NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Dibuang dan dicap sebagai ancaman oleh militer korup karena membangkitkan Morthas—Malaikat Maut Kelas Misterius yang arogan dan ditakuti sejarah—Kael Ardyn diselamatkannya oleh guild terlarang di luar dinding peradaban. Bersama tiga jiwa abnormal lainnya, Kael harus melatih ranah jiwanya di Lapisan Kedua yang mematikan. Ini adalah kisah persekutuan empat jiwa yang siap mengguncang hukum dunia yang korup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBANGKITAN MORTHAS

​BAB 1: HUKUM DUNIA DAN HARI KEBANGKITAN

​Mereka menyebutnya Anima—entitas misterius dari dimensi lain yang terikat kontrak darah melalui ritual khusus tepat saat seseorang menginjak usia lima belas tahun.

​Di dunia yang terisolasi oleh tembok raksasa yang menjulang menembus awan, memiliki Anima bukan lagi sekadar pilihan atau lambang kehormatan.

​Entitas pelindung ini adalah satu-satunya tiket emas untuk bertahan hidup dari ancaman miliaran Beast ganas yang mengepung rapat perbatasan luar dinding peradaban manusia.

​Namun, semesta memegang satu hukum mutlak yang tak bisa diganggu gugat.

​Kekuatan sejati Anima sama sekali tidak ditentukan oleh rapalan mantra kuno yang rumit atau kemurnian darah bangsawan sang pemanggil. Kekuatan mereka ditentukan oleh seberapa kokoh jiwa sang tuan yang menjadi wadahnya.

​Hukum kausalitas itu bekerja secara adil. Jika nyali seseorang ciut dan mentalnya runtuh di hadapan musuh, entitas terkuat sekalipun akan meredup, kehilangan taringnya, dan meninggalkan pemiliknya dalam kehancuran.

​Sayangnya, di kerajaan tempat Kael Ardyn tinggal, hukum semesta yang agung itu telah diselewengkan. Para penguasa militer tingkat tinggi mengontrol segalanya secara absolut.

​Mereka memonopoli kristal inti yang dipanen dari tubuh Beast, menjadikannya komoditas mahal yang hanya bisa diakses oleh kalangan elite.

​Kristal-kristal itu dimanfaatkan secara egois untuk memperluas ruang jiwa kelas penguasa demi mempertahankan takhta dan kekuasaan abadi secara turun-temurun.

​Bagi para penguasa korup ini, Anima baru yang tidak tercatat dalam Kitab Kuno warisan leluhur hanyalah sampah cacat yang tak bisa dikontrol. Sistem mereka ketat dan kejam.

​Jika seseorang membangkitkan entitas asing yang tidak dikenal, mereka tidak akan diberi panggung untuk berkembang. Mereka yang menyimpang akan dibuang ke luar dinding atau langsung dimusnahkan sebelum menjadi ancaman bagi tatanan kerajaan.

​Hingga saat hari kebangkitannya tiba, Kael Ardyn justru menarik sesuatu yang tabu dari dimensi terdalam. Sesuatu yang seharusnya tetap tertidur dalam keabadian Void.

​Aula Kebangkitan adalah tempat sakral di mana takdir hidup mati seseorang ditentukan dalam satu kedipan mata. Sesuai hukum semesta, kekuatan manusia dibagi menjadi dua indikator yang saling melengkapi.

​Pertama adalah Ranah Jiwa sang pengguna—yang merangkak dari Kelas Perunggu, Perak, Emas, hingga tingkatan tertinggi Kelas Berlian yang legendaris.

​Kedua adalah tingkatan Anima yang berhasil terpanggil dari altar dimensi, mulai dari kelas Normal, Elit, hingga kelas Mitologi dan Misterius yang menduduki puncak takhta kekuatan.

​Hari itu, atmosfer di dalam Aula Kebangkitan terasa pekat dan mencekam, menekan mental ratusan remaja yang mengantre dengan cemas.

​Di atas podium tertinggi aula, tiga sosok dengan tekanan energi Kelas Berlian berdiri mengawasi dengan angkuh: Grandmaster Vaelen si Kepala Akademi yang berjanggut putih panjang, Tetua Corvus yang berwajah penuh kerutan licik, dan Jenderal Ironclad selaku perwakilan tertinggi militer kerajaan dengan zirah besinya yang berkilau dingin.

​"Kael Ardyn."

​Saat nama itu menggema ke seluruh sudut ruangan, seluruh aula hening seketika. Bisik-bisik yang tadinya ramai langsung padam.

​Kael adalah putra tunggal dari mendiang Komandan Ardyn, pahlawan militer terbesar dalam sejarah kerajaan yang gugur secara tragis di garis depan pertempuran luar dinding.

​Semua pasang mata, termasuk tiga penguasa di atas podium, menaruh ekspektasi sangat besar pada pundak remaja berambut gelap itu. Mereka mengira Kael akan menarik seekor Anima Mitologi yang agung seperti mendiang ayahnya.

​Kael melangkah tenang dengan tatapan mata lurus tanpa riak kegugupan. Namun, begitu telapak tangannya menyentuh permukaan kristal altar yang dingin, takdir dunia berbelok tajam ke arah kegelapan absolut.

​Wussss—!

​Langit-langit aula yang tadinya diterangi lampu kristal mendadak pekat gulita. Udara di sekitar altar berputar hebat. Aura hitam legam menyebar cepat, merayap di lantai batu dan menekan dada setiap orang di dalam aula hingga mereka sesak napas.

​Beberapa remaja di barisan belakang bahkan langsung jatuh berlutut karena tak kuat menahan tekanan spiritual yang luar biasa masif.

