enak kalau mereka tahu kamu menikahi wanita yang lebih tua." Kanaya mengkhawatirkan Yudha, karena Yudha yang akan berinteraksi dengan orang-orang di kantornya.

"Tenang aja, yang ngadepin mereka 'kan aku, bukan kamu," jawab Yudha enteng. "Jadi gimana? Setuju, nggak?" tanya Yudha memastikan persetujuan dari Kanaya.

Kanaya mendesah dan mengedikkan bahunya, menampakkan gestur pasrah. "Terserah kamu aja, deh," sahutnya kemudian.

"Kok, parah gitu?" tanya Yudha meledek.

"Yang ambil keputusan 'kan kamu ..." Meskipun dirinya lebih tua dari Yudha, tapi mengingat Yudha sebagai suaminya, dia menghargai keputusan suaminya itu.

"Nah, itu baru benar ..." Yudha terkekeh lalu menyuap nasi ke dalam mulutnya. Dia menyukai sikap Kanaya, bersikap dewasa dan sangat perhatian. Mungkin keuntungan baginya mempunyai istri yang usianya jauh di atas usianya.

***

Wulan mencoba membuka kelopak matanya yang terasa berat. Pandangannya tampak buram, tak jelas apa yang ada di hadapannya saat ini. hanya suara mesin monitor ICU yang terdengar di telinganya. Sementara seluruh tubuhnya seakan mati rasa, tak bisa untuk ia gerakan.

"Kenapa belum sadar juga ya, Pak. Ini sudah hampir seminggu Wulan nggak sadarkan diri sejak kecelakaan."

Samar terdengar suara yang sangat familiar di telinga Wulan. Dia mengenali suara itu adalah suara mamanya. Namun, ia tidak dapat melihat di mana keberadaan mamanya saat ini.

Tenggorokannya terasa kering, mulutnya sulit untuk mengeluarkan kata-kata.

"Ma ..." Setelah berusaha dicoba, akhirnya keluar juga suara yang terdengar lirih.

Nungky terkesiap dan seketika menolehkan wajahnya ketika ada suara yang terdengar pelan memanggil namanya. Matanya seketika terbelalak saat melihat gerakan mata Wulan yang mengerjap.

"Wulan? Nak, kamu sudah sadar?" Nungky menghampiri Wulan, memeluk tubuh putrinya dengan haru.

"Sus, suster!" Sementara Dicky langsung berlari ke luar untuk memanggil perawat agar mengecek kondisi Wulan setelah siuman.

Satu jam setelah Wulan sadar.

Setelah mendengar kabar dari Dicky soal Wulan yang sudah sadar, Yogi langsung kembali ke rumah sakit. Dia baru saja pulang mengantar Rayhan, adik Wulan pulang ke rumah. Dia masih belum kembali ke Jakarta, karena sebelumnya ia mengambil cuti menikah.

"Aku senang kamu udah sadar, Lan. Aku khawatir banget lihat kamu di ICU." Yogi menggenggam tangan Wulan.

"Mas ... k-kenapa ... di sini?" Dengan terbata Wulan menanyakan keberadaan Yogi, karena setahunya Yogi telah menikah.

Dia mendengar cerita dari mamanya kalau dirinya sudah hampir seminggu tak sadarkan diri. Jika benar begitu, artinya Yogi sudah menikah dengan wanita yang dijodohkan oleh orang tua Yogi.

"Aku kemari setelah papamu kasih tahu kalau kamu kecelakaan. Aku merasa bersalah, itu pasti karena aku penyebabnya. Aku minta maaf, Lan." Yogi mengecup jemari Wulan, penuh rasa bersalah.

"Per ... nikahan ...?" tanya Wulan kembali, dia masih belum tahu jika Yogi membatalkan pernikahannya.

"Aku sudah membatalkan pernikahanku, Lan. Aku nggak bisa tinggalin kamu kayak gini," ujar Yogi.

Wulan tak lagi bertanya, hanya tatapannya saja yang mengandung arti.

"Kamu tenang saja, jangan banyak pikiran. Setelah kondisi kamu membaik, kita akan menikah." Yogi benar-benar sudah bertekad menikahi Wulan.

Wulan tersentak mendengar Yogi berniat menikahinya.

"M-menikah?" tanyanya tak percaya.

"Ya, kita bicarakan nanti kalau kamu sudah pulang ke rumah ..." Yogi mengakhiri membahas soal rencananya, dia akan membahasnya nanti setelah Wulan benar-benar mendapat izin pulang dari dokter. Saat ini kondisi Wulan masih lemah dan butuh istirahat.

