Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Lakukan saja perintahku, jangan sampai mencurigakan, Tidak perlu, awasi saja dari jauh, baiklah aku pergi sekarang" Lynn menutup telfonnya, tanpa dia sadari, Kai sedari tadi ada di belakangnya.
"Kau menelfon siapa?" Lynn terkejut seraya membalikkan badannya. Tapi dia segera menetralkan raut wajahnya.
"Juniorku di rumah sakit, biasa lah, kucing pergi tikus berpesta, ada beberapa pengacau. But Wait, kamu nguping?" tanya balik Lynn.
"Gak juga sih, aku cuma nunggu kamu beres nelfon jadi gak sengaja dengar" jawab Kai.
"Ya sama aja nguping, udah tau lagi telfonan bukannya pergi dulu malah nungguin. Ya udah lah ayok berangkat"
"You look so beautiful my girl" puji Kai.
"Idih geli banget gue dengernya" balas Lynn seraya mendorong kursi roda Kai. Lynn memang terlihat sangat cantik dengan gaun biru muda selutut dan dipadukan dengan blazer berwarna broken white, rambutnya yang ia gerai ditambah high heels yang menampakan kaki indahnya. Tak lupa beberapa perhiasan yang membuat penampilannya semakin menawan.
"Bukannya wanita senang dipuji?"
"Ya Memang tapi tidak semua wanita sama, kau tahu apa yang lebih indah dari pujian?" Kai menggelengkan kepalanya.
"Notifikasi e banking kalau saldo anda bertambah, atau suara mesin ATM ketika sedang mengeluarkan uang" Jawab Lynn jujur.
"Ya Tuhan My, apa tidak ada hal lain di otakmu selain uang?" Kai terlihat frustasi.
"Tentu saja ada. Taubatan Nasuha sebelum meninggal dunia. Kenapa kau terlihat kesal?" tanya Lynn balik.
"Tidak, biasa saja"
Selama perjalanan Lynn dan Kai tidak berhenti berdebat. Kai yang selalu berusaha menggoda Lynn dan Lynn yang selalu membalas godaan Kai dengan logika. Alan hanya tersenyum. Ia senang akhirnya tuannya itu seperti menemukan kembali dunianya. Karena perdebatan itu, tak terasa mereka sudah berada di depan Lobby Adiyaksa Group. Banyak pegawai yang sudah menunggu CEO mereka datang. Sudah lebih dari 2 tahun Kai tidak datang ke perusahaan, karenanya banyak pegawai yang mulai berani macam-macam.
Kai tidak langsung keluar dari mobil, ia melihat wajah-wajah lama pegawainya yang ternyata masih ada di sana. Dari mulai security, petugase kebersihan, resepsionis, staff serta jajaran para manager telah menunggu di Lobby. Mereka adalah orang-orang yang setia kepada Kai. Alan segera keluar dan mempersiapkan kursi roda. Setelah itu ia membantu Kai naik. Begitu Kai keluar semua terlihat antusias dan menyambutnya.
"Selamat datang kembali tuan Kai, kami senang anda akhirnya muncul" ucap salah satu manager senior.
"Terima kasih semuanya, saya sangat menghargainya" ucap Kai tulus.
Tak lama kemudian Lynn turun dari mobil. Sontak kemunculannya membuat para pegawai melongo apalagi para pegawai pria.
"Tuan, ini...?" tanya manager senior tadi yang bernama Bambang.
"Doakan saja pak Bambang" Jawab Kai sambil tersenyum.
"Wah selamat tuan Kai, semoga semuanya lancar. Sudah akad belum?" tanya salah satu staff senior.
"Kalau akad kalian pasti tahu" ucap Kai sambil tersenyum jahil ke arah Lynn. Gadis itu ingin membantahnya tapi tidak tega melihat muka para pegawai Kai yang sangat antusias.
"Kemungkinan aku tidak akan kembali ke sini karena yang aku dengar rapat ini untuk menggulingkan jabatanku"
"Anda jangan khawatir tuan, kalau anda tidak di sini kami pun tidak akan di sini. Kami bertahan karena kami yakin anda akan kembali" jelas seorang staff.