​Dari dalam pusaran asap dimensi Void yang terkoyak paksa, sesosok entitas raksasa setinggi empat meter memanifestasikan dirinya dengan megah.

​Sosok itu adalah Malaikat Maut purba. Jubahnya compang-camping sewarna malam, mengibaskan sepasang sayap hitam lebar yang menebarkan bayangan abadi. Di tangan kanannya yang berupa tulang hitam, ia menggenggam sebilah sabit raksasa merah menyala yang memancarkan hawa haus darah tanpa batas.

​Morthas. Sang Penuai Nyawa telah bangkit.

​Di atas podium tertinggi, wajah tiga penguasa Kelas Berlian yang tadinya angkuh berubah pucat pasi. Keringat dingin bercucuran di pelipis mereka. Jari-jari Tetua Corvus bergetar hebat saat ia membuka lembaran Kitab Kuno secara tergesa-gesa. Hasilnya nihil.

​Makhluk mengerikan itu sama sekali tidak tercatat dalam sejarah ribuan tahun kerajaan.

​Morthas bukan sekadar Anima biasa; dia adalah bagian dari sejarah kelam masa lalu yang sengaja dihapus. Dia adalah entitas liar berkesadaran tinggi yang di masa purba pernah membantai para pemanggilnya sendiri karena dianggap terlalu lemah, sebelum akhirnya menciptakan ekosistem Beast di luar dinding sebagai senjata biologis untuk memanen kristal inti secara mandiri.

​"Tangkap anak itu! Musnahkan entitas terkutuk itu sekarang juga!" teriak Jenderal Ironclad dengan urat-urat leher menegang penuh kepanikan.

​Wajah militernya yang kaku dipenuhi rasa takut yang coba ia sembunyikan, sekaligus kilatan licik untuk memanfaatkan situasi ini demi menyingkirkan putra sang pahlawan yang dianggapnya sebagai ancaman politik terbesar.

​Brakkk!

​Mendengar perintah sang Jenderal, tekanan energi jiwa kolektif dari ratusan prajurit elite militer yang menjaga aula dilepaskan bersamaan. Gelombang energi itu menghantam tubuh Kael yang masih berusia lima belas tahun dengan telak, memaksanya bertekuk lutut hingga lantai batu di bawah kakinya retak berantakan.

​Saat ini, kekuatan sejati Morthas masih tersegel rapat karena Ranah Jiwa Kael masih berada di tingkat Perunggu awal dan belum terlatih.

​Beban spiritual dari manifestasi sabit merah Morthas mulai membakar pembuluh darah Kael, menuntut pasokan energi konstan yang membuat tubuhnya kesakitan setengah mati.

​Namun, di tengah tekanan ratusan prajurit dan ancaman hukuman mati, sang Malaikat Maut Morthas yang arogan menundukkan kepalanya, menatap ke arah pemanggilnya.

​Di sana, Morthas melihat sesuatu yang sama sekali tidak masuk akal. Di sepasang mata remaja yang sedang ditekan habis-habisan itu, tidak ada setitik pun rasa takut atau penyesalan.

​Kael Ardyn justru menggertakkan giginya, memaksa otot-otot kakinya yang gemetar untuk kembali berdiri tegak. Jiwanya sekokoh baja, menolak tunduk pada intimidasi militer.

​Tindakan Kael berdiri bukan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari eksekusi, melainkan untuk memasang badan di depan, mencoba melindungi Morthas yang dianggapnya sama-sama tersisih dan ditakuti oleh dunia yang egois ini.

​Menyaksikan tekad jiwa tuannya yang tak goyah sedikit pun, Morthas menggeram rendah—sebuah vibrasi kepuasan dari entitas Misterius yang akhirnya menemukan wadah yang layak.

​Menggunakan sisa-sisa energi segelnya sebelum terputus, sang Malaikat Maut mengayunkan sabit raksasanya dalam satu putaran horizontal yang lambat namun mematikan.

​Wush!

​Sebuah kubah perlindungan absolut berwarna hitam kemerahan tercipta secara instan, mementalkan seluruh serangan spiritual dan fisik dari ratusan prajurit elite militer hingga mereka terpental ke belakang.

​Setelah memastikan tuannya aman dari ancaman instan, wujud raksasa Morthas perlahan memudar, pecah menjadi butiran partikel Void hitam, dan kembali masuk terlelap ke dalam dimensi jiwa Kael.

​Detik itu juga, seluruh pasokan energi spiritual di dalam tubuh Kael terkuras habis tanpa sisa. Rasa lelah yang teramat sangat menghantam kesadarannya.

​Pandangan remaja itu mendadak menggelap, napasnya terputus, dan tubuh kurusnya terkapar tak berdaya di atas reruntuhan altar batu Aula Kebangkitan yang hancur.

Halo Reader! Scar Horizon akan update rutin setiap hari jam 12.00 & 19.00 WIB. Jangan lupa Bookmark/Favoritkan cerita ini agar tidak ketinggalan kelanjutan Kael & Morthas!"

1
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi.id: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi.id: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Anonim
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Anonim
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi.id: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi.id: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi.id: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi.id: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi.id: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi.id: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi.id: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
WER
Thor apakah ada benih cinta di antara El dan kael pasti seru /CoolGuy/
Kausafiksi.id: Bisa kelihatan sih, sudah ada debar debar kaya nya si el
total 3 replies
WER
sabar El sabar orang sabar di sayang Tuhan 👍😆
Day Chuk: 🤣 galak amat ya cewe nya
total 2 replies
Muhammad Nur Septyawan
keren bang gua suka alur nya lumayan pas dan tidak basa basi👍
Kausafiksi.id: terimakasih bang, di bab 12 kesana baru baku hantam nya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!