NovelToon NovelToon
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang Kaisar Abadi yang berkuasa dan ditakuti di seluruh alam semesta dikhianati dan dibunuh oleh orang-orang terdekatnya. Namun, alih-alih jiwanya hancur, ia terbangun kembali sebagai seorang pemuda tak berguna di sebuah klan kecil yang hampir punah, ribuan tahun di masa depan. Dengan semua ingatan dan pengetahuannya yang luas dari kehidupan sebelumnya, ia memulai kembali perjalanan kultivasinya. Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Pencurian di Lembah Abu

Lembah itu berubah menjadi pemandangan kiamat. Pohon-pohon yang tadi menjulang kini menjadi arang hitam yang masih berpijar. Batu-batu besar meleleh seperti lilin, mengalir lambat di lereng-lereng yang hangus. Udara dipenuhi bau belerang dan daging terbakar—dua tubuh pemburu yang tak bergerak di kejauhan.

Arga masih bersembunyi di balik batu besar, tubuhnya gemetar. Bukan karena takut—meski rasa takut itu ada—melainkan karena Benang Perak di Dantian-nya nyaris kosong. Mengaktifkan Perisai Langit Kesepuluh selama tiga detik telah menguras hampir seluruh energinya. Yang tersisa hanya cukup untuk satu, mungkin dua gerakan dengan Langkah Bayangan Bulan.

Tapi di depannya, Naga Bumi Bersayap Empat kembali berbaring. Empat sayapnya melipat perlahan. Kepala ularnya yang bertanduk merebah di antara cakar-cakar depannya. Matanya—sepasang bola emas dengan pupil vertikal—kini setengah terpejam.

Dia tidak melihatku sebagai ancaman, pikir Arga. Aku terlalu lemah untuk diperhatikan.

Ironisnya, itulah senjata terbesarnya saat ini.

Ia mengamati Naga itu lebih dekat. Luka-luka dari serangan tongkat kristal merah tampak jelas—goresan-goresan di antara sisik hitam, beberapa di antaranya cukup dalam hingga mengeluarkan darah kental berwarna emas gelap. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah luka di bawah leher. Di sana, di celah alami antara sisik-sisik pelindung, terdapat bagian kulit yang lebih tipis. Napas api tadi rupanya membutuhkan energi besar—monster itu tampak kelelahan.

Teknik Pencurian Inti Diam. Arga memejamkan mata, mengingat detail teknik kuno itu. Ia membutuhkan konsentrasi absolut dan kontak fisik langsung dengan titik lemah monster. Tangannya harus menembus lapisan otot dan tulang rawan, mencapai inti yang tersimpan di dekat jantung, lalu menariknya keluar tanpa memutus aliran energi monster—setidaknya tidak sampai inti sepenuhnya terlepas. Jika aliran terputus terlalu cepat, monster akan bangun dan membunuhnya. Jika terlalu lambat, energi inti akan menariknya ke dalam dan menghancurkan kesadarannya.

Aku hanya punya satu kesempatan.

Ia mulai bergerak. Langkah Bayangan Bulan—meski dengan energi yang hampir habis, gerakannya tetap senyap. Ia melangkah di atas tanah yang masih panas, melewati genangan batu leleh yang mendingin, menuju tubuh raksasa yang membentang sepanjang tiga puluh meter.

Di kejauhan, pemimpin pemburu masih bersembunyi di balik formasi pelindungnya yang retak. Pria itu terluka—Arga bisa melihat darah di lengan kirinya—tapi ia masih hidup dan waspada. Matanya menyapu lembah, mungkin mencari rekan-rekannya atau jalan keluar.

Dia akan melihatku. Tapi Arga tidak punya pilihan. Ia harus bergerak sekarang, sebelum Naga benar-benar pulih atau pemburu itu memutuskan untuk menyerang lagi.

Dengan sisa energi terakhirnya, ia melesat ke depan. Langkah Bayangan Bulan membawanya dalam hitungan detik ke sisi Naga. Monster itu tidak bereaksi—napasnya tetap teratur, matanya tetap setengah terpejam.

Arga mencapai bagian bawah leher. Di depannya, celah di antara sisik-sisik itu menganga seperti luka mengundang. Ia bisa melihat denyutan pelan di dalamnya—detak jantung monster raksasa yang memompa darah dan energi ke seluruh tubuh.

Sekarang.

Ia meletakkan kedua telapak tangannya di celah itu. Kulit Naga terasa panas dan kasar, bergetar pelan seirama detak jantung. Arga menutup mata dan memulai Teknik Pencurian Inti Diam.

Kesadarannya menyelam ke dalam.

Dunia luar menghilang. Yang ada hanya aliran energi—sungai besar berwarna emas gelap yang mengalir melalui pembuluh-pembuluh energi monster. Arga mengikuti aliran itu, menyusurinya seperti ikan kecil yang berenang melawan arus raksasa. Tekanan energi di sekelilingnya sangat besar, mengancam akan menghancurkan kesadarannya setiap saat.

Tapi ia terus maju. Pengalaman tiga ribu tahun sebagai Kaisar Langit memberinya ketahanan mental yang tidak dimiliki kultivator biasa. Ia telah menghadapi tekanan yang jauh lebih dahsyat—tekanan dari Langit Kesembilan sendiri.

Aku hampir sampai.