"Betul tuan, apapun yang terjadi kami selalu di pihak tuan" timpal yang lainnya.
"Terima kasih sekali lagi" ucap Kai tulus.
"Wah rupanya si cacat dan dokter peliharaannya ke sini, sudah siap mental di depak dari perusahaan?" ejek Gwen ketika melihat Kai dan Lynn.
"Cocok sih, si cacat dan si miskin" ucapnya lagi. David tertawa mendengar ucapan Gwen, beberapa orang terlihat menahan amarahnya.
"Hahaha... gak salah lu ngatain gue miskin? Saldo rekening lu aja GK ada 1/4 nya dari rekening gue, lagian gue juga gak kaya lu demi dapet peran rela tidur sama produsen" balas Lynn.
"Cewek sialan!!! Jangan ngomong sembarangan"
",Lu mau buktinya di buka di sini?" Kai menahan Lynn dengan menggenggam tangan Lynn dan menggengelenkan kepalanya.
"Lagian gue ngerti kenapa lu sampe lakuin itu. NoKalau istilah zaman dulu mah lu itu sekuter alias selebritis kurang terkenal. Oya satu lagi sebagai seorang dokter gue cuma mau ngingetin, lu kan baru beres operasi selaput dara biar kek perawan lagi, jarang dulu wik wik ya"ujar Lynn kepada Gwen. Muka Gwen merah menahan malu dan marah. David tak kalah terkejutnya. ia fikir selama ini Gwen tidak mau dia sentuh karena ia menjaga kehormatannya.
"Lu juga gak usah kesenengan ya, ada bagusny dia operasi soalnya 'benda' mungil lu itu gak bakal bikin dia puas. Tar kalau hati gue malaikat gue kasih tau dokter yang jago dalam hal itu. Bye, kita pergi dulu" ucap Lynn.cuek.sembari mendorong kursi roda Kai. Para pegawai yang mendengarkan perdebatan mereka pun terlihat puas dan tertawa melihat pertunjukan yang disajikan oleh.wanita boss nya tersebut.
"Gak usah lihat lihat, bubar kalian semua" teriak Gwen frustasi dan menahan malunya. Para pegawai pun langsung membubarkan diri dan beberapa dari mereka terang-terang mencemooh mereka.
"Bagus deh udah gak sama si boss, udah man gak cantik cantik amat, belagu lagi"
"iya, segak tau diri nya itu pasangan Dajjal, bagus lah mereka putus" balas rekannya lagi.
"Keren banget kamu My, dah lah kita nikah aja yuk, ternyata enak ada yang belain" goda Kai.
"Ngimpi" balas Lynn singkat. Ketiga orang tersebut memasuki ruang rapat. Tampak pada direksi dan para jajaran atas perusahaan sudah berkumpul. Baru saja hendak menuju kursi CEO, seseorang menghentikan mereka.
"Orang asing yang tidak berkepentingan di larang masuk" ujarnya. Yang ia maksud adalah Lynn dan Alan.
"Saya di sini sebagai dokter pribadi tuan Kai yang bertugas memastikan semuanya baik-baik saja karena keselamatannya adalah tugas saya" Jawab Lynn tegas.
"Dan saya adalah asisten pribadi tuan Kai, apapun yang ia kerjakan saya punya andil di dalamnya." Jawab Alan mantap.
,
"Kalian fikir di sini ada penjahat yang mau mencelakakan Kai?"
"Ya, tidak menutup kemungkinan, bahkan anjing yang lapar pun bisa menggigit tuannya sendiri" jawab Lynn. Ia dan Alan pun langsung berjalan memasuki ruangan tanpa menunggu jawaban orang yang mencegatnya tadi.
'Cih dasar orang-orang Munafik' kata Lyn. Dalam hati. Bukan hal yang sulit bagi Lynn untuk membaca karakter orang-orang di sekitarnya hanya dengan melihat wajahnya sekilas. Dan benar saja dugaannya Lynn kalau hari ini, di tempat ini, banyak sekali yang menginginkan Kai celaka. Tapi tentu saja Lynn tidak akan pernah membiarkan mereka berhasil.