NovelToon NovelToon
TIDAK ADA MAAF

TIDAK ADA MAAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis Ringkas

Kayla selalu menjadi wanita sempurna—cantik, pintar, dan selalu juara sejak kecil. Namun setelah menikah muda dengan pria yang dicintainya, Adrian, hidupnya perlahan berubah. Demi menjadi istri yang baik, Kayla mengorbankan impian, penampilan, dan dirinya sendiri.

Sayangnya, semua pengorbanan itu justru membuat Adrian bosan.

Saat Adrian mulai berselingkuh dengan Bianca, Kayla tetap bertahan… sampai akhirnya ia lelah menjadi satu-satunya orang yang memperjuangkan pernikahan mereka.

Setelah dua tahun penuh luka, Kayla memilih bercerai.

Tak ada yang menyangka bahwa setelah pergi dari Adrian, Kayla kembali bersinar. Ia melanjutkan kuliah, meraih karier impian, dan berubah menjadi wanita yang begitu mempesona.

Di saat Adrian mulai menyesal dan mati-matian ingin mendapatkannya kembali, hadir Julian—CEO muda sekaligus kakak senior kampus yang diam-diam telah lama mencintai Kayla.

Namun hati Kayla sudah terlalu hancur untuk percaya pada cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka yang Tidak Terlihat

Adrian berdiri cukup lama diam di depan sofa tempat istrinya berbaring.

Cahaya lampu ruang tamu yang redup dan kekuningan membuat wajah Kayla terlihat jauh lebih lembut, jauh lebih damai, dan jauh lebih muda malam ini. Gaun biru mudanya masih melekat indah di tubuhnya, rambut panjangnya terurai berantakan sedikit karena tidur, dan masih ada sisa-sisa riasan tipis yang mulai luntur di sudut matanya.

Cantik.

Pikiran itu muncul begitu saja di kepala Adrian. Jelas dan nyata.

Dan entah kenapa, pemikiran sederhana itu justru membuat dadanya terasa semakin sesak, semakin berat, dan semakin penuh rasa bersalah.

Karena ia tahu betul: Kayla berdandan secantik ini, bersusah payah bersiap sedemikian rupa, dan menunggu berjam-jam lamanya… semuanya hanya untuknya.

Namun dirinya? Justru memilih berada di tempat lain. Justru memilih menunda janji demi hal yang bahkan bukan pekerjaan mendesak.

Pria itu mengembuskan napas pelan, lalu membungkukkan badinya sedikit mendekati wanita itu.

“Kay.” Suaranya rendah dan lembut. “Bangun ya.”

Kayla bergerak kecil dalam tidurnya, mengerjap-ngerjapkan mata perlahan hingga akhirnya terbuka sepenuhnya. Beberapa detik ia terlihat bingung, menatap sekeliling dengan pandangan kabur, sebelum akhirnya sadar bahwa Adrian sudah pulang dan berdiri tepat di hadapannya.

“Oh… kamu sudah pulang,” suaranya terdengar serak, lelah, dan sedikit parau.

“Kamu tidur di sini? Kenapa nggak di kamar?”

Kayla duduk perlahan sambil membetulkan letak rambutnya yang berantakan. “Nggak sengaja ketiduran saja.”

Tatapannya sempat jatuh sekilas ke arah meja makan kecil di sudut ruangan. Di sana masih terlihat piring-piring yang sudah disiapkan namun belum pernah dipakai. Namun secepat kilat ia memalingkan wajah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Gerakan kecil dan cepat itu tidak luput dari perhatian Adrian.

“Aku sudah bilang kan? Jangan nunggu aku kalau aku bilang bakal telat,” ucap Adrian. Nada suaranya jauh lebih lembut dan pelan dibanding biasanya.

Namun anehnya… nada lembut itu justru membuat hati Kayla semakin sakit. Karena sekarang, perhatian kecil dan kata-kata manis seperti ini terasa sangat langka. Terasa seperti barang mahal yang jarang ia dapatkan.