Di depan sana, ia melihatnya. Sebuah bola cahaya emas yang berdenyut—jantung dari seluruh sistem energi Naga Bumi. Inti Monster Tingkat Raja. Ukurannya sebesar kepalan tangan manusia dewasa, memancarkan kehangatan yang bisa ia rasakan bahkan dalam bentuk kesadaran.

Arga mengulurkan "tangannya"—bukan tangan fisik, melainkan perpanjangan dari kesadarannya. Ia menyentuh permukaan inti itu.

BZZZZT!

Sengatan energi menjalar ke seluruh tubuh fisiknya. Arga menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, menahan rasa sakit yang luar biasa. Tapi ia tidak melepaskan sentuhannya. Perlahan, sangat perlahan, ia mulai menarik inti itu dari tempatnya.

Detak jantung Naga berubah. Lebih cepat. Monster itu mengerang dalam tidurnya.

Cepat. Cepat!

Arga menarik lebih kuat. Inti itu bergeser, memutuskan satu per satu pembuluh energi yang mengikatnya. Setiap putusnya satu ikatan, Naga mengerang lebih keras. Cakar-cakarnya mulai bergerak gelisah. Ekornya menghentak tanah, membuat seluruh lembah bergetar.

Hampir... hampir...

Ikatan terakhir terputus.

Arga membuka matanya. Di tangannya yang nyata, sebuah bola emas bercahaya muncul—Inti Monster Tingkat Raja. Panasnya membakar telapak tangannya, tapi ia tidak melepaskannya.

Naga Bumi membuka matanya sepenuhnya. Bola emas itu menatap lurus ke arah Arga. Bukan dengan kemarahan—tapi dengan sesuatu yang lebih mengerikan: kesadaran bahwa ia sedang sekarat.

Raungan mengerikan mengguncang lembah. Bukan raungan amarah, melainkan raungan kesakitan dan keputusasaan. Naga itu mencoba bangkit, tapi tanpa intinya, tubuhnya kehilangan sumber energi utama. Ia terjatuh kembali, kejang-kejang.

Arga tidak menunggu lebih lama. Dengan inti di tangannya, ia berbalik dan berlari. Langkah Bayangan Bulan sudah tidak bisa ia gunakan—energinya benar-benar habis. Ia hanya berlari dengan kaki telanjang di atas tanah hangus, menuju celah di antara tebing yang ia lihat sebelumnya.

"HEI! KAU!"

Suara itu. Pemimpin pemburu. Pria itu berdiri di kejauhan, menatap Arga dengan mata terbelalak—melihat bola emas di tangannya.

"INTI ITU MILIKKU! BERHENTI!"

Arga tidak berhenti. Ia terus berlari, masuk ke celah tebing, menghilang ke dalam kegelapan.

Di belakangnya, raungan Naga Bumi semakin melemah. Lalu hening.

Dan di keheningan itu, suara langkah kaki pemburu yang mulai mengejarnya menggema di antara dinding batu.

---

Malam harinya, Arga tersandar di dalam gua kecil yang ia temukan setelah berlari tanpa henti selama berjam-jam. Jantungnya masih berdebar kencang. Tangannya gemetar, tapi ia masih menggenggam erat Inti Monster Tingkat Raja. Bola emas itu kini meredup, hanya berpendar lembut, seolah beradaptasi dengan pemilik barunya.

Ia berhasil. Entah bagaimana, ia berhasil.

Tapi pemburu itu masih hidup. Dan ia telah melihat wajah Arga. Orang itu tidak akan berhenti sampai mendapatkan inti ini kembali.

Arga menatap inti di tangannya. Lalu menatap liontin giok di dadanya yang berdenyut seirama dengan Benang Perak di Dantian-nya.

Delapan ruas jari. Dengan inti ini, aku bisa mencapai sembilan. Lalu... Benang Emas.

Tapi sebelum itu, ia harus selamat dari pemburu yang memburunya. Dan dari Naga Bumi yang mungkin belum mati.

Satu langkah pada satu waktu.

Ia menutup mata dan mulai bermeditasi. Inti Monster Tingkat Raja di tangannya mulai merespons, mengalirkan energi hangat ke dalam tubuhnya yang lelah.

1
Mommy Dza
So sweet 😁 akhirnya Arga bs tdur nyenyak
Mommy Dza
Masuk ke dalam kegelapan
kenangan pertama
Mommy Dza
Mencari pecahan
Mommy Dza
Pilihan yg sulit
Mommy Dza
pemangsa yg kesepian ternyata🥹
Mommy Dza
Lanjut💪
Mommy Dza
Tetap semangat Arga 💪
Mommy Dza
Cara memperkuat segel adalah
Mommy Dza
Bravo Arga 👍💪
BlueHeaven
Sekelas Penguasa Tertinggi kok sampe nggak tau sih, apalagi setetes demi setetes tiap harinya
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Mommy Dza
Arga kembali 💪
Mommy Dza
Arga mau dimangsa 🥹 haddehh
hancurkan dia Arga
Mommy Dza
Memperbarui segel dan mengurung pemangsa 💪
Mommy Dza
Arga semakin kuat 💪
Mommy Dza
Nasib apa yg menunggunya 🥹
Mommy Dza
Lanjut thor
Mommy Dza
Wah ketemu pecahan kedua yah 💪
Mommy Dza
Siapa lagi yg muncul /Smug/
Mommy Dza
Bunuh dia Arga 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!