Seorang pria muda yang tegas dan berwibawa sedang duduk diruang kerjanya.
"Jika kau pergi selangkah saja maka hukumanmu akan semakin berat!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Cih, gadis nakal dan sulit di atur! Coba saja kalau kau bisa pergi dari sisiku."
"Tentu aku bisa!"
"Pak Hen tolong ajari anakmu tata krama!"
"Baiklah Tuan."
"Jangan menyulitkan Ayah, diam dan patuhlah!"
"Ayah jangan berpihak kepadanya, dia pria jahat dan kejam!"
"Dia adalah Bos Ayah kau tahu apa tentangnya. Cepat patuh dan menurutlah kepadanya!"
"Ayah! Lepaskan!"
"Mulai sekarang kau harus ku didik dengan benar!"
Baca selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Xiao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story 16
Perasaan Yang Campur Aduk
_____________________________________________
"Tuan Muda, Kirana adalah teman dari salah satu anak Presdir terkenal yaitu Presdir Chan pemilik perusahaan stasiun televisi terbesar di negara ini. Mereka kuliah di kampus yang sama di Luar negri, kabarnya mereka sangat dekat dan akrab," ujar Pengawal kepercayaan Emil.
Pak Hendrik sedang ditugaskan ke Luar Kota untuk sebuah bisnis yang sangat penting, Kesempatan ini dimanfaatkan Emil untuk mengetahui lebih detail tentang Kirana.
"Ternyata itu alasan mereka mengundangnya! Hmmm, sudah sedekat apa mereka?" tanya Emil kepada Pengawalnya.
"Dari informasi yang saya dengar, mereka sering pergi bersama di Luar negri," ujar Pengawal itu.
Bruuukkkkkk... praaaanggg ... Emil melempar semua barang dan buku yang bertumpuk dimeja kerjanya.
"Jadi, sudah sedekat itu?! Lihat saja, apa yang akan aku lakukan," ujar Emil yang terbakar api cemburu.
Ditempat lain Eliana sedang merias Kirana, Kirana nampak diam dan melamun di depan cermin.
"Aku sudah tidak menyimpan nomor telepon Dirga semenjak aku tahu dia anak seorang presdir terkenal, bahkan aku sudah mengganti nomor telepon ku agar dia tidak bisa menghubungiku lagi. Tapi, kenapa dia masih bisa menemukan ku di sini? dulu aku sempat mengaguminya namun setelah aku tahu identitas nya aku merasa tidak pantas bersanding dengan nya, bahkan untuk sekedar berteman. Siapa aku? aku hanya wanita dari kelas bawah yang tidak boleh bermimpi terlalu tinggi," gumam Kirana.
"Sudah beres. Wah, kau terlihat sangat cantik Kirana," ucap Eliana.
"Nona memuji saya terlalu berlebihan," jawab Kirana sambil menundukan kepalanya.
"Yasudah ayo cepat! Jangan biarkan orang-orang penting itu menunggu mu terlalu lama," ucap Eliana.
"Baik, Nona ," jawab Kirana.
Kirana pun sudah ditunggu oleh pengawal Presdir Chan di depan rumah Emil dengan dua mobil mewah. Kirana lalu masuk ke dalam mobil tersebut. Mereka lalu berangkat menuju kediaman Presdir.
Sesampainya di depan gerbang dia melangkah penuh keraguan dia masih merasa ini semua hanyalah sebuah mimpi semata. Rumah yang sangat megah dengan pilar yang tinggi juga perpaduan model Clasik modern membuat kesan yang sangat mewah.
"Apakah aku sedang bermimpi? Rumah nya seperti istana. Mewah dan besar sekali. Mereka pasti sangat kaya Raya dari kalangan kelas atas tentu tak sebanding denganku. Rasanya kakiku berat sekali untuk melangkah," batin Kirana.
Kirana pun disambut oleh Bapak Presdir yang terkenal dan bersama dengan Istrinya, kebetulan beliau meluangkan waktunya dan mengagendakan untuk makan malam bersama Kirana.
"Sebetulnya kami tidak enak hati mengundangmu makan malam di kediaman kami, seharusnya kami mengundangmu di restoran yang mewah, tapi kami tidak memberitahu Dirga jika kami sengaja mengundangmu kesini," ucap Pak Presdir kepada Kirana.
"Betul Nak, Kami ingin mengenalmu lebih dekat lagi, jika Dirga tahu, pasti dia tidak akan membiarkan kami mengundangmu malam-malam begini. Maafkan Kami jika mengganggu Pekerjaan mu ya?" ujar Ibu Dirga.
"Ahh Ti_tidak, justru saya sangat senang. Karena ini seperti sebuah mimpi bisa bertemu dan berbicara langsung dengan Bapak dan Ibu Presdir yang saya hormati. Ayah saya juga menitipkan salam nya untuk Bapak dan Ibu ," ujar Kirana gugup.
"Sampaikan salam kami juga kepada Pak Wijaya dan Pak Hendrik ya?" ucap Presdir Chan.
"Bapak mengenal Ayah saya?" tanya Kirana penasaran.
"Tentu Bapak sangat mengenal Ayahmu, beliau sangat cekatan dalam bekerja, saya mengagumi kerja kerasnya," ujar Presdir Chan.
"Ayah tidak pernah cerita apapun kepadaku. Hah! sudahlah, jangan berharap Ayah mau cerita. Saat aku bilang aku merindukan ibu saja, dia sudah melotot kepadaku," gumam Kirana.
Kirana pun terus berbincang-bincang sambil memakan hidangan makan malam yang telah disediakan. Sekitar pukul 09.00 malam Kirana berpamitan kepada Bapak dan Ibu Presdir dan diantarkan kembali ke rumahnya.
Sesampainya Kirana di rumahnya, Emil sudah menunggunya didepan pintu.
"Tuan ," ucap Kirana lirih.
Emil pun memegang tangan Kirana dan menariknya kedalam mobilnya.
"Tuan, kita mau kemana?" tanya Kirana yang terkejut.
"Sudah diam saja!" ujar Emil sambil menyetir mobilnya.
"Kenapa Tuan menjadi seperti ini? Apa salahku kali ini? Cih dia mungkin sudah hilang kesadaran," batin Kirana.
Dalam gelisah Emil memikirkan bagaimana mengatasi Kirana yang kini mulai di dekati oleh seseorang. Emil merasa sangat cemburu, dia tidak rela jika ada yang mencintai Kirana selain dirinya.
Bersambung...
.
.
.
Bagaimana nasib Kirana selanjutnya?
Author jelaskan kesalahan pahaman ini, jadi Dirga itu awalnya memang author setting untuk jadi anak seorang Presiden tapi ini di dunia halu ya bukan di dunia nyata, tapi para readers selalu mengkhayal di dunia nyata dan mengaitkan dengan anak Bapak J / Ibu M padahal bukan ya ini murni kehaluan Author maka demi kenyamanan membaca, author ganti profesi Bapak Dirga jadi seorang Presiden Direktur/ Presdir. Dan jangan mengaitkan dengan politik yang sedang berpolemik saat ini karena ini murni kehaluan Author/ karangan author saja. Demikian penjelasan singkat ini oke, author harap kalian mengerti sayangku. 😘
Tunggu Nexs Episode berikutnya ya...
Terima kasih. 😊
🌹~I Miss You~🌹
mohon di aaminkan bunda 😄
uda pacaran yahhh😂😂