Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Kedatangan tamu
"Boleh saja merasa curiga dan ingin melihat ke dalam rumah keluarga Sayuti." Pak Lurah tidak keberatan dengan permintaan Suminah.
"Mari kita buka rumah keluarga itu dan kita lihat apa memang Pardi ada di dalam sana." Pak RT tetap berkata sabar walau saat ini dia memang sudah sangat muak kepada Pardi.
"Terima kasih banyak karena sudah mau saya repotkan ya, Pak." Suminah merasa tidak enak dengan Ketua kampung sini.
"Jangan bicara seperti itu karena membantu para warga adalah tugas kami berdua." ujar Pak Lurah sambil tersenyum.
"Ayo, kita berangkat sekarang dan lihat apa memang Pardi ada di dalam rumah itu atau tidak." Pak RT berjalan duluan untuk mendatangi rumah keluarga Sayuti.
"Assalamualaikum." seorang pria tersenyum dengan sangat manis dan dia tidak lain adalah Arya dari desa pandan Arum.
"Waalaikumsalam, Mas Arya." Pak Lurah menyambut dengan ramah juga karena memang mereka sudah saling kenal satu sama lain selama ini.
"Kebetulan atau cuma mampir saja ini ke desa kami?" Pak RT ikut bersalaman dengan Arya.
"Ini Ayah tadi habis melihat kebun kelapa yang di sana, kebetulan hari ini sedang panen sehingga saya mampir." jawab Arya dengan senyum yang sangat manis sekali.
"Oh iya, hari ini orang pada panen kelapa kok sepertinya ya." Pak Lurah mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Em kebetulan Mas Arya ada di sini, boleh tidak bila saya minta tolong?" Pak RT tahu bahwa pria yang ada di hadapan dia saat ini memiliki kemampuan yang tidak biasa.
"Boleh, apa yang bisa saya bantu untuk kalian?" Arya bertanya karena dia juga memang masih belum tahu.
Pak rt menatap Pak Lurah sesaat karena dia ingin meminta pendapat kepada ketua kampung agar ketika nanti dia bercerita kepada Arya tidak ada masalah lagi, sebab orang luar memang belum mengerti bagaimana keadaan desa mereka sekarang sehingga Pak RT agak takut ketika akan bercerita kepada Arya saat ini.
Namun Pak Lurah justru mengangguk menandakan bahwa dia setuju bila nanti Pak RT bercerita kepada Arya apa yang telah terjadi, sebab mereka juga telah mengenal siapa Arya ini dan bagaimana sepak terjang dia ketika sedang mengurus masalah gaib, entah itu ada di desa ini atau desa lain dan bahkan desa dia sendiri.
Arya dan Purnama dikenal sebagai orang yang begitu paham tentang hal gaib sehingga banyak yang meminta pertolongan kepada mereka berdua selama ini, dan yang paling membuat mereka sangat senang adalah Arya tidak pernah meminta imbalan kepada mereka yang sudah membutuhkan bantuan dia, semua itu dia lakukan dengan ikhlas tanpa pamrih sama sekali.
Bukan hanya satu atau dua orang saja yang sudah pernah dia tolong ketika mendapat kesulitan seperti itu, mungkin di antara seluruh desa ini mereka semua sudah pernah mencicipi kebaikan dari Arya dan juga Purnama, sehingga mereka sangat dikenal sebagai orang yang baik dan tidak pernah banyak tingkah.
Hanya saja dari dua bersaudara itu ada perbedaan yang begitu mencolok bila ada yang belum mengenal, Arya sangat kalem dan bisa beramah tambah kepada semua orang yang baru saja dia temui untuk ngobrol atau bahkan urusan lain, sama seperti tadi ketika baru datang maka dia tidak sungkan langsung tersenyum sambil mengucap salam.
Berbanding jauh dengan sang kakak yang memiliki sifat arogan dan juga angkuh sekali sehingga banyak orang yang tidak berani berbicara langsung kepada Purnama itu, kesan dari pertama adalah wajah cantik namun judes karena dia memang tidak pernah tersenyum kepada orang sembarangan yang baru saja dia temui, emang pembawaan Purnama sejak dulu hingga saat ini selalu seperti itu.