“Aku nggak sengaja nunggu kok. Cuma kebetulan ngantuk aja,” jawab Kayla pelan sambil memaksakan senyum kecil di bibirnya.

Bohong.

Dan Adrian tahu itu bohong.

 

Kayla buru-buru berdiri dari sofa, berusaha menutupi rasa canggung dan kecewanya.

“Kamu lapar nggak? Aku hangatin makanan ya? Masih ada nasi dan lauk yang enak,” ucapnya bersemangat palsu.

“Nggak usah.”

“Aku udah masak dari sore lho… rencananya buat makan bareng tadi.”

“Kayla.” Adrian memotong ucapannya pelan namun tegas. “Aku udah makan di luar tadi.”

Kalimat itu langsung membuat suasana ruangan kembali hening dan sunyi.

Kayla menggigit bibir bawahnya pelan, menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyergap.

“Oh… begitu,” jawabnya lirih.

Lagi. Selalu begitu.

Adrian merasa bersalah luar biasa saat melihat bagaimana cahaya kecil yang sempat ada di mata istrinya perlahan meredup lagi. Melihat harapan yang kembali runtuh begitu saja.

Namun anehnya… meski ia sadar telah menyakiti wanita ini, ia tidak tahu harus memperbaikinya bagaimana. Ia bingung harus berbuat apa.

 

Mereka akhirnya duduk berdampingan di sofa yang sama. Televisi menyala namun tanpa suara, hanya menjadi latar belakang bergerak yang diam.

Kayla memeluk bantal kecil di pangkuannya erat-erat, menatap layar kaca itu dengan pandangan kosong dan hampa. Sedangkan Adrian, beberapa kali melirik ke arahnya diam-diam, mengamati profil wajah istrinya dalam diam.

“Gaunnya bagus. Cocok sama kamu,” ucap Adrian tiba-tiba memecah keheningan.

Kayla sedikit terkejut sampai bahunya terangkat pelan. Ia menoleh sedikit.

“…iya?”

“Hm. Bagus. Warnanya cerah.”

Untuk sesaat suasana terasa makin canggung.

Karena sudah sangat lama sekali Adrian tidak memuji penampilannya. Sudah sangat lama suaminya tidak lagi memandang ke arahnya, apalagi sampai mengomentari pakaian atau wajahnya.

Dan anehnya… pujian sederhana yang seharusnya membahagiakan itu, justru hampir membuat Kayla menangis. Rasanya terlalu menyedihkan merasa senang hanya karena kalimat pendek seperti itu.

“Terima kasih,” jawabnya pelan, hampir berbisik.

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Namun kali ini Kayla memberanikan diri bertanya sesuatu yang sudah tertahan lama di kerongkongannya.

“Rapatnya tadi… penting banget ya? Sampai harus batalin janji kita?”

Pertanyaan itu langsung membuat otot wajah Adrian menegang sedikit. Jantungnya berdegup lebih kencang karena ia tahu dirinya sedang berbohong besar. Ia tidak ada di rapat. Ia sedang bersenang-senang dengan wanita lain.

“Lumayan penting. Urusan klien besar,” jawabnya asal.

Kayla mengangguk kecil, seolah paham dan menerima jawaban itu.

Padahal jauh di dalam hatinya… ia sudah mulai lelah mendengar alasan yang sama berulang kali. Sudah lelah dimaklumi sendirian.

Namun seperti biasa… ia memilih diam. Memilih mengalah. Memilih menelan sakitnya sendiri.

 

Malam semakin larut dan sunyi.

Saat Adrian keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggang dan rambut yang masih basah, ia melihat Kayla masih duduk diam di depan meja rias. Wanita itu sedang sibuk menghapus sisa-sisa riasan di wajahnya dengan kapas basah.

Pria itu berhenti beberapa langkah di belakangnya, menatap pantulan istrinya di cermin besar itu.

