NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26 Jalan-jalan

Diam-diam Alex melirik ke arah Grace.

"Makanlah. Jangan menghiraukan dia. "Bisik Lily kepada Grace.

Grace hanya tersenyum kecil.

Wanita itu kemudian menyantap makanannya. Grace benar-benar menghiraukan Alex seperti yang di katakan oleh Lily.

Selesai menyantap makanannya. Lily dan Grace bangkit dari kursi mereka. Lagi-lagi Alex mengikuti mereka dari belakang.

 "Aku akan antar kalian. Aku siap menjadi sopir pribadi kalian hari ini."Ujar Alex menawarkan diri.

Lily menghentikan langkahnya. Wanita itu menatap adik iparnya.

"Baiklah. Kali ini kami setuju. Kamu tidak keberatan kan Grace?"

Lily menoleh kepada sahabatnya.

"Terserah kamu Lily. Aku tidak masalah."

Diam-diam Alex tersenyum kecil di dalam hati.

 "Ayo berangkat."Ujar Alex begitu mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil.

"Ayo."Ujar Lily tersenyum.

"Suasananya sedikit canggung."Bisik Grace.

"Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja."Jawab Lily tersenyum kecil.

 Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke pusat perbelanjaan. Setibanya di sana.

Alex membuka pintu layakanya seorang sopir.

"Silahkan turun nona-nona."

"Terimah kasi Alex."Ujar Lily.

Grace sendiri hanya mengulas senyum.

Kedua wanita itu melangkah masuk ke dalam. Di belakang mereka ada Alex yang mengikuti mereka seperti pengawal.

"Grace mau beli apa?"

Lily menoleh kepada Grace.

"Kamu saja. Nanti aku lihat-lihat."Jawab Grace sedikit canggung.

"Ikut dengan ku."

Lily menggandeng tangan Grace masuk ke dalam toko pakaian.

"Lily, tempat ini mahal. Tidak cocok dengan ku."

"Tidak apa-apa. Selama kartu ini ada di tangan ku. Jangan sungkan."Bisik Lily tersenyum kecil.

Grace menatap Lily.

Alex sendiri hanya diam. Pria itu tidak banyak ikut campur. Dia memilih diam layaknya pengawal yang tidak ikut campur dengan urusan majikannya.

"Grace kemarilah. Ini cocok untuk mu."

Lily menarik Grace ke hadapan cermin dan memberikan pakaian.

Grace menolaknya.

"Ini tidak cocok dengan ku."

"Kenapa tidak?"

Lily menoleh kepada Pelayan.

"Aku mau ini. Ini juga, itu.. Dan itu juga."Tunjuk Lily.

Lily tersenyum lebar.

"Ternyata begini rasanya menjadi orang kaya."Gumam Lily.

"Apa saja yang kakak ipar lakukan selama ini? Kakak ipar tidak menghabiskan uang kakak ku?"

Lily menoleh kepada Alex.

"Aku tidak memikirkan hal itu. Tapi hari ini aku akan melakukannya."

Jika Lily pikir-pikir selama ini. Dia memang tidak pernah melakukan hal itu. Pertama kali dia menggunakan uang suaminya saat ia mentraktir satu timnya.

 Lily menggelengkan kepalanya.

Seharusnya dia berbelanja layaknya seorang istri miliarder. Selama ini, semua kebutuhannya selalu terpenuhi. Dia tidak menuntut apa-apa lagi. Apalagi meminta hadiah.

Lily terus menggesek kartu di tangannya.

Di sisi lain, Eldrick sedang duduk di sebuah cafe bersama rekan bisnisnya yang lain. Ponselnya terus berbunyi.

Ketika membukanya. Notif pengeluaran terus menerus.

Eldrick hanya tersenyum kecil.

"Akhirnya kamu menjadi istriku yang sebenarnya sayang."Batin Eldrick tersenyum lebar.

Will mengerutkan keningnya.

"Ada apa tuan?"

Will membungkuk dan bertanya.

"Tidak apa-apa."

Will kembali melanjutkannya.

Sementara itu, Lily terus menggesek kartunya hingga dia benar-benar puas. Bahkan Alex sampai kesulitan membawa semua barang-barang mereka.

 Grace yang menyadari hal itu memundurkan tubuhnya.

"Mau ku bantu."Grace menawarkan diri.

Tentu saja dia merasa tidak enak.

Lily yang mendengarnya menoleh.

"Tidak perlu Grace. Dia itu laki-laki. Kamu masih sanggup bukan?"