***

Yudha menjatuhkan tubuhnya di samping Kanaya. Mereka kembali merasakan indahnya surga dunia malam ini. Setiap ada kesempatan, Yudha selalu manfaatkan untuk memadu kasih dengan sang istri. Diharapkan itu akan memupuk rasa cinta dan sayang mereka sebagai pasangan suami istri.

Buku jari Yudha mengusap peluh yang mengembun di kening Kanaya.

"Capek, ya?" tanyanya dengan menyeringai.

Kanaya hanya mendengus seraya mengusap pinggangnya. Bagaimana tidak capek? Sejak pertama kali mereka melakukannya, setiap malam Yudha memintanya untuk melakukan kewajiban suami istri. Tentu dia tak bisa menolak karena ia pun menikmatinya. Namun, Yudha kadang tak cukup puas sekali atau dua kali dalam melakukannya, hingga dirinya cukup kewalahan meladeninya.

"Kalau capek bilang, dong. Biar aku nggak minta berkali-kali," ucapnya terkekeh, sementara jarinya kini menari di pundak mulus Kanaya.

Kanaya seketika mendelik mendengar ucapan Yudha.

"Enteng banget ngomong gitu, ya?" keluhnya seraya bangkit dan menutupi tubuhnya yang belum mengenakan pakaian. Dia ingin membersihkan sisa-sisa percintaan mereka.

Yudha tertawa puas, melihat Kanaya memberengut. "Mau ke mana? Jangan ke kamar mandi dulu. Barangkali punyaku kepingin masuk lagi," kelakarnya seraya mencekal lengan Kanaya.

"Iiikkhh!!"

Kanaya mengibas tangan Yudha yang menghalanginya untuk berdiri, lalu bergegas meninggalkan kamar menuju kamar mandi, membuat Yudha kembali tertawa bahagia

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sunaryati jarum
Sabar Nay , semoga nanti dikasih langsung sepasang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
nikah itu bukan lomba.dan momongan itu adalah rejeki yang dititipkan,bukan untuk lomba cepet2an punya anak.sabar aja Nay,saat ini belum dikasih supaya kamu sama Yudha lebih puas pacarannya, lebih puas menikmati waktu untuk berdua dengan Yudha.kalau udah punya anak,pasti fokus utama pada anak .gak usah terbawa omongan orang lain,yang menjalani juga kalian.
nuraeinieni
yg sabar naya,hamil itu bukan perlombaan,itu semua rejeki yg allah berikan,yg penting sdh berusaha,selanjutnya kita berihtiar dan berdo'a.
Ernalita Sitompul
lha kalaupun belum positip bukan berarti yang tidak sehat,Kanaya jgn sedih apalsgi menyalahkan diri sendiri..ke duanya harus sama2 punya kepedulian memeriksa kesehatan
Sri Widiyarti
lanjut kak...
sryharty
sabar nay pasti nanti cepet hadir ko Naya atau Yudha junior syukur2 nanti langsung dapat sepasang,,
di suruh pacaran dulu kamu sama Yudha nay,,
Rika Fitriana
sabar ya kanaya ntar pas hamil dpt ank kembar
Juwitae
Mak Zha update kah malam ini ??😄
Selin Tari
duch koq aku yg deg2 kn ya , padahal Kanaya yg mau test peck,, semoga garis 2 y hasil nya
Selin Tari
cerita nya bagus
ρυтяσ kang'typo✨
deg" ser Kanaya tuh,apa lagi qita yang nunggu sama" deg"n🥰😂🤭
ρυтяσ kang'typo✨
lah,..di gantung weeeeeh,ini udah di tunggu'in loh ka...doble up yuuuk🤣🤣🤣🤣
Sri Widiyarti
digantung sama author...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Kanaya penasaran,kita juga penasaran hasilnya positif atau negatif.
ikut deg-degan juga.
sri susanti
oalah,, udah penasaran malah nunggu lanjutan,,
Juwitae
Jadi kayak jemuran Mak Zha... nungguin besok lagi dahh🤭
sunaryati jarum
Emak berharap muncul dua garis merah
sryharty
ea ea ea malaaah di gantung ga tuh sama mam zha,,
baru manggap mam udah keluar kata keramat aja
Bersambung 😭
Ernalita Sitompul
sabar sabar...thor bikin kita pinisirin aza..😀 tp yakinlah hasilnya akan positip💪
Selin Tari
semoga da kabar baik dari Kanaya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!