Jadi hanya ada beberapa orang saja yang berani berbicara kepada Purnama secara langsung, itu pun mereka harus memilih kata agar jangan sampai menyinggung perasaan dari Purnama, sebab Dia sangat mudah tersinggung dan bila tidak suka maka tidak akan pernah mau membantu.
"Jadi rumah itu bekas pembantaian dan sampai saat ini belum ada yang mengetahui pembunuh nya?" Arya menatap mereka semua.
"Benar, kami juga tidak ingin mencari tahu karena keluarga dari Sayuti ini tidak ada yang pernah mengetahui." angguk Pak Lurah.
"Apa selama ini juga belum ada yang pernah datang ke sini untuk mencari keluarga dia?" tanya Arya kembali.
"Tidak ada, terlebih lagi selama ini keluarga Sayuti memang begitu tertutup." jawab Pak Lurah.
"Oh bisa jadi memang sudah tidak memiliki keluarga lagi, sebab bila memang ada maka pasti akan berusaha menghubungi dan akan mencari." Arya juga mulai paham.
"Nah itu yang kami pikirkan memang, sudah cukup lama namun sampai saat ini tidak ada keluarga yang lain mendatangi rumah dia." sahut Pak RT.
"Lalu apa rumah itu memang berhantu dan menghantui para warga yang ada di sini?" tanya Arya kembali.
"Benar, kemarin sudah ada tragedi yang hilang dan dia ditemukan di dalam rumah itu." Pak RT dan Pak Lurah menjawab secara berbarengan.
Arya menghelai nafas panjang karena saat ini dia mulai menyadari bahwa pasti korban pembantaian itu ingin menghantui seluruh warga yang ada di sini, mungkin saja karena mereka yang tidak terima atas kematian yang sudah mereka alami itu sehingga akan terus gentayangan ke sana kemari.
Meski ini Arya juga tidak tahu kenapa mendadak saja malah bertemu dengan masalah seperti sekarang, bila sudah terlalu mengetahui maka mau tidak mau nanti Arya akan mengurus sampai tuntas, tidak mungkin dia hanya maju sesaat dan nanti bila tidak selesai maka yang ada Purnama akan mengamuk.
Jadi sekarang dia harus mempertimbangkan bila ingin membantu Pak RT dan Pak Lurah untuk mencari keberadaan Pardi, sekali dia maju maka tidak akan pernah mundur lagi, sebab itu sudah menjadi pilihan mereka semua dan mau tidak mau harus berjalan sesuai dengan apa yang telah dia tetapkan saat ini agar kasus itu tidak semakin melebar.
"Baik lah, Ayo kita datangi rumah itu sekarang." Arya akhirnya mengambil keputusan.
"Wah Alhamdulillah karena mas Arya mau membantu kami." Pak Lurah terlihat begitu senang.
"Ayo kita buka rumah itu dan cari keberadaan Pardi, apa mungkin dia ada di dalam atau saat ini dia pergi ke desa lain." Pak RT berkata pelan.
Suminah hanya bisa diam saja mendengarkan karena dia tidak tahu harus berkata apa saat ini, yang penting suami dia bisa ketemu dan tidak ada lagi masalah yang akan menghampiri hidup mereka, meski terkadang Pardi sendiri yang sengaja mencari masalah sehingga sekarang seluruh orang jadi harus ikut mencari dia juga.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣
atau mungkin kah Pardi akan mati membusuk di lemari itu ❓❓
kualat tuh si Pardi ,, syukurin Kowe 🤣🤣🤣
wes angel iki mah ,,, ora iso di kandani ,, sak karep mu Dewe ,, Yoo Ben lah ,, Ben mati wae si Pardi di cekik setan 🤣🤣🤣
apakah Rais sdh terikat dh para arwah pembantaian itu ❓