Lily menatap Alex.

Alex mendengus kesal.

"Bukankah kamu yang begitu ingin membantu kami?"Lily kembali menatap Alex.

"Tidak bisa. Jangan begitu Lily. Biar aku membantunya."Grace meraih beberapa paper bag.

"Terimah kasih. Sebenarnya ini tidak perlu tapi jika kamu memaksa." Alex merasa tidak enak tapi dia benar-benar kewalahan saat ini.

"Jangan sungkan."

Lily menghentikan langkahnya.

"Kalian berdua kembali ke mobil. Aku ingin membeli sesuatu."Ujar Lily menoleh kepada Alex.

Bahkan Lily menepuk pundak adik iparnya.

 Alex tersenyum.

Tampaknya dia mengerti maksud kakak iparnya. Wanita itu sedang memberinya kesempatan.

Lily berjalan ke sebuah cafe.

Sementara Alex dan Grace sudah berada di dalam mobil.

"Kamu baik-baik saja?"

Alex menoleh kepada Grace yang merasa sedikit canggung.

"Aku baik-baik saja."Jawab Grace gugup.

Suasana di dalam mobil tiba-tiba berubah canggung. Alex memegang kemudi dengan erat. Dahinya sedikit mengeluarkan keringat. Lidahnya terasa keluh.

Ini pertama kalinya pria itu merasakan hal ini. Selama ini dia dengan mudah mendekati wanita. Tapi tampaknya Grace berbeda.

Nyali Alex seakan menciut di hadapan Grace.

 Selama lima belas menit lamanya. Mereka berdua merasakan canggung. Alex tidak berani mengatakan sepatah kata pun tentang perasaannya.

"Aku kembali."Suara itu memecahkan keheningan dan rasa canggung di dalam hati mereka.

Grace tersenyum lebar.

"Akhirnya kamu kembali."

Perasaan lega terlihat jelas di matanya.

Lily menoleh kepada Alex.

Pria itu menggelengkan kepalanya. Melihat hal itu, Lily sedikit cemberut.

Adik iparnya itu benar-benar tidak bisa menggunakan kesempatan dengan baik.

"Kita pulang ke hotel. Besok pagi kita akan kembali. Apa kamu juga akan kembali?"

Lily bertanya kepada Alex yang terlihat fokus menyetir. Bahkan adik iparnya itu tidak mengatakan sepatah kata pun sejak dia masuk ke dalam.

"Aku tinggal di sini."

"Kamu tinggal di sini?"

Lily terlihat terkejut. Dia benar-benar tidak tahu keluarga suaminya. Bahkan dia tidak tahu jika adik iparnya tinggal di las vegas.

Di tengah lamunannya. Mobil berhenti.

Lily melihat sekeliling. Ternyata mereka sudah tiba.

"Terimah kasih. Kamu bekerja keras hari ini. Jika kamu datang ke mansion kami. Aku akan menjamu mu dengan baik."

Alex tersenyum kecil.

"Aku akan menagih janji kakak ipar."

"Belanjaan kami. Kami akan membawanya masuk. "Ujar Lily mengambil barang belanjaannya.

"Kamu melewatkan kesempatan baik ini Alex."Bisik Lily.

Alex hanya tersenyum miring.

Lily dan Grace melambaikan tangan dan melangkah masuk ke dalam hotel.

"Grace."Gumam Alex.

Beberapa menit kemudian. Pria itu melajukan mobilnya. Dia meninggalkan hotel setelah Lily dan Grace menghilang dari pandangannya.

 Lily dan Grace kini sudah berada di dalam kamar.

"Ini sangat melelahkan. Bahkan menghabiskan uang saja melelahkan. Bagaimana dengan mencarinya."Ujar Lily terkekeh kecil.

"Apa tidak masalah menghabiskan uang sebanyak ini?"

Lily menatap Grace.

"Tentu saja tidak. Bersihkan dirimu. Kita akan beristirahat dengan tenang."Ujar Lily.

Grace mengangguk setuju.

 Grace melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

Tepat jam 5 sore. Kedua wanita itu benar-benar tertidur pulas.

 Sementara Eldrick baru kembali ke kamarnya. Pria itu meraih ponselnya.

 "Dia benar-benar menghabiskan cukup banyak uang hari ini."Gumam Eldrick tersenyum lebar.

 Bukannya marah pria itu justru merasa senang.

Tok...

"Siapa?"

Eldrick menoleh kepada Will.

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!