NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mira

“Wah, ini kamar hotelnya?” Mira nampak tidak percaya dengan apa yang sedang dia alami saat ini. Untuk pertama kalinya dia menginap di sebuah hotel dengan kamar paling bagus.

“Ada meja makan nya, sofa buat nonton tv, mana gede banget lagi.”

Gadis itu tidak berhenti berdecak kagum.

“Sayang sekali ya galang sama Lestari gak bisa ikut,” keluh Retno.

“Kapan-kapan kita liburan lagi bareng mereka.”

“Kamu lagi yang bayar?”

“Pasti.”

“Enak banget ya jadi kamu, Delana. Anak orang kaya, pacar juga kaya.”

“Cuma di sinetron ada pria kaya mau sama cewek miskin. Hidup itu realistis, mereka juga butuh pendamping yang setara dalam segala hal,” papar Retno.

Mira mengangguk, tanda setuju dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu.

“Buruan girl mandi, siap-siap buat makan.”

Kedua gadis itu terlihat antusias mendengar ucapan Delana.

Kebiasaan gadis pada umumnya, ketiga sahabat itu mandi, bersiap, dandan dengan waktu berjam-jam.

Dirasa sudah siap, mereka pun turun ke loby dan pergi untuk makan malam.

Kembali lagi, Mira begitu antusias saat Delana mengajak mereka makan di sebuah restoran yang begitu mahal hanya dengan melihat interior nya saja.

Pelayanan dan suasana restoran terasa sangat berbeda dengan restoran biasnya.

Sunyi, hening, dingin dan wangi. Bukan wangi bumbu apalagi asap, tapi wangi aromaterapi yang memanjakan rongga hidung.

“Kalian pesan apa saja yang kalian mau.”

“Apa saja?” Tanya Mira memastikan.

“Apa saja.”

Retno dan Mira saling melirik sambil tersenyum sumringah. Mereka melihat, membaca dan memilih apa yang akan mereka pesan.

“Delana, jujur ya, tapi sepertinya makanan tadi tidak membuat perutku yang biasa makan nasi, kenyang.”

“Mira bener, aku juga masih laper.”

“Kenapa gak bilang? Tadi pesen lagi aja padahal.”

“Mahal.”

“Ya ampun, Retno. Gak apa-apa, kamu mau makan sepuluh kalipun gak akan membuat Rex bangkrut.”

“Gak enak lah, Delana.”

“Ya udah, kita pergi makan lagi aja. Pokoknya malam ini judulnya makan.”

Ketiga gadis itu tertawa.

“Delana, memangnya pacar kamu kerja apa sih? Kayaknya kok serem banget ya. Dia banyak banget anak buahnya. Kayak mafia di film-film.”

“Iya, mana pacar kamu kayaknya udah cukup umur deh. Maksudnya lebih tua dari kamu kan?”

Delana mengangguk sambil tersenyum.

“Yang pasti dia baik. Itu point nya. Umur hanyalah angka.”

“Iya sih.”

“Eh, kemarin si Rara dipanggil dekan katanya,” ujar Retno.

“Kenapa?” Tanya Delana.

“Masa gak tau?” Tanya Mira.

Delana menggelengkan kepala.

“Dia melahirkan di toilet, terus anaknya dibuang di tong sampah. Sebenernya dia ngelakuin itu tuh sore hari pas kampus agak sepi, dilalah nya ketahuan sama OB yang baru aja mau balik.”

“Busettt, tega banget dia sampe buang anaknya.”

“Yang lebih mengejutkan lagi apa coba?” Tanya Retno. Ketiga gadis itu saling mendekatkan kepala, tanda bahwa info itu sangat penting dan rahasia.

“Yang menghamili Rara itu Pak Devan,” bisik Retno. Mata Delana membelalak kaget.

“Pak devan dosen ….”

“Iya, itu.”

“Delana, bukan nya dulu dia pernah deketin kamu kan?” Tanya Mira.

Delana mengangguk.

“Untung lo gak mau dideketin sama dia. Kalau mau, bisa-bisa kamu yang sekarang viral di kampus.”

“Idihhhhh amit-amit jabang babi.”

Mereka tertawa.

Malam semakin larut, ketiga sahabat itu berjalan menelusuri trotoar. Mereka akan pergi mencari makanan penutup.

Sesekali Delana melihat ponselnya, tidak ada apapaun di sana. Dia ingin sekali menghubungi duluan, tapi dia ingat pesan Rex bahwa dia jangan menelpon atau mengirim pesan jika bukan Rex yang terlebih dahulu memunggungi.

Tapi Delana tidak bisa menahan rasa rindunya. Dengan ragu dia mengirimkan pesan singkat.

“Rex, i miss you.”

“Delana, ayo!”

“Iya.”

Delana menyimpan ponselnya ke dalam tas, lalu dia berlari kecil guna mengajar teman nya yang sudah jauh di depan.

“Kayaknya malam ini adalah malam terindah dalam hidupku,” celoteh Mira. Dia menengadahkan wajahnya ke atas langit sambil memejamkan mata, seolah sedang menyimpan kenangan yang dia bilang ‘indah’ itu.

“Kenapa?” Tanya Retno.

“Bayangkan, aku ini dari desa. Kuliah aja karena beasiswa. Kuliah bermodalkan nekad dengan tujuan memperbaiki hidup kelak. Gak kebayang sebelumnya aku bakal ada di sini. Makan di restoran mewah, jajan enak, ngopi juga di tempat mahal.”

Dia tersenyum, namun jelas tersirat ada kesedihan di garis wajah nya yang manis.

“Kamu inget sama orang tua ya di kampung?” Tanya Delana.

Mira membuka matanya. Dia tersenyum lalu mengangguk pelan.

“Bersalah banget rasanya makan makanan mahal sementara orang tua di sana gak tau makan sama apa.”

Retno mengusap pundak Mira.

“Kamu bisa mengandalkan aku, Mir. Kalau butuh apa-apa, kasih tau aja.”

“Nggak lah, Delana. Takut nanti ketergantungan. Lagi pula aku juga lagi usaha sampingan bikin aksesoris. Lumayan lah ada orderan dikit-dikit.”

“Setidaknya untuk tugas dan apapun itu yang berkaitan dengan kuliah, kabarin aja. Percaya deh, Mir, duit pacar aku gak akan habis meski kamu kuliah sampe S6 pun.”

Mereka tertawa.

Mira dan Retno asik bersenda gurau, sesekali Delana pun ikut nimbrung. Dia sedikit gelisah karena Rex masih belum memberinya kabar.

1
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di cerita 😇
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!