Tanpa riasan pun, tanpa bedak dan lipstik, wanita itu sebenarnya masih sangat cantik. Kulitnya halus, matanya indah, dan wajahnya lembut.

Hanya saja… akhir-akhir ini wajahnya terlalu sering terlihat sedih. Terlalu sering terlihat lelah. Terlalu sering terlihat kecewa.

Dan untuk pertama kalinya malam itu… Adrian mulai sadar sepenuhnya. Bahwa dirinyalah penyebab utama kesedihan itu. Dirinyalah alasannya.

“Kay.”

“Hm?” jawabnya tanpa menoleh.

“Kamu marah sama aku?”

Kayla berhenti mengusap wajahnya. Tangannya terhenti di udara. Lalu ia mengangkat wajah dan tersenyum kecil tipis ke arah pantulan suaminya.

“Nggak. Ngapain marah.”

Jawaban itu terlalu cepat. Terlalu santai. Dan Adrian tahu itu tidak sepenuhnya benar.

“Kamu kelihatan kecewa banget dari tadi.”

Kayla menunduk pelan, menatap meja rias yang berantakan.

“Aku cuma… kangen kita yang dulu,” jawabnya lirih. “Kangen kita yang dulu ketawa bareng, ngobrol panjang lebar, dan nggak sejauh ini.”

Kalimat itu langsung membuat dada Adrian terasa berat seperti tertimpa beban besar.

Karena jujur saja… ia juga merindukan masa-masa itu. Ia juga merindukan kebersamaan mereka yang dulu.

Namun anehnya… setiap kali berada di rumah, setiap kali berhadapan dengan Kayla, semuanya terasa berat, terasa melelahkan, dan terasa penuh tuntutan batin. Sedangkan saat ia bersama Bianca… semuanya terasa ringan, menyenangkan, bebas, dan seru.

Pikiran itu muncul begitu saja dan membuat Adrian langsung merasa kacau, bersalah, dan bingung sendiri.

“Maaf ya,” ucapnya pelan, satu-satunya kata yang bisa ia temukan.

Kayla menatapnya lewat pantulan cermin. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama… ia melihat rasa bersalah kecil yang nyata di mata suaminya.

Namun anehnya… melihat itu justru tidak membuat lukanya hilang. Tidak membuat sakitnya berkurang. Karena rasa bersalah saja tidak cukup untuk memperbaiki apa yang sudah rusak.

 

Saat lampu kamar akhirnya dimatikan dan kegelapan merajai ruangan, Kayla berbaring membelakangi Adrian.

Sudah sangat lama mereka tidak saling memeluk saat tidur. Sudah sangat lama tidak bersentuhan. Jarak kecil di atas ranjang itu terasa semakin besar, semakin luas, dan semakin dingin setiap malamnya.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang panjang.

Lalu tiba-tiba Adrian bergerak mendekat sedikit. Tubuhnya bergeser perlahan mendekati punggung istrinya. Tangannya perlahan, ragu-ragu, namun pasti menyentuh pinggang ramping Kayla dari belakang.

Gerakan sederhana. Sentuhan biasa saja. Namun cukup membuat tubuh Kayla menegang kecil. Kaku.

Karena sudah sangat lama sekali Adrian tidak menyentuhnya seperti ini. Sudah sangat lama suaminya tidak bersikap manja atau manis.

“Kamu masih bangun?” bisik Adrian pelan tepat di belakang telinganya. Napasnya hangat.

Kayla memejamkan mata rapat-rapat. “Iya. Belum tidur.”

Adrian diam beberapa detik, menikmati keberadaan wanita itu di dekatnya. Lalu tanpa sadar, tangannya memeluk pinggang itu sedikit lebih erat, menarik punggung Kayla menempel ke dadanya.

Dan di dalam kegelapan yang gelap itu…

Kayla perlahan menggenggam selimutnya sendiri dengan tangan gemetar. Menahan tangis yang hampir pecah.

Karena pelukan yang dulu selalu terasa hangat, aman, dan menjadi tempat pulang paling nyaman itu… kini justru terasa asing. Terasa seperti milik orang lain. Terasa menyakitkan.

 

1
mama
km bner2 suami terberengsek andrian,yg km inget2 cm saat tatapan keyla kodong ddpn apartemen Bianca..nah trs saat km ciuman dan meluk pinggang Bianca lupaaa gituuu🤣
mama
terlambsaaaaaat🤣.. nok sana ke Bianca bntar lgi psti tlp nyariin km.. dan dgn pd km Cusss pergi trs keyla bakal diam ajjj,.sekarang rasain klu keysa udh pergi😄
Uthie
Dan nyebelin juga si Kayla nya pas dia selalu aja bilang sesudah disakitin hatinya: 'Tapi aku masih aja cinta pada Andrian" 😝
nyebelin banget dehhh 😌
Uthie
Lo nyalahin si Niancay, lahhh Lo juga harus nya liat diri Lo sendiri!!!!
yg selalu bikin si Bianca bergantung diri sama.kamu siapa???!!! Lo juga kan!!! 😝
Yg selalu nyamperin dia pas di Telp atau pesan suruh datang siapa?!??? Bahkan saat Kayla pingin di dengar untuk gak pergi ke cewek itu, tapi Lo tetep no 1 tuhh cewek buat Lo sok urusin!!! sedang Lo gak pernah mikir bagaimana perasaannya Kayla saat Lakinya lebih milih cewek lain!!! 😡😡😡
Mikir dongg Lo!!! 😡😤
Uthie
Basiiij bangettttt Lo Adrian 😝😝😝😝
Uthie
Basi lahhh si Adrian 😡
sunaryati jarum
Pilihan kamu pada Kayla sudah terlambat, Adrian.Karena dengan kesadaran kamu yang lebih mengutamakan wanita penyakitan itu.Coba jika kamu milih Bianca kebahagiaan Napa yang kau dapat,kau jadi perawatnya dan sandaran hidupnya selamanya, karena kejahatan kalian pada Kayla kesehatan Bianca tidak membaik tapi memburuk karena hatinya busuk.Itu harapan emak
sunaryati jarum
Kesadaran akan banyak kesalahan kamu sudah terlambat,cinta Keyla mungkin sudah akan berubah benci,dan tidak ada maaf bagimu
Anonim
awokawok lemah anjing
sunaryati jarum
Tinggal menunggu karma Bianca dan Adrian.Walaupun Bianca meminta jika Adrian tidak datang memberi harapan maka kejadian itu terhenti.Jadi keduanya harus menerima konskueinnya
sunaryati jarum
Nah gitu masa suami seperti itu masih diberi kesempatan, biarkan mengurus wanita berprnyakitan tapi mampu menyakiti hati istri
Agus Tina
Sukur ... rasain
Agus Tina
Bagus ... awalnya aku berharap mereka baikan tapi melihat sikap Adrian yang plin2 ... fix mending pisah aja ...
Uthie
Dan untuk sia Bianca, Selamat anda telah berhasil memisahkan suami - Istri tsb 👍😡
lapor ke Raja Iblis kamu tuhh.. misi kamu berhasil yaa Tan 😝
Uthie
Sukuriiinnnnn 😝😝😝

Bodoh terus kamu Kay kalau mengulang hal yg sama pada laki2 Plin plan macam itu 😡😡😡😡
Uthie
Bagussss dehhhh....
ngapain juga emang terus mempertahankan laki2 yg ada wanita lain di hati nya.... yg ada kamu cuma selingan doang!!!! 😤
Pinkan Aritra
akhirnya kayla pergi juga
mama
sokoooor,balik O ning Bianca mu yg sekarat.. selamat akhirnya keysa pergi🤣
mama
kapoooooooookkkkk
mama
gk sat set mls jdi mles bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!