Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Hidup Kembali
Bab 16: Tanaman Layu yang Tiba-tiba "Hidup Kembali"
Sejak kejadian di mana ia secara tidak sadar menyedot habis energi di sekitarnya sampai membuat semua tanaman layu dan batu menjadi rapuh, Mu Chen merasa sedikit bersalah.
"Wah, ini tidak bagus. Kalau terus begini, nanti tidak ada tanaman yang tumbuh di sekitar sini. Tidak ada sayuran segar untuk dimasak juga," gumamnya sambil menatap area yang tadinya hijau, kini terlihat kering dan pucat.
Para tetua juga masih menggeleng-gelengkan kepala.
"Sudah rusak begini, butuh waktu berbulan-bulan sampai pulih kembali. Sepertinya kita harus menanam ulang," kata Tetua Chang sambil mengamati tanah yang kosong.
Namun, Mu Chen yang merasa tidak enak hati berdiri di tengah area itu dengan wajah serius. Tanpa sadar, ia mulai memikirkan cara memperbaikinya — dan seperti biasa, ia hanya mengikuti apa yang ia rasakan.
Di dalam tubuhnya, Dantian Surgawi — yang berisi energi murni dan menyejukkan dari Gerbang Galaksi — perlahan bergerak. Karena ia sedang merasa ingin "memulihkan" apa yang rusak, aliran energi itu keluar secara otomatis, tanpa ia kendalikan secara sadar.
"Kalau energi bisa disedot masuk... apakah bisa dikembalikan lagi? Seperti memasukkan air kembali ke dalam gelas?" pikirnya polos.
Begitu pikiran itu terlintas — cahaya putih keemasan yang lembut mulai memancar dari seluruh tubuhnya!
Ini bukan aliran energi biasa. Karena bersumber langsung dari Gerbang Galaksi, kualitasnya sangat tinggi — membawa sifat kehidupan, pertumbuhan, dan kesempurnaan alam semesta. Energi itu menyebar perlahan seperti kabut tipis, menyelimuti seluruh area yang tadi rusak.
Yang tidak disadari siapa pun: setiap tetes energi ini setara dengan ribuan butir energi kehidupan biasa.
Para tetua yang hendak pergi berhenti seketika. Mata mereka melotot lebar-lebar, mulut terbuka sedikit karena tak percaya pada apa yang mereka lihat.
Di hadapan mata mereka:
- Tanaman yang layu dan kuning perlahan berubah warna menjadi hijau segar lagi, bahkan tumbuh lebih tinggi dan subur dari sebelumnya!
- Bunga-bunga yang kelopaknya sudah rontok tiba-tiba mekar kembali, warnanya lebih cerah dan memancarkan aroma harum yang menenangkan!
- Tanah yang kering dan keras menjadi gembur dan lembab secara alami!
- Batu-batu yang tadi pucat dan rapuh kembali menjadi keras, bahkan sedikit berkilauan seolah menjadi lebih padat dari semula!
Lebih dari itu — pengaruhnya tidak berhenti di situ saja. Energi itu terus menyebar perlahan, menjangkau pohon-pohon besar di jarak lima puluh meter, membuat daun-daunnya menjadi lebih lebat, dan bahkan buah-buahan yang belum matang menjadi besar dan manis seketika!
Semua burung dan serangga di sekitarnya terbang mendekat seolah merasa nyaman, bahkan hewan-hewan kecil dari hutan di kejauhan mulai berdatangan secara perlahan.
Para tetua berdiri terpaku, napas mereka terasa tertahan.
"Ini... ini bukan sekadar penyembuhan biasa! Ini kekuatan pemulihan tingkat tertinggi yang hanya ada dalam legenda! Bahkan para tetua agung di benua lain pun tidak mampu melakukan hal sebesar ini!" gumam Tetua Agung Mo Feng dengan suara gemetar.
"Energinya... begitu murni dan luas, persis seperti yang tertulis tentang kekuatan asal bintang! Ia tidak hanya memulihkan, tapi meningkatkan kualitasnya melebihi keadaan aslinya!" tambah Tetua Qingyun yang matanya tidak berkedip sedikit pun.
Namun di tengah semua kekaguman itu — Mu Chen sendiri sama sekali tidak sadar apa yang baru saja dilakukannya!
Ia hanya berdiri di sana, menatap sekelilingnya dengan wajah bingung polos. Ia bahkan menggaruk kepalanya dan berkomentar seolah tidak ada hal istimewa yang terjadi:
"Lho? Kenapa tiba-tiba tanamannya jadi lebih hijau dan tumbuh tinggi? Apakah hujan turun tanpa saya sadari? Atau tanahnya memang subur sekali?"
Ia bahkan mendekati sebatang sayuran, memetiknya, dan mencoba sedikit — lalu mengangguk puas:
"Wah, rasanya juga lebih manis dan renyah dari biasanya! Baguslah, kalau begini bahan masakan jadi lebih enak. Apakah ini yang disebut 'berkah alam'?"
Di dalam benaknya, suara Kitab Jalan Bintang terdengar — kali ini terdengar sedikit takjub, tapi juga masih merasa pasrah dengan tingkah tuannya:
"Kau menyedot semua energi... lalu tanpa sadar mengembalikannya dengan kualitas yang seribu kali lebih tinggi. Kekuatanmu berasal dari ruang galaksi, di mana energi kehidupan mengalir tanpa batas. Tapi kau hanya mengira ini hal biasa..."
Mu Chen hanya tertawa kecil dalam hatinya:
"Lebih baguslah kalau begini. Kalau tanamannya tumbuh subur, saya tidak perlu takut kehabisan bahan makanan. Hahaha!"
Sejak hari itu, area di sekitar halaman belakang asrama menjadi tempat yang paling subur dan nyaman di seluruh Sekte Angin Hijau. Para murid sering datang ke sana untuk berlatih karena energinya yang sangat menyejukkan, dan tanaman yang tumbuh di sana selalu menjadi bahan masakan paling istimewa.
Para tetua akhirnya menyadari satu hal:
Apa yang dilakukan Mu Chen tidak bisa diukur dengan standar biasa. Kalau ia "menghancurkan", ia melakukannya dengan skala besar — tapi kalau ia "memulihkan", ia melakukannya dengan kekuatan yang bahkan tidak dimiliki para ahli penyembuhan legendaris sekalipun.
Dan yang paling lucu: Mu Chen sendiri masih mengira semua ini terjadi karena kebetulan atau kesuburan tanah 😂
"Ah, hidup memang indah. Menyedot energi lalu tanamannya jadi lebih bagus. Ini untung ganda ya! Bisa kuat, bisa dapat sayuran enak juga!" gumamnya sambil berjalan menuju dapur dengan senyum lebar.
Mohon dukungannya teman-teman