Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.
Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.
Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.
Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24
"Ntar deh Gue bilang ke mama. Lo pasti bosen kan diam terus di rumah?"
"Bosen sih pasti! Tapi kalau mama izinin, aku ikut!"
"Okey. Sekarang Gue izin ke mama dulu! Lo mending mandi dulu deh! Bau tau gak!?"
"Enak aja Lo bilang Gue bau! Gak Lo kasih tahu juga aku bakal mandi kok." Sebel Allyssa. Bisa-bisanya Aruna mengatai dirinya bau.
"Hahaha! Lo mah kagak bisa diajak bercanda!" Ketawa Aruna.
"Gak lucu Run! Mending sekarang buruan izin ke mama deh!"
"Iya-iya Gue pergi!"
Aruna keluar dari kamar Allyssa. Aruna beranjak untuk meyakinkan sang ibu agar mengizinkan Allyssa untuk ikut dengannya ke toko buku. Aruna yang memang biasanya pergi sendiri bersama sang supir tidak biasanya mengajak Allyssa pergi. Entah apa rencana gadis itu.
Sementara Allyssa yang memang merasa bosan diam di rumah pun sedikit bersemangat. Dia memang ingin pergi ke luar rumah. Toko buku, tempat yang selalu ia sukai. Tapi pikir Allyssa, ibunya pasti tidak mengizinkan. Karena sebelumnya dia merengek pada ibunya mengenai sekolah.
'Tau ah! Mending Gue mandi aja dulu' Ucap Allyssa pelan. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.
...****************...
"Kok bisa sih mama izinin?!"
"Ya Bisalah! Lagian Lo kan perginya bareng Gue. Gak mungkin kagak diizinin lah. Aman !"
"Ckckc! Iya deh iya! BTW Lo kan udah ngajak Gue nih. Nanti pulang sekalian bantuin Gue buat bilang ke mama supaya besok izinin gue ke sekolah. Gue bosen bangat asli!"
"Itu mah gampang! Ntar Gue bilangin."
"Serius Run!?"
"Biasa aja dong! Gak usah teriak gitu!"
"Itu namanya reflek"
"Reflek. Tapi gak bikin orang jantungan juga kali!"
"Jantung Lo aja yang lemah."
"Ih parah, malah ngatain!"
"Lagian kamu kagetan bangat jadi orang."
"Tau ah malas ngomong sama kamu."
"Ngambek ceritanya nih! Cup cup cup!" Goda Allyssa pada saudari kembarnya.
"Ih apaan sih Lyss! Aku bukan anak kecil."
"Bukan anak kecil, tapi ngambeknya kayak anak-anak. Lagian Lo emang kayak anak kecil tahu gak."
"Ih Lyssa! Geli tahu gak. Lagian Lo juga kalau ngambek lebih parah dari Gue."
"Wajarlah! Kan Gue adek Lo!"
"Lo akuin Gue kakak Nih? Coba panggil Gue Kak Aruna!"
"Ogah! Lagian kita cuman beda berapa menit dong"
"Yeyyyy tadi aja bilang Gue kakak!" Ejek Aruna.
"Ckckck iya deh iya!"
Keduanya terus melewati jalanan kota Jakarta yang begitu macet. Tujuan mereka adalah toko buku waktu itu.
Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di toko buku yang tak asing baginya Allyssa. Sebab, beberapa hari sebelumnya Allyssa sudah pernah berkunjung ke sini.
"Lyss pake kursi roda gak?" Tanya Aruna pada Allyssa yang masih dalam mobil.
"Gak perlu Run. Kaki Gue udah gak sakit kok."
"Ok deh kalau gitu"
Keduanya masuk ke dalam toko. Tidak seperti sebelumnya, suasana cukup tenang. Hanya beberapa orang yang tengah asik membaca dan juga menikmati minuman di meja yang tak jauh dari sana. Toko buku yang memang sudah tersedia kantin kecil di dalamnya.
"Run, Gue ke toilet dulu! Kebelet." Ujar Allyssa dengan raut wajah yang sudah menahan sesuatu.
"Yaudah ayok! Gue temenin"
"Gak usah Gue sendiri aja! Lo mending cari buku yang Lo butuhin biar gak lama!"
"Yakin bisa sendiri?" Tanya Aruna.
"Lo pikir Gue pincang apa!? Udah ah! Gak tahan lagi nih!" Ujar Allyssa yang langsung pergi menuju toilet. Meninggalkan Aruna yang tidak habis fikir dengan kelakuan saudarinya itu.