NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Mati Rasa

"Kamu tetap diam dan tidak marah sama sekali, kamu masih tetap mengabdi kepadanya meski dia telah membiarkan kamu dilecehkan laki-laki yang tidak dikenal itu, tidak ada pertolongan di saat kamu berteriak tapi kita semuanya selesai dan kamu bangkit kembali, Tuhan juga hanya menonton dan membiarkanmu diperlakukan seperti ini," ucap Anggi yang justru marah terhadap sang pencipta.

"Anggi, kamu tidak boleh berbicara seperti itu, justru dengan sekarang aku berada di sini, aku hidup dan bangkit kembali itu semua tidak lepas dari rangkulan sang pencipta, Allah adil dan selalu ada untuk hamba-hambanya, beliau juga tidak akan memberi ujian kepada manusia jika itu dibatas luar kemampuan manusia itu sendiri," ucap Zena benar-benar memiliki ketulusan dan hati yang luar biasa.

"Sudahlah sebaiknya kita jangan membahas tentang mereka berdua, kamu kemarin baru ke Surabaya, aku ingin melihatnya," ucap Zena.

Anggi menganggukkan kepala dan terlihat jarinya menekan-nekan pada ponselnya sampai akhirnya memperlihatkan satu video dengan memperlihatkan kepada Zena. Seorang gadis kecil cantik yang terlihat berlari-lari di taman sekolah.

Dalam video tersebut juga gadis kecil dengan rambutnya yang tampak di kepang dua dan diberi pita terlihat berbicara dengan teman sebayanya, benar-benar sangat lucu dan menggemaskan.

"Masyallah kosakatanya benar-benar sangat banyak," ucap Zena terlihat takjub.

"Kamu coba dengar ini deh," Anggi memperlihatkan salah satu video bagaimana gadis kecil yang lucu itu tampak berbicara berbahasa Inggris.

Mata Zena berkaca-kaca, seolah ada rasa bangga yang tertanam dalam dirinya.

"Suatu saat nanti dia pasti akan menjadi anak yang sangat pintar, sama seperti kamu," ucap Anggi.

"Anggi, setelah aku menyelesaikan pernikahan ini, aku memutuskan untuk merawatnya sendiri, aku tidak ingin kehilangan momen di masa kecilnya," ucap Zena.

"Kamu berhak menentukan pilihan, aku yakin kamu akan terus bangkit," ucap Anggi.

Anggi ikut terharu dan memeluk sahabatnya itu.

"Kamu sangat kuat Zena dan kamu pasti mampu," ucap Anggi.

"Terima kasih Anggi, kamu selalu membantuku dan memantaunya," ucap Zena.

Anggi menganggukkan kepala, dia memang sangat menyayangi sahabatnya itu bahkan keduanya benar-benar penuh dengan ketulusan.

*******

Zena dan Anggi saat ini sama-sama berada di supermarket, keduanya tampak mengisi troli belanjaan mereka dengan berbagai bahan makanan. Zena minta ditemani oleh Anggi setelah keduanya pulang kerja untuk mampir sebentar ke supermarket.

"Zena, kamu masih sempat-sempatnya masak, padahal tinggal sendirian, kenapa tidak membeli makanan siap saji saja," ucap Anggi.

"Memasak lebih enak, bukan kamu juga lebih suka makanan ibu kamu daripada makanan di luar dan buktinya setiap ke kantor kamu selalu bawa bekal," ucap Zena.

"Iya juga sih," sahut Anggi.

"Lalu kamu mau ambil apa lagi?" tanya Anggi.

"Ke sana, aku ingin ambil jamur," jawab Zena.

"Let's go," sahut Anggi mengikuti temannya itu tanpa keduanya terlihat excited.

Tetapi tiba-tiba saja langkah mereka terhenti Di saat troli keranjang itu bersentuhan dengan milik orang lain yang kebetulan membelok di hadapan mereka dan lebih mengejutkan ternyata orang tersebut tak lain adalah Ariana bersama dengan Samudra.

Entah sejak kapan Samudra sudah kembali ke Jakarta setelah 3 bulan bertugas. Anggi melihat kearah Zena yang hanya terlihat begitu datar melihat ke arah Samudra yang juga memperlihatkan ekspresi datar.

Ariana dalam kesempatan itu tiba-tiba saja merangkul lengan Samudra seolah-olah ingin membuat Zena panas dan lebih parahnya Samudra hanya diam saja.

"Hay Zena!" sapa Ariana dengan santai.

"Anggi, kita ambil jamurnya sebelah sana saja," ucap Zena tidak ingin meladeni dan bahkan tidak sudi untuk menjawab sapaan tersebut.

Zena membelokkan trolinya dan sementara Anggi masih menatap kedua pasangan yang tidak tahu malu itu dengan geleng-geleng kepala, wajah Ariana justru sangat menantang Anggi dengan tersenyum penuh kemenangan.

Anggi tiba-tiba saja mengambil ponselnya dan dengan cepat mengambil gambar kedua orang tersebut.

"Heh Apa yang kau lakukan?" tanya Ariana.

"Bukankah waktu itu kau pernah mengatakan kepadaku, jika aku mengupload ke sosial media dan menjadikan hubungan kalian berdua sebagai konsumsi publik, orang-orang tidak akan mengkritik buruk tentang dirimu tetapi justru memberi dukungan, karena mereka adalah fans sejatimu dan ketika idolanya bersalah akan tetap di agung-agungkan, jadi otomatis aku membawakan asupan yang manis untuk mereka semua," jawab Anggi tersenyum sinis.

"Apa maksudmu?"

"Apa yang kau lakukan dengan foto itu?" tanya Ariana.

"Kenapa panik, kau bahkan sangat mengagung-agungkan karirmu dan tidak peduli dengan apapun dan seharusnya tidak panik, dasar pelakor tidak tahu diri!" ucap Anggi langsung berlalu dari hadapan kedua orang tersebut dengan menatap penuh dengan rasa jijik.

"Heh!" panggil Ariana.

"Sudahlah Ariana!" Samudra kemudian melepaskan tangannya dari rangkulan Ariana.

"Bagaimana jika teman wanita bercadar itu benar-benar mengupload foto kita berdua ke sosial media?" tanya Ariana.

"Dia tidak akan melakukan hal itu," jawab Samudra.

"Aku akan memberi wanita itu pelajaran, dia sudah berkali-kali mencampuri urusanku," batin Ariana.

Sementara Zena masih saja terlihat santai, terlihat biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apapun yang seja Anggi memperhatikan ekspresi yang terlihat dari sorot mata sahabatnya itu.

"Zena kamu baik-baik saja?" tanya Anggi.

"Anggi, aku tidak apa-apa sama sekali, hal ini sudah biasa dan biarkan saja mereka melakukan apapun," jawab Zena.

"Ya Allah Zena, kamu benar-benar kuat dalam menghadapi semua ini, aku sepertinya harus memberi wanita itu pelajaran dia bahkan dengan sengaja melakukan semuanya kepada kamu seolah-olah tidak menganggap kamu. Sama dengan Samudra, benar-benar mereka tidak peduli sama sekali," batin Anggi.

*****

Suara pintu terdengar terbuka dan sementara Zena berada di dapur sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri. Sudah dapat dipastikan yang memasuki rumah itu adalah Samudra.

Zena hanya diam saja seolah-olah tidak melihat siapa yang datang dan sementara Samudra melihat ke arah dapur, hanya melihat bagaimana punggung istrinya dan tangannya yang tampak memotong sayuran.

Samudra menghela nafas dan kemudian melangkah memasuki kamarnya, suara pintu kamar yang ditutup dan barulah Zena menoleh kearah pintu kamar tersebut.

Lagi dan lagi Zena tidak pernah peduli, hubungannya dengan suaminya masih saja tetap seperti itu dan tidak ada perubahan, terkadang Zena berada didapur dengan menikmati makan siang, malam maupun sarapan pagi dan di saat itu juga Samudra hanya lewat begitu saja tanpa menyapa dan tanpa ada obrolan.

Kerap kali pasangan suami istri itu juga sama-sama pulang ke rumah dengan mobil yang terparkir di basecamp, tetapi tetap saja keduanya hanya berjalan dengan dingin, sama-sama berada di dalam lift tetapi tidak ada obrolan dan justru keduanya sama-sama ingin menekan nomor PIN pada rumah mereka tetapi tidak jadi dan diri lalui oleh Samudra.

Tidak ada perubahan apa-apa dalam hubungan mereka, pernikahan yang hambar dengan penuh kedinginan, tidak ada kata minta maaf, tidak ada kata untuk memberi kesempatan, hanya penuh dengan kebencian sehingga rasa yang sudah sempat ada tiba-tiba menghilang, mati rasa yang benar-benar hampa tanpa peduli.

Zena sudah berusaha semampunya untuk memperbaiki dan pada dasarnya Samudra yang tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki dan terus saja menganggapnya sangat buruk hanya karena kehormatan yang dirampas oleh orang yang tidak dikenal